Anda di halaman 1dari 14

Laporan Kinerja

Perawatan Umum Ruang Edelweiss

Maret 2020

RUMAH SAKIT PERMATA IBU


JL.KH. HASYIM NO 2
TANGERANG
1. Jenis Pelayanan

Pelayanan Keperawatan Pasien Dewasa

N Ruangan ∑ Tempat ∑ BOR Dx. Hari Tk. Keterangan


o Tidur Pasien Keperawatan (10 perawat Ketergantun
– 15) an gan

1 401 5 11 - Hipertermi  Minimal  Pasien di


2 403 5 10 - Nutrisi Care : 19 rujuk =
- Defisit volume pasien tidak ada
cairan  Partial  Pasien
- Bersihan jalan Care : 2 APS= 1
nafas pasien pasien
- Nyeri  Total  Pasien
- Pola nafas tdk Care : meninggal =
efektif tidak ada Tidak Ada
- Gangguan  Isolasi = 2
pertukaran gas  Pasien
- Cemas operasi = -
- Intoleransi
10 TT 21 Org Aktivitas

JAMINAN UMUM ASURANSI BPJS JUMLAH

PASIEN DEWASA 3 3 16 22
PASIEN ANAK 1 1 13 15
JENIS KELAMIN LAKI-LAKI PEREMPUAN
DEWASA 8 14
ANAK 11 4

Pelayanan Keperawatan pasien Anak

N Ruangan ∑ Tempat ∑ BOR Dx. Hari Tk. Keterangan


o Tidur Pasien Keperawatan peraw Ketergantung
(10 – 15) atan an

1 402 4 14 - Hipertermi  Minimal  Pasien di


2 404 8 3 - Nutrisi Care : 12 rujuk = -
-Deficit  tidak ada  Pasien APS=
volume  Partial -
cairan Care : -  Pasien
-Bersihan jalan Total Care meninggal =
nafas : - tidak ada
- Nyeri  Pasien Isolasi
-Pola nafas tdk = 1 pasien
efektif  Pasien
-Gangguan operasi = 1
pertukaran pasien
12 TT 17 gas
-Resiko cedera
-Resiko kejang
berulang
-Gangguan
Integritas
kulit
- Hospitalisasi
- permeabilitas
membrane di
kapiler
a. Hal – Hal Istimewa / Kejadian Pasien :
Pengalam perawat yang masih kurang, fasilitas RS yang belum lengkap

b. Pasien Perhatian : Pasien anak mempunyai kebutuhan lebih tinggi di banding

dewasa. Beberapa kasus pasien anak yang sulit di lakukan pemasangan infus

c. Evaluasi : Jumlah pasien di bulan MARET seabanyak 37 pasien terdiri dari 22


orang pasien dewasa dan 15 orang pasien anak. Kasus pasien terbanyak yang
dirawat di PU Anak adalah Bronko Penumonia (9 kasus) dan GEA ( 3kasus)
sedangan kasus terbanyak yang di rawat di PU Dewasa adalah Typhoid Fever
(10 kasus) dan Bacterial Infection (5 kasus)

d. Rencana dan Tindak Lanjut

- Mengevaluasi tiap bulan peningkatan jumlah hari rawat pasien ,


meningkatkan mutu pelayanan dalam memberikan asuhan keperawatan.

- Mengevaluasi fasilitas yang tersedia berkoordinasi dengan bagian umum

untuk megkapan fasilitas.

- Melakukan koordinasi dengan bagian marketing untuk memasarkan

pelayanan rawat inap.

- menghitung jumlah ketenagaan dan berkoordinasi dengan kabid

keperawatan dan HRD untuk penambahan tenaga sesuai jumlah rata2

pasien perhari.
- Permintaan kepada bagian Diklat untuk diadakan pelatihan internal
mengenai skill perawat
b. KATEGORI TENAGA (SDM)

No. Jabatan Jumlah Tenaga yang Kualifikasi Kekurangan Keterangan


dibutuhkan
1. Ka. Ruangan 1 1 D3 Belum profesi a. Cuti melahirkan :
Keperawatan tidak ada
b. Cuti Tahunan : tidak
ada
2. KATIM 3 3 D3 Kep Pengalaman a. Pelatihan : sedang
bekerja masih proses
kurang
b. Pendidikan : 1
orang sedang
3. Pelaksana 2 2 S1 NERS proses

a. Sistem Pemberian Asuhan : Asuhan keperawatan metoda TIM

Evaluasi :

1. Kondisi SDM :
Jumlah tenaga perawat
Pengelolaan ketenagaan di perawatan umum tergantung dari sistem/model dalam
pemberian asuhan keperawatan, tingkat ketegantungan pasien/klasifikasi pasien,
jumlah dari ketenagaan di perawatan umum serta pengaturan dari jadwal dinas.
Dan ini belum ada kesesuaian apa yang sudah dijalankan.Perawat di ruang Ayana
dari jumlah ketenagaan kurang berdasarkan perhitungan ketenagaan dari rumus
DEPKES 2005
Perawat yang ada di perawatan umum lebih banyak sebagai perawat yunior
dengan pengalaman kerja di bawah 2 tahun serta belum mempunyai pengalaman
kerja di tempat lain. Jumlah tenaga di Edelweiss saat ini ada 6 termasuk kepala
ruangan serta Katim dan Pelaksana. Berdasarkan perhitungan kebutuhan tenaga
dan jumlah rata2 pasien perhari adalah 35-38 untuk penyakit dalam 15 pasien,
anak 15 pasien dan lain-lain 5 pasien. Perhitungan tenaga perawat dengan
perhitungan loss day serta faktor koreksi yaitu
Penyakit dalam 15x3.5 jam = 70
Penyakit anak 15x4.5 jam = 90
Lain-lain 5x4 jam= 20
Jumlah 140/jam shift efektif (7 jam) = 20
52+12+18 = 82
52/286 x20 = 5.7

25% x (20 + 5.7) = 21 perawat. Perawat yang ada di ruangan PU berjumlah 17


perawat
Kebutuhan tenaga yang masih kurang harus di penuhi adalah 4 perawat. Upaya
saat ini untuk memenuhi kebutuhan pasien dalam pelayanan dengan ketenagaan
yang kurang di buat dinas middle ataupun dilemburkan disesuaikan jumlah pasien
dan tingkat ketergantungan pasien.

PERHITUNGAN DENGAN RUMUS GILLES


A. BOR : 35 pasien perhari
B. Jumlah jam perawatan langsung
- Ketergantungan minimal : 20 orang x 1jam : 20 jam
- Ketergantungan partial: 15 orang x 3jam : 45 jam
- Ketergantungan total tidak ada
Jumlah jam keseluruhan 60 jam
C. Jumlah keperawtan tidak langsung
- 30 orang x 1 jam : 30 jam
D. Pendidikan kesehatan : 30 orang x 0.25 : 7.5 jam
Jumlah total jam keperawatan/klien/hari
65 jam + 30 jam + 7.5 jam = 2.9 jam/klien/hari
35

Jumlah tenaga yang dibutuhkan :


2.9 x 65 x 365 = 15
(365-73) x 7
Untuk cadangan 20% menjadi 15x20% =3
E. Jumlah tenaga yang di butuhkan secara keseluruhan adalah 15+ 3 = 18
perawat

.
2. Rekrutmen
Tidak ada proses Rekruitment pada bulan Febuari 2020.
3. Program rotasi dan perbantuan:
- Perbantuan ke ruangan lain berjalan, apabila di ruangan sedang tidak ada pasien,
serta ada nya perbantuan dari Lt 3 jika Lt 4 sedang Cowdit dengan jumlah pasien.
4. Pendidikan dan pelatihan
Dibulan JANUARI ada pelatihan yang diikuti oleh karyawan In House Training

5. Etika dan disiplin :


Keterlambatan kehadiran dari 18 karyawan di Perawatan Umum Edelweiss tidak ada
karyawan yang terlambat semua berjalan dengan tertib.
Pelanggaran disiplin kerja : untuk saat ini tidak ada pelanggaran disiplin kerja.
6. SIP , SIB DAN SIK
Dari semua perawat dan bidan PU semua sudah memiliki STR

7. Rencana tindak lanjut :


Rekrutmen tenaga perawat dilaksanakan 3 kali dalam setahun sampai terpenuhinya
jumlah SDM yang sesuai dengan jumlah pola ketenagaan.
Memotivasi perawat, bidan , POS untuk hadir sesuai ketentuan jam kerja yang berlaku
dan pembinaan terhadap kedisiplinan kerja.
Mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh RS sendiri atau di luar RS

F. PERALATAN
Keadaan
Baik Rusak Jumla Frex.
No. Nama Lain – Lain
Penggunaan
h
1.Alat Medis /
Alat Kep

1. Termometer Baik 2 Setiap hari


2. Glukotest Baik 1 Setiap hari
3. Suction Baik 1 Jarang dilakukan
4. Nebulizer Baik 1 Setiap hari
5. Tensimeter Baik 2 Setiap hari
6. Saturasi mobile Baik 1 Tidak setiap hari

7. Bed Paramount Baik 22 TT Tempat Tidur sudah


memakai hek semua
berjumlah 22 TT

8. Alat Tenun Baik


Laken

Fasilitas lain Baik

9. Termometer Baik 1 Diberikan tanggal


elektrik tembak Januari 2020

10. Baskom stenleis Baik 4 Diberikan tanggal


untuk mandi Januari 2020
pasien
11. Termometer Baik 2 Diberikan tanggal
digital Januari 2020

12. Tensimeter 1 Diberikan tanggal


elektrik Januari 2020

13. Diberikan linen Baik 90 Diberikan tanggal


dan sarung bantal Januari2020
warna putih

14. Diberikan selimut Baik 72 Diberikan tanggal


warna Januari 2020
Coklat

15. Diberikan bantal Baik 12 Diberikan tanggal


pasien 10 buah Jauari 2020

16 Stetoskop 1/1 Januari 2020


Littmann anak dan
dewasa

17. Nebulizer omron Baik 1 Januari 2020


FREQ
NO ALAT MEDIS JUMLAH KETERANGAN
PENGGUNAAN
1 O2 MOBILE 1 BAIK TIDAK SETIAP HARI
2 NEBULIZER 1   SETIAP HARI
3 SUCTION 0   JARANG
4 URINAL 7  
5 PISPOT 7  
6 BENGKOK 3  
7 KOM SEDANG 1  
JARANG
8 SYRING PUMP 0   DILAKUKAN
9 TUTUP KOM BESAR 0  
10 SPUIT KLISMA 0  
PINSET
11 ANATOMIS/CIRURGIS SATU-SATU   TIDAK SETIAP HARI
12 GUNTING VERBAN 0   TIDAK SETIAP HARI
13 GUNTING JARINGAN 0   TIDAK SETIAP HARI
14 KOM KECIL 2   TIDAK SETIAP HARI
15 BAK INSTRUMEN 2   TIDAK SETIAP HARI
16 GUNTING JARINGAN 0   TIDAK SETIAP HARI
17 KORENTANG 0   TIDAK SETIAP HARI
18 TERMOMETER DIGITAL 1   SETIAP HARI
19 TERMOMETER ELEKTRIK 1   SETIAP HARI
STETOSKOP DEWASA
20 LITMAN 1   SETIAP HARI
21 STETOSKOP ANAK LITMAN 1  
22 STETOSKOP ANAK RIESTAR 1  
STETOSKOP DEWASA
23 RIESTAR 1  
24 BULI-BULI 0  
TENSIMETER RIESTAR
25 DEWASA 1   SETIAP HARI
TENSIMETER RIESTAR
26 ANAK 1   TIDAK SETIAP HARI
ALAT TEST GULA
27 ACCUCHECK 1   TIDAK SETIAP HARI
28 KOM TERTUTUP 1  
29 BAGGING DEWASA 1  
30 BAGGING ANAK 0  

 EVALUASI :
 Bagian Umum harus efektif dalam control terhadap kebersihan
ruangan
 Ketenagaan perawat yang kurang
 Skill dan kemampuan perawat perlu di tingkatkan
 Bagian security harus tertib dalam menjalankan tugas dan fungsinya,
sangat jarang sekali security control ke lantai 4 terutama pagi di jam
kerja cleaning service

 Fasilitas Alat tenun


Alat tenun sudah memakai system pencucian dari pihak luar serta
kebutuhan alat linen masih kurang untuk kebutuhan pasien.
Permohonan pengajuan sudah dilakuan tetapi belum
terpenuhi.Kebutuhan selimut fasilitas di ruangaan Sangat kurang
Fes Control
Dilakukan bagian sanitasi sesuai permintaan ruangan dan bekerjasama
dengan serunting

 RENCANA TINDAK LANJUT


 Koordinasi dengan bagian umum untuk kalibrasi dan servise alat
penunjang medis non elektrik maupun yang elektrik sesuai jadwal
yang sudah diberikan keperawatan.
 Koordinasi dengan bagian sanitasi agar treatmen ruang perawatan
berjalan sesuai jadwal / permintaan ruangan.
 Koordinasi dengan bagian umum dan IPSRS untuk kelanjutan
program perbaikan ruangan.
 Koordinasi dengan bagian umum untuk kelengkapan fasilitas ruangan

4. KINERJA MUTU
a . Indikator Mutu Pelayanan
Angka persepsi pasien terhadap pelayanan asuhan keperawatan = 90 %
perawat
melakukan asuhan keperawatan.

b . Indikator Klinik

Total Standar
IRNA
No Indikator % %

Angka Infeksi
1 0,02 0,02 1
Jarum Infus

Angka Infeksi
2 Daerah 0 0 1
Operasi

3 Angka Infeksi
Decubitus 0 0 1

4 Angka Infeksi
Pemasangan 0 0 0
Tranfusi

c. Evaluasi :
infeksi jarum infuse ada 0.02% untuk pasien anak

d. Rencana Tindak lanjut :


 Mengadakan pelatihan Dalin /Inok bagi perawat dan POS kordinasi dengan PPI.
 Penggunaan tegaderm pada pemasangan infus
 Menggalakkan program cuci tangan sesuai SPO yang berlaku
 Pemasangan infus sesuai SPO yang berlaku.
 Sosialisasi kembali Asuhan Keperawatan diruangan dan supervisi .
 Pelatihan skill dan knowledge bagi perawat fresh graduate
 Permohonan ketenagaan yang berpengalaman
e. Insiden Keselamatan Pasien / IKP

RANAP Lt. 2
No. INDIKATOR K
KNC Standar T Standar
D
Angka Kejadian Pasien
1 - Nihil - Nihil
jatuh
Angka Kejadian infus
2. - Nihil - Nihil
blong
Angka Kejadian Kesalahan
3. - Nihil - Nihil
pemberian obat
Angka Kejadian Kesalahan
4. - Nihil - Nihil
Cara pemberian obat
Angka Kejadian Kesalahan
5. - Nihil - Nihil
pencampuran obat
Angka Kejadian Kesalahan
6. - Nihil - Nihil
Sampling
Angka Kejadian Kesalahan
7. identifikasi pasien pada - Nihil - Nihil
saat pengambilan sample
Angka Kejadian Kesalahan
8. - Nihil - Nihil
persiapan operasi
Angka Kejadian luka bakar
9. - Nihil - Nihil
akibat buli-buli panas
Angka Kejadian Kesalahan
10. golongan / jenis darah - Nihil - Nihil
tranfusi.
Angka Kejadian ketidak
12 tepatan tehnik - Nihil Nihil
pengambilan sample darah.
Indikator KPC Standar
Jarum suntik yang tidak Nihil
2 -
dibuang dalam safety box.
Penghalang tempat tidur
Nihil
6 tidak terpasang dengan -
benar.
Nihil
7 Kursi roda tanpa rem -
Pemeriksaan obat tidak Nihil
8 -
menggunakan 7 Benar

Complain rawat inap keseluruhan pada bulan Maret 2020 :


 Fasilitas kelas ruangan yang sering penuh
 Fasilitas rumah sakit belum terpenuhi
 Ketenagaan kurang
 Pelatihan tehnik pemasangan infus terutama pasien anak dan sosialisasi SPO
 Koordinasi dengan teknisi untuk jadwal pemeliharaan AC ruangan
 Pelatihan skill dan asuhan pasien bagi tenaga yang fresh graduation

Tangerang, 07-04-202 Mengetahui,


Ka. Ruang Ranap PU KaSi Keperawatan

Zr.E.Shanti.R.K,SKep Ns.Yuni Dwi,SKep