Anda di halaman 1dari 9

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang
Tegangan AC pada umumnya dimanfaatkan dalam instalasi listrik,
tegangan AC sendiri terdidri dari 2, yaitu tegangan 1 phase dan tegangan 3
phase. Tegangan 1 phase biasanya digunakan atau dimanfaatkan dalam
instalasi listrik rumah tangga pada umumnya yang tidak membutuhkan daya
yang besar. Tegangan 3 phase biasanya digunakan di pabrik atau pembangkit
listrik pada pabrik-pabrik besar, pada umumnya menggunakan tegangan 3
phase untuk menyalakan mesin-mesin dengan daya yang besar. Sistem 3
phase dikembangkan karena memiliki keunggulan yaitu daya yang
ditransmisikan bisa lebih besar dibanding system 1 phase dengan besar
penghantar dan arus listrik yang sama. Karena itu mulai dari pembangkitan
sampai distribusi, sistem 3 phase ini digunakan. Maka dari itu, dilakukanlah
praktikum ini untuk lebih memahami tentang tegangan AC 3 phase serta cara
pengaplikasian sederhana dari sistem tegangan 3 phase.

1.2 Batasan Masalah


Memahami fungsi, cara kerja listrik 3 phase. Mampu mengaplikasikan
listrik 3 phase secara sederhana dengan menggunakan panel.

1.3 Rumusan Masalah


1. Apaitu listrik 3 phase
2. Bagaimana teknik penyambungan kabel 1 phase, 2 phase, 3 phase?

1.4 Tujuan
1.4.1 TujuanUmum
1. Mahasiswa mampu memahami listrik 3 phase serta dapat
mengaplikasikan secara sederhana
2. Mahasiswa memahami prinsip prinsip sambungan R, S, T
3. Mahasiswa mampu mengaplikasikan rangkaian dengan
menggunakan panel.
1.4.2 TujuanKhusus
Mahasiswa mampu membuat rangkaian tiga phase dengan rapi dan
benar.

1.5 Manfaat
1.5.1 ManfaatTeoritis
Mahasiswa mampu mengetahui fungsi, cara kerjadarilistrik 3
phase.

1.5.2 ManfaatPraktis
Mahasiswa mampu mengaplikasikanlistrik 3 phase
denganmenggunakan panel.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Listrik 3 Phase


Listrik 3 phase merupakan listrik yang padaumumnyabertegangan 380 V
danmenggunakan 4 kabel SR sebagaipenghantararus.
Tigadiantaranyaadalaharuslistrik positive dansatuaruslistrik negative.
Cirikabel SR penghantararus negative adalahhitampolos. Dan cirikabel phase
1, phase 2, phase 3 (L1,L2,L3) memilikisatugarishalusuntuk phase 1,
duagarishalusuntuk phase 2, tigagarishalusuntuk phase 3.

Gambar 2.1Kodekabel 3 phase

Teganganlistrik 3 phase terbagimenjadi 2


jenisteganganyaituteganganantar phase (vpp) dantegangan phase kenetral
(vpn). Listrik 3 phase biasanyaditandaidengantulisan RSTN dengan N adalah
neutral.Listrik 3 phase biasanyadigunakanolehperusahaan, mall, hoteldll.

2.2 TeknikPenyambunganKabel 1 Phase, 2 Phase, 3 Phase.


Kabel (kabel listrik)merupakan salah satu kebutuhan yang sangat intim
dalam penyediaan instalasi listrik di rental lighting. Banyak sekali dan
tentunya membutuhkan uang yang cukup banyak untuk penyediaannya,
dalam hal untuk mencukupi kebutuhan dalam suatu event. Kadang kala para
karyawan lapangan membutuhkan kabel yang melebihi dari perkiraan kita.
Sedikit lampu yang terpasang, belum tentu membutuhkan kabel yang sedikit
pula. Situasi tersebut dikarenakan adanya situasi lapangan,ataupun panggung
yang tidak memungkinkan. Lighting Designer (penata lampu) juga punya
andil yang besar dalam mempengaruhi banyak tidaknya kabel yang terbuang
percuma.
Namun demikian para karyawan lapangan (kuli lampu-red) juga harus
selalu beradaptasi dalam hal ini. Kuli lampu yang handal harusnya bisa
mengatasi kekurangan kabel sedemikian rupa, apalagi bilamana event
tersebut jauh dari rumah (gudang). Meminimalkan penggunaan kabel
haruslah ditanamakan dari dini kepada kuli lampu yang masih baru dan
awam. Tentu saja juga diberi pengertian dan rumus2  jitu dalam hal ini

Penggunaan kabel berukuran 4×2,5  (serabut) banyak digunakan di rental


rental Indonesia. Berbagai jenis merk dari kabel tersebut mewarnai dunia
usaharental. Kabel 4×2,5, didalamnya ada beberapa warna.Perlambangan
warna yang terdapat di dalam kabel ini :

1. Hitam: melambangkan negative


2. Merah: melambangkan positive

3. Kuning:melambangkan positive (bilamana digunakan dalam


penyambungan 3phase)

4. Melambangkan negative (bilamana digunakan dalam


penyambungan 2 phase)

5. Warna kabel ini kadang ada juga yang bergaris


hijau/biru(tergantung jenis kabel)

6. Hijau: melambangkan positive

7. Kadang kabel ini tidak bewarna hijau, melainkan biru.


Tiga phase:
Sangat umum dan lazim teknik ini dimana mana dilakukan dalam
penyambungan PAR dalam pipa bar. Teknik ini sangat membantu sekali
dalam meminimalkan pemakaian kabel dilapangan.

Gambar 2.2 Rangkaian 3 Fase


BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1 AlatdanBahan
1. Kabel NYA merah, kuning dan hitam
2. Tang potong
3. Solasi hitam
4. Multimeter
5. Tespen
6. 2 buah lampu dop
7. 2 buah saklar
8. 1 buah stop kontak
9. Panel
10. Relay

3.2 LangkahKerja
1. Buatlah rangkaian star delta pada rangkaian 3 phase menjadi 1 phase
pada papan yang telah di sediakan
2. Ingat sambungan dan warna pada R, S, T
3. Aplikasikan denga menggunakan pushbutton panel, lampu indikator
panel, dan relay.
4. Usahakan kedua lampu yang memiliki daya 220 volt dapat hidup dan
mati saat saklar di kondisikan on atau off dengan menggunakan sumber
360 volt.
5. Stop kontak juga harus memiliki keluaran 220 volt.
DAFTAR PUSTAKA

[1]. Somad, Abdul. 2017. “PengertianListrik 1 Phase, 2 Phase, 3 Phase”.


https://tukanglistrikpulaubatam.blogspot.com/2017/04/pengertian-listrik-1-
phase-2-phase-3-phase.html
Diaksespada : 10 November 2018
[2]. Somad, Abdul. 2017. “InstalasiListrik 3 Phase UntukPemula”.
https://tukanglistrikpulaubatam.blogspot.com/2017/07/instalasi-listrik-3-
phase-untuk-pemula.html
Diaksespada : 10 November 2018
BAB 4
ANALISIS DAN KESIMPULAN
4.1 Analisa
Apa yang harus di perhatikan dalam melakukan sambungan 3 fase
RST,Analisa? Saat melakukan sambungan 3 phase RST yang harus
diperhatikan yaitu pertama sambungan kabel hal tersebut karena jika kabel
yang disambung terbuka atau tidak ditutup dengan isolasi listrik maka akan
berbahaya jika tersentuh apabila phase sudah di ON kan, kedua safety
terhadap diri sendiri saat melakukan sambungan 3 phase, ketiga rangkaian
harus benar atau tidak salah menyambung antara phase dan netral karena
kan menimbulkan akibat yang cukup berbahaya misal konsleting listrik atau
kebakaran.

4.2 Kesimpulan

Pada praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa sistem 3 phase


dikembangkan karena memiliki keunggulan yaitu daya yang ditransmisikan
bisa lebih besar dibanding system 1 phase dengan besar penghantar dan arus
listrik yang sama. Karena itu mulai dari pembangkitan sampai distribusi,
sistem 3 phase ini digunakan. Selain itu sistem 3 phase ini juga memiliki
tingkat berbahaya cukup tinggi karena memiliki tegangan yang tinggi.
Dalam proses penyambungan 3 phase harus benar-benar teliti karena jika
terjadi kesalahan akan berakibat buruk.
4.3 Pertanyaan
Bagaimana tindakan anda sebagai teknisi instalasi listrik jika menemui
perbedaan beban tegangan antara R, S dan T ?
Yaitu dengan cara mengurangi besarnya ketidakseimbangan. Cara ini bisa
dilakukan dengan menyeimbangkan pembebanan sumber, karena sumber
pada dasarnya adalah seimbang. Ketidakseimbangan muncul karena beban
yang tak seimbang.
LAMPIRAN

Rangkaian 3 lampu 3 saklar


dengan sambungan 3 phase

3 lampu menyala saat sklar di


On kan

Rangkaian 3 phase dengan 3


lampu 3 saklar