Anda di halaman 1dari 18

Critical Journal Review

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN

Dosen Pengampu :

Drs. La Hanu M.Si

Haryani Pratiwi Sitompul, M.Si

Disusun Oleh :

Sukma Yuningsih (7173142033)

Sefti Anggi Piona (7171142024)

Rindu Simanjuntak (7173342044)

PRODI PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
Jurnal Nasional 1

Judul Penggunaan Metode By Purchase Dan Pooling of


Interest Dalam Rangka Penggabungan Usaha
(Business Combination) dan Efeknya Terhadap
Pajak Penghasilan
Jurnal Jurnal Akuntansi & Keuangan
Volume dan halaman Vol. 1, No. 2 Nopember 1999 : 132 – 143
Penulis Yeni Mangoting
Reviewer Rindu Simanjuntak
Sefti Anggi Piona
Sukma Yuningsih
Tanggal 26 November 2019
ABSTRAK PENELITIAN
Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana
metode by purchase dan pooling of interest di
gunakan dalam penggabungan usaha.
Kata Kunci Restrukrisasi, metode by purchase, metode
pooling of inerest, Taxable income.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Peningkatan efisiensi dan produktivitas suatu
badan usaha dapat dilakukan melalui tindakan
restrukturisasi. Definisi restrukturisasi menurut
Keputusan Menteri Keuangan Nomor
740/KMK.00/1989 adalah: “Tindakan
untukmeningkatkan efisiensi dan produktivitas
perusahaan melalui perubahan status hukum,
organisasi dan pemilikansaham”.
Selanjutnya pasal 2 ayat 2 Surat Keputusan
Menteri Keuangan Nomor 740/KMK.00/1989
mengatur tindakan-tindakan restrukturisasi
meliputi :
a. Perubahan status hukum BUMN yang lebih
menunjang pencapaian maksud dan
tujuanperusahaan

b. Kerjasama operasi atau kontrak manajemen


dengan pihakketiga
c. Konsolidasi atauMerger
d. Pemecahan badanusaha
e. Penjualansaham
f. Penjualan saham secara langsung
(directplacement)
g. Pembentukan perusahaanpatungan.
Penggabungan usaha (business combination)
atau yang biasa dikenal dengan konsolidasi atau
merger merupakan salah satu bentuk tindakan
restrukturisasi yang paling sering dipakai,
dibanding tindakan-tindakan yang lainnya.
METODE PENELITIAN
Hasil Penelitian  Dalam akuntansi ada dua metode pencatatan
yang dipakai yaitu metode by purchase dan
pooling of interest. Metode by purchase, harta
kekayaan yang diperoleh oleh suatu badan
usaha yang melakukan pengambilan tersebut
dicatat dan diakui sebesar nilai pasarnya. Hal
ini mendorong perlunya pengakuan atas aktiva
tak berwujud atau goodwill, yang merupakan
selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian
(interest) perusahaan pengakusisi atas nilai
wajar aktiva dan kewajiban yang dapat
diidentifikasi pada tanggal transaksi.
 penggabunganbadan usaha dengan
menggunakan metode pooling of interest,
maka jumlah harta, hutang dan hak para
pemegang saham yang dilaporkan perusahaan-
perusahaan yang menggabungkan diri dicatat
dan diakui sesuai dengan nilai bukunya, maka
dengan menggunakan metode ini sama sekali
tidak menimbulkan adanyagoodwiil.
 Timbul perbedaan apabila penggabungan ini
menggunakan metode by purchase, akan
timbul yang namanya keuntungan karena
penggabungan usaha yang merupakan objek
pajak pengahsilan. Keuntungan ini disebabkan
harta dan kekayaan yang diperoleh oleh suatu
badan usaha yang melakukan pengambilalihan
tersebut dicatat dan diakui sebesar nilai
pasarnya. Keuntungan itu akan timbul apabila
terjadi selisih lebih antara harga pasar dannilai
sisabuku.
ANALISIS JURNAL
Kekuatan Penelitian  Hasil dari penelitian ini dijelaskan secara rinci
beserta contoh atas transaksi dari tiap – tiap
metode yang ada dalam penggabungan usaha
sehingga selain hanya mengetahui pembaca juga
dapat mengetahui bagaimana praktik yang
terjadi dilapangan dari segi perhitungan atas
contoh yang ada.
Kelemahan Penelitian  Kelemahan dari penelitian ini yaitu kajian teori
dalam penelitian ini kurang lengkap dan
memadai.
 Tidak dipaparkan bagaimana metde yang
digunakan oleh peneliti untuk meneliti
pembahasan dalam jurnal ini.
 Dalam jurnal ini juga tidak di berikan penjelasan
apa yang menjadi subjek dalam penelitian ini.
Kesimpulan Perbedaan yang ada dalam metode by purchase
dengan pooling interest adalah terletak pada
goodwill. Pada metode by purchase ada terdapat
goodwill sedangkan dalam metide pooling interest
tidak terdapat goodwill.
Jurnal Nasional 2

Judul Penggabungan Usaha dan Pajak Penghasilan


Jurnal Jurnal Akuntansi
Volume dan Volume 10. No 1, Januari 2010 : 73-94
halaman
Tahun 2010
Penulis Septian Bayu Kristanto
Reviewer Sefti Anggi Piona
Sukma Yuningsih
Rindu Simanjuntak
Tanggal 26 November 2019
ABSTRAK
PENELITIAN
Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi metode yang
digunakan oleh merger bisnis dan dampaknya terhadap pendapatan pajak
Kata Kunci Business Combination, purchase method, pooling interest method, the
income tax
PENDAHULUA
N
Latar Belakang Peningkatan efisiensi danproduktivitas suatu badan usaha dapat
dilakukan melalui tindakan restrukturisasi. Beberapa alasan yang
mendasari terjadinya restrukturisasi bagi perusahaan, antara lain
strategi usaha, efisiensi operasi usaha,dan peningkatan nilai saham.
Tindakan restrukturisasi yang paling sering digunakan adalah
penggabungan usaha atau biasa dikenal dengan mergeratau
konsolidasi. Beams dan Jusuf(2000:2-3)mengungkapkan beberapa
alasan yang mendasari tindakan penggabungan usaha yaitu: manfaat
biaya, risiko lebih rendah, penundaan operasi lebih sedikit,
mencegah pengambilalihan, akuisisi aset tak berwujud, dan alasan-
alasan lain.
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia secara terpisah
mengatur perlakuan penggabungan usaha dalam Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) nomor 22 tentang Akuntansi
PenggabunganUsaha. Tujuannya adalah untuk mengatur akuisisi
suatu perusahaan oleh perusahaan lain dan juga penyatuan
kepemilikan (poolingofinterest) apabila pengakuisisian tidak dapat
diidentifikasikan.
Perbedaan yang mendasar antara kedua metode ini adalah,
jikamenggunakanmetodepembelian(bypurchase)makaselisihantarani
laiwajar
dannilaibukupadasuatuasetakanmenjadiobjekpajak.Karenaselisihanta
ra nilai tersebut merupakan tambahan penghasilan bagi perusahaan.
Sedangkan penggunaan metode pooling of interest dalam
penggabungan usaha, tidak akan menimbulkan objek pajak
penghasilan, karena aset perusahaan dinilai berdasarkan nilai buku.
Namun perusahaan yang akan menggunakan metode ini diharuskan
memenuhi beberapa persyaratan yang sesuai denganketentuan
perundang-undangan.
MenurutpenelitianyangdilakukanolehAboodyl(2000),penggabungan
usahaberkaitandengannilaiperusahaan.Jikaperusahaanyangmempunyai
nilai
asetyangtinggiakanmemilihmetodepoolingofinterest.Sedangkanperusa
haan yang mempunyai kecendurungan nilai aset yang rendah akan
memilih untuk menggunakan metode bypurchase.

Tinjauan Teori  Penggabungan Usaha


Konsep penggabungan usaha direfleksikan dalam Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 22 tentang Akuntansi
Pengembangan
Usahamendefenisikanpenggabunganusahasebagaipenyatuanduaataulebi
h
perusahaanyangterpisahmenjadisatuentitasekonomikarenasatuperusahaa
n menyatu dengan (unithing with) perusahaan lain atau memperoleh
kendali (control) atas aset dan operasi perusahaanlain
GAAP menerangkan bahwa penggabungan usaha dihitung berdasarkan
penggunaanmetodepurchaseataupoolingofinterest.Padapenggunaanmetod
e, harus disertakan pertimbangan kriteria, syarat akuntansi dan
pelaporan, dan penjelasan dalam catatan kaki.
 Metode Pembelian (By Purchase)
Metode pembelian atau by purchase adalah suatu transaksi dimana suatu
entitas memperoleh aset bersih dari perusahaan-perusahaan lain yang
tergabung.Penggabunganbadanusahadapatdikatakanatasdasarpembelian
jika penggabungan badan usaha tersebut membuat pemilik perusahaan
yang bergabung tidak ikut berpartisipasi dalam seluruh kegiatan yang
dilakukan oleh perusahaan yang dibentuk.
Dalam metode ini, perolehan aset-aset perusahaan dicatat atas dasar
harga perolehan. Metode pembelian didasarkan pada asumsibahwa
penggabungan usaha merupakan suatu transaksi dimana suatu entitas
memperolehasetbersihdariperusahaan-perusahaanlainyangbergabung.
Jika biaya investasi melebihi nilai pasar bersih, pertama dialokasikan
pada aset bersih yang dapat diidentifikaiskan berdasarkan nilai wajarnya
dan kelebihannya dialokasikan pada goodwill.
 Penyatuan Kepemilikan (Pooling of Interest)
Keuntungan menggunakan metode pooling of interest adalah
penggunaan biaya historis, yang tidak akan menimbulkan goodwill.
Kelemahan penggunaan metode ini adalah kecenderungan menyajikan
laporankeuanganyangoverstatementkarenapenjualanassetberdasarkan
biaya terendah dan diakui sebagai keuntungan, biaya depresiasi yang
rendah, dan memberikan keuntungan dari perusahaan yang diakuisisi
sepenuhnyamulaidaritanggalakuisisi.
 Pajak Penghasilan
Dalam aturan perpajakan, goodwill yang dihasilkan dalam
penggabungan usaha dianggap sebagai peningkatan
pendapatan atas perusahaan yang bergabung. Sehingga selisih
dari nilai perolehan atas aset dianggap sebagai obyek pajak
penghasilan. Jika dalam aturan akuntansi, goodwill dapat
diamortisasi dengan jangka waktu yang tidak lebih dari 20tahun,
maka dalam peraturan perpajakan goodwill dianggap kenaikan
pendapatan pada saat terjadinya transaksi penggabungan usaha.
Sedangkan dalam International AccountingStandard (IAS)
adaperlakuan goodwill impairmenttest maka dalam perpajakan
juga tidak dilakukan goodwill impairmenttest.

METODE
PENELITIAN
Hasil Penelitian Dua metode akuntansi dalam penggabungan usaha akan
menimbulkan dampak baik dalam akuntasi itu sendiri maupun
dalam perpajakan. Penggunaan metode bypurchase akan
memberikan dampak bagiakuntansi, yaitu timbulnya goodwill
positif, goodwill negatif, atau tidak timbulnya goodwill.
Sedangkan penggunaan metode pooling of interest tidak akan
memberikan dampak timbulnya goodwill dalam suatu
penggabungan usaha, karena penilaian atas perolehan aset bersih
menggunakan nilai buku.
Metode penggabungan usaha ada dua, yaitu pembelian (by
purchase) dan penyatuan kepemilikan (pooling of interest).
Perbedaan yang mendasar mengenai kedua metode tersebut,
adalah penilaian atas aset yang diperoleh. Dalam menggunakan
metode by purchase, penilaian atas aset didasarkan pada nilai
wajar yang berlaku saat itu. Hal ini akan menimbulkan
konsekuensi timbulnya goodwill positif (jika nilai wajar lebih
besar daripada nilai buku), goodwill negatif (jika nilai wajar lebih
kecil daripada nilai buku), dan tidak timbul goodwill (jika nilai
wajar sama dengan nilaibuku).
ANALISIS
JURNAL
Kekuatan  Pada penelitian ini hasil dari penelitian dipaparkan secara jelas dan
Penelitian dengan bahasa yang mudah dipahami derta diikuti dengan penguatan
teori sehingga hasil yang ada pada penelitian ini menjadi relevan.
Kelemahan  Pada penelitian ini tidak dipaparkan jenis analisis data apa yang
Penelitian digunakan dan tidak dijelaskan bagaimana langkah yang dilakukan
peneliti untuk mendapatkan data dalam penelitian ini.
Kesimpulan Dalam akuntansi penggabungan usaha mempunyai dua metode
pencatatan, yaitu metode pembelian (by purchase method) dan
metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest method). Dalam
penggunaan
metodebypurchase,penilaianatasperolehanasetdidasarkanpadanilaipa
sar atau nilai wajarnya. Hal ini akan menyebabkan timbulnya
goodwill, karena adanya selisih lebih atas biaya perolehan atas aset
dengan bagian perusahaan
pengakuisisiatasnilaiwajarasetdankewajibanyangdapatdidentifikasip
ada saat tanggal terjadinyatransaksi.
Sedangkan pada penggunaan metode pooling of interest, maka
jumlah
asetkewajibandanekuitasparapemilikyangdilaporkanperusahaan-
perusahaan
yangmenggabungkandiridicatatdandiakuisesuaidengannilaibukunya.
Maka dengan menggunakan metode pooling of interest tidak akan
menimbulkan
goodwill,karenapenilaiandanpencatatandidasarkanatasnilaibukuataun
ilai historisnya.
Jurnal Nasional 3

Judul Akuntansi Perpajakan dalam Penggabungan Usaha (Studi Kasus pada


Perusahaan Listed di BEI
Jurnal Jurnal Organisasi dan Manajemen
Volume dan Volume 7, No 1 Maret 2011, 53-66
halaman
Tahun 2011
Penulis Ali Muktiyanto
Reviewer Sukma Yuningsih
Rindu Simanjuntak
Sefti Anggi Piona
Tanggal 26 November 2019
ABSTRAK
PENELITIAN
Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan
dan hubungan penggabungan usaha dalam perpajakan
Populasi dan Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang melakukan
Sampel penggabungan usaha dalam bentuk merger di Bursa Efek Indonesia
(BEI) pada tahun 2005. Adapun sampel penelitian
diambilsecarapurposiveyaituperusahaanyangmemenuhikriteriapenggabu
nganusahapadatahun 2005, yaitu perbankan atau perusahaan sejenis.
Dari populasi yang ditelusuri terdapat satu penggabungan usaha yang
memenuhi kriteria tersebut yaitu penggabungan usaha PT Kalbe Farma
Tbk (“Kalbe”), PT Dankos Laboratories Tbk (“Dankos”) dan PT
Enseval. Sekalipun bukan jenis perusahaan perbankan namun usaha
ketiga perusahaan tersebut masih berada dalam satu jenis industri, yaitu
farmasi. Unit analisis adalah laporan keuangan ketiga perusahaan
tersebut per 31 Desember 2004 yang telah dipublikasikan dan telah
diaudit oleh auditor independen
Kata Kunci Accounting, Business Combination
PENDAHULUA
N
Latar Belakang Persaingan usaha mendorong perusahaan-perusahaan yang sedang
dan Tinjauan Teori berkembang mengambil langkah-langkah yang dapat mengamankan
posisinya antara lain melalui efisiensi, peningkatan daya saing dan
produktivitas. Peningkatan efisiensi dan produktivitas suatu perusahaan
dapat dilakukan melalui penggabungan usaha yang dikenal sebagai
merger, konsolidasi dan akuisisi. Salah satu transaksi akuisisi pertama
di pasar modal Indonesia adalah akuisisi yang dilakukan oleh PT
Jakarta Internasional Hotel Development melalui pembelian 100%
saham PT Danayasa Arthatama pada tahun 1990. Dengan
dikeluarkannya Surat oleh Ketua Bapepam kepada seluruh emiten
dengan nomor S-456/PM/1991 yang berisikan persyaratan yang harus
dipenuhi dalam pembelian saham atau penyertaan pada perusahaan
lain, maka kegiatan akuisisi menjadi semakin sering dilakukan.
Ada dua prosedur pencatatan akuntansi apabila ada dua atau lebih
badan usaha yang diselenggarakan bersama atau digabung yaitu :
1. Pembelian (By Purchase)
Indikasi yang terukur untuk penggabungan usaha dengan
menggunakan metode purchases adalah adanya pengeluaran uang
tunai selain biaya penggabungan dan biaya emisi saham yang
dikeluarkan perusahaan pembeli. Disamping itu akan terjadi
perubahan kepemilikan. Secara prinsip dasar akuntansi penggabungan
usaha adalah mencatat kos yang dikeluarkan oleh pemilik baru,
sedangkan harga perolehan akuisisi pemilik baru merupakan dasar
penilaian dasar penilaian neto yang diperoleh dari perusahaan yang
dibeli. Selanjutnya yang diperoleh dalam penggabungan perusahaan
tersebut adalah besaran aset dan utang maka harga perolehan tersebut
memberikan dasar dalam mengalokasikan nilai aset dan utang yang
diperoleh. Dasar harga perolehan adalah nilai pasar yang wajar (fair
market values) dari aset, utang maupun saham yang diterbitkan untuk
membayar transaksi pada saat akuisisi.
Goodwill pada penggabungan usaha akan diakui jika masih
ada selisih kos terhadap nilai buku yang tidak teridentifikasi pada
aset dan utang tertentu. Sementara itu karena income hanya akan
diakui sesudah pembelian aset tersebut maka hanya pendapatan dan
beban sesudah akuisislah yang diatributkan pada penggabungan
usaha. Pada bagian akhir biaya yang berkaitan dengan penggabungan
usaha akan diperlakukan sebagai bagian harga perolehan, sedangkan
biaya penerbitan saham akan mengurangi agio saham.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah aplikasi metode
purchases yang digunakan dalam penggabungan usaha. Aplikasi
metode purchases pertama yang umum diketahui adalah dengan cara
mengakuisisi aset. Pada metode ini penggabungan usaha dilakukan
dengan cara perusahaan pembeli tetap melanjutkan usaha sedangkan
perusahaan yang dibeli dibubarkan dan berhenti beroperasi.

2. Penyatuan Kepentingan (Pooling Interest)


Penggabungan usaha dengan menggunakan Pooling Of
Interest (POI), keberlangsungan usaha kedua atau lebih perusahaan
tetap dipertahankan, dan tidak mudah menentukan perusahaan satu
mendominasi perusahaan lainnya. Karakter utama penggabungan
usaha melalui POI ini akan menggabungkan unsur-unsur laporan
keuangan dari perusahaan yang bergabung sesuai dengan nilai buku
perusahaan masing-masing.
Dikarenakan pencatatan dilakukan dengan dasar nilai buku
maka tidak terdapat nilai wajar atau nilai pasar pada penggabungan
usaha ini. Jika terdapat selisih antara jumlah yang dibukukan dengan
sebagai modal saham yang diterbitkan dengan jumlah modal saham
yang diperoleh maka selisih ini harus disesuaikan terhadap ekuitas
atau modal sendiri. Biaya penggabungan dan biaya penerbitan saham
diakui sebagai beban pada periode saat terjadi penggabungan usaha.

Perpajakan dalam penggabungan usaha


Sekarang bagaimana dasar pengenaan pajak untuk perusahaan
yang melakukan penggabungan usaha atas dasar metode pooling of
interest. Seperti telah dijelaskan di atas, metode pooling of interest
menggunakan nilai buku sebagai dasar dalam pengalihan harta dari
penggabungan perusahaan. Dengan ini berarti bahwa penggabungan
perusahaan dengan metode pooling of interest, sama sekali tidak
menghasilkan penghasilan kena pajak, karena penggabungan tersebut
didasarkan atas nilai buku dari kedua perusahan, dan bukan
berdasarkan suatu penilaian kembali atau nilai pasar.

METODE
PENELITIAN
Langkah Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif oleh karena itu, maka
variabel yang akan diteliti terdiri dari :
1. Penerapan metode akuntansi dalam transaksi penggabungan
usaha ketiga perusahaan tersebut, termasuk di dalamnya
pencatatan danpelaporannya.
2. Dampak pemilihan metode akuntansi padaperpajakan.

Hasil Penelitian Jika dilihat dari substansi yang telah dilakukan oleh ke tiga
perusahaan di atas dengan menggunakan metode penggabungan
usaha pooling of interest ada yang kurang tepat. Di samping itu
penentuan konversi untuk jumlah saham hasil penggabungan usaha,
perlu dijelaskan dasar perhitungannya. Penggabungan usaha
menggunakan pooling of interest harus berpatokan pada nilai buku
perusahaan yang bergabung, tidak ada penambahan aset atau
penilaian kembali aktiva tetap yang akan menambah nilai aset. Hal
lain yang perlu diperhatikan adalah kejelasan konversi saham.
Walaupun telah direview oleh konsultan dan Kantor Akuntan Publik
(KAP) Prasetio, Sarwoko, & Sanjaya, perlu diinformasikan dengan
lebih rinci, agar tidak terjadi informasi sepotong untuk calon investor
dimasa mendatang.
Walaupun pada penggabungan ini ada beberapa persyaratan
yang dilaksanakan diantaranya tidak ada pengeluaran kas, tetapi
dengan adanya perubahan aset dan ekuitas setelah penggabungan
maka gugurlah penggabungan usaha dengan metode pooling of
interest, karena menurut Accounting Principle Board (APB) no 16,
jika satu syarat saja tidak terpenuhi (1 dari 12) maka penggabungan
usaha harus dicatat dengan menggunakan metod purchases.
Dampaknya pada penggabungan usaha ini perusahaan hasil
gabungan yang telah meningkatkan asetnya harus mengeluarkan
pajak dari goodwill atau selisih lebih aset berdasarkan pasal 19
Undang-undang PPh sebesar 10% dan bersifat final. Kecuali ada
informasi lain yang belum disampaikan kepada publik (file BEI),
tetapi sudah disampaikan kepada pihak pemerintah dalam hal ini
departemen keuangan dan perpajakan serta mendapatkan kebijakan
untuk menggunakan metode pooling of interest. Berita acara
kebijakan dari yang berwenang tersebut harus dimasukkan ke dalam
bagian dari laporan keuangan hasil penggabungan usaha.

ANALISIS
JURNAL
Kekuatan  Pada penelitian ini diberikan laporan keuangan yang diteliti. Selain itu,
Penelitian pada penelitian ini juga dijelaskan variabel apa saja yang akan diteliti.
Kelemahan  Hasil dari penelitian ini kurang jelas karena penjelasan atas penelitian
Penelitian terkait masing masing data kurang diberikan penjelasan sehingga hasil
yang dipaparkan kurang jelas.
Kesimpulan 1. Terdapat2metodepenggabunganusahayaitubypurchasedanpooli
ngofinterest.Metodeby purchase berdampak pengenaan pajak
atas goodwill akibat kenaikan nilai aset atas penggabungan
usaha, sedangkan pooling of interest tidak ada dampak atas
akuntansi perpajakannya.
2. Pada studi kasus penggabungan PT Kalbe, pengenaan
akuntansi penggabungan usaha yang tepat adalah dengan by
purchase bukan dengan pooling of interest karena adanya
kenaikan nilai aset dan modal sehingga penggabungan tersebut
pantas untuk dikenakan pajak atas goodwill yang muncul dari
penggabungan usahatersebut.
Jurnal Internasional 1

Judul Comparison of Accounting Methods for Business Combination


Jurnal Acta Universitatis Agriculturae Et Silviculturae Mendelianae Brunensis
Volume dan Vol LX, No. 2, 2012
halaman
Tahun 2012
Penulis J. Sedláček, Z. Křížová, E. Hýblová
Reviewer Sukma Yuningsih
Sefti Anggi Piona
Rindu Simanjuntak
Tanggal 26 November 2019
ABSTRAK
PENELITIAN
Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana perubahan
bisasebuahstrategidanwaktukombinasibisnis.analisiskomparatifteruta
madifokuskanpadadiperbedaan-perbedaan antara kebijakan akuntansi
internasional AS dan dan Ceko peraturan akuntansi. bidang utama
analisis dan sintesis adalah
identifikasidarikombinasibisnis,akuntansimetodeuntukkombinasibisni
sdanpengakuangoodwill
Kata Kunci Accounting, Business Combination
PENDAHULUA
N
Latar Belakang Republik hukum perdagangan mendefinisikan merger sebagai
kombinasi dimana satu atau lebih perusahaan tidak adala gitanpa
likuidasi dan ekuitas mereka, termasuk hak dan kewajiban berikut
dari hubungan labourlaw, ditransfer atau perusahaan penerus lain
yang ada baru didirikan. Artinya ini adalah kombinasi hukum yang
memerlukan kesepakatan dari semua perusahaan yang berpartisipasi.
Di sisi lain, akuisisi adalah transaksi di mana satu perusahaan
(penawar)keuntungan pangsa menentukan dari ekuitas dasarlain bisnis
(target). Akuisisi ini dapat memiliki karakter investasi modal
(modalakuisisi) atau akuisisi properti, dimana seluruh perusahaan atau
bagiannya yang dibeli. Dengan ini kelompok perusahaan
dihubungkan dengan modal mereka muncul dan posisi hukum
masing-masing perusahaan tidak berubah.
Akuntansi dan pelaporan untuk bisnis kombinasi telah menjadi
pusat perhatian kita karena, meskipun secara teoritis seharusnya tidak
ffect keputusan tentang pembelian atau penjualan perusahaan,
memahami pelaporan dapat memfasilitasi kesepakatan tentang harga
transaksi termasuk keputusan untuk informasi apa yang akan menjadi
diberikan kepada pemilik bisnis. Strategi dan waktu M & A akan
paling ff ected dengan metode akuntansi yang digunakan untuk
pembuatan laporan tentang situasi keuangan dan kinerja perusahaan
sebelum penggabungan usaha, pada saat kombinasi dan akhirnya pada
periode yang berkombinasi
METODE
PENELITIAN
Hasil Penelitian Perbandingan pendekatan Ceko dengan satu internasional telah
mengungkapkan banyak di ff perbedaan-perbedaan dalam rincian yang
masih bertahan meskipun besar harmonisasi e ff orts. Tabel II
meringkas yang dipilih di ff perbedaan-perbedaan yang dapat secara
signifikan ff ect fi laporan keuangan perusahaan mengubah. Dampak
ekonomi dari di ff perbedaan-perbedaan mungkin akan tergantung
pada spesifik kondisi kombinasi bisnis dilaksanakan. Sebagai contoh
kita bisa menyebut Perancis, di mana kenaikan 42% di laba yang
bersih terjadi di sampel 146 perusahaan besar Perancis a? er standar
internasional yang diterima pada tahun 2005 (a? er yang modi fi kasi
dari laporan keuangan sesuai dengan IAS / IFRS) bila dibandingkan
dengan yang asli Perancis GAAP. Namun, seperti Ding, Richard dan
Stolowy dalam publikasi mereka tahun 2008 klaim, 40% dari kenaikan
ini di ts pro fi dapat dikaitkan dengan pembatalan amortisasi goodwill
mendukung penurunan nilai. dampak yang sama pada kinerja dan fi
situasi keuangan dapat diharapkan suatu? er yang di sebutkan ff
perbedaan-perbedaan dieliminasi oleh Republik bisnis. The
melanjutkan harmonisasi global peraturan untuk laporan keuangan
usaha menarik perhatian regulator akuntansi nasional. peraturan
akuntansi Republik saat ini sedang bertahap diselaraskan dengan
IFRS, dengan cara amandemen. Sebuah langkah yang lebih radikal
diambil di The melanjutkan harmonisasi global peraturan untuk
laporan keuangan usaha menarik perhatian regulator akuntansi
nasional. peraturan akuntansi Republik saat ini sedang bertahap
diselaraskan dengan IFRS, dengan cara amandemen.
ANALISIS
JURNAL
Kekuatan  Penelitian ini memberikan teori yang mendukung untuk memperkuat
Penelitian hasil dari penelitian ini.
Kelemahan  Pada penelitian ini bahasa yang digunakan kurang jelas dan terdapat
Penelitian beberapa kalimat yang rancu
 Hasil dari penelitian ini tidak terlalu jelas dan membuat pembaca
bingung dalam membacanya.
 Pada penelitian ini juga tidak dipaparkan langkah penelitian yang
digunakan sehingga pembaca menjadi bingung terkait langkah yang
digunakan.
Kesimpulan Jurnal ini membandingkan sistem prinsip-prinsip akuntansi, US
GAAP dengan IFRS dan IFRS dengan Republik akuntansi
peraturan dibidang kombinasi bisnis.Tujuan dari analisis ini
adalah untuk dengan pasti untuk apa gelar kompatibilitas
peraturan akuntansi dan prinsip dipastikan dan apakah
dipotensi ff perbedaan-perbedaan bisa sebuah ffect keuangan
laporan bisnis,atau strategi dan waktu kombinasi bisnis.
Hasilnya telah diringkas menjadi dua tabel yang berisi
signifikan diff perbedaan-perbedaan antara standar
dibandingkan dana kuntansi peraturan serta konsekuensi
ekonomi yang mungkin dari diff perbedaan-perbedaan. Analisis
komparatif telah mengindikasikan bahwa meskipun
konvergensi e ff orts panjang AS dan papan internasional untuk
keuangan pelaporan di bidang kombinasibisnis,keputusan
mengenai merger atau akuisisi. The di ff perbedaan-perbedaan
follow dari spesifik akuntansi prinsip-prinsip tetapi juga fi konsep
de ning dikembangkan oleh standar terkait lainnya.
Czechlegislation graduallyadoptsthe changesappliedin standar
revisedinternational. Namun, kami merasa bahwa e ff Ort untuk
memberikan atau penggunaan rinci prosedur akuntansi masih
mendominasi bukannya berkembang, menekankan dan
menerapkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dan
umumnya diterima definisi fi de untuk pelaporan keuangan.
Jurnal Internasional 2

Judul Consolidation theories and push – down accounting :


achieving global convergence
Jurnal Journal of Finance and Accountancy
Penulis Catherine Baluch
Dee Burgess
Reuben Cohen
Edmond Kushi
Pamela J. Tucker
Ara Volkan
Reviewer Rindu Simanjuntak
SukmaYuningsih
Sefti Anggi Piona
Tanggal 26 November 2019
ABSTRAK PENELITIAN
Tujuan Penelitian Makalah ini membahas induk, entitas, dan teori-teori
tradisional dengan fokus pada relevansi dan kesetiaan
representasional informasi masing-masing
memberikan kepada para pembuat keputusan. Selain
itu, push-turun prosedur akuntansi diperiksa untuk
menentukan apakah mereka dapat digunakan untuk
menghilangkan kompleksitas dari proses konsolidasi.
Akhirnya, FAS 141R, FAS 160, dan Standar
Pelaporan Keuangan Internasional tentang kombinasi
bisnis dievaluasi dan revisi direkomendasikan
mencapai konvergensi global yang di daerah ini.

Kata Kunci konsolidasi teori, push-turun akuntansi, konvergensi


global
PENDAHULUAN
Latar Belakang Pada tanggal 15 Desember 2008, Pernyataan
Akuntansi Keuangan Standar 141R (FAS 141R)
menjadi standar yang berlaku untuk semua kombinasi
bisnis (FASB, 2007a). Standar ini menggantikan FAS
141 (FASB, 2001), yang diterbitkan pada tahun 2001,
dan dimaksudkan untuk memindahkan prosedur
konsolidasi AS terhadap standar internasional dan
konsep pelaporan nilai wajar (O'Bryan & tajam,
2009, p. 1).
Metode akuntansi untuk kombinasi bisnis telah
diperdebatkan selama beberapa dekade. Sebelum
FAS 141, APB Opinion No. 16 memberikan
pedoman untuk akuntansi untuk kombinasi bisnis. Di
bawah panduan ini, kombinasi bisnis dianggap baik
pembelian atau penyatuan kepentingan. Dengan
dikeluarkannya FAS 141, metode penyatuan
kepentingan dihapuskan dan metode pembelian
menjadi metodologi yang disukai akuntansi untuk
kombinasi bisnis. Hari ini, sebagai perusahaan mulai
mengadopsi FAS 141R, transaksi ini akan dilaporkan
dengan menggunakan metode akuisisi.
Tinjauan Teori TEORI KONSOLIDASI
Evolusi induk konsolidasi, entitas, dan / teori hybrid
tradisional konsolidasi diuraikan di bawah.
Teori Induk Perusahaan
Teori ini mengasumsikan bahwa laporan keuangan
konsolidasian merupakan perpanjangan dari laporan
perusahaan induk dan harus siap dari sudut pandang
pemegang saham induk perusahaan (Balok, et al,
2009). Para pendukung teori ini percaya bahwa
laporan keuangan konsolidasi tidak memberikan nilai
apapun kepada saham non-pengendali dari anak
perusahaan yang diakuisisi
METODE PENELITIAN
Hasil Penelitian FAS 141R diganti metode pembelian dengan metode
akuisisi akuntansi untuk kombinasi bisnis
berdasarkan keyakinan bahwa aset dan pengukuran
kewajiban menggunakan informasi saat ini umumnya
lebih baik untuk valuasi menggunakan informasi
yang kurang saat ini. pengukuran nilai wajar tersebut
membuat organisasi rentan terhadap kurang dari
pelaporan keuangan dan cuti manajemen laba praktek
handal di belakang mereka. Dengan demikian,
dianjurkan bahwa FASB mengadopsi pendekatan
IFRS 3 mengukur kepentingan non-pengendali di
bagian proporsional dari aset bersih yang dapat
diidentifikasi dan bukan pada nilai wajar penuh.
Pendekatan ini akan menghargai kepentingan non-
pengendali didasarkan pada, jumlah akuisisi berbasis
pasar yang dapat diobservasi yang tingkat-1 bukti
menurut FAS 157.
ANALISIS JURNAL
Kekuatan Penelitian Penelitian ini memberikan teori yang mendukung
untuk memperkuat hasil dari penelitian ini.
Kelemahan Penelitian Hasil dari penelitian ini tidak terlalu jelas dan
membuat pembaca bingung dalam membacanya.

Kesimpulan FAS 141R mengharuskan kontinjensi dan aset dan


kewajiban yang timbul dari pertimbangan kontingen
diakui pada nilai wajar pada tanggal akuisisi tapi
gagal untuk menggambarkan bagaimana adil nilai
klasifikasi tersebut harus dibuat. Sejauh valuasi ini
melibatkan perkiraan terkait dengan minimal (50%)
likelihood, komparabilitas hasil keuangan antara
perusahaan mungkin terganggu. Dengan demikian,
dianjurkan bahwa FASB berkumpul dengan
kebutuhan IASB yang kontinjensi dinilai dengan
menggunakan standar kemungkinan yang lebih tinggi
terkait dengan FAS 5 persyaratan.
FAS 141R mengkapitalisasi dibeli dalam proses R &
D pada nilai wajar sebagai aset tidak berwujud dan
merekomendasikan pengujian sesekali penurunan
nilai. Investasi di R & D setelah tanggal akuisisi terus
turun di bawah bimbingan FAS 2 dan dibebankan.
Pertanyaan yang muncul adalah mengapa diperoleh
dalam proses R & D memiliki nilai, sementara
penambahan masa depan untuk mengakuisisi dalam
proses R & D atau internal yang dikembangkan
dalam proses R & D tidak memiliki nilai? FAS 141R
berpendapat bahwa R & D internal yang biaya adalah
representasi manajemen dan merupakan level 3 bukti
di bawah FAS 157 sementara dibeli R & D memiliki
tingkat 1 Status bukti yang lebih tinggi. Sebaliknya,
IFRS 3 mengkapitalisasi R & D. pendekatan
konservatif FASB untuk menilai R & D, menentukan
upaya R & D dibebankan kecuali ketika mereka
dibeli, meningkatkan keandalan pelaporan keuangan.
Dengan demikian,FASB berhasil bergerak menuju
akuntansi wajar-nilai dan konvergensi global dengan
FAS 141R. Isu-isu konvergensi yang tersisa dapat
diselesaikan dengan berfokus pada rekomendasi di
atas. Selain itu, push-turun prosedur akuntansi dapat
digunakan dalam konteks entitas teori untuk aset
rekaman anak perusahaan, kewajiban, ekuitas, dan
pendapatan yang akan menyebabkan entri konsolidasi
satu baris yang benar oleh orang tua.

Anda mungkin juga menyukai