Anda di halaman 1dari 7

 SATUAN ACARA PENYULUHAN

MOBILISASI POST OPERASI SECTIO CAESAREA, MANAJEMEN NYERI DAN


TEKNIK MENYUSUI
Di Ruang Delima RSUD KAB. CIAMIS

Oleh :
SITI NUR’AIN FATIMAH
NIM : P2.06.20.1.17.073

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
TASIKMALAYA
2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN

MANAJEMEN NYERI

Pokok Bahasan : Mobilisasi

Sub Pokok Bahasan : Mobilisasi dini pada ibu pasca operasi caesar.

Sasaran : Pasien dan Keluarga

Tempat : Ruang Delima RSUD Kab. Ciamis

Hari / Tanggal : Kamis, 20 Februari 2020

Waktu : 30 Menit

Pelaksana : Siti Nur’ain Fatimah

I. Tujuan Instruksional

a. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan, diharapkan pasien dapat mengetahui
dan paham mengenai mobilisasi dini pasca operasi.

b. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah mendapatkan penyuluhan, peserta mampu :
1) Menjelaskan kembali definisi mobilisasi dini pasca operasi caesar.
2) Menjelaskan tujuan dari melakukan mobilisasi dini pasca operasi caesar.
3) Menjelaskan manfaat dari mobilisasi dini pasca operasi caesar.
4) Menjelaskan tahap – tahap melakukan mobilisasi dini pada ibu post
operasi caesar.

II. Metode dan Media


a. Ceramah dan Tanya jawab
b. Leaflet
III. Kegiatan

No Langkah - langkah Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Sasaran


1 Pendahuluan 5 menit  Memberi salam dan  Menjawab salam
memperkenalkan diri
 Menjelaskan maksud dan  Mendengarkan
tujuan penyuluhan
 Melakukan Evaluasi  Menjawab
Validasi pertanyaan
2 Penyajian 15 menit Menjelaskan materi
penyuluhan mengenai :  Mendengarkan
 Definisi mobilisasi dini dengan seksama
pasca operasi caesar.
 Tujuan dari melakukan
mobilisasi
 Manfaat dari mobilisasi
dini pasca operasi caesar.
 Tahap – tahap melakukan
mobilisasi dini.  Mengajukan
 Hal – hal yang perlu pertanyaan
diperhatikan saat
melakukan mobilisasi dini.
 Dimana saja bisa
melakukan mobilisasi dini.
3 Evaluasi 5 menit  Memberikan pertanyaan  Menjawab
akhir sebagai evaluasi  mendemonstrasikan
4 Penutup 5 menit  menyimpulkan bersama-  mendengarkan
sama hasil kegiatan
penyuluhan
 menutup penyuluhan dan  menjawab salam
mengucapkan salam
IV. Materi
A. Definisi mobilisasi dini pasca operasi caesar.
B. Tujuan mobilisasi dini pasca operasi caesar.
C. Manfaat mobilisasi dini pasca operasi caesar.
D. Tahap – tahap melakukan mobilisasi dini post operasi caesar.
E. Hal – hal yang perlu diperhatikan saat melakukan mobilisasi dini.
F. Dimana bisa melakukan mobilisasi dini
G. Dampak tidak melakukan mobilisasi dini
(Terlampir)

V. Evaluasi
Bentuk : Pertanyaan
Prosedur : Langsung/Lisan
Butir Soal :
1. Apa definisi dan tujuan mobilisasi setelah operasi ?
2. Bagaimana manfaat mobilisasi dini ?
3. Jelaskan dan Sebutkan tahap – tahap mobilisasi
A. Definisi mobilisasi dini pasca operasi caesar.
Mobilisasi dini adalah suatu upaya untuk mempertahankan kemandirian sedini
mungkin dengan cara membimbing penderita untuk mempertahankan fungsi
fisiologis.
Mobilisasi setelah operasi yaitu proses aktivitas yang dilakukan setelah operasi
dimulai dari latihan ringan diatas tempat tidur sampai dengan  bisa turun dari tempat
tidur, berjalan ke kamar mandi dan berjalan ke luar kamar (Brunner & Suddarth,
2002).

B. Tujuan mobilisasi dini pasca operasi caesar.


Menurut Susan J. Garrison (2004), antara lain :
1. Mempertahankan fungsi tubuh.
2. Memperlancar peredaran darah sehingga mempercepat penyembuhan luka.
3. Membantu pernafasan menjadi lebih baik.
4. Mempertahankan tonus otot.
5. Memperlancar eliminasi urin.
6. Mengembalikan aktivitas tertentu sehingga pasien dapat kembali normal dan atau
dapat memenuhi kebutuhan gerak harian.
7. Memberi kesempatan perawat dan pasien untuk berinteraksi atau berkomunikasi.

C. Manfaat mobilisasi dini pasca operasi caesar.


Menurut Mochtar (1995), manfaat mobilisasi bagi pasien post operasi adalah :
1. Penderita merasa lebih sehat dan kuat dengan early ambulation. Dengan bergerak,
otot –otot perut dan panggul akan kembali normal sehingga otot p[erutnya
menjadi kuat kembali dan dapat mengurangi rasa sakit dengan demikian pasien
merasa sehat dan membantu memperoleh kekuatan, mempercepat kesembuhan.
2. Faal usus dan kandung kencing lebih baik. Dengan bergerak akan merangsang
peristaltic usus kembali normal. Aktifitas ini juga membantu mempercepat organ-
organ tubuh bekerja seperti semula.
3. Mempercepat pemulihan misal kontraksi uterus post caesar, dengan demikian
pasien akan cepat merasa sehat dan bias merawat anaknya dengan cepat.
4. Mencegah terjadinya trombosis dan tromboemboli, dengan mobilisasi sirkulasi
darah normal/lancar sehingga resiko terjadinya trombosis dan tromboemboli
dapat dihindarkan.
D. Tahap – tahap melakukan mobilisasi dini post operasi caesar.
Menurut Rustam Muchtar (1992), meliputi :
1. Pada hari pertama 6-10 jam setelah pasien sadar, pasien bisa melakukan latihan
pernafasan dan batuk efektif kemudian miring kanan – miring kiri sudah dapat
dimulai.
2. Pada hari ke 2, pasien didudukkan selama 5 menit, disuruh latihan pernafasan dan
batuk efektif guna melonggarkan pernafasan.
3. Pada hari ke 3 - 5, pasien dianjurkan untuk belajar berdiri kemudian berjalan di
sekitar kamar, ke kamar mandi, dan keluar kamar sendiri.

E. Hal – hal yang perlu diperhatikan saat melakukan mobilisasi dini.


1. Mobilisasi jangan dilakukan terlalu cepat sebab bisa menyebabkan ibu terjatuh.
2. Yakinlah ibu bisa mengerjakan gerakan – gerakan tersebut secara bertahap.
3. Kondisi tubuh akan cepat pulih jika ibu melakukan mobilisasi dengan benar dan
tepat.
4. Jangan melakukan mobilisasi berlebihan karena bisa membebani jantung.

F. Dimana bisa melakukan mobilisasi dini


Mobilisasi dini bisa dilakukan segera di rumah sakit setelah operasi caesar dengan
persetujuan dokter.

G. Dampak tidak melakukan mobilisasi dini


1. Peningkatan suhu tubuh. Karena adanya involusi uterus yang tidak baik sehingga
sisa darah tidak dapat dikeluarkan dan menyebabkan infeksi dan salah satu dari
tanda infeksi adalah peningkatan suhu tubuh.
2. Perdarahan yang abnormal. Dengan mobilisasi dini kontraksi uterus akan baik
sehingga fundus uteri keras, maka resiko perdarahan yang abnormal dapat
dihindarkan, karena kontraksi membentuk penyempitan pembuluh darah yang
terbuka
3. Involusi uterus yang tidak baik. Tidak dilakukan mobilisasi secara dini akan
menghambat pengeluaran darah dan sisa plasenta sehingga menyebabkan
terganggunya kontraksi uterus.
DAFTAR PUSTAKA

Brunner&Suddarth.(2002).Keperawatan medical bedahVol 1.Jakarta:EGC.


Mochtar, Rustam.(1992). Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC
Sumarah,dkk(2013).Jurnal Involusi Kebidanan, Vol. 3, No. 5, Januari 2013, 58-69.