Anda di halaman 1dari 5

SOP IBAP PRIGI

( Budidaya Udang Vannamei Super Intensif Dengan Bioteknologi Berbasi Herbal )


(selambat lambatnya dilakukan 10 hari sebelum digunakan)
Pupuk Organik Cair (POC) Air difermentasikan/ diperam minimal 10 hari. Semakin lama waktu
fermentasi POC akan semakin baik. POC Air nantinya menjadi salah satu aspek penting dalam budidaya
Vannamei menggunakan SOP Prigi. POC Air nantinya akan digunakan untuk:
 Salah satu bahan saat pembuatan Peraman Awal/ Pupuk Organik Tebar (POT);
 Salah satu unsur dalam pengelolaan air selama masa budidaya;

Dosis yang diperlukan untuk kolam mulsa, terpal, hdpe, beton adalah 60 ppm setiap kali tebar. Untuk
memudahkan berikut ini rumus hitung dosis POC Air:

Dosis POC Air utk sekali tebar: Volume air kolam x 60


1.000

Formula untuk volume 30 liter POC terdiri dari:


NO URAIAN VOL SATUAN
1 Molase 1 Liter
2 Susu Skim 200 Gram
3 ZA 1 Kilogram
4 SP 36 250 Gram
5 Yakult 1 Botol
6 Ragi Tape 2 Butir
7 Serbuk Herbal 3 Sendok makan
8 Bionutren 65 Mili liter
9 Biolizer 65 Mili liter
10 Hormonik 65 Mili liter
11 Air Tawar Isi Sampai Penuh
*) POC untuk air harus melalui masa peraman minimal 10 hari atau lebih. Selama masa peraman harus
ditutup rapat, tapi setiap pagi tutupdari wadah dibuka (sebentar) kemudian ditutup kembali. 1 tutup
botol Bionutren/Biolizer/hormonik/Amino sama dengan 10 mililiter.


(selambat lambatnya dilakukan 10 hari sebelum digunakan)
Peraman yang dimaksud akan digunakan (ditebar) pada air kolam saat awal pengisian air kolam dan
pada saat budidaya berusia (DOC) 10 hari.
Dosis yang diperlukan untuk kolam mulsa, terpal, hdpe, beton adalah 300ppm saat persiapan air dan
150ppm saat DOC 10. Untuk memudahkan berikut ini rumus hitung dosis POT:

Dosis POT saat persiapan Air = Volume air kolam x 300


1.000

Volume air kolam x 150


Dosis POT saat DOC 10 = 1.000
Formula untuk Dosis 150 liter (POT) adalah sebagai berikut:
NO URAIAN VOL SATUAN
1 POC 90 Liter
2 Pakan 25 Kilogram
3 Molase 10 Liter
4 ZA 4 Kilogram
5 SP 36 1 Kilogram
6 Air Tawar Isi Sampai Penuh
*) Harus melalui masa peraman minimal 10 hari atau lebih. Selama masa peraman harus ditutup rapat, tapi
setiap pagi tutup dari wadah sedikit dibuka (sebentar) kemudian ditutup kembali. 1 tutup botol
Bionutren/Biolizer/hormonik/Amino sama dengan 10 mililiter.


(selambat lambatnya dilakukan 2 hari sebelum pengisian air pada kolam)
Setelah kolam dikosongkan, maka dilakukan proses pembersihan kolam dengan menggosok dinding
dan lantai kolam setelah itu dilakukan pengeringan kolam selama satu hari sebelum diberi kapur Tohor
CaO (Kapur Gamping).


(selambat lambatnya dilakukan sehari sebelum pengisian air pada kolam)
Setelah proses pengeringan selama satu hari, proses berikutnya adalah pemberian kapur tohor/ kapur
gamping aktif. Untuk kolam dengan luas 500 m2, Kapur Tohor diberikan dengan dosis 15kg (30 ppm).
Cara pemberian kapur adalah dengan terlebih mencampurkan Kapur dengan air. Setelah dibasahi, air
kapur terlebih dahulu dioleskan pada dinding kolam hingga merata. Kemudian sisa air kapur dioleskan
pada lantai kolam hingga habis. Setelah dinding dan lantai kolam dioles kapur, diamkan kolam selama
satu hari sebelum dilakukan pengisian air.


(selambat lambatnya dilakukan 14 hari sebelum tebar benih)
Sehari usai proses pemberian kapur, langkah selanjutnya adalah pengisian air kolam. Tahap ini memiliki
dua proses yang dilakukan dalam waktu bersamaan, yatu:
 Diawali dengan memasukkan air kedalam kolam melalui dua kucuran air. Kucuran yang pertama
mengalirkan air laut. Dan kucuran yang kedua mengalirkan air tawar. Kemudian, saat pengisian air
dilakukan pengecekan salinitas. Nilai batas optimal salinitas air adalah 20 – 25 promil. Apabila
melebihi batas optimal maka aliran air tawar diperbesar. Begitupun sebaliknya, jika salinitas
dibawah batas optimal maka aliran air laut yang diperbesar. Dibutuhkan feel yang tepat untuk
dapat menemukan formula aliran sesuai dengan kondisi dilapangan.
 Proses yang lain adalah pemberian peraman yang telah dibuat pada proses sebelumnya. Saat
penebaran peraman bisa dilakukan dengan menyalakan salah satu kincir untuk membantu agar
dapat segera merata. Bisa juga dengan tanpa menyalakan kincir, namun jika dilakukan dengan cara
ini, penebaran sebaiknya dilakukan pada beberapa titik kolam agar bisa lebih cepat merata.


Pemberian POC pada air kolam dilakukan dalam dua fase:
 Fase Pertama, diberikan sejak Hari Kedua hingga Hari ke-14 setelah pengisian air kolam dan ditebar
setiap hari selama 13 hari berturut turut, sebelum benih ditebar dengan dosis 60 ppm.
 Fase Kedua, diberikan setelah tebar benih hingga panen, bisa setiap hari, dua hari sekali atau tiga hari
sekali menyesuaikan kondisi kolam dengan dosis adalah 60 ppm.

Proses fermentasi pakan dilakukan selambat lambatnya 3 hari sebelum pakan diberikan. Pakan yang
telah difermentasi harus habis diberikan dalam waktu paling lama 96 jam terhitung sejak awal proses
fermentasi. Jika setelah 96 jam pakan masih tersisa, sebenarnya masih bisa diberikan/digunakan, hanya
saja nilai nutrisinya sudah menurun dibanding sebelumnya. Untuk itu, sebaiknya sebelum membuat
pakan fermentasi, terlebih dahulu membuat perhitungan/ kalkulasi kebutuhan pakan. Proses fermentasi
pakan kering menjadi pakan yang telah difermentasi adalah dengan tahapan sebagai berikut:
 Pembuatan POC untuk Pakan (formula untuk 30 liter)
NO URAIAN VOL SATUAN
1 Molase 3 Liter
2 Susu Skim 15 Kilogram
3 ZA 1 Kilogram
4 SP 36 0,3 Kilogram
5 Yakult 1 Botol
6 Ragi Tape 2 Butir
7 Serbuk Herbal 0,2 Kilogram
8 Bionutren 70 Mili liter
9 Biolizer 70 Mili liter
10 Hormonik 70 Mili liter
11 Air Tawar Isi Sampai Penuh
*) POC untuk pakan harus melalui masa peraman minimal 10 hari atau lebih. Selama masa peraman harus
ditutup rapat, tapi setiap pagi tutup dari wadah dibuka (sebentar) kemudian ditutup kembali. 1 tutup botol
Bionutren/Biolizer/hormonik/Amino sama dengan 10 mililiter.

 Fermentasi Pakan. (formula untuk 5 kg pakan kering)


NO URAIAN VOL SATUAN
1 Pakan 5 Kilogram
2 Bionutren 10 Mili liter
3 Biolizer 10 Mili liter
4 Hormonik 10 Mili liter
5 Amino + 10 Mili liter
5 Vitamin C 1 Gram
6 Serbuk Herbal 0,5 Sendok makan
7 Molase 44 Mili liter
8 POC Pakan 0,2 Liter
10 Air Tawar 0,6 Liter
*) Proses Fermentasi selama 3 hari dan pakan yg sudah di fermentasi harus habis ditebar paling lama 96 jam
sejak awal masa fermentasi. Selama proses fermentasi harus ditutup rapat. 1 tutup botol
Bionutren/Biolizer/hormonik/Amino sama dengan 10 mililiter.


Sebelum benih, terlebih dahulu di beri tetesan Bionutren dengan dosis 5 tetes atau satu ujung sendok
(1 ml) pada setiap kantung benur. Pemberian tetes Bionutren berfungsi sebagai Desinfektan sekaligus
pencegah stress pada benur. Kepadatan benur pada kolam dengan ketinggian air 1 meter – 1,2 meter
bisa 150 ekor/m2 hingga 260ekor/m2.


 Hari pertama s.d hari keempat frekuensi 1 kali pemberian pakan setiap harinya dg dosis 1 kg.
 Hari kelima s.d hari kedelapan frekuensi 2 kali pemberian pakan setiap harinya dengan dosis masing 1
kg (total 2 kg).
 Hari ke-9 s.d hari ke-12 frekuensi 3 kali pemberian pakan setiap harinya dengan dosis masing 1 kg
(total 3 kg).
 Hari ke-13 s.d hari ke-16 frekuensi 4 kali pemberian pakan setiap harinya dengan dosis masing 1 kg
(total 4 kg).
 Hari ke-17 s.d 20 mulai belajar anco (anco mulai turun) frekuensi 4 kali pemberian pakan setiap
harinya dengan dosis masing 1 kg (total 4 kg).
 Hari ke- 21 hingga panen sudah sepenuhnya menggunakan anco sebagai kontrol. Dengan jeda
kontrol anco 2-3 jam. Dosis pakan pertama mulai dari 4kg atau kondisi disesuaikan dengan sistem
adlibitum (secukupnya). Manajemen pakan selanjutnya dengan sistem akselerasi (percepatan) dan
pakan diberikan selama 24 jam non stop, menyesuaikan kontrol anco. Dosis pada anco sebagai kontrol
adalah sebagai berikut:
- Hari ke- 17 s.d hari ke-30 masing masing anco sebanyak 1 % dari pakan.
- Hari ke-31 s.d hari ke-40 masing masing anco sebanyak 2 % dari pakan.
- Hari ke-41 s.d Panen masing masing anco sebanyak 3 % dari pakan
*) Ukuran ideal anco adalah panjang 60cm, lebar 60cm, tinggi 12 cm. Anco sebaiknya juga diberi kaki minimal 8 -
10cm. Saat pemberian pakan, anco yang terakhir diberi pakan sesuai dosis. Pada DOC 10 tidak perlu diberi pakan
karena telah ditebar POT. Posisi anco harus berada di titik mati air (tidak terkena arus air langsung)


 Apabila kecerahan air kurang dari 40cm diberi POC setiap hari.
 Apabila kecerahan air sudah 30 - 40cm diberi POC 2-3 hari sekali.

 Pemberian POC pada siang hari dengan dosis 60ppm.
 Dilakukan setiap hari untuk mempertahankan kualitas air.
 Dilakukan setiap hari hingga air berwarna coklat.

Air berwarna coklat, tapi dengan tingkat kepekatanya tinggi biasanya terjadi disebabkan dosis
pakan yang diberikan sudah sangat tinggi/banyak (> 25 kg/hari/100.000ekor). Penanganan air
berwarna hijau dan cokelat dengan suspense tinggi:
 Penebaran kapur gamping (aktif) pada malam hari dengan dosis 10 ppm
 Pada pagi harinya dilakukan siphon (Setiap hari sejak DOC 30)
 Pemberian POC pada siang harinya dengan dosis 60ppm .
 Dilakukan setiap hari untuk mempertahankan kuaitas air (berwarna coklat).
*) Saat air dalam suspense sangat pekat POC diberi tetes (molase) dengan dosis 2ppm. Sebelum
dicampurkan ke dalam POC, molase terlebih dahulu direbus agar encer.

 Pengelolaan Parameter Air


 Pengukuran kualitas air dilakukan 2 kali sehari.
 Pagi dilakukan pada pukul 06.00 (sebelum matahari terbit)
 Malam hari dilakukan pada pukul 20.00

 Parameter yang diukur adalah Salinitas, Suhu, DO dan pH.


PARAMETER NILAI BATAS
Oksigen mg/l 3,00 – 7,00
pH 7,0 – 8,5
Salinitas (ppt) 20 – 25
Suhu (Celcius) 28 - 32
Amonium (ppm) <1
Amonia (ppm) < 0,1
Nitrit (ppm) < 0,23
Nitrat (ppm) 0,2 - 10

Sampling dilakukan saat udang berumur 30 hari atau lebih yang dilakukan pada pagi atau sore hari pada
dua titik yang berbeda. Waktu sampling dilakukan 5 hari sekali.


Apabila udang terindikasi penyakit perlakuannya adalah sebagai berikut
 Pemberian kaporit dengan dosis 2ppm pada sore hari pukul 16.00. (Hanya diberikan saat kondisi
udang sudah sangat kronis Myo, WS)
 Pemberian kapur 10ppm pada pukul 20.00
 Siphon pada pagi harinya (Paling lambat pukul 08.00 WIB)
 Diberi POC 60ppm pada siang harinya
 POC dicampurkan dengan Molase 5ppm (Sebelum dicampurkan ke dalam POC, molase terlebih dahulu
direbus agar encer)
 Diberi Bionutren 1 ppm (hanya untuk WFD)
 Diberi Biolizer 1 ppm (untuk gejala dan penyakit selain WFD)
 Perlakuan selama 3 hari berturut turut:
 Setiap 1 kilogram pakan fermentasi diberi Bionutren 10ml, Serbuk Herbal 1 sendok teh dan
Amino 10ml. Setelah dicampur kemudian diangin anginkan. Pakan diberikan 30-60 menit
setelah pengecekan anco menunjukkan telah habis. (jeda 30-60 menit)


 Pemberian Amino+ dengan dosis dua kali lipat (double dosis) saat fermentasi Pakan.
 Penebaran Bionutren dengan dosis 0,5 ppm dan Molase 2ppm selama 3 hari berturut turut pada
media air kolam budidaya.


( )
 Penebaran Kapur 9ppm + Semen 1ppm sebeluum udang DOC 25 pada malam hari (antara pukul
20.00 – pukul 22.00). Kemudian Siphon pada pagi harinya (pukul 07.00 – pukul 08.00). Penebaran
Biolizer 1ppm dan Molase 2ppm setelah siphon.
 Penebaran Kapur 8ppm + Semen 2ppm saat udang DOC 26 s.d 40 pada malam hari (antara pukul
20.00 – pukul 22.00). Kemudian Siphon pada pagi harinya (pukul 07.00 – pukul 08.00). Penebaran
Biolizer 1ppm dan Molase 2ppm setelah siphon.
 Penebaran Kapur 7ppm + Semen 3ppm saat udang DOC 41 atau lebih pada malam hari (antara
pukul 20.00 – pukul 22.00). Kemudian Siphon pada pagi harinya (pukul 07.00 – pukul 08.00).
Penebaran Biolizer 1ppm dan Molase 2ppm setelah siphon.

Untuk Informasi lebih lanjut terkait SOP Prigi Hubungi:


 0822 3040 8800 (ANJAR)
 08123185 4953 (DIMAS)