Anda di halaman 1dari 25

Gambaran Umum Malaria

Melvinawati K Naibaho
Jakarta, 12 Maret 2017
Pendahuluan

Malaria adalah satu di antara penyakit


yang menjadi target pemerintah untuk
dieleminasi secara bertahap dan
ditargetkan Indonesia bebas malaria
pada 2030.
Malaria merupakan penyakit tular
vektor
Penyebab : Parasit Plasmodium
Vektor : Nyamuk Anopheles betina
Situasi Malaria di Dunia

The World Malaria Report 2013


3,4Milyar penduduk dunia berisiko tertular malaria. 207 juta
kasus positif Malaria.
Kematian 627.000 kasus , 90%nya terjadi di Afrika. 90%
kematian terjadi pada anak dibawah 5 tahun
Jenis Malaria
Pada manusia ada 5 spesies:
1. P. falciparum
 malaria tropika
 yang paling berbahaya
2. P. vivax  malaria tersiana
3. P. malariae  malaria kuartana
4. P. ovale  malaria ovale
5. P. knowlesi malaria primata
Gambaran Klinis Malaria
Jenis Parasit Gambaran Klinis
Plasmodium Menyebabkan malaria berat dan dapat menyebabkan
falciparum kematian
Masa inkubasi 7-14 hari (sampai 1 tahun pada semi-
immune). Demam : setiap hari atau tidak beraturan, jarang
bersifat tersian dan subtersian

Plasmodium vivax Menyebabkan malaria tersiana benigna . Demam setiap


hari ketiga. Masa inkubasi 12-17 hari. Relaps disebabkan
parasit dorman di hati

Plasmodium ovale Relaps sama seperti P. vivax. Masa inkubasi 15-18 hari

Plasmodium malariae Menyebabkan malaria kuartana benigna . Demam setiap


hari ke 4 , tetapi seringkali tidak terpantau khususnya di
awal infeksi .
Periode inkubasi yang panjang (18-40 hari).
Parasit dapat tetap dorman di dalam darah.
5-10% tetap ada lebih dari 1 tahun setelah infeksi
menjadi infeksi kronis dan menyebabkan nephrotic
syndrome.
Gejala dan tanda klinis malaria
Serangan malaria berlangsung 6-10
jam dan terdiri dari tahap dingin
tahap demam dan terakhir tahap
berkeringat
Serangan terjadi setiap hari kedua
dengan "tertian" parasit (P. falciparum,
P. vivax, P. ovale) dan setiap hari
ketiga dengan "quartan" parasit (P.
malariae)
Pola/kurva Demam malaria

Gejala demam pada awalnya tidak teratur tergantung pada jumlah klon yang
ada di dalam darah. Setelah satu klon menjadi dominan, maka demam akan
timbul secara periodik, tergantung pada proses skizogoni ke lima plasmodium,
P. falciparum memerlukan waktu 36 - 48 jam, P. vivax/ovale 48 jam, P. malariae
72 jam dan P. knowlesi 24 jam.
Gejala dan tanda klinis malaria
 Selain Keluhan utama: “Trias malaria” dapat
disertai gejala lain seperti sakit kepala, mual,
muntah, diare, nyeri otot dan rasa
kelelahandapat juga ditemukan pada
penyakit lain (seperti influenza dan infeksi
virus umum lainnya).
Gejala dan tanda klinis malaria
Pada malaria berat yang disebabkan
oleh
P. falciparum dapat ditemukan :
•Anemia berat
•Koma
•Jaundice
•Oedema Paru
•Gagal Ginjal
•Gangguan Pencernaan
(Muntah, Diare)
Diagnosis malaria
Ditegakkan berdasarkan :

1. Anamnesis
2. Pemeriksaan fisik
3. Pemeriksaan Laboratorium
Diagnosis malaria
Pemeriksaan fisik
• Anemia
• Koma
• Jaundice
• Hepatomegali
• Gagal Ginjal
• Gangguan Pencernaan (mual, muntah,
diare)
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan Laboratorium

1. Menemukan parasit dalam darah


(Diagnosis Mikroskopi):
a. Pewarnaan Giemsa  Gold
Standard
b. Acridine Orange

2. Deteksi Antigen (RDT)


a. Untuk P. falciparum
b. Untuk non P. falciparum/Mix
Diagnosis Mikroskopi
(Konvensional)
 Gold standard
Pemeriksaan sediaan darah (SD) tebal
dan tipis
Dengan pewarnaan Giemsa 3% :
 Sensitivitasnya tinggi  dapat membaca
sediaan dengan kepadatan parasit
rendah
Diagnosis Mikroskopi

Berguna untuk menentukan:


a. Ada tidaknya parasit malaria (positif
atau negatif)
b. Spesies dan stadium Plasmodium
c. Menghitung parasit (parasite count )
Pemeriksaan Mikroskopi
• Sediaan darah tebal :
20–40 X lebih sensitif dibanding
darah tipis

• Sediaan darah tipis :


lebih jelas melihat morfologi parasit
 identifikasi spesies lebih mudah
Pemeriksaan Mikroskopi

Ambang deteksi :
a. Di daerah endemik (expert) :
•darah tebal 5 -20 parasit /µl (0,0001%)
•darah tipis 50-100 parasit /µl

b. di daerah non endemik (petugas jarang


melihat parasit)
SD tebal : 500 parasit/ µl
Interpretasi pada SD tebal dan Tipis

SD TEBAL SD TIPIS


◦ Sel Darah Merah lisis ◦ Sel Darah Merah terfiksir
◦ Volume darah lebih dan satu lapis
banyak ◦ Volume darah lebih
sedikit
◦ 0.25 μl darah/100 lap
pandang ◦ 0.005 μl darah/100 lap
pandang
◦ Elemen elemen ◦ Dapat membedakan
darah lebih spesies dengan jelas
terkonsentrasi ◦ Waktu lebih lama untuk
◦ Uji skrining yang baik memeriksa
◦ positif atau negatif ◦ Pada kepadatan parasit
◦ Kepadatan parasit rendah dapat tidak
terlihat parasitnya
◦ lebih sulit untuk (missed)
mendiagnosa
spesies
RDT Malaria
Antigen marker :
- PfHRP2  specific

  for P. falciparum
- LDH/Aldolase for
4 species of
Plasmodium

Malaria RDTs either


detect only
Plasmodium
falciparum or P.
falciparum and other
Plasmodium species
(PAN-kits).

Specimen : blood /
serum / plasma
Diagnosis malaria
3. Mendeteksi DNA atau RNA
parasit  mis: PCR

4. Autopsi  pada kasus kematian


diduga
malaria
Faktor yang mempengaruhi efektivitas
diagnosis
(identifikasi & interpretasi) :

1. Bentuk /morfologi spesies


Plasmodium
2. Endemisitas spesies yang berbeda
3. Mobilitas penduduk
4. Tingkat transmisi
5. Parasitemia
6. Gejala/tanpa gejala
Faktor yang mempengaruhi efektivitas
diagnosis
7. Masalah malaria reccurent/relaps
8. Memantau resistensi obat
9. Parasit dalam alat alat dalam
(sekuesterasi)
10. Chemoprophylaxis atau
pengobatan berdasarkan diagnosis
klinis
Siklus hidup malaria
Siklus hidup Parasit Malaria
TERIMAKASIH