Anda di halaman 1dari 3

STUDI KASUS

Sunshine Fashion: Penipuan,Pencurian,dan Perilaku Menyimpang Antar

Karayawan

Sunshine Fashion yang bertempat di Shenzen merupakan sebuah perusahaanSino-


Jepang yang telah berkembang pesat,berawal dari sebuah pabrik eksporOEM yang
menghasilkan sweter kasmis menjadi sebuah pengecer dengan 220tempat pengecer di seluruh
Cina pada tahun 2010, Untuk
mengelolaoperasipengecerannya,perusahaantelahmembukakantorregionaldanjugakantorcaban
guntukmenanganipersediaansertauntukmendukungdanmemantautempat-
tempatpengecernya.Meskidemikian, perilakumenipuantarkaryawantelah merugikan rantai
pengecer hampir sebesar 5% dari hasil penjualandomestiknya. Implementasi sistem ERP
untuk melacak barang dan jasa telahsedikit-
banyakmemperbaikisituasiini.TantanganapayangdihadapiolehSunshinedalammencobamenge
ndalikan perilaku menipu antarstafpada perusahaan? Pengukuran tambahan apa yang harus
dilakukan manajemen danbagaimana seharusnya pengukuran perbaikan diterapkan untuk
mencapai target?

Latar Belakang Perusahan

Sunshine Fashon Co. Ltd. yang bertempat di Shenzhen merupakan jointventure (usaha
patungan) Sino-Jepang yang didirikan pada tahun 1993.Perusahaan bermula dari
sebuah pabrik ekspor OEM (Original EquipmentManufacturer) yang menghasilkan sweter
kasmir dan kemudian berkembangmenjadi sebuah pabrik dan pengecer yang terintegrasi
dengan kegiatan yangmencakup penyumberan bahan, permintaan, pencelupan, desain,
distribusi,pemasaran,danpengeceran.Padatahun2010, perusahaanmemilikitigapabrik yang
masing-masing berlokasi di Shenzhen, Shanghai, dan Taiyuan diprovinsi Shanxi; 220 gerai
penjualan di mal diseluruh negeri; dan tenaga kerja lebih dari 1000 orang karyawan.Sunshine
menghasilkan 300.000 potong sweter per tahun untukpenjualan domestik, yang
mendapat margin laba lebih tinggi dibanding bisnisekspornya. Dengan perputaran RMB
sebesar 150 juta, penjualan
domestikmenyumbanglebihdariduapertigauntukbisnisSunshine.Sunshineberposisi sebagai
merek mode modern pada pasar domestik yang
desainnyamenjadifaktorpenentubagipenjualanprodukperusahaan.DenganRMB3.000 per
potong, sweter kasmir produksi Sunshine dianggap sebagaibarang mewah di Cina.

Permasalahan

Pada tahun 2008, Sunshine meghadapi masalah penipuan dan penyimpanganperilaku yang
serius oleh karyawan yang diperkirakan merugikan perusahaanRMB9,3 juta dan
RMB10,5 juta, yang berarti lebih dari 5% dari totalpenjualan domestik Sunshine.
Meski sistem RFID/ERP Sunshinemenginformasikan situasi point-of-sales terbaru setiap
empat jam kepadakantor pusat, manajer yang ingin berbuat curang
memanfaatkanketidakmampuan kantor pusat untuk mengendalikan diskon dan
persediaanpada tingkat lokal. Kantor pusat Sunshine bertanggung jawab
untukmenetapkan harga dan menentukan batasan waktu promosi, tetapi batasanwaktu ini
tidak terlalu dipatuhi oleh semua manajer cabang. Beberapamanajer cabang
menunda tanggal dimulainya masa promosi tanpamenginformasikan kepada kantor
pusat supaya mereka dapat menjual sweterdengan harga asli dan mengantungi selisih harga
antara harga jual dan hargadiskon, yang disetorkan kekantor pusat. Manajer cabang lainnya
melaporkantingkat diskon yang lebih tinggi kepada kantor pusat dibandingkan denganharga
aslinya dan mengantungi selisihnya. Situasi ini semakin diperparaholeh fakta yang
menunjukkan bahwa situasi pasar di seantero Cina sangatberagam, dan tiap mal
mempunyai kebijakannya sendiri terkait denganpenetapan waktu promosi penjualan.

Penyelesaian

Untuk memperbaiki situasi ini, Sunshine mulai menentukan targetpenjualan untuk


manajer cabang setiap bulan Juni berdasarkan pada lokasimanajer, ukuran luas dan
sejarah penjualan dari tempat pengecer, danmemberikan komisi akhir tahun kepada
manajer cabang yang dapat mencapaitarget penjualannya. Di bawah sistem baru, manajer
cabang dapat menerimakomisi yang sama tingginya dengan gaji tahunan mereka
jika kinerjapenjualannya bagus.Manajemen Sunshine dijadwalkan segera bertemu
untuk pertemuanpenilaian tahunan, dan tindak penipuan serta penyimpangan perilaku
olehkaryawan termasuk dalam agenda pertemuan. CEO telah menetapkan targetuntuk
mengurangi perilaku penipuan sampai 2% dari penjualan eceran.Penerapan sistem
ERP memberikan pengendalian yang lebih baik bagi kantorpusat terhadap operasi
ecerannya.Dilakukan detektor, selektor, efektor, dan komunikator dimana unsur- unsur
tersebut satu sama lain saling berhubungan dan membentuk suatu proses kerja serta
dilakukan pemrograman, penganggaran, operasi danakuntansi dan laporan analisis.

Kesimpulan

1. Biaya langsung Sistem Pengendalian Manajemen mencakup seluruh biaya out-of-


pocket biaya moneter yang dibutuhkan untuk mendesain dan mengimplementasikan
SPM.Biaya tidak langsung dapat dikurangi oleh biaya langsung pengendalianyang
disebabkan oleh sejumlah efek samping yang merugikan,termasuk perubahan
perilaku, gamesmanship,penundaan pekerjaan, dan perilakunegative.

2. Penyimpangan perilaku manajer yang terjadi di perusahan dapat dilakukan detektor,


selektor, efektor, dan komunikator dimana unsur-unsurtersebut satu sama lain saling
berhubungan dan membentuk suatu proseskerja serta dilakukan pemrograman,
penganggaran, operasi dan akuntansidan laporan analisis.

Anda mungkin juga menyukai