Anda di halaman 1dari 19

KEBIJAKAN PENDIDIKAN NON-FORMAL DAN

INFORMAL SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP


KEBUTUHAN PENELITIAN DAN INOVASI

Oleh:
Hamid Muhammad, Ph.D
(Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal, Depdiknas)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN NONFORMAL DAN INFORMAL
Agustus 2008
VISI
Terwujudnya Manusia Indonesia
Pembelajar Sepanjang Hayat

MISI
Meningkatkan kualitas keterampilan,
kecakapan hidup dan profesionalitas, bagi
anggota masyarakat yang membutuhkan
dalam rangka meraih kesejahteraan jasmani
dan rohani, dengan menerapkan prinsip belajar
sepanjang hayat dan untuk meningkatkan daya
saing bangsa di era global.
Misi Pembangunan PNF
Mendorong terwujudnya:
1. program pendidikan anak usia dini (PAUD) bermutu yang mampu “melejitkan”
kecerdasan anak, membentuk kesiapan belajar lebih lanjut, serta melaksanakan
pelayanan dengan jangkauan sasaran yang semakin meluas, merata, dan
berkeadilan
2. program pendidikan keaksaraan bermutu yang mampu meningkatkan kompetensi
keaksaraan pada semua tingkatan (dasar, fungsional, dan lanjutan) bagi
penduduk buta aksara dewasa secara meluas, adil dan merata untuk mendorong
perbaikan kesejahteraan dan produktivitas penduduk, dan ikut serta dalam
mendukung perbaikan peringkat IPM.
3. program pendidikan kesetaraan bermutu dan relevan yang mampu meningkatkan
kecakapan hidup, termasuk kesiapan kerja, produktivitas dan kemandirian peserta
didik, serta dalam rangka mendukung keberhasilan penuntasan Wajar Dikdas 9
Tahun dan perluasan akses pendidikan menengah nonformal.
4. kelembagaan kursus dan kursus para-profesi yang berorientasi pada peningkatan
kecakapan hidup (PKH) yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat
serta pelayanan yang semakin meluas, adil dan merata, khususnya bagi penduduk
miskin dan penganggur terdidik, dapat bekerja dan/atau berusaha secara
produktif, mandiri, dan profesional.
Lanjutan..
5. masyarakat pembelajar sepanjang hayat melalui peningkatan budaya baca serta
penyediaan bahan-bahan bacaan yang berguna baik bagi aksarawan baru
maupun anggota masyarakat lainnya agar memperoleh pengetahuan dan
keterampilan yang relevan bagi peningkatan produktivitas mereka.
6. terwujud pendidikan yang berkeadilan gender melalui peningkatan kesetaraan
antara laki-laki dan perempuan dalam akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat
pendidikan serta mendukung upaya pencegahan diskriminasi, traficking, dan
tindak kekerasan sebagai wujud perlindungan HAM.
7. terwujud peningkatan kapasitas kelembagaan, sarana dan prasarana yang
memadai, serta ketenagaan yang profesional, dan satuan pendidikan nonformal
yang terakreditasi agar mampu menjangkau sasaran yang semakin luas, adil
dan merata serta dapat memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang terus
berkembang.
MISI I:
Mendorong terwujudnya program pendidikan anak usia dini (PAUD) bermutu yang mampu
“melejitkan” kecerdasan anak, membentuk kesiapan belajar lebih lanjut, serta melaksanakan
pelayanan dengan jangkauan sasaran yang semakin meluas, merata, dan berkeadilan

Memperluas Layanan Mengemb. Model Percontohan


PAUD yang Bermutu, 1.1 dan Pusat-pusat Rujukan yang
Merata dan Berkeadilan mengacu pada Standar PAUD
Nasional dan/atau Internasional

1.4 PAUD
PAUD 1.2

Mengkoordinasikan
pelaksanaan Program
Melaksanakan pengendalian Pendidikan dan
dan penjaminan mutu dalam 1.3 Pengembangan Anak Usia
rangka standardisasi, dan Dini (PPAUD) secara lintas
Akreditasi PAUD sektoral
MISI II:
Mendorong terwujudnya program pendidikan keaksaraan bermutu yang mampu meningkatkan
kompetensi keaksaraan pada semua tingkatan (dasar, fungsional, dan lanjutan) bagi penduduk buta
aksara dewasa secara meluas, adil dan merata untuk mendorong perbaikan kesejahteraan dan
produktivitas penduduk, dan ikut serta dalam mendukung perbaikan peringkat IPM.

Menurunkan jumlah Menerapkan Pembelajaran Pend.


penduduk Buta Aksara 1.1
Keaksaraan Berbasis
Dewasa (P15+) termasuk di Kecakapan Hidup (KF),
Daerah Terpencil termasuk Literasi Digital

Memperkuat tata
kelola pelayanan Pendidikan
1.2
pendidikan 1.5 Pendidikan
keaksaraan yang Keaksaraan
Keaksaraan
berlanjutan
1.4 1.3

Melaksanakan Pengendalian
dan penjaminan mutu dalam Memperkuat kelembagaan
rangka standardisasi dan Satuan PNF yang
sertifikasi Dikaksara menyelenggarakan Dikaksara
MISI III:
Mendorong terwujudnya program pendidikan kesetaraan bermutu dan relevan yang mampu
meningkatkan kecakapan hidup, termasuk kesiapan kerja, produktivitas dan kemandirian peserta didik,
serta dalam rangka mendukung keberhasilan penuntasan Wajar Dikdas 9 Tahun dan perluasan akses
pendidikan menengah nonformal.

Memperluas akses Paket A dan Meningkatkan Muatan kecakapan


Paket B dalam mendukung hidup (life skills) seluruh mata pelajaran
penuntasan Wajar Dikdas 9 Tahun 1.1 Paket B dan C yang mengacu pada
berbasis kompetensi standar nasional pendidikan

Melaksanakan sosialisasi, 1.7 1.2


Koordinasi, monitoring, Mengembangkan
dan evaluasi program diversifikasi layanan
sesuai kondisi, potensi,
pendidikan kesetaraan Pendidikan
Pendidikan dan karakteristik peserta
1.6
Kesetaraan
Kesetaraan
1.3
didik, dengan pengakuan
Melaksanakan Ujian terhadap kompetensi
Nasional berbasis yang telah dimiliki
kompetensi dalam (Recognition of Prior
sistem ME&E 1.5 1.4 Learning) dan pem-
belajaran mandiri

Mengemb. Standar Isi


keterampilan fungsio-nal Mengembangkan Proses
kepribadian profesional Pembelajaran tuntas dan
secara Tematik & maju berkelanjutan secara
Konstruktif Induktif dan fungsional
MISI IV:
Mendorong terwujudnya kelembagaan kursus dan kursus para-profesi yang berorientasi pada
peningkatan kecakapan hidup (PKH) yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat
serta pelayanan yang semakin meluas, adil dan merata, khususnya bagi penduduk miskin dan
penganggur terdidik, dapat bekerja dan/atau berusaha secara produktif, mandiri, dan
profesional.

Mewujudkan KPP yang Mewujudkan KPP yang


berorientasi wirausaha 1.1 berorientasi Wirausaha
pedesaan (Spektrum I) Perkotaan (Spektrum II)

1.2

1.5
Pembinaan Kursus
dan Kelembagaan
Mewujudkan
Manajemen/ 1.3
Pengelolaan dan 1.4
penyelenggaraan Mewujudkan KPP yang
Kursus & KPP yang berorientasi pada
berlandaskan pada Mewujudkan Kelembagaan Penempatan tenaga Kerja di
penjaminan mutu, kursus, KPP , dan Luar Negeri
standardisasi, organisasi mitra yang (Spektrum III)
akreditasi, uji bermutu, relevan, dan
profesi, & sertifikasi berdaya saing
MISI V:
Mendorong terwujudnya masyarakat pembelajar sepanjang hayat melalui peningkatan budaya baca
serta penyediaan bahan-bahan bacaan yang berguna baik bagi aksarawan baru maupun anggota
masyarakat lainnya agar memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang relevan bagi
peningkatan produktivitas mereka.

Menyusun Grand Design Mengembangkan


Peningkatan Budaya Baca dan Model Gerakan
Penyediaan Bahan Bacaan Gemar Membaca
Masyarakat (TBM) 1.2
bagi masyarakat dan
1.1
diseminasi di
seluruh Indonesia
Melaksanakan
evaluasi Dampak Peningkatan
Peningkatan 1.6 Budaya Baca dan
Budaya Baca & Pembinaan
Efektivitas TBM Perpustakaan 1.3
1.5
1.4
Menyediakan TBM
Menyediakan TBM dalam rangka
berbasis TIK khususnya Mengembangkan menunjang Desa
bagi masyarakat TBM pada Tempat- Tuntas Buta Aksara,
perkotaan Prioritas di Propinsi
(Spektrum III)
tempat ibadah Padat Buta Aksara
(Spektrum II) (Spektrum I)
MISI VI:
Mendorong Terwujudnya pendidikan yang berkeadilan gender melalui peningkatan kesetaraan
antara laki-laki dan perempuan dalam akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pendidikan serta
mendukung upaya pencegahan diskriminasi, traficking, dan tindak kekerasan sebagai wujud
perlindungan HAM.

Melaksanakan Penguatan Mengembangkan Model


Kelembagaan PUG & Anak 1.1 Pendidikan Keluarga, Sekolah,
pada Dinas Pendidikan dan masyarakat yang
Propinsi dan Kab/Kota Berwawasan Gender

1.2
Mengembangkan Pengarusutamaan
Kolase Komunitas 1.5 Gender
untuk kaum
perempuan
1.3

1.4
1.5
Melaksanakan
Pendataan
Pendidikan Menyusun dan Melaksanakan Kajian
berwawasan gender mengembangkan bahan ajar dan analisis
dan KIE (Kur, Buku Teks pelajaran, Kesetaraan Gender
dsb.) yang berwawasan bidang pendidikan
gender
MISI VII:
peningkatan kapasitas kelembagaan, sarana dan prasarana yang memadai, serta ketenagaan yang
profesional, dan satuan pendidikan nonformal yang terakreditasi agar mampu menjangkau sasaran
yang semakin luas, adil dan merata serta dapat memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang
terus berkembang.
Membangun
platform Memperkuat sarana dan
kelembagaan 1.1 prasarana serta Sumberdaya
pengelola dan PNF yang memadai untuk
satuan PNF mendukung pelaksanaan
1.2
program
Memperkuat
kelembagaan 1.6
SIM PNF
Revitalisasi
Kelembagaan PNF
Mengembangkan 1.3
Standarisasi dan
akreditasi 1.4
1.5
kelembagaan bagi Meningkatkan
pengelola dan kapasitas SDM
satuan PNF dalam Melakukan kajian dan dalam mendukung
melaksanakan pengembangan program pelaksanaan
program PNF yang PNF sesuai dengan program PNF
bermutu, relevan, potensi, tuntutan, dan
dan berdaya saing kebutuhan masyarakat
KEBUTUHAN PENELITIAN
DAN INOVASI
PROGRAM DITJEN PNFI
Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini
Bidang Penelitian Bidang Inovasi
„ Pengembangan APE indoor dari „ Model penyelenggaran pos paud
bahan alam sekitar dan limbah sebagai bentuk layanan paud yang
daur ulang sesuai dengan tahap murah, mudah, tetapi bermutu
perkembangan anak „ Model penerapan pendekatan sentra
„ Pengembangan dan standarisasi dan lingkaran dalam
APE outdoor yang sesuai tingkat penyelenggaraan paud yang
usia anak berfokus pada anak sesuai dengan
„ Mutu hasil pembelajaran antara prinsip-prinsip developmentally
PAUD yang pendidiknya telah appropriate practice (DAP)
mendapatkan pelatihan PAUD „ Model paud inklusi bagi masyarakat
dan belum; miskin dengan menggunakan sistem
„ Dampak keberhasilan rujukan
pendidikan di SD bagi anak „ Model penyelenggaraan paud yang
yang mengikuti Program PAUD holistik dan integratif
dan yang tidak „ Efektifitas pelaksanaan blockgrant
„ Dampak keberadaan HIMPAUDI „ Kajian tentang pembiayaan paud
terhadap peningkatan nonformal
wawasan/keterampilan para „ Model penyelenggaraan paud
pendidik PAUD Nonfornal; nonformal dengan menggunakan
metode BCCT
Lanjutan
Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini
Bidang Penelitian Bidang Inovasi
„ Pengembangan kemampuan ca- „ Pengembangan model sharing
lis-tung anak usia dini yang tanggungjawab pembinaan paud
sesuai dengan prinsip-prinsip bagi masyarakat miskin anatar
(DAP) pemerintah pusat, propinsi,
„ Pengembangan instrumen kab/kota, dan desa
kesiapan anak bersekolah
(rediness to school) yang dapat
digunakan sebagai alat seleksi
masuk SD (menghindari ca-lis-
tung)
„ Studi dampak pelayanan paud
terhadap perkembangan anak
„ Studi evaluasi kebijakan
pembinaan PAUD dalam rangka
perbaikan kinerja di era
otonomi daerah.
Direktorat Pendidikan Kesetaraan
Bidang Penelitian Bidang Inovasi
„ Kebutuhan Belajar Peserta Didik „ KTSP Pendidikan
Pendidikan Kesetaraan pada Komunitas kesetaraan berbasis
Khusus (Anak Jalanan, Pesantren keuanggulan lokal (local
„ Efektifitas Diversifikasi layanan Pendidikan genius)
Kesetaraan untuk Menjangkau yang tidak „ Peta kompetensi dan
Terlayani (reaching the Unreach) jaringan tema untuk
„ Tingkat Capaian Prestasi Belajar Akademik penyusunan rancangan
peserta didik pendidikan kesetaraan pembelajaran pendidikan
„ Dampak program pendidikan kesetaraan kesetaraan berbasis
terhadap mutu kehidupan lulusan/peserta kecakapan hidup
didik „ Modul dan perangkat
„ Efektifitas pengelolaan dana dekonsentrasi pembelajaran yang dapat
untuk penyelenggaraan pendidikan meningkatkan efektifitas
kesetaraan belajar mandiri
„ Dampak kegiatan sosialisasi/publikasi „ Model pembelajaran yang
terhadap pemahaman dan pengakuan efektif dalam pendidikan
publik tentang program pendidikan kesetaraan
kesetaraan
„ Dampak gelar karya dan kreasi peserta
didik terhadap prestasi belajar peserta
didik pendidikan kesetaraan
„ Penyelenggaraan sekolah rumah dan
kemandirian peserta didik
Direktorat Kursus dan Kelembagaan
Bidang Penelitian Bidang Inovasi
„ Pengaruh program KWK, KWD dan „ Best practices yang dapat
KPP dalam mendukung program disebarluaskan dan
pemerintah dan pengentasan aplikasinya oleh lembaga
pengangguran, kemiskinan dan „ Permodelan yang sesuai
menunjang kewirausahaan kecil di dengan kondisi lembaga PNFI
desa.
„ Studi tentang kemitraan antara
lembaga kursus dengan dunia usaha
dan dunia industri.
„ Pengkajian aspek-aspek
penyelenggaraan program kursus
„ Pengkajian tentang pentingnya kursus
dalam mendukung dunia kerja dan
respon masyarakat terhadap program
kursus yang ada
Direktorat Pendidikan Masyarakat
Bidang Penelitian Bidang Inovasi
„ Efektifitas penyelenggaraan program PBA „ Kerjasama penyelengga-
yang dilakuakn dengan organisasi mitra raan pemberantasan buta
„ Dampak penyedia/layanan TBM terhadap aksara dengan beberapa
peningkatan kesadaran membaca di program ternama melalui
masyarakat KKN – PBA
„ Efektifitas pemberian bantuan blockgrant
pendidikan perempuan (PUG) dalam
rangka pengarusutamaan gender di
bidang pendidikan
Sekretariat
Bidang Penelitian Bidang Inovasi
„ Kajian tentang kelembagaan dalam „ Pengkajian program
implementasi program di Ditjen PNFI layanan untuk pendidikan
„ Kajian tentang sistem pemberian nonformal dan informal
penghargaan (remunerasi, honor) tenaga „ Pengkajian dalam
pendidik dan kependidikan (tutor/fasilitator) revitalisasi kelembagaan
PNFI PNFI
„ Kajian tentang penelusuran warga belajar „ Kajian tentang kesesuaian
yang telah menyelesaikan program PNFI program dengan potensi
„ Kajian tentang potensi yang ada di lingkungan dalam
masyarakat dalam rangka pemberdayaan pelayanan program PNFI
program PNFI
„ Kajian tentang sistem pendanaan (unit
cost) program PNFI
„ Kajian tentang target group (usia warga
belajar) yang dilayani oleh program PNFI
„ Dampak pemberian bantuan
sosial/blockgrant kepada
Orsosmas/LSM/Yayasan
„ Pengembabangan Kapasitas
penyelenggaraan program PNFI
„ Efektifitas kerjasama organisasi mitra PNF
„ Pola pembinaan karier pegawai
TRIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai