Anda di halaman 1dari 6

Modul Ekonomi Manajerial

PERTEMUAN KE-11
APLIKASI TEORI PRODUKSI

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mendeskripsikan pengertian teori produksi
2. Mendeskripsikan produksi dengan satu input variable/analisis jangka pendek
3. Mendeskripsikan tahap-tahap produksi
4. Mendeskripsikan produksi dengan dus input variable/analisis jangka panjang
5. Mendeskripsikan fungsi produksi Cobb-Douglas

B. URAIAN MATERI
1. Pengertian Teori Produksi

Teori produksi merupakan teori pemilihan atas berbagai alternatif, terutama menyangkut keputusan yang diambil oleh
seorang produsen dalam menentukan pilihan atas alternatif-alternatif yang ada. Produsen berusaha dalam memaksimalkan
produksi yang dapat dicapainya dengan suatu kendala biaya tertentu agar dapat dihasilkan keuntungan yang maksimal.
Faktor produksi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan produk yang dihasilkan. Produk sebagai output (keluaran) dari
proses produksi sangat tergantung dari faktor produksi sebagai input (masukan) dalam proses produksi tersebut.

Untuk memproduksi suatu barang atau jasa, perusahaan memerlukan sumber atau faktor produksi. Hal ini berarti nilai
produk yang dihasilkan tersebut tergantung dari nilai faktor produksi yang dikorbankan dalam proses produksinya. Keterkaitan
antara nilai produk (output) dengan nilai faktor produksi (input) dalam proses produksi itu disebut fungsi produksi.

S1 Ekonomi Manajemen Universitas Pamulang Page 107


Modul Ekonomi Manajerial

Secara metematik hubungan antara faktor produksi dan produk itu dapat dituliskan sebagai berikut:
Q = f ( K, L , T , N ). Fungsi produksi yang disusun dalam persamaan matematik di atas mengandung arti bahwa barang/jasa
yang dihasilkan (Q) merupakan akibat dari masukan (K, L , T , N) yang diproses.

Jika salah satu sumberdaya masukan diubah maka keluaran (output) akan berubah
Fungsi produksi berkaitan dengan hubungan antara input dan output yang dihasilkan. Hubungan tersebut dapat ditunjukkan
secara matematis. Fungsi produksi membatasi tercapainya profit maksimum karena terbatasnya teknologi dan pasar yang akan
berpengaruh pada biaya produksi, output yang dihasilkan, dan harga jual output. Produsen biasanya dapat melakukan variasi
ataupun perubahan dalam penggunaan proporsi input untuk menghasilkan suatu output. Fleksibilitas ini memungkinkan
berbagai macam hubungan antara input dan output.
Hubungan antara input dan input, input dan output, serta output dan output yang menjadi karakteristik dari fungsi produksi
suatu perusahaan tergantung pada teknik produksi yang digunakan. Semakin maju teknologi yang digunakan maka output yang
diproduksi semakin meningkat dengan jumlah input tertentu.

2. Produksi Dengan Satu Input Variabel (Analisis Jangka Pendek)

Adalah hubungan antara tingkat produksi dengan satu macam faktor produksi yang digunakan , sedangkan faktor faktor
produksi yang lain dianggap penggunaannya tetap pada tingkat tertentu (ceteris paribus).

Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan :

“Y = f (X1/ X2, X3, ….., Xn)”

S1 Ekonomi Manajemen Universitas Pamulang Page 108


Modul Ekonomi Manajerial

Produk Y adalah fungsi dari faktor produksi X1, jika faktor-faktor produksi X2, X3, ……, Xn ditetapkan
penggunaannya pada suatu tingkat tertentu. Jadi, satu-satunya faktor produksi yang dapat diubah jumlah penggunaannya
adalah faktor produksi X1.

3. Tahap – Tahap Produksi

Untuk kasus umum dan bila dianggap penambahan factor produksi brsifat kontinyu. Ada 3 tahap penting dari gerakan
perubahan Nilai Total Produksi.
Yang pertama , pada saat Marginal Prduksi maksimum ( titik 1 dan 4 )
Kedua ,pada saat Rata – Rata Produksi Maksimum (titil 2 dan 5).
Ketiga pada saat MP = 0 atau Total Produksi maksimum ( titik 3 dan 6).
Selanjutnya diagram tersebut dapat kita bagi menjadi tiga tahap produksi ( The three stages of production ):
1. Tahap I sampai pada saat kondisi AP ( Rata – rata produksi ) maksimum.
2. Tahap II antara AP ( Rata – rata produksi ) maksimum sampai saat MP ( Marginal Produksi ) sama dengan Nol.
3. Tahap III saat MP ( Marginal Produksi ) sudah bernilai <Nol (negative )Penahapan ini berguna untuk memahami pada tahap
mana perusahaan berproduksi.

4. Produksi Dengan Dua Input Variabel (Analisis Jangka Panjang)

Dalam analisis ini dimisalkan hanya ada dua faktor produksi yang dapat diubah-ubah penggunaannya di dalam proses
produksi. Dimisalkan pula bahwa kedua faktor produksi tersebut dapat saling menggantikan.
Misalnya, faktor produksi X1 dapat menggantikan faktor produksi X2, demikian pula sebaliknya X2 dapat menggantikan X1.
Dalam proses produksi yang digunakan dua input variabel, alat analisis yang digunakan untuk melihat hubungan
fungsional antara output dan input adalah garis isoquant.

S1 Ekonomi Manajemen Universitas Pamulang Page 109


Modul Ekonomi Manajerial

Garis Isoquant/Isoproduct/Kurve Produk adalah garis yang menunjukkan berbagai kemungkinana kombinasi 2 input
yang menghasilkan jumlah produksi (output) yang sama besar. Isoquant bisa juga didapatkan dari fungsi produksi. Misalnya
kita mempunyai fungsi produksi Y = 2X1 + 4X2. Dari fungsi ini kita ingin mendapatkan isoquant
untuk output (Y) = 100 unit. Fungsi tersebut menjadi : 100 = 2 X1 + 4 X2;
kemudian diselesaikan untuk berbagai tingkat X1 dan X2 sebagai berikut:
2 X1 = 100 - 4 X2 ;
X1 = 50 – 2 X2.
Dari persamaan ini bisa diperoleh berbagai nilai dengan cara yang sama dapat dibuat isoquant untuk Y = 150 ; 200; dan
seterusnya.

5. Fungsi Produksi Cob – Douglas

Untuk memperjelas ketiga konsep di atas fungsi Cobb-Douglas sangat membantu :


Q = f(L, C)
Q = b0 Lb1 Cb2
Keterangan Parameter
Parameter b0 , b1 dan b2 dapat ditentukan melalui Ekonometrikadenganketentuan data variabel Q, L dan C tersedia dengan
cukupParameter b0 merupakan indeks efisiensi produksi atas penggunaan input L dan C, makin tinggi nilai b 0 makin tinggi
efisiensi proses produksinya Misalnya, Perusasahaan A da B memproduksi output yang sama:
QA = 5 (L, C) Q B / (L,C) = 10
Perusahaan B lebih efisien dari perusahaan A, karena produktivitasnya lebih besar :
QB = 10 (L, C) > Q A / (L,C) = 5

S1 Ekonomi Manajemen Universitas Pamulang Page 110


Modul Ekonomi Manajerial

Parameter b1 dan b2
Fungsi Cobb-Douglas yang asli, b1 + b2 = 1 dalam perkembangannya b1 dan b2 bisa > 1 atau < 1.Menggambarkan hubungan
antara variabel L dan C : Jika : b1 > b2 Produksi Padat Karya, b1 < b2 Produksi Padat Modal
Ditafsirkan sebagai koefisien Elastisitas Produksi ( ) dari masing-masing input (L dan C) : Jumlah b1 + b2 : berkaitan
dengan hukum perluasan produksi, yaitu berapakah output akan mengganda kalau semua inputnya digandakan sebanyak “n”
kali
Jika : b1 + b2 > 1 Output akan mengganda lebih dari sebanding (IRS)
b1 + b2 < 1 Output akan mengganda kurang dari sebanding (DRS)
b1 + b2 = 1 Output akan mengganda sebanding (CRS)
Atau dengan kata lain jika L dan C digandakan n kali, Q akan berganda sebanyak n(b1+b2). Jika b1 +b2 = , maka
n Q = f( nL, nC ) = b1 + b2
Jadi, jika fungsi produksi :
Q = b0 Lb1 Cb2
n Q = b0 ( n L )b1 ( n C )b2
n Q = b0 nb1 Lb1 nb2 Cb2
n Q = (b0 Lb1 Cb2 )nb1+b2
n Q = Q nb1+b2
= b1 + b2 (terbukti)

S1 Ekonomi Manajemen Universitas Pamulang Page 111


Modul Ekonomi Manajerial

C. LATIHAN SOAL/TUGAS
1. Dalam analisis produksi jangka pendek terdapat beberapa tahapan produksi. Sebutkan tahapan tersebut dan jelaskan dengan
menggunakan kurva produksi?
2. Kalau diketahui fungsi produksi Cobb Douglas sebagai berikut :
Q = 10 K 0,50 L0,50
Bunga modal PK = Rp 40 juta/bulan
Upah tenaga kerja PL = Rp 50 juta/bulan
Besarnya anggaran perusahaan Rp 400 juta.
a. Berapa besarnya output maksimum yang dapat dihasilkan?
b. Hitunglah besarnya MRTS pada output yang maksimum tersebut?
c. Kalau bunga modal berubah menjadi Rp 30 juta/bulan. Hitunglah titik keseimbangan baru (output maksimum yang baru)?
d. Kalau anggaran perusahaan diperbesar menjadi Rp 5 Milyar, dan bunga modal tidak berubah dan upah buruh juga tidak
berubah, berapa output maksimal dapat dihasilkan?
e. Bandingkan keadaan mula-mula sebelum ada kenaikan anggaran perusahaan dan sesudah ada kenaikan anggaran?

D. DAFTAR PUSTAKA
1. Boediono, Pengantar Ilmu Ekonomi, Penerbit BPFE – Yogyakarta, 2005
2. Prathama Rahardja dan Mandala Manurung, Pengantar Ilmu Ekonomi, Penerbit FE UI, 2008
3. Soeharno, Ekonomi Manajerial Penerbit C.V. ANDI OFFSET, Yogyakarta, 2007
4. T. Gilarso SJ, Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro, Penerbit Kanisius – Yogyakarta, 2003
5. Richard G. Lipsey, Peter O. Steiner, Douglas D. Purvis and Paul N. Courant, Alih Bahasa A. Jaka Wasana dan
Kirbrandoko, Pengantar Mikro Ekonomi, Penerbit Binarupa Aksara – Jakarta Barat, 1991

S1 Ekonomi Manajemen Universitas Pamulang Page 112