Anda di halaman 1dari 11

REKAYASA IDE

PEMERIKSAAN AKUNTANSI

“Pengaruh Auditor Independen dalam Pengelolaan Dana Bos”

Dosen Pengampu :

Andri Zainal, S.E, M.Si, Ak, Ph.D

Rini Herliani, S.E, M.Si

Tuti Sriwedari, S.E, M.Si, Ak

Disusun Oleh :

Sukma Yuningsih (7173142033)

Romian Nainggolan (7173342047)

Sefti Anggi Piona (7171142024)

Rindu Simanjuntak (7173342044)

PRODI PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
rahmatnya kami dapat menyelesaikan tugas REKAYASA IDE .Tugas ini dibuat
untuk memenuhi salah satu mata kuliah kami yaitu “Pemeriksaan Akuntansi”

Tugas Rekayasa Ide ini disusun dengan harapan dapat menambah


pengetahuan dan wawasan kita bagaimana kita menciptakan suatu rekayasa ide
yang bermanfaat dalam bidang pendidikan terutama mengenai metode
pembelajaran dan strategi belajar mengajar.Apabila dalam tugas ini terdapat
banyak kekurangan dan kesalahan ,penulis mohon maaf karena sesungguhnya
pengetahuan dan pemahaman penulis masih terbatas.karena itu penulis sangat
menantikan saran dan kritik dari pembaca yang sifatnya membangun guna
penyempurnaan tugas ini.

Akhir kata Penulis berharap semoga Rekayasa Ide ini dapat bermanfaat bagi
pembaca dan bagi kami khususnya,atas perhatiannya penulis mengucapkan
terimakasih.

Medan, 03 Desember 2019

Kelompok

i
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................2
1.3 Tujuan Penulisan.......................................................................................2
1.4 Manfaat Penulisan.................................................................................2
BAB II KAJIAN TEORI..........................................................................................3
2.1 Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)....................................................3
2.2 Pegertian Auditor Independen........................................................................4
BAB III PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN............................................5
3.1 Permasalahan..................................................................................................5
3.2 Pembahasan....................................................................................................5
BAB IV PENUTUP.................................................................................................6
4.1 Kesimpulan.....................................................................................................6
4.2 Saran...............................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................7

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan upaya Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan dalam menunjang dana pendidikan bagi siswa di
tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah
Menengah Atas (SMA). Bantuan Operasioal Sekolah (BOS) mulai diterapkan
sejak Juli 2005 yang mana merupakan program pemerintah yang pada dasarnya
digunakan untuk penyediaan pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi satuan
pendidikan dasar sebagai pelaksanaan wajib belajar 12 tahun. Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) didistribusikan ke masing-masing sekolah setiap tiga
bulan atau dalam periode triwulan oleh pemerintah. Namun, pada kenyataannya
pendistribusian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak sesuai dengan
periode yang telah di tentukan oleh pemerintah, karena dalam pendistribusiannya
sering terjadi keterlambatan. Keterlambatan pendistribusian disebabkan oleh
beberapa faktor, seperti keterlambatan pendistribusian dari pemerintah pusat dan
lamanya keluar surat pengantar pencairan dana oleh tim manajer BOS di
masingmasing daerah.

Selain pendistribusian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sering


mengalami permasalahan, permasalahan lain juga muncul terkait dengan
penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sudah cair sampai di
pihak sekolah, hal ini terkait dengan penyelewangan dana Bantuan Operasional
Sekolah (BOS) yang telah dialokasikan untuk masing-masing siswa, namun pada
kenyataannya tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Permasalahan mengenai
penyelewengan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ini sering
terjadi dikarenakan minimnya partisipasi dan transparansi publik dalam
pengelolaannya setelah dana tersebut cair sampai di pihak sekolah.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka salah satu upaya yang


diperlukan untuk meminimalisir penyelewengan dari penggunaan dana BOS,

1
disamping optimalisasi dari partisipasi publik, suatu bentuk antisipasi untuk
mencegah kasus serupa terjadi sangat diperlukan. Upaya antisipasi yang dapat
diakukan salah satunya adalah dengan menggunakan jasa auditor independen
dalam pengelolaan dana bos.

1.2 Rumusan Masalah


Dari penjelsan latar belakang tersebut, maka yang menjadi rumusan masalah pada
makalah ini yaitu :

1. Bagaimanakah pengaruh auditor independen dalam pengelolaan dana BOS


?

1.3 Tujuan Penulisan


Dari rumusan masalah tersebut, maka yang menjadi tujuan penulisan dari makalah
ini yaitu :

1. Untuk mengetahui pengaruh auditor independen dalan pngelolaan dana


BOS

1.4 Manfaat Penulisan


Manfaat dari penulisan makalah ini yaitu sebagai referensi agar para masyarakat,
siswa, guru, dan mahasiswa serta pemerinth mengetahui bagaimana dana BOS
yang ada disekolah mereka

2
BAB II

KAJIAN TEORI

2.1 Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)


Sesuai dengan undang-undang (UU) nomor 20 tahun 2003 tentang system
pendidikan nasional, setiap warga negara yang berusia 7-15 tahun wajib
mengikuti pendidikan dasar. Pasal 34 ayat 2 UU tersebut menyebutkan bahwa
pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wjib belajar
minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut baiaya. Selanjutnya pada
pasal 34 ayat 3 UU itu menyebutkan bahwa wajib belajar merupakan. Tanggung
jawab Negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan pemerintah,
pemerintah daerah, dan masyarakat konsekuensi dari amanat UU tersebut adalah
pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan pendidikan bagi
seluruh peserta didik pasa tingkat dasar (SD dan MI, SMP dan MTs) serta satuan
pendikan lain yang sederajat.

BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk


penyediaan pendanaan biaya oprasional nonoprasional bagi satuan pendidikan
dasar sebagai plaksana program wajib belajar, yang secara umum bertujuan untuk
meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka
wajib belajar Sembilan tahun yang bermutu. Secara khusus program BOS
bertujuan untuk:

a.     Membebaskan pungutan bagi seluruh siswa SD negeri dan SMP negeri


terhadap biaya operasi sekolah, kecuali pada rintisan sekolah bertaraf
internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI).
b.    Membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam
bentuka apapun, di sekolah negeri maupun swasta, dan
c.   Meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta.
Berdasarkan PP NOmor 48 tahun 2008 tentang pendanaan pendidikan, pendanaan
pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah
daerah dan masyarakat. Dalam peraturan tersebut biaya pendidikan dibagi

3
menjadi tiga jenis yaitu biaya satuan pendidikan, biaya penyelenggaraan atau
pengelolaan pendidikan, serta biaya pribadi peserta didik.

2.2 Pegertian Auditor Independen


Auditor independen ialah merupakan suatu akuntan publik yang bersertifikat
atau kantor akuntan publik yang melakukan audit atas entitas keuangan komersial
maupun non kormersial, (Carolita dan Rahardjo, 2012). Profesi auditor yang
merupakan suatu pekerjaan yang berlandaskan pada pengetahuan yang kompleks
dan hanya dapat dilakukan oleh individu dengan kemampuan dan latar pendidikan
tertentu. Salah satu tugas auditor dalam menjalankan profesinya yaitu untuk
menyediakan sebuah informasi yang sangat berguna bagi publik untuk suatu
pengambilan keputusan ekonomi.

Profesi akuntan publik bertanggung jawab untuk memberikan penilaian atas


kewajaran dari laporan keuangan perusahaan, sehingga masyarakat pada
umumnya, dan para pelaku bisnis pada khususnya, memperoleh infomasi
keuangan yang andal sebagai dasar memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi.
Seorang akuntan juga bertanggung jawab apabila terjadi manipulasi-manipulasi
keuangan, (Carolita dan Rahardjo, 2012).

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan auditor, yaitu


pengetahuan dan pengalaman. Untuk melakukan tugas pengauditan, auditor
memerlukan pengetahuan pengauditan dan pengetahuan mengenai bidang auditing
dan akuntansi. Selain itu, Carolita dan Rahardjo (2012) menyatakan bahwa
akuntan dipandang sebagai suatu profesi karena memiliki ciri-ciri berupa: 1.
membutuhkan dasar pengetahuan tertentu untuk dapat melaksanakan pekerjaan
profesi tersebut dengan baik (common body of knowledge), 2. memiliki syarat-
syarat tertentu untuk menerima anggota (standard of admittance), 3. mempunyai
kode etik dan aturan main (code of ethic and code of conduct), 4. memiliki standar
untuk menilai pekerjaan (standar of perfomance). Dalam hal ini, berarti di dalam
diri seorang akuntan profesional terdapat suatu sistem nilai atau norma yang
mengatur perilaku mereka dalam proses pelaksaan tugas.

4
BAB III

PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN

3.1 Permasalahan
Permasalahan yang penulis angkat dalam penelitian ini yaitu maraknya
kecurangan dalam pengelolaan Dana BOS. Hal ini dapat terlihat dari
pendistribusian Dana BOS yang tidak sesuai dengan periode yang telah ditentukan
oleh pemerintah karena dalam pendistribusiannya sering terjadi keterlambatan.
Seain itu, permasalahan lain juga muncul terkait dengan penggunaan dana BOS
yang sudah cair sampai dipihak sekolah. Hal ini terkait dengan penyelewengan
Dana BOS yang telah dialokasikan untuk masing – masing siswa namun pada
kenyataannya tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Hal ini tercantum dalam
penelitian I Made Indra Dwi Putra Suastawan (2017) tentang pengaruh budaya
organisasi, proactive raud audit, dan whistleblowing terhadap pencegahan
kecurangan dalam pengelolaan dana BOS.

3.2 Pembahasan
Dari permasalahan tersebut, penulis memberi saran agar untuk pengelolaan
dana bos harus dibantu dengan jasa auditor independen karena dengan adanya
auditor independen maka hasil pemeriksaan audit oleh auditor dapat lebih valid
datanya sehingga jika ada kecurangan dapat diketahui langsung terletak
dimanakah kecurangan itu. Karena jika hanya menggunakan audit internal maka
itu tidak independen karena bukan tidak ada kemungkinan kepala sekolah bekerja
sama dengan beberapa pihak terkait tersebut untuk melakukan penyelewengan
dana bos. Sedangkan dengan adanya auditor yang independen maka laporan
terkait pengelolaan dana BOS tersebut akan lebih valid dan benar.

Dengan adanya peran auditor independen maka tingkat pengungkapan


kesalahan dalam pengelolaan dana BOS akan tinggi karena seorang auditor
independen akan secara independensi dalam memeriksa laporan terkait dana BOS
tersebut dan karena adanya peran auditor independen tersebut, maka pihak

5
sekolah akan berpikir panjang untuk melakukan penyelewengan karena akan
mudah mengungkap penyelewengan tersebut.

6
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Dalam pengelolaan dana bos cukup sering terjadi penyelewengan –
penyelewengan terkait dana tersebut. Oleh karena itu untuk dapat mengurangi
kecurangan atau penyelewengan tersebut, maka akan lebih baik jika di dalam
pengelolaan dana bos tersebut digunakan jasa auditor independen karena seorang
audior yang independen maka ia akan menilai laporan terkait pengelolaan tersebut
secara benar dan jujur sehingga penyelewengan yang terjadi akan dapat diketahui
dan diberi sanksi kepada pihak penyeleweng.

4.2 Saran
Saran kami bagi pemerintah ada baiknya jika pengelolaan dana bos menggunakan
peran auditor independen dalam pengelolaannya. Dan untuk sekolah ada baiknya
jika tidak melakukan penyelewengan terhadap dana bos tersebut. Untuk para
siswa seharusnya juga menggunakan dana bos sesuai dengan napa yang
seharusnya.

7
DAFTAR PUSTAKA

Carolita, K. Metha dan Rahardjo, N. Shiddiq. 2012. Jurnal. Pengaruh Pengalaman


Kerja, Independensi Objektifitas, Integritas, Kompetensi, dan Komitmen
Organisasi Hasil Audit. DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING
Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 1-11. Semarang.

Domai, Tjahjanulin. 2010. Manajemen Keuangan Publik. Malang: Universitas


Barawijaya Press (UB Press).

Kementerian dan Pendidikan Nasional. 2011. Buku Panduan BOS