Anda di halaman 1dari 2

,--

~
f ~

- (;
-
V'"

- -
'x;. / '
.....,, /
(f)

B I +j
(!, ,I
.
('j

u,
l.L.I
0
-;
Bab 4 • I" ,.1,1, lt'n l u1 8rJIOk Bel on l:l<:rluidlHJ I b~

I __ _ __ __ __ = 1
~J-·-- __J
(r ) Pos,~i Tulongor, Baio

:,. GAMHR 4.2 Balok beton ~..:mtilever.

(al Balok Terientur

(b) D,ogrom Momen Lentur

Tulongon Geser/ Stirrup/ Sengko, ·8

(c) Pos1si Tu longo n Bo10

II

· · at dalam Gambar 4.3.c. Untuk keperluan praktis di lapangan, terkadang


at lurus menerus, namun pada beberapa lokasi tulangan dapat dipotong
ang momen lentur sudah tidak begitu besar nilainya. Tetapi beberapa
enerus patla titik infleksi, yaitu titik peralihan dari momen positi.f ke
ya. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi timbulnya retak geser atau
erubahan intensitas beban ataupun pola pembebanan.
angan memanjang yang berfungsi untuk memikul momen lentur balok,
tulangan dalam arah transversal (sering disebut dengan istilah sengkang
u dalam istilah asing disebut stirrup) . Tulangan geser dipasang untuk
terjadi pada balok. Di samping itu terkadang tulangan geser juga dapat
-:i.
k~n
tulangan memanjang agar tidak bergeser dari posisinya pada saat
i. Sebagai catatan penting adalah seorang perenc.ana hendaknya
kan b.entuk kelengkungan balok yang terjadi, sehingga tidak terjadi kesalahan
~ tnlangan di lapangan.