Anda di halaman 1dari 11

Critical Jurnal Review

AKUNTANSI PERBANKAN

Dosen Pengampu :

Sondang Alda Silalahi, SE,M.si

Ramdhansyah, SE., M.Acc

DisusunOleh:

Sefti Anggi Piona


NIM : 7171142024

Kelas B

PRODI PENDIDIKAN AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TA. 2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
Rahmatnya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah pengantar ekonomi makro
yang berjudul “Critical Jurnal Review”. Saya berterima kasih kepada Bapak dosen yang
bersangkutan yang sudah memberikan bimbingannya.

Saya juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh karena itu saya
minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan saya juga mengharapkan kritik dan saran
yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata psaya ucapkan terima kasih semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah
pengetahuan bagi pembaca.

Medan, 18 Oktober 2018

Penulis
REVIEW JOURNAL

Jurnal 1

Judul ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KREDIT UNTUK


MEMINIMALISIR KREDIT MODAL KERJA
BERMASALAH (Studi pada PT. Bank Rakyat
Indonesia (Persero), Tbk Cabang Ponorogo)
Jurnal Jurnal Administrasi Bisnis
Download -
Volume dan halaman Vol. 38 hal 157-163
ISSN -
Tahun 2016
Penulis -Yaniar Wineta Pratiwi
-Dwiatmanto
-Maria Goretti Wi Endang NP
Email Penulis winetanee@gmail.com
Reviewer Sefti Anggi Piona
Tanggal 3 Desember 2019
ABSTRAK PENELITIAN
Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
menganalisis: Penerapan Manajemen Risiko Kredit
untuk meminimalisir kredit modal kerja bermasalah
pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cabang
Ponorogo dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cabang
Ponorogo dalam menangani terjadinya kredit modal
kerja bermasalah.
Subjek Penelitian PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cabang
Ponorogo
Kata Kunci Manajemen Risiko Kredit, Kredit Modal Kerja, Kredit
Bermasalah
PENDAHULUAN
Latar Belakang dan Teori a. Pengertian kredit
Kasmir (2008:101), berpendapat bahwa penerima kredit
menerima kepercayaan sehingga mempunyai kewajiban
untuk mengembalikan pinjamannya sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditentukan. Sedangkan
Mahmoeddin (2002:2), berpendapat bahwa kredit adalah
penyediaan uang atau tagihan berdasarkan kesepakatan
bank dengan pihak lain yang mengharuskan peminjam
untuk melunasi pinjamannya setelah jangka waktu
tertentu dengan jumlah bunga imbalan atau pembagian
hasil keuntungan.
b. Tujuan Kredit
Kasmir (2008:105-106), berpendapat bahwa Ada
beberapa tujuan dalam pemberian kredit, yaitu:
1. Mencari keuntungan
2. Membantu usaha nasabah
3. Membantu pemerintah
c. Manajemen Risiko Kredit
Manajemen risiko kredit merupakan kebijakan dan
strategi bank yang mencerminkan tingkat toleransi
terhadap risiko kredit yang mungkin terjadi pada tingkat
keuntungan yang diharapkan (Arthesa, 2006:204-205).
Pelaksanaan manajemen risiko kredit sangat perlu
diterapkan secara berkesinambungan seiring dengan
adanya risiko tunggakan kredit yang semakin meningkat.
Pihak bank perlu secara aktif dalam melakukan
peninjauan nasabah yang kemungkinan akan mengalami
penunggakan kredit sehingga pihak bank dapat
mengantisipasi sejak awal.
METODE PENELITIAN

Langkah Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini


adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitiatif
Hasil Penelitian Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan
manajemen risiko kredit yang meliputi pengawasan aktif
dewan komisaris dan direksi, kebijakan, prosedur dan
penetapan limit, proses identifikasi, pengukuran,
pemantauan, dan sistem Informasi manajemen risiko
kredit, serta sistem pengendalian intern untuk
meminimalisir kredit modal kerja bermasalah pada PT.
Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cabang Ponorogo
telah dilaksanakan dengan baik. Berdasarkan adanya
penelitian ini menyarankan agar bank menjaga
independensi staf kredit dan meningkatkan proses
pemantauan kredit.

ANALISIS JURNAL
Kekuatan Penelitian  Penelitian ini menggunakan langkah penelitian yang
mudahh untuk dipahami. Walaupun sudah mudah
untuk di pahami namun penulis tetap menbuat
penjelasan sehingga para pembaca dapat lebih
memahaminya dengan baik. Dan hasil yang di berikan
juga cukup jelas dan mudah di pahami oleh pembaca.
Kelemahan Penelitian Dalam jurnal ini terlalu banyak memaparkan teori
sehingga pembaca bosan untuk menbacanya.
Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang
telah dikemukakan, maka dapat disimpulkan sebagai
berikut:
1. Penerapan manajemen Risiko Kredit pada Kredit
Modal Kerja PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk
Cabang Ponorogo sudah baik dan sesuai dengan teori
yang ada. Hal tersebut juga diperkuat dengan bukti
bahwa jumlah kredit bermasalah dan persentase Non
Performing Loan (NPL) kredit modal kerja selama
Periode tahun 2013-2015 berhasil mengalami penurunan
dari tahun ke tahun. Namun dalam penerapannya masih
terdapat kekurangan, yaitu: PT. Bank Rakyat Indonesia
(Persero), Tbk Cabang Ponorogo belum memiliki bagian
Khusus Supervisi kredit, staf pemasaran, dan bagian
khusus yang menangani terjadinya kredit bermasalah
sehingga Account Officer di PT. Bank Rakyat Indonesia
(Persero), Tbk Cabang Ponorogo merangkap sebagai staf
pemasaran, analis kredit, supervisi kredit, dan yang
menangani terjadinya kredit bermasalah.
2. Upaya penanganan Kredit Modal Kerja bermasalah
yang dilakukan oleh PT . Bank Rakyat Indonesia
(Persero), Tbk Cabang Ponorogo meliputi penyelamatan
kredit bermasalah dan penyelesaian kredit bermasalah
sudah cukup baik dan sesuai dengan teori. Namun dalam
penerapannya masih terdapat kekurangan yaitu
kunjungan ke lapangan atau On The Spot yang dilakukan
oleh bagian kredit bagi debitur yang melakukan
tunggakan kredit masih belum rutin/teratur.
Saran Berdasarkan beberapa kesimpulan diatas maka peneliti
memberikan saran untuk dijadikan sebagai bahan
masukan atau pertimbangan untuk meningkatkan
penerapan manajemen risiko kredit yang dilakukan oleh
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cabang
Ponorogo. Adapun saran yang diberikan yaitu:
1. Bank Rakyat Indonesia Cabang Ponorogo sebaiknya
melakukan penambahan bagian supervisi kredit, staf
pemasaran, dan bagian khusus yang menangani
terjadinya kredit bermasalah agar tidak adanya
perangkapan jabatan sehingga debitur dapat dipantau
secara aktif dan kredit bermasalah dapat diatasi secara
cepat dan maksimal. Perangkapan jabatan dan tidak
adanya pemisahan fungsi antara staf pemasaran, analis
kredit, supervisi kredit, dan bagian penyelesaian kredit
bermasalah berpeluang mengurangi independensi Analis
Kredit (Account Officer).
2. Perlu adanya peningkatan penerapan manaejemen
risiko kredit pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero),
Tbk Cabang Ponorogo agar persentase NPL pada tahun
berikutnya tidak mengalami kenaikan atau bahkan
persentase NPL nya menjadi 0%.
3. Sebaiknya pemantauan terhadap kondisi usaha debitur
perlu dilakukan secara rutin agar mengetahui secara dini
permasalahan yang terjadi pada pihak debitur.

Jurnal 2

Judul Measuring Credit Risk Management and its Impact on


Bank Performance in Iran
Jurnal Marketing and Branding Research
Download -
Volume dan halaman Vol 5 hal 168-183
ISSN
Tahun 2018
Penulis Azam Ahmadyan
Email Penulis -
Reviewer Sefti Anggi Piona
Tanggal 3 Desember 2019
ABSTRAK PENELITIAN
Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh manajemen risiko kredit
terhadap profitabilitas bank Iran.
Subjek Penelitian Bank iran
PENDAHULUAN
Latar Belakang dan Teori
Sistem Manajemen Risiko Kredit Bank
Manajemen risiko kredit di lembaga keuangan telah
menjadi penting untuk kelangsungan hidup dan
pertumbuhan lembaga-lembaga ini. Ini adalah pendekatan
terstruktur manajemen ketidakpastian melalui penilaian
risiko, pengembangan strategi untuk mengelola dan
mitigasi risiko menggunakan sumber daya manajerial.
Strategi manajemen risiko kredit melibatkan pengiriman
risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi
pengaruh negatif dari risiko dan menerima beberapa atau
semua konsekuensi dari risiko tertentu (Afriyie & Akotey,
2013, p. 3).
Dengan cara ini, bisnis perbankan berpotensi
menghadapi kesulitan di mana ada kerusakan kecil di
kualitas kredit. Miskin kualitas kredit mulai dari
mekanisme pengolahan informasi (Liukisila, 1996) dan
kemudian meningkatkan lebih lanjut di persetujuan kredit,
pemantauan dan pengendalian tahap. Masalah ini
diperbesar terutama, ketika pedoman manajemen risiko
kredit dalam hal kebijakan dan strategi dan prosedur
mengenai pengolahan kredit tidak ada atau lemah atau
tidak lengkap.
Dalam rangka meminimalkan kerugian pinjaman serta
risiko kredit, sangat penting bagi bank untuk memiliki
sistemmanajemen risiko kredit yang efektif (Basel, 1999;
Santomero, 1997). Sebagai hasil dari informasi asimetris
yang ada antara bank dan peminjam, bank harus memiliki
sistem di tempat untuk memastikan bahwa mereka dapat
melakukan analisis dan evaluasi risiko default yang
tersembunyi dari mereka. Asimetri informasi dapat
membuat tidak mungkin untuk membedakan peminjam
yang baik dari yang buruk (yang mungkin berujung pada
adverse selection dan moral hazard) dan menyebabkan
akumulasi besar account non-performing bank (Bester,
1994).
METODE PENELITIAN
Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan, jika crdm1 adalah 1, 2,
akan memiliki manajemen risiko kredit yang baik dan
hubungan yang positif akan ada di antara profitabilitas dan
Crmd1 dan antara kelangsungan hidup dan Crmd1. Oleh
karena itu, setiap kali Crmd adalah 1, 2, indikator risiko
kredit kurang dari rata-rata jaringan perbankan. Hal ini
menunjukkan bahwa manajer risiko, mengelola dan
portofolio kredit kontrol dan hilangnya cadangan
pinjaman, penyisihan kerugian kredit dan biaya bersih dari
penurunan. Bank yang memiliki Crmd = 3, 4, 5 (crmd2
dan crmd3), memiliki manajemen risiko kredit yang
buruk. Oleh karena itu, mempertahankan tingkat tinggi
cadangan kerugian kredit, penyisihan kerugian kredit dan
bersih biaya off. Menunjukkan orang-orang bahwa
kualitas portofolio kredit bank lemah baik sebagian besar
non-performing atau masa lalu karena yang menjelaskan
pemeliharaan tingkat yang sesuai lebih tinggi dari
kerugian kredit penyediaan dan pemesanan. Akibatnya,
jika portofolio pinjaman bank dibebani dengan non-
performing dan / atau pinjaman jatuh tempo, hasil dalam
bentuk pendapatanbunga dari pinjaman ini menurun,
sehingga laba bersih yang lebih rendah dan dengan
demikian menurunkan ROA.Sebaliknya, jika bank hati-
hati meminjamkan, ada kemungkinan tinggi bahwa itu
adalah menguntungkan.
ANALISIS JURNAL
Kekuatan Penelitian Penelitian ini di paparkan secara jelas, dan teori yang
dipapar kan juga cukup jelas.
Kelemahan Penelitian Hasil dalam penelitian ini tidak jelas sehingga pembaca
kurang memahaminya.
Kesimpulan dan Saran Pinjaman bank adalah hutang, yang mensyaratkan
redistribusi aset keuangan antara pemberi pinjaman dan
peminjam. Pinjaman bank biasanya disebut peminjam
yang mendapat sejumlah uang dari pemberi pinjaman, dan
perlu bayar kembali, dikenal sebagai kepala sekolah.
Tambahan,bank biasanya membebankan biaya dari
peminjam, yang merupakan bunga atas hutang. Risiko
yang terkait dengan pinjaman adalah risiko kredit. Risiko
kredit mungkin yang paling signifikan dari semua risiko
dalam hal ukuran potensi kerugian. Resiko kredit dapat
dibagi menjadi tiga risiko: risiko gagal bayar, risiko
paparan dan risiko pemulihan. Sebagai perpanjangan
kredit selalu menjadi inti dari operasi perbankan, fokus
manajemen risiko bank adalah risiko kredit pengelolaan.
Ini diterapkan baik untuk pinjaman bank dan portofolio
investasi. Manajemen risiko kredit digabungkan keputusan
membuat proses; sebelum keputusan kredit dibuat, tindak
lanjuti komitmen kredit termasuk semua proses
pemantauan dan pelaporan. Dalam makalah ini, efek
manajemen risiko kredit pada kinerja bank di Iran
diselidiki.
Pengembalian aset dan Indeks kelangsungan hidup
digunakan sebagai tolok ukur untuk kinerja bank. Menurut
empiris studi, empat kriteria, kredit macet terhadap total
pinjaman, cadangan kerugian pinjaman atas total kredit
macet, bersih membebankan kepada total pinjaman,
provisi kerugian pinjaman dari total pinjaman dipilih
sebagai kriteria risiko kredit. Untuk menentukan kredit
manajemen risiko, untuk masing-masing kriteria risiko
kredit, ambang kritis didefinisikan. Lalu, diberikan yang
kritis ambang batas, bank dibagi menjadi tiga kelompok,
risiko tinggi, risiko menengah dan risiko rendah.
Akibatnya, bank dengan manajemen risiko kredit yang
lemah, sedang dan kuat diidentifikasi. Hasil survei
menunjukkan bahwa miskin manajemen risiko kredit akan
mengurangi profitabilitas dan kelangsungan hidup bank.
Model yang dirancang dalam makalah ini akan membantu
pengawas bank untuk mengidentifikasi bank dengan
manajemen risiko kredit yang buruk. Disarankan
perbankan itu pengawas menetapkan kriteria standar untuk
menilai manajemen risiko kredit dan secara berkala
mengkaji risiko bank pengelolaan.