Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN

TUTORIAL LBM 2 ‘ADA DARAH PADA KEHAMILANKU’


BLOK UROGENITAL & REPRODUKSI II

Disusun oleh :
Kelompok SGD 4

Anggota

Doni Yusri Setiawan 018.06.0011


Nabila Nuraila Rosi 018.06.0015
I Gde Sadhu Dharmika Utarayana 018.06.0035
Nurul Syafira 018.06.0081
Diah Ayu Putri Trisnawardani 018.06.0059
Ni Nyoman Sulindri Intan Sari 018.06.0065
Rachma Melinda 018.06.0067
Nyoman Tridharma Kusuma 018.06.0079
Ni Kadek Cyntia Devi 018.06.0081

Tutor : dr. Ida Ayu Made Mahayani, S.Ked

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR MATARAM
2020

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
atas rahmat-Nya dan dengan kemampuan yang kami miliki, penyusunan
makalah SGD (Small Group Discussion) LBM 2 yang berjudul ‘ADA
DARAH PADA KEHAMILANKU’ dapat diselesaikan tepat pada
waktunya.
Makalah ini membahas mengenai hasil SGD lembar belajar
mahasiswa (LBM) 2 yang berjudul ‘Ada Darah Pada Kehamilanku’
meliputi seven jumps step yang dibagi menjadi dua sesi diskusi.
Penyusunan makalah ini tidak akan berjalan lancar tanpa bantuan dari
berbagai pihak, maka dari itu dalam kesempatan ini kami mengucapkan
terimakasih kepada:
1. dr. Ida Ayu Made Mahayani,S.Ked. Sebagai dosen fasilitator
kelompok SGD 4 yang senantiasa memberikan saran serta
bimbingan dalam pelaksanaan SGD.
2. Sumber literatur dan jurnal ilmiah yang relevan sebagai referensi
kami dalam berdiskusi.
3. Keluarga yang kami cintai yang senantiasa memberikan
dorongan dan motivasi.
LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
Mengingat pengetahuan dan pengalaman kami yang terbatas untuk
menyusun makalah ini, maka kritik dan saran yang membangun dari
semua pihak sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini. Kami
berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Mataram, 2 April 2020

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN 1
Skenario LBM 2 1

BAB II PEMBAHASAN 2

BAB III PENUTUP


Kesimpulan....................................................................................................15

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
DAFTAR PUSTAKA 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Skenario

Berdasarkan pada skenario keluhan utama pasien adalah adanya perdarahan yang
keluar dari vagina sejak kemarin malam. Perdarahan dapat terjadi pada setiap usia
kehamilan. Perdarahan pada kehamilan sendiri berarti perdarahan melalui vagina
yang terjadi pada masa kehamilan, bukan perdarahan dari organ atau sistem
lainnya, Perdarahan selama kehamilan dapat menyebabkan kecemasan bagi ibu

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
serta berhubungan pada keselamatan ibu dan janin. Kemungkinan penyebab
terjadinya perdarahan pada trimester pertama meliputi perdarahan subkorionik,
kematian embrio, kehamilan tanpa embrio, abortus inkomplit, kehamilan ektopik,
dan kehamilan mola. Untuk mengevaluasi perdarahan, dilakukan anamnesis
siklus haid terakhir untuk memperkirakan usia gestasi

Perdarahan pada vagina memiliki hubungan dengan usia kehamilan dan usia ibu.
Terutama usia ibu, dari beberapa referensi dikatakan bahwa umur ibu merupakan
faktor resiko terjadinya perdarahan saat hamil. Usia ibu yang menjadi usia
beresiko tinggi adalah hamil pada usia kurang dari 20 tahun dan usia lebih dari 35
tahun. Usia kehamilan juga dapat mempengaruhi perdarahan pada vagina, usia
kehamilan yang masih muda atau pada trisemester awal masih sangat rentan
terjadi perdarahan yang dapat mengakibatkan abortus. (Purwanti dkk, 2016)

Perut terasa mulas bisa terjadi karena kontraksi yang berlangsung saat
perdarahan. Selain itu pada usia kehamilan yang muda perut mulas dapat terjadi
karena adanya perubahan hormonal, pembesaran ukuran rahin dan peregangan
ligamen. (Purwanti dkk, 2016)

BAB II

PEMBAHASAN
LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
2.1 Pembahasan Skenario

Keluhan wanita hamil usai 37 tahun dengan umur kahamilan 10 minggu


ini adalah darah yang keluar dari liang vagina hal ini menandakan tanda bahaya
bagi kehamilan trimester pertama yaitu 0-12 minggu. Salah satu komplikasi
kehamilan adalah pendarahaan , pendarahan kehamilan ini dapat terjadi pada
setiap usia pendarahan kehamilan usia muda kurang dari 20 minggu di kaitkan
dengan kejadian abortus , miscarriage seperti molahidatidosa dan kehamilan
ektopik sertaealy pregnancy loss. Pedarahan kehamilan muda memiliki istilah
tersendiri tergantung dari penyebab dan akibatnya . pada skenario keluhanya
keluar darah padaliang vaginanya sejak semalam. Pada kehamilan muda yang
perlu diperhatikan adalah jumlah dari darahnya apakah pendarahan dari bercak
hingga sedang kemunkinan mengalami abotus imminiens , kehamilan ektopik
terganggu dan aboertus komplit . untuk mengetahui lebih lanjut lihat apakah
serviks terbuka atau tertutup , jika masih tertutup atau tidak adanya dilatasi servik
menandakan pendarahanya masih baru dan disesuaikan dengan umur kehamilan
pasien baru 10 minggu dan gejala yg dimilki pada abortus imminiens adalah
keram perut bawah atau mulas namun belum terjadi gumpalan , jika terjadi
dilatasai serviks kemungkinan darahnya akan banyak, untuk mengetahui
penyebab dari pendarahaan ini bisa dari berbagai factor yaitu factor ibu memiliki
inkompetensi uterus atau mengidap anemia ataupun memiliki riwayat autoimun ,
faktor janin kemungkinan mengalami gangguan trisomy sehingga perlu dilakuan
pemeriksaan penunjang pemeriksaan genetik amnio sentesis pada semua ibu
hamil dengan usia lanjut yaitu diatas 37 minggu karna usia pada skenario
memiliki resiko, faktor dari lingkungan kemungkinan terkena infeksi oleh
bakteri,virus parasit dan spirokaeta . dari hasil pemeriksaan tekanan darah
LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
menurun karana adanya pendarahan sehingga menggangu regulasi tekanan darah,
perut mulas juga bisa bersifat fisologis dari kehamilan karna usia keahmilan 10
minggu sudah terbentuk hormone kehamilan dan akibatnya adanya pendarahan
dari janin dan lingkungan tempat janin berada juga menyebabkan mulas.
Pendarahan usia kehamilan lebih dari 20 minggu bisa seperti late pregnancy lose
(sarwono,2015)

2.2.1 Abortus

 Definisi

Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin


mampu hidup luar kandungan. Batasan abortus adalah umur kehamilan kurang
dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Sedang menurut
WHO/FIGO adalah jika kehamilan kurang dari 22 minggu, bila berat janin tidak
diketahui (kemenkes, 2013).

 Etiologi

Menurut (Hadijanto, 2009) Abortus dapat terjadi karena beberapa sebab, yaitu:

a. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi.

Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi biasanya menyebabkan abortus pada


kehamilan sebelum usia 8 minggu. Faktor yang menyebabkan kelainan ini adalah:

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
 Kelainan kromosom. Kelainan yang sering ditemukan pada abortus spontan
ialah trisomi, poliploidi, kelainan kromosom sex serta kelainan kromosom
lainnya.

 Lingkungan sekitar tempat implantasi kurang sempurna. Bila lingkungan di


endometrium di sekitar tempat implantasi kurang sempurna sehingga
menyebabkan pemberian zat-zat makanan pada hasil konsepsi terganggu.

 Pengaruh dari luar. Adanya pengaruh dari radiasi, virus, obat-obat, dan
sebagainya dapat mempengaruhi baik hasil konsepsi maupun lingkungan
hidupnya dalam uterus.

 Pengaruh ini umumnya dinamakan pengaruh teratogen.

b. Kelainan pada plasenta


Misalnya end-arteritis dapat terjadi dalam vili korialis dan menyebabkan
oksigenasi plasenta terganggu, sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan
dan kematian janin. Keadaan ini bisa terjadi sejak kehamilan muda misalnya
karena hipertensi menahun.
c. Faktor maternal
Penyakit mendadak seperti pneumonia, tifus abdominalis, pielonefritis, malaria,
dan lain-lain dapat menyebabkan abortus. Toksin, bakteri, virus atau plasmodium
dapat melalui plasenta masuk ke janin, sehingga menyebabkan kematian janin
dan kemudian terjadilah abortus. Anemia berat, keracunan, laparotomi, peritonitis
umum, dan penyakit menahun juga dapat menyebabkan terjadinya abortus.
d. Kelainan traktus genitalia

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
Retroversi uteri, mioma uteri, atau kelainan bawaan uterus dapat menyebabkan
abortus.

 Patologi

Pada awal abortus terjadilah perdarahan dalam desidua basalis kemudian


diikuti oleh nekrosis jaringan di sekitarnya. Hal tersebut menyebabkan hasil
konsepsi terlepas sebagian atau seluruhnya, sehingga menjadi benda asing dalam
uterus. Keadaan ini menyebabkan uterus berkontraksi untuk mengeluarkan
isinya.Pada kehamilan kurang dari 8 minggu, hasil konsepsi biasanya dikeluarkan
seluruhnya karena villi korialis belum menembus desidua secara mendalam. Pada
kehamilan antara 8 sampai 14 minggu villi korialis menembus desidua lebih
dalam, sehingga umumnya plasenta tidak terlepas sempurna yang dapat
menyebabkan banyak perdarahan. Pada kehamilan 14 minggu keatas umumnya
dikeluarkan setelah ketuban pecah ialah janin, disusul beberapa waktu kemudian
plasenta. Hasil konsepsi keluar dalam berbagai bentuk, seperti kantong kosong
amnion atau benda kecil yang tidak jelas bentuknya (blighted ovum), janin lahir
mati, janin masih hidup, mola kruenta, fetus kompresus, maserasi, atau fetus
papiraseus.

 Klasifikasi. Abortus dapat digolongkan atas dasar:

a. Abortus Spontan

 Abortus imminens;

 Abortus insipiens;

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
 Missed abortion;

 Abortus habitualis;

 Abortus infeksiosa & Septik;

 Abortus inkompletus;

 Abortus kompletus.

b. Abortus Provakatus (induced abortion)

 Abortus Medisinalis (abortus therapeutica)

 Abortus Kriminalis

Abortus Spontan
Abortus spontan adalah abortus yang terjadi dengan tidak didahului
faktor-faktor mekanis ataupun medisinalis, semata-mata disebabkan oleh
faktorfaktor alamiah (Kemenkes, 2013)
a. Abortus Imminens
Merupakan peristiwa terjadinya perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang
dari 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus dan tanpa adanya
dilatasi serviks
Diagnosis abortus imminens ditentukan dari:
 Terjadinya perdarahan melalui ostium uteri eksternum dalam jumlah sedikit;
 Disertai sedikit nyeri perut bawah atau tidak sama sekali;
 Uterus membesar, sesuai masa kehamilannya;

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
 Serviks belum membuka, ostium uteri masih tertutup;
 Tes kehamilan (+).

b. Abortus Insipiens
Merupakan peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan kurang dari 20
minggu dengan adanya dilatasi serviks yang meningkat dan ostium uteri telah
membuka, tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus. Dalam hal ini rasa mules
menjadi lebih sering dan kuat, perdarahan bertambah
Ciri dari jenis abortus ini yaitu perdarahan pervaginam dengan kontraksi
makin lama makin kuat dan sering, serviks terbuka, besar uterus masih sesuai
dengan umur kehamilan dan tes urin kehamilan masih positif.

c. Abortus Inkomplet
Merupakan pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum
20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus. Perdarahan abortus ini
dapat banyak sekali dan tidak berhenti sebelum hasil konsepsi dikeluarkan.
Ciri dari jenis abortus ini yaitu perdarahan yang banyak disertai kontraksi,
kanalis servikalis masih terbuka, dan sebagian jaringan keluar

d. Abortus Komplet
Abortus kompletus terjadi dimana semua hasil konsepsi sudah
dikeluarkan. Pada penderita ditemukan perdarahan sedikit, ostium uteri sebagian
besar telah menutup, dan uterus sudah banyak mengecil.
Ciri dari abortus ini yaitu perdarahan pervaginam, kontraksi uterus, ostium
serviks menutup, dan tidak ada sisa konsepsi dalam uterus.

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
e. Missed Abortion
Tertahannya hasil konsepsi yang telah mati didalam rahim selama ≥8
minggu. Ditandai dengan tinggi fundus uteri yang menetap bahkan mengecil,
biasanya tidak diikuti tanda–tanda abortus seperti perdarahan, pembukaan
serviks, dan kontraksi.

f. Abortus Habitualis
Merupakan abortus spontan yang terjadi 3x atau lebih secara berturut-
turut. Pada umumnya penderita tidak sulit untuk menjadi hamil, tetapi kehamilan
berakhir sebelum mencapai usia 28 minggu.
Etiologi abortus habitualis yaitu :
 Kelainan dari ovum atau spermatozoa, dimana kalau terjadi pembuahan
hasilnya adalah pembuahan patologis.
 Kesalahan-kesalahan pada ibu yaitu disfungsi tiroid, kesalahan korpus luteum,
kesalahan plasenta, yaitu tidak sanggupnya plasenta menghasilkan progesteron
sesudah korpus luteum atrofi. Ini dapat dibuktikan dengan mengukur kadar
pregnadiol dalam urin. Selain itu juga bergantung pada gizi ibu (malnutrisi),
kelainan anatomis dalam rahim, hipertensi oleh karena kelainan pembuluh
darah sirkulasi pada plasenta/vili terganggu dan fetus menjadi mati. Dapat juga
gangguan psikis, serviks inkompeten, atau rhesus antagonisme.
 Kelainan kromosom. Diketahui bahwa adanya trisomi pada kromosom ke 9,
12, 15, 16, 21, 22 dan X akan menyebabkan anomali genetik pada kejadian
abortus habitualis.10,11 Akhir-akhir ini teknik analisis molekuler membantu

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
dalam mengidentifikasi banyak polimorfisme genetik bertanggung jawab akan
terjadinya abortus habitualis (Cobb HK, 2017)

g. Abortus Infeksius & Abortus Septik


Abortus infeksius adalah abortus yang disertai infeksi pada genitalia
bagian atas termasuk endometritis atau parametritis. Abortus septik juga
merupakan komplikasi yang jarang terjadi akibat prosedur abortus yang aman.
Abortus septik adalah abortus infeksius berat disertai penyebaran kuman atau
toksin ke dalam peredaran darah atau peritonium. Infeksi dalam uterus/sekitarnya
dapat terjadi pada tiap abortus, tetapi biasanya ditemukan pada abortus inkomplet
dan lebih sering pada abortus buatan yang dikerjakan tanpa memperhatikan
asepsis dan antisepsis. Diagnosis abortus infeksius ditentukan dengan adanya
abortus yang disertai gejala dan tanda infeksi alat genital seperti panas, takikardi,
perdarahan pervaginam yang lama atau bercak perdarahan, discharge vagina atau
serviks yang berbau busuk, uterus lembek, serta nyeri perut dan pelvis serta
leukositosis. Apabila terdapat sepsis, penderita tampak sakit berat atau kadang
menggigil, demam tinggi, dan penurunan tekanan darah (Raymond, 2012)

Abortus Provokatus
Abortus provokatus adalah abortus yang disengaja, baik dengan memakai
obat-obatan maupun alat-alat. Abortus ini terbagi lagi menjadi:

a. Abortus Medisinalis (abortus therapeutica)

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
Abortus medisinalis adalah abortus karena tindakan kita sendiri, dengan alasan
bila kehamilan dilanjutkan, dapat membahayakan jiwa ibu (berdasarkan indikasi
medis).
b. Abortus Kriminalis
Abortus kriminalis adalah abortus yang terjadi oleh karena tindakan tindakan
yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis.

 Gejala Klinis
a. Tanda-tanda kehamilan, seperti amenorea kurang dari 20 minggu, mual
muntah, mengidam, hiperpigmentasi mammae, dan tes kehamilan positif.
b. Pada pemeriksaan fisik, keadaan umum tampak lemah atau kesadaran
menurun, tekanan darah normal atau menurun, denyut nadi normal atau cepat dan
kecil, serta suhu badan normal atau meningkat.
c. Perdarahan pervaginam, mungkin disertai keluarnya jaringan hasil konsepsi.
d. Rasa mulas atau keram perut di daerah atas simfisis disertai nyeri pinggang
akibat kontraksi uterus.
e. Pemeriksaan ginekologis:
 Inspeksi vulva: perdarahan pervaginam ada/tidak jaringan hasil konsepsi,
tercium/tidak bau busuk dari vulva.
 Inspekulo: perdarahan dari kavum uteri ostium uteri terbuka atau sudah
tertutup, ada/tidak jaringan keluar dari ostium, serta ada/tidak cairan atau
jaringan berbau busuk dari ostium.
 Colok vagina: porsio masih tebuka atau sudah tertutup serta teraba atau
tidak jaringan dalam kavum uteri, besar uterus sesuai atau lebih kecil dari
usia kehamilan, tidak nyeri saat porsio digoyang, tidak nyeri pada perabaan

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
adneksa, dan kavum douglas tidak menonjol dan tidak nyeri. (Hadijono S,
2009)

 Pemeriksaan Penunjang
 Laboratorium
 Darah Lengkap
 Kadar hemoglobin rendah akibat anemia hemoragik.
 LED dan jumlah leukosit meningkat tanpa adanya infeksi.
 Tes Kehamilan
Terjadi penurunan atau level plasma yang rendah dari β-hCG secara prediktif.
Hasil positif menunjukkan terjadinya kehamilan abnormal (blighted ovum,
abortus spontan atau kehamilan ektopik).
 Ultrasonografi
 USG transvaginal dapat digunakan untuk deteksi kehamilan 4 - 5 Minggu.
 Detik jantung janin terlihat pada kehamilan dengan CRL > 5 mm (usia
kehamilan 5 - 6 minggu).
 Dengan melakukan dan menginterpretasi secara cermat, pemeriksaan
USG dapat digunakan untuk menentukan apakah kehamilan viabel atau
non-viabel.

2.2.2 Kehamilan Ektopik

Definisi
• Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi
di luar rahim (uterus)
LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
• Hampir 95% kehamilan ektopik terjadi di berbagai
segmen tuba Faloppii, dengan 5% sisanya
terdapat di ovarium, rongga peritoneum atau di
dalam serviks
• Apabila terjadi ruptur di lokasi kehamilan, maka
akan terjadi keadaan perdarahan masif dan nyeri
abdomen akut  kehamilan ektopik terganggu
Epidemiologi
• Kejadian kehamilan ektopik diperkirakan 1-2% dari
seluruh jumlah kehamilan
• Prevalensi kehamilan ektopik adalah 1 dari 40
kehamilan atau diperkirakan terjadi pada 25 dari 1000
kehamilan
• Kejadian kehamilan ektopik 85-90% ditemukan pada
wanita multigravid
• Angka kematian akibat kehamilan ektopik di Amerika
lebih banyak ditemukan pada wanita kulit hitam
dibandingkan wanita kulit putih
• Usia di atas 40 tahun memiliki risiko sebesar 2.9 kali
untuk mengalami kehamilan ektopik
Patofisiologi
• Kehamilan normal, sel telur akan difertilisasi di
tuba fallopi dan ditransportasikan ke uterus
LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
melalu tuba fallopi
• Abnormalitas dari morfologi atau fungsi dari
tuba fallopii memiliki peran penting untuk
terjadinya kehamilan ektopik
• Diduga bahwa kerusakan mukosa tuba akibat
jaringan parut dapat diakibatkan oleh kejadian infeksi atau trauma
Tanda dan Gejala
• Perdarahan pervaginam dari bercak hingga
berjumlah sedang
• Kesadaran menurun
• Pucat
• Hipotensi dan hipovolemia
• Nyeri abdomen dan pelvis
• Nyeri goyang porsio
• Serviks tertutup
Diagnosis
• Pada anamnesis didapatkan riwayat terlambat haid ,
nyeri abdomen dan perdarahan per vaginam
• Pada keadaan lanjut, pasien dapat mempunyai gejala
akut abdomen, pucat, dan bahkan kehilangan
kesadaran
• Pemeriksaan genitalia umumnya mendapatkan tanda
perdarahan pervaginam, dan pada pemeriksaan dalam
LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
didapatkan tanda berupa nyeri tekan pada daerah
adneksa, nyeri goyang portio dan penonjolan dari
cavum Douglas (jika perdarahan intra-abdomen sudah cukup banyak)
Pemeriksaan Penunjang
• Pemeriksaan darah perifer lengkap untuk
mendiagnosis terjadinya anemia, dan
menyingkirkan kemungkinan adanya infeksi
(leukositosis)
• Pemeriksaan hormon hCG pada urine untuk
memastikan kehamilan
Penatalaksanaan
A. Tatalaksana Umum
• Restorasi cairan tubuh dengan cairan kristaloid NaCl 0,9% atau Ringer
Laktat (500 mL dalam 15 menit pertama) atau 2 L dalam 2 jam pertama.
• Segera rujuk ke rumah sakit.
B. Tatalaksana Khusus
• Segera uji silang darah dan persiapan laparotomi
• Saat laparotomi, lakukan eksplorasi kedua ovarium dan tuba fallopii:
• Jika terjadi kerusakan berat pada tuba, lakukan salpingektomi (eksisi
bagian tuba yang mengandung hasil konsepsi)
• Jika terjadi kerusakan ringan pada tuba, usahakan melakukan
salpingostomi untuk mempertahankan tuba (hasil konsepsi dikeluarkan,
tuba dipertahankan)
LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
• Sebelum memulangkan pasien, berikan konseling untuk penggunaan
kontrasepsi. Jadwalkan kunjungan ulang setelah 4 minggu. Atasi anemia
dengan pemberian tablet besi sulfasferosus 60 mg/hari.

2.3 Pembahasan Diagnosa Kerja

PATOFISIOLOGI ABORTUS (secaraumum)

Padapermulaanabortusterjadiperdarahandalamdesiduabasalisdiikutiolehne
krosisjaringansekitarnya.Hal
tersebutmenyebabkanhasilkonsepsiterlepassebagianatauseluruhnyasehinggamenja
dibendaasingdalam uterus.Keadaaninimenyebabkan uterus
berkontraksiuntukmengeluarkanisinya.Pengeluarantersebutdapatterjadispontansel
uruhnyaatausebagianmasihtertinggal, yang
menyebabkanberbagaipenyulit.Olehkarenaitu,keguguranmemberikangejalaumum
sakitperutkarenakontraksirahim, terjadiperdarahan,
dandisertaipengeluaranseluruhatausebagianhasilkonsepsi.Bentukperdarahanbervar
iasidiantaranya :

1) Sedikit-sedikitdanberlangsung lama
2) Sekaligusdalamjumlah yang besardapatdisertaigumpalan.
3) Akibatperdarahantidakmenimbulkangangguanapapun,dapatmenimbulkansyo
k, nadimeningkat, tekanandarahturun,tampakanemisdandaerahujungdingin.

Bentukpengeluaranhasilkonsepsi :
LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
1) Umurhamildibawah 1 minggudimanaplasentabelumterbentuksempurna,
dikeluarkanseluruhatausebagiandarihasilkonsepsi.
2) Diatas
1minggu,denganpembentukanplasentasempurnadapatdidahuluidenganketuba
npecahdiikutipengeluaranhasilkonsepsi,dandilanjutkandenganpengeluaranpla
senta, berdasarkan proses
persalinannyadahuludisebutkanpersalinanimmaturus.

PATOFISIOLOGI ABORTUS IMMINENS

Abortus terjadi melalui dari terlepasnya sebagian atau seluruh jaringan


plasenta yang menyebabkan perdarahan sehingga janin kekurangan nutrisi dan
O2 pengeluran tersebut dapat terjadi spontan atau seluruhnya.Bentuk perdarahan
bervariasi diantaranya :

 Sedikit berlangsung lama


 Kadang dalam jumlah yang besar di sertai gumpalan

Akibat perdarahan tidak menimbulkan gangguan apapun tapi


menimbulkan :

a) Tanda dan gejala yaitu :


 Perdarahan sedikit atau banyak
 Nyeri perut bagian bawah
 Perdarahan memanjang sampai terjadi anemia
b) Padapemeriksaan di jumpai gambaran :
 Kanalis cervikalis belum terbuka
 Pada palpasi nyeri perut bagian bawah
LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
 Uterus teraba lunak

PEMERIKSAAN FISIK

a) Evaluasi tanda-tanda vital.


b) Pemeriksaan selanjutnya dengan:
 spekulum :merupakan skrining vaginitis.
 servisistis :observasi pembukaan serviks, tonjolan kantong ketuban,
bekuan darah, atau bagian-bagian janin.
c) Pemeriksaan bimanual :ukuran uterus, dilatasi, nyeri tekan, effacement,serta
kondisi ketuban.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

 Jika pemeriksaan, negatif dapat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi untuk


menentukkan kelangsungan hidup janin, tanggal kelahiran, dan jika mungkin
untuk menenangkan wanita.
 Jikapemeriksaanfisikdanultrasonografinegatif, tenangkanibu,
kajiulanggejalabahayadanpertahankannilai normal.

TATALAKSANA ABORTUS IMMINENS

Penatalaksanaanabortusimminensadalah :

1) Trimester pertama dengan sedikit perdarahan, tanpa disertai kram :


a) Tirah baring untuk meningkatkan aliran darah ke rahim dan mengurangi
rangsangan mekanis, terutama bagi yang pernah abortus sampai
perdarahan benar- benar berhenti.

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
b) Istirahatkan panggul (tidak berhubungan seksual, tidak melakukan irigasi
atau memasukkan sesuatu ke dalam vagina).
c) Tidak melakukan aktifitas seksual yang menimbulkan orgasme.

2) Konsultasikan ke dokter jika terjadi perdarahan hebat, kram meningkat, atau


hasil pemeriksaan fisik dan ultrasonogrfi menunjukkan hasil abnormal.
Terapi yang di berikan adalah sedativa ringan seperti phenobarbital 3 x 30
mg dan di berikan terapi hormonal yaitu progesteron, misalnya premaston
hingga perdarahan berhenti.

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
BAB III
PENUTUP

1.1 Kesimpulan

Berdasarkan data scenario seorang wanita berusia 37 tahun, G2P1A0 dengan


umur kehamilan 10 minggu terdapat keluhan keluar darah dari liang vagina sejak
tadi malam, darah berwarna merah segar, tidak ada gumpalan, ada juga rasa
sangat mules pada perutnya, pada pemeriksaan tanda vital didapatkan dalam
keadaan normal kecuali tekanan darah yang menurun, dan pada pemeriksaan VT
tidak didapatkan dari dilatasi serviks. Hasil diskusi dari kelompok kami yang
telah disesuaikan dengan berbagai refrensi yang akurat menduga dari kasus ini
adalah abortus eminens dilihat dari tanda-tanda atau keluhan-keluhan yang
terdapat pada scenario, namun untuk diagnosis lebih lanjut hendaknya dilakukan
pemeriksaan penunjang berupa USG untuk lebih menegakkan dari dugaan
kelompok kami.

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

i
DAFTAR PUSTAKA

Cobb HK, Knutzen D, Tiu AY. Successive Spontaneous Abortions Caused By A

Whole-arm Translocation Between Chromosome 10 Homologs. Int J Case


Rep Images. 2017

Hadijono S. Manajemen dan Rujukan Perdarahan Postpatum dalam Upaya

Penurunan Morbiditas dan Mortalitas Maternal. 2009.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu

di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan Pedoman Bagi Tenaga


Kesehatan Edisi Pertama. Kemenkes RI. 2013.

Raymond, EG, Grimes DA. The comparative safety of legal induced abortion and

childbirth in the United States.Obstetrics & Gynecology 2012

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU

LBM 2 | ADA DARAH PADA KEHAMILANKU