Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

MANAJEMEN NYERI

Pokok Bahasan : Manajemen Nyeri


Sub Pokok Bahasan : Manajemen Nyeri non pharmacologis
Sasaran : Pasien dan Keluarga
Tempat : Ruang Delima RSUD Kab. Ciamis
Hari / Tanggal : Kamis, 20 Februari 2020
Waktu : 30 Menit
Pelaksana : Siti Nur’ain Fatimah

I. Tujuan Instruksional

a. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah mendapatkan penyuluhan selama 1 x 30 menit, pasien dan keluarga
memahami dan mampu menjelaskan tentang Manajemen Nyeri

b. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah mendapatkan penyuluhan, peserta mampu :
1. Menyebutkan pengertian Nyeri
2. Menyebutkan tujuan Manajemen Nyeri non pharmacologis
3. Menyebutkan cara-cara sederhana mengatasi nyeri
4. Mendemontrasikan cara – cara mengatasi nyeri

II. Metode dan Media


a. Ceramah dan Tanya jawab
b. Leaflet

III. Kegiatan

Langkah –
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Sasaran
langkah
1 Pendahuluan 5 menit  Memberi salam dan  Menjawab salam
memperkenalkan diri
 Menjelaskan maksud dan  Mendengarkan
tujuan penyuluhan
 Melakukan Evaluasi  Menjawab
Validasi pertanyaan
2 Penyajian 15 menit Menjelaskan materi
penyuluhan mengenai :  Mendengarkan
 Pengertian nyeri dengan seksama
 Tujuan manajemen nyeri
non pharmacologis
 Cara – cara sederhana
mengatasi nyeri
 Mendemontrasikan cara –  Mengajukan
cara mengatasi nyeri pertanyaan
3 Evaluasi 5 menit  Memberikan pertanyaan  Menjawab
akhir sebagai evaluasi  mendemonstrasikan
4 Penutup 5 menit  menyimpulkan bersama-  mendengarkan
sama hasil kegiatan
penyuluhan
 menutup penyuluhan dan  menjawab salam
mengucapkan salam

IV. Materi
a. Pengertian
1. Nyeri adalah suatu rasa yang tidak nyaman, baik ringan maupun berat
2. Nyeri merupakan suatu ketidaknyamanan yang meningkat dan sensasinya
sangat subyektif, serta menimbulkan gangguan dan perubahan aktifitas fisik,
psikis yang meliputi emosi, pola fikir dan sebagainya.

b. Tujuan manajemen nyeri Non Pharmacologis


1. Menangani nyeri akut atau kronis
2. Memberikan rasa nyaman
3. Mengurangi ketergantungan pasien pada obat-obatan penghilang rasa sakit.
c. Cara sederhana mengatasi nyeri
1. Distraksi (Pengalihan pada hal-hal lain sehingga lupa terhadap nyeri yang
sedang dirasakan)
Contoh :
 Membayangkan hal-hal yang indah
 Membaca buku, Koran sesuai yang di sukai
 Mendengarkan musik, radio, dan lain-lain

2. Relaksasi
Tiga hal penting dalam relaksasi adalah :
a. Posisi yang tepat
b. Pikiran tenang
c. Lingkungan tenang

Teknik relaksasi:

a. Menarik nafas dalam


b. Keluarkan perlahan-lahan dan rasakan
c. Nafas beberapa kali dengan irama yang normal
d. Ulangi nafas dalam dengan konsentrasi pikiran
e. Setelah rileks, nafas pelan

3. Stimulasi Kulit
Strategi penghilang nyeri tanpa obat yang sederhana, yaitu dengan
menggosok kulit. Masase adalah stimulasi kutaneus tubuh secara umum,
sering dipusatkan pada punggung dan bahu. Masase dapat membuat pasien
lebih nyaman karena masase membuat relaksasi otot.

V. Evaluasi
1. Sebutkan pengertian nyeri
2. Tujuan manajemen nyeri non pharmacologis
3. Sebutkan cara sederhana mengatasi nyeri
4. Mendemonstrasikan cara-cara mengatasi nyeri
DAFTAR PUSTAKA

Istichomah, 2012. Pengaruh Teknik Pemberian Kompres Terhadap Perubahan Skala Nyeri
Pada Klien Kontusio di RSUD Sleman. Akses pada tanggal 8 Oktober 2013
Helwiyah Ropi, SKP., MCPN, Kebutuhan Rasa Nyaman Nyeri. Akses pada tanggal 8
Oktober 2013
MANAJEMEN NYERI PENGERTIAN CARA SEDERHANA
Nyeri adalah suatu rasa yang tidak MENGATASI NYERI … ?
nyaman, baik ringan maupun berat DISTRAKSI (Pengalihan pada hal-
hal lain sehingga lupa terhadap nyeri
yang sedang dirasakan)
Disusun Oleh
SITI NUR’AIN FATIMAH Contoh :
P2.06.20.1.17.073 Membayangkan hal-hal indah
TUJUAN MANAJEMEN NYERI
NON PHARMACOLOGIS Membaca buku, Koran sesuai yang
Menangani nyeri akut atau kronis disukai
Memberikan rasa nyaman
Mengurangi ketergantungan pasien
pada obat-obatan penghilang rasa
PROGRAM STUDI DIII sakit
KEPERAWATAN
JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES
TASIKMALAYA
2020

PROGRAM PROFESI NERS


STIKES FALATEHAN SERANG
2014
Tujuan manajemen
Mendengarkan musik, radio, dan
lain-lain MANAJEMEN
Nafas beberapa kali dengan irama nyeri Non
sSalah satu cirri seorang yang
beriman antara lain jika di
Nyeri merupakan suatu
yang normal
Pharmacologis
beri ujian maka ia bersabar

NYERI
RELAKSASI dan jika ia diberi kenikmatan
Ulangi nafas dalam dengan
Tiga hal penting dalam relaksasi maka ia bersyukur
ketidaknya- manan yang
adalah : konsentrasi pikiran pada lengan,
Posisimening-
yang tepat kat dan Dan bersabarlah,
perut, punggung dan kelompok lain 1. Menangani
sesungguhnya Allahnyeri akut
beserta
sensasinya
Pikiran sangat Setelah rileks, nafas pelan orang – orang yang sabar (QS.
atau kronis
Al Anfal:46)
subyektif,
Lingkungan serta 2. Memberikan rasa
menimbulkan gangguan
TEKNIK RELAKSASI nyaman
dannafas dalam
Menarik pe- rubahan STIMULASI KULIT 3. Mengurangi
Keluarkan perlahan-lahan dan
aktifitas fisik, psikis Strategi penghilang nyeri tanpa obat ketergantungan
rasakan
yang meliputi emosi, yang sederhana, yaitu dengan
pasien pada obat-
menggosok kulit. Masase adalah
pola fikir dan obatan penghilang rasa
stimulasi kutaneus sebuah secara
sebagainya. sakit.
umum, sering Disusun Oleh pada
dipusatkan
punggung SITI
dan bahu.
NUR’AINMasase dapat
FATIMAH
membuat pasien P2.06.20.1.17.073
lebih nyaman karena
masase membuat relaksasi otot.
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES
TASIKMALAYA
2020
1. Distraksi (Pengalihan pada Tiga hal penting dalam relaksasi

hal-hal lain sehingga lupa adalah : 3. Stimulasi Kulit

terhadap nyeri yang se- dang  Posisi yang tepat Strategi penghilang nyeri tanpa

dirasakan) obat yang sederhana, yaitu

 Pikiran tenang dengan menggosok kulit. Masase


Contoh :
adalah stimulasi kuta- neus
 Membayangkan hal-hal
tubuh secara umum, ser- ing
yang
 Lingkungan tenang dipusatkan pada punggung dan
indah Teknik relaksasi: bahu. Masase dapat mem- buat

 Menarik nafas dalam pasien lebih nyaman karena


 Keluarkan perlahan-lahan dan masase membuat re- laksasi
 Membaca buku, Koran
rasakan
sesuai yang di sukai otot.
 Nafas beberapa kali dengan
irama yang normal

 Ulangi nafas dalam dengan


konsentrasi pikiran
 Mendengarkan musik,
 Setelah rileks, nafas pelan
radio, dan lain-lain

2. Relaksasi