Anda di halaman 1dari 2

Heriyadi

030735564
EKMA4567 Perilaku Konsumen Diskusi 2

Pertanyaan :
Abraham Maslow mencoba menjelaskan, mengapa seseorang didorong oleh kebutuhan-
kebutuhan tertentu pada saat-saat tertentu.

1. Menurut Anda, mengapa seseorang lebih banyak menggunakan waktu dan tenaganya untuk
keamanan pribadi, sedangkan orang lain lebih banyak menggunakan waktu dan tenaganya
untuk mengejar harga diri ?

2. Manfaat apa yang mungkin didapat oleh pemasar ketika dia memahami perbedaan
kebutuhan kedua orang tersebut?

Jawaban Pendapat :

1. Menurut teori Maslow, jika kebutuhan fisiologis belum bisa tepenuhi, maka kebutuhan
aktualisasi diri belum terpenuhi juga.Kebutuhan fisologis datangnya dari dalam diri
manusia. Matin Khan (2006) menulis “teori maslow adalah teori makro yang dirancang
untuk memperhitungkan perilaku sebagian manusia pada umumnya. Hal ini didasarkan
pada hierarki kebutuhan Maslow, yang menyatakan bahwa manusia memiliki berbagai
kebutuhan dan, ini dapat diklasifikasikan sebagai kebutuhan primer dan sekunder atau,
lebih beurutan lebih rendah dan berurutan lebih tinggi. Setelah kebutuhan terpenuhi,
manusia, berusaha memenuhi kebutuhan lainnya. Hal ini biasanya dilakukan dalam
hierarki, yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Fisiologis

Makanan, air, tidur, pakaian, tempat tinggal dan seks. Produk dalam kategori ini
antara lain, makanan, makanan kesehatan, obat-obatan, minuman, pakaian rumah, dll

b. Kebutuhan keamanan

Mencari keselamatan fisik dan keamanan. Keselamatan orang, keamanan barang,


keamanan pekerjaan, dll. Produk yang kunci, senjata, polis asuransi, alarm pencuri,
investasi pensiun, dan lain-lain

c. Kebutuhan sosial

Kebutuhan untuk disetujui dalam masyarakat. Untuk mencintai dan dicintai,


persahabatan, apresiasi cinta.

d. Kelompok penerimaan.
Produk yang berhubungan dengan alat dandan, hiburan, pakaian, kosmetik, perhiasan,
fashion dan pakaian.

e. Kebutuhan esteem

Keinginan untuk status, superioritas, harga diri dan prestise. Produk yang furniture,
pakaian, minuman keras, hobi, mobil mewah.

f. kebutuhan aktualisasi diri

Keinginan untuk pemenuhan diri, keinginan untuk menjadi semua yang satu mampu
menjadi. Produk yang pendidikan, seni, olahraga, liburan, pakaian, makanan. Hierarki
Maslow adalah panduan yang baik untuk perilaku umum. Perilaku konsumsi yang sama
dapat memenuhi lebih dari satu kebutuhan” (dikutip sesuai aslinya dari Bab 2 motivasi
(hal 104-105).

2. Teori motivasi dapat diterapkan dalam konsep segmentasi dan positioning.Segmentasi


merupakan pengelompokan konsumen, konsumen dibagi menjadi kelompok-kelompok
sesuai dengan karakteristiknya. Pembagian kelompok konsumen berdasarkan
kebutuhannya, salah satunya kebutuhan fisiologis. Bagian selanjutnya dari aplikasi teori
motivasi adalah positioning, positioning mengacu pada perusahaan yang ingin
produknya dipersepsikan dengan citra tertentu atau dipandang dengan persepsi tertentu
oleh konsumen. Positioning sering didasarkan oleh kebutuhan fisik dan kebutuhan
fisiologis dari seorang konsumen. Misalnya susu Anlene memiliki kandungan kalsium
tinggi, berarti dalam susu Anlene tersebut terdapat positioning. Kemudian,Anlene adalah
susu untuk orang yang membutuhkan kalsium tinggi, sehingga Anlene disegmentasikan
untuk konsumen yang membutuhkan kalsium tinggi, terutama konsumen berusia 40 –
50 tahun kekurangan zat kalsium atau zat gizi mikro. Selain itu, barang-barang mewah
sering diposisikan sebagai kebutuhan ego maupun kebutuhan aktualisasi diri. Peter dan
Olson (1999) menulis bahwa “Ketika konsumen dalam pasar sasaran sudah mengenal
kategori kebutuhan, para pemasar dapat mengkonsentrasikan strategi promosi pada
tujuan-tujuan lainnya. Bagaimanapun, pada waktu tertentu, secara relatif 5 orang
konsumen umumnya kemungkinan memiliki niat untuk membeli suatu produk. Misalnya,
sekitar 20 % konsumen memiliki niat untuk membeli deterjen cuci pada suatu waktu,
dibandingkan dengan 1 persen yang memiliki niat untuk membeli mobil baru. Selain itu,
hal tersebut dapat memberikan kesulitan untuk membedakan konsumen yang terbentuk
seperti dari niat dari seseorang tidak sepenuhnya ada dalam suatu pasar”

Demikian paparan dari saya


Sumber : EKMA4567/MODUL 2

Anda mungkin juga menyukai