Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DISKRIT

OSCILOSCOP + TRANSFORMATOR + DIODA

Praktikan : 1. MUHAMMAD ROIS AMIN (P27 838 118 004)


2. SHELLA VIDYA AYU (P27 838 118 005)
3. ARVIN SATYA ALFARUQ (P27 838 118 017)
Asisten: Aulia Rahmawati
Waktu Percobaan: Rabu, 03 Oktober 2018
TEM 412108
Laboratorium Elektronika
Jurusan Teknik Elektromedik-Poltekkes Surabaya

Osiloskop adalah alat ukur Elektronik 2.1.1Karakteristik


yang dapat memetakan atau
Selain fitur-fitur dasarnya,
memproyeksikan sinyal listrik dan
kebanyakan osiloskop juga dilengkapi
frekuensi menjadi gambar grafik agar
dengan alat pengukuran yang dapat
dapat dibaca dan mudah dipelajari. trafo
mengukur frekuensi, amplitudo, periode,
adalah alat yang memindahkan tenaga
dan karakteristik gelombang sinyal listrik.
listrik antar dua rangkaian listrik atau
Secara umum, osiloskop dapat mengukur
lebih melalui induksi elektromagnetik.
karakteristik yang berbasis waktu (time)
Dioda adalah komponen yang berfiungsi
dan juga karakteristik yang berbasis
untuk menyearahkan arus.
tegangan (voltage).
Kata kunci : Osciloscop, transformator,
dioda.
1. Pendahuluan
a. Frekuensi dan periode
Laporan ini kami buat dengan tujuan
Frekuensi merupakan jumlah getaran
agar praktikan dapat memahami
yang dihasilkan selama 1 detik yang
karakteristik dan cara penggunaan
dinyatakan dengan hertz. Sedangkan
osiloskop dan trafo. Osiloskop sendiri
periode adalah kebalikan dari frekuensi,
memiliki fungsi sebagai penangkap sinyal
yaitu waktu yang dibutuhkan untuk
dan memproyeksikannya dalam bentuk
menempuh 1 kali getaran yang biasanya
grafik sedangkan trafo berfungsi untuk
dilambangkan dengan t dengan satuan
mengubah arus AC menjadi DC, selain itu
detik.
trafo juga bisa menurunkan dan menaikan
b. Amplitudo
tegangan listrik.
Amplitudo adalah ukuran besarnya
2. Dasar Teori suatu sinyal atau biasanya disebut dengan
tingginya puncak gelombang. Terdapat
2.1 Osiloskop beberapa cara dalam pengukuran
amplitudo yang diantaranya adalah
Osiloskop adalah alat ukur elektronik pengukuran dari puncak tertinggi ke
yang dapat memetakan atau puncak terendah (Vpp).[1]
memproyeksikan sinyal listrik dan
frekuensi menjadi gambar grafik agar
dapat dibaca dan mudah dipelajari.
Dengan menggunakan osiloskop, kita
dapat mengamati dan menganalisa
bentuk gelombang dari sinyal listrik atau
frekuensi dalam suatu rangkaian
elektronika. Pada umumnya osiloskop
dapat menampilkan grafik dua dimensi (sumber: teknikelektronika.com)
(2D) dengan waktu pada sumbu X dan Gambar 2.1 diagram osiloskop
tegangan pada sumbu Y.
2.1.2Cara Pengkalibrasian Osiloskop :
a. Memasukkan probe/kabel
penghubung ke input (Chanel 1 /
Chanel 2).
b. Menghidupkan power osiloskop.
c. Mengatur intensitas cahaya dan
(sumber: www.electronickits.com/60mhz-oscilloscope-delayed- fokusnya agar grafik pada osiloskop
sweep/) enak dilihat.
Gambar 2.1 osiloskop
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DISKRIT
d. Mengatur volt/div dan time/div-nya rendah menjadi tegangan yang lebih
agar dalam pengkalibasian dapat tinggi maupun dari tegangan tinggi
dihitung. menjadi tegangan yang rendah.[2]
e. Kemudian Salah satu ujung probe
(Probe Ch 1 atau 2) dihubungkan
pada tempat kalibrasi (biasanya
tertulis CAL).
f. Setelah gambar gelombang
(biasanya gelombangnya
berbentuk gelombang kotak)
telah tampil pada layar osiloskop (sumber: https://teknikelektronika.com/pengertian-transformator-
prinsip-kerja-trafo/)
baru dapat kita hitung frekuensi Gambar 2.2 bentuk dan simbol transformator
& volt peak to peak dengan
rumus. 2.2.2 Macam-macam Transformator
Berdasarkan Fungsinya
2.2 Transformeter a. Trafo Step-up
Trafo ini digunakan untuk
Transformator atau sering disingkat menaikkan tegangan. Ciri-cirinya
dengan istilah trafo adalah suatu alat lilitan sekunder lebih banyak dari
listrik yang dapat mengubah taraf suatu
pada lilitan primer.
tegangan AC ke taraf yang lain. Maksud
dari pengubahan taraf tersebut b. Trafo Step-down
diantaranya seperti menurunkan Trafo step-down adalah jenis trafo
tegangan AC dari 220VAC ke 12 VAC yg paling sering digunakan pada catu
ataupun menaikkan tegangan dari daya karena berfungsi untuk
110VAC ke 220 VAC. Transformator atau menurunkan tegangan. Ciri-cirinya
trafo ini bekerja berdasarkan prinsip lilitan sekunder lebih sedikit dari
induksi elektromagnet dan hanya dapat lilitan primer.
bekerja pada tegangan yang berarus
bolak balik (AC). Transformator
memegang peranan yang sangat penting 2.2.3 Macam-macam Transformator
dalam pendistribusian tenaga listrik. Catu Daya
Transformator menaikan listrik yang a. Trafo Engkel
berasal dari pembangkit listrik PLN Trafo yang biasa digunakan pada
hingga ratusan kilo volt untuk di transformator pada umumnya.
distribusikan, dan kemudian Transformator ini hanya punya besar
transformator lainnya menurunkan keluaran tegangan yang hanya satu
tegangan listrik tersebut ke tegangan macam dan tegangan nol.
yang diperlukan oleh setiap rumah tangga
b. Trafo CT
maupun perkantoran yang pada umumnya
Trafo CT dalah transformator yang
menggunakan tegangan AC 220 volt.
punya besaran keluaran yang berjumlah
2.2.1 Prinsip Kerja Transformator dua atau berpasangan (6 dengan 6),
Sebuah Transformator yang selain itu transformator ini punya ujung
sederhana pada dasarnya terdiri dari 2 CT. CT ini digunakan sebagai arus
lilitan atau kumparan kawat yang negatif. Selain itu transformator CT
terisolasi yaitu kumparan primer dan keluarannya dapat di paralel
kumparan sekunder. Pada kebanyakan (keluarannya dapat digabungkan tapi
transformator, kumparan kawat terisolasi syaratnya harus pasangannya yaitu 6
ini dililitkan pada sebuah besi yang
dengan 6 atau 12 dengan 12).
dinamakan dengan inti besi (Core).
Ketika kumparan primer dialiri arus AC
(bolak-balik) maka akan menimbulkan
2.2.4 Cara Pengukuran
medan magnet atau fluks magnetik
Transformator dengan Multimeter
disekitarnya. kekuatan medan magnet
(densitas fluks magnet) tersebut 1. Mengkalibrasi dahulu multimeter
sebelum digunakan.
dipengaruhi oleh besarnya arus listrik
yang dialirinya. Semakin besar arus 2. Memutar selektor multimeter ke
skala ohm X1 atau X10.
listriknya semakin besar pula medan
magnetnya. Fluktuasi medan magnet 3. Setelah itu menghubungkan probe
hitam pada tap 0 pada kumparan
yang terjadi di sekitar kumparan pertama
(primer) akan menginduksi GGL dalam primer trafo dan probe merah
dihubungkan pada tap trafo yang
kumparan kedua (sekunder) dan akan
terjadi pelimpahan daya dari kumparan lainnya, seperti 110 V ataupun 220 V.
4. Lalu melihat dan mengamati display
primer ke kumparan sekunder. Dengan
demikian, terjadilah pengubahan taraf ataupun jarum multimeter diantara
tap 0 dan tap 110/220 V trafo. Jarum
tegangan listrik baik dari tegangan
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DISKRIT
multimeter haruslah menunjukan 8. Jarum harus tidak bergerak.
hambatan tertentu, atau kira-kira **Jika Jarum bergerak, maka Dioda
kurang lebih 100 ohm. Hambatan tersebut berkemungkinan sudah
tersebut tergantung pada diameter rusak.
kawat kumparan primer. Jika
jarum  multimeter tidak bergerak
sama sekali berarti trafo rusak karena
ada kumparan yang terputus. Apabila
bergerak ke kanan secara penuh,
maka trafo tersebut mengalami
hubung pendek.
5. Selanjutnya memindahkan probe
hitam pada tap 0 pada bagian (sumber: https://teknikelektronika.com/fungsi-dioda-cara-mengukur-
dioda/)
sekunder dan probe merah pada tap Gambar 2.3 bentuk dan simbol dioda
yang lainnya. 3. Metodologi
6. Jika jarum menunjukan hambatan
antara 5-20 ohm maka trafo dalam 3.1 Alat dan Bahan
kondisi baik, sedangkan jika jarum
tidak bergerak maka trafo tersebut 1 Project Board
rusak.
Selanjutnya untuk menguji kebocoran
pada inti trafo, hubungkan salah satu
probe pada bagian primer ataupun
sekunder dan probe lainnya pada badan
trafo. Jika dalam kondisi baik maka jarum
multimeter tidak akan bergerak sama
sekali, sedangkan jika terjadi kebocoran
maka jarum akan menunjukan nilai
hambatan yang rendah.
Gambar 3.1 Project Board
2.3 Dioda (Sumber : Amazon.com)
Dioda adalah komponen elektronika
aktif yang terbuat dari bahan 2 Multimeter
semikonduktor dan mempunyai fungsi
untuk menghantarkan arus listrik ke satu
arah tetapi menghambat arus listrik dari
arah sebaliknya. Oleh karena itu, dioda
sering dipergunakan sebagai penyearah
dalam rangkaian elektronika. Dioda pada
umumnya mempunyai 2 elektroda
(terminal) yaitu anoda (+) dan katoda (-)
dan memiliki prinsip kerja yang
berdasarkan teknologi pertemuan p-n
semikonduktor yaitu dapat mengalirkan Gambar 3.2 Multimeter
arus dari sisi tipe-p (anoda) menuju ke sisi (Sumber : Indiamart.com)
tipe-n (katoda) tetapi tidak dapat 3 Resistor
mengalirkan arus ke arah sebaliknya.[3]
Berikut merupakan cara pengecekkan
komponen dioda :
1. Mengatur Posisi Saklar pada Posisi
OHM (Ω) x1k atau x100
2. Menghubungkan Probe Merah
pada Terminal Katoda (tanda
gelang)
3. Menghubungkan Probe Hitam Gambar 3.3 Resistor
pada Terminal Anoda. (Sumber : Indiamart.com)
4. Membaca hasil Pengukuran di 4 Oscilloscope
Display Multimeter
5. Jarum pada Display Multimeter
harus bergerak ke kanan
6. Membalikan Probe Merah ke
Terminal Anoda dan Probe Hitam
pada Terminal Katoda (tanda
gelang).
7. Membaca hasil Pengukuran di Gambar 3.4 Oscilloscope
Display Multimeter
(Sumber : Teknikelektronika.com
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DISKRIT
8 Kabel Buaya

5 Transformator

Gambar 3.8 Kabel buaya


(Sumber : Tokopedia.com)
9 Power Supply

Gambar 3.5 Transformator


(Sumber : Teknikelektronika.com)
6 Kawat Jumper

Gambar 3.9 Power Supply


(Sumber : prakkimanorg16.blogspot.com)
10 Alat Tulis

Gambar 3.6 Kawat jumper


(Sumber : Tokopedia.com)
7 Dioda
Gambar 3.10 Alat Tulis
(Sumber : websitependidikan.com)

3.2 Prosedur Percobaan

Gambar 3.7 Dioda Percobaan 1


(Sumber : amazon.com)
Melakukan Kalibrasi Pada osiloskop

Lalu menghubungkan probe merah


pada tegangan +5V, +12V, -5V,
-12V secara bergantian dan ground

Menggambar bentuk gelombang


tegangan +5V, +12V, -5V, -12V

Melakukan perhitungan amplitudo


untuk setiap tegangannya

Percobaan 2
Menghubungkan probe merah
pada keluaran 3V dan 6V trafo
secara bergantian dan probe
hitam pada ground

Gambarkan bentuk gelombang


keluaran 3V dan 6V dari trafo

Melakukan perhitungan
amplitudo, frekuensi, Vmax dan
Vrms untuk setiap tegangannya
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DISKRIT
Perbedaan tegangan yang di
berikan oleh trafo 3V membuat
amplitudo lebih pendek dan tegangan
yang diberikan oleh trafo 6V
membuat amplitudo lebih tinggi. Dan
nilai frekuensi yang di dapat pada 2
tegangan tersebut sama.
 Percobaan 3 & 4
Pada percobaan 3 dan 4 hasil yang
Percobaan 3 di peroleh antara rankaian yang
reverse dan yang forward adalah
Buatlah rangkaian sesuai gambar
sama, tetapi bedanya jika pada
di bawah ini. Lalu rangkaian forward bias gelombang
menghubungkan probe merah yang di dapat terdapat pada
pada keluaran 6V trafo dan probe (+)sedangkan pada rangkaian
reverse bias gelombang yang di
dapat terdapat pada(-). Memiliki arus
DC karena arus yang mengalir di
Gambarkan bentuk gelombang
dalam rangkaian yang diloloskan
keluaran 6V dari trafo setelah di
hanya satu (+ atau - ). Jika forward
yang diloloskan adalah (+) dan jika
reverse yang di loloskan adalah (-)
Melakukan perhitungan
amplitudo, frekuensi, Vmax dan 2. Kesimpulan

Dapat disimpulkan dari data


praktikum yang kami dapatkan, bahwa
amplitudo dan periode yang tertera di
osiloskop memiliki nilai yang sam dengan
input yang ada di power supply. Grafik
yang tertera pada osiloskop merupakan
gambaran dari arus AC. Jika nilai periode
Percobaan 4 sama maka nilai frekuensi juga akan
sama. Grafik yang tertera pada osiloskop
Membuat rangkaian sesuai merupakan gambaran dari arus DC
gambar. Lalu karena terdapat diode yang berfungsi
menghubungkan probe merah untuk menyearahkan arus. Jika diode
pada keluaran 6V trafo dan dipasang secara forward bias maka grafik
yang tertera di osiloskop berada di atas
sb. X, Jika diode dipasang secara reverse
bias maka grafik yang tertera di osiloskop
Menggambarkan bentuk berxada di bawah sb. X
gelombang keluaran 6V dari
trafo setelah diberi dioda
secara reverse 6. Daftar Pustaka
[1] Kho, Dickso. 2018. Pengertian
Osiloskop dan Spesifikasi penentu
Melakukan perhitungan kinerjanya (https://teknik
amplitudo, frekuensi, Vrms dan elektronika.com/pengertian-
osiloskop-spesifik asi-penentu-
kinerjanya/
1. Hasil dan Analisis (5 Oktober 2018)
[2] Kho, Dickso. 2016. Pengertian
4.1 Hasil Transformator (trafo) dan Prinsip
Terlampir Kerja https://teknik
elektronika.com/pengertian-
4.2 Analisis transformator-pri nsip-kerja-trafo/
 Percobaan 1 (5 Oktober 2018)
Pada percobaan pertama grafik [3] Kho, Dickso. 2018. Fungsi Dioda
yang didapatkan antara +5V dan dan Cara
Mengukurnya(https://teknikelektro
+12V, serta -5V dan -12V sama.
nika.com/fungsi-dioda-cara-
 Percobaan 2
mengukur-dioda/)
(5 Oktober 2018)
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DISKRIT

PARAF ASISTEN

TGL

JAM
LAMPIRAN

Output 1

+12V
+5V

+5V
Gambar 1 +12V

Time/Div= 0.2ms Volt/Div= 5V


Hasil Praktikum
Gambar 1

Amplitudo saat +5V Amplitudo saat +12V

Tinggi Kotak x Volt/Div Tinggi Kotak x Volt/Div

1x5 = 5V 2,4 x 5 = 12V

Amplitudo saat -5V Amplitudo saat -12V

Tinggi Kotak x Volt/Div Tinggi Kotak x Volt/Div

(-1) x 5 = -5V (-2,4) x 5 = -12V

Output 2
Gambar 2

+3V
+6V

Time/Div= 5ms Volt/Div= 5V

Gambar 2

Tegangan 3V
=
A = Tinggi Kotak x Volt/Div

= 1,8 x 5 = 50 Hz
= 9 VPP

T = Lebar Kotak x Time/Div VMax =

= 4 x 5.10-3 =
= 20.10-3 s = 4,5 V

f = Vrms =

=
= x

= 4,5
Tegangan 6V
VMax =
A = Tinggi Kotak x Volt/Div

= 3,6 x 5
=
= 18 Vpp

T = Lebar Kotak x Time/Div


= 4,5 V
= 4 x 5.10 -3

= 20.10-3 s Vrms =

f = =

= x
=

=9 V
= 50 Hz

Output 3
Gambar 3

Input
Output

Time/Div= 5ms Volt/Div= 5V

Gambar 3

A = Tinggi Kotak x Volt/Div

= 1,6 x 5

= 8 Vpp

T = Lebar Kotak x Time/Div


VMax =
= 4 x 5.10 -3

= 20.10-3 s
=

f =
=4V

= Vrms =

= 50 Hz
=
=
= x

=4 V
Output 4
Gambar 4

Input
Output

Time/Div= 5ms Volt/Div= 5V

Gambar 4

VMax =
A = Tinggi Kotak x Volt/Div

= (-1,6) x 5
= -
= -8 Vpp

T = Lebar Kotak x Time/Div = -4 V

= 4 x 5.10-3
Vrms =
= 20.10-3 s

f = =

=
= x

= 50 Hz =

= -4 V