Anda di halaman 1dari 5

Latar Belakang

Planetarium Jagat Raya Tenggarong yang terletak di jalan Diponegoro, Kutai


Kartanegara, Kalimantan Timur. Bangunan ini dibagun pada tahun 2000, mulai berfungsi
tahun 2003, dan diresmikan pada tanggal 16 April 2003 oleh Wakil Presiden yaitu Bapak DR.
H. Hamzah Has. Sejarah berdirinya Planetrium Jagat Raya, berdasarkan pemikiran Bapak
Bupati H. Syaukani, HR. Merupakan Planetarium ketiga setelah planetarium Jakarta dan
planetarium Surabaya. Teater ini memberikan fasilitas Teater Bintang atau Teater Alam
Semesta.

Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah Planetarium Jagat Raya Tenggarong ?
2. Bagaimana kondisi Planetarium Jagat Raya Tenggarong ?
3. Bagaimana fasilitas yang diberikan oleh Plnetarium Jagat Raya Tenggarong
kepada pengunjung ?
Tujuan Observasi
Untuk melengkapi tugas mata kuliah ‘’Atronomi’’ dan mempelajari berbagai mancam
benda benda luar angkasa selama berkunjung di Panetarium Jagat Raya Tenggarong.

Manfaat
Untuk kepentingan umum menambah wawasan penulis ataupun yang membacanya
khususnya yang ingin tahu tentang Planetarium Jagat Raya.

Proses Observasi
Kami melakukan observasi ke Planetarium Jagat Raya Tenggarong pada hari Senin,
21 Februari 2020 pukul 10.00 WITA. Selanjutnya kami membeli tiket seharga Rp15.000 dan
mempertanyakan ketersediaan pihak penjaga Planetarium Jagat Raya Tenggarong untuk
dapat memandu kami dalam observasi, mewawancarai, dan merekam film yang akan diputar.
Tetapi ini tidak diperbolehkan, dikarenakan kesalah kami yang tidak membuat surat
pengajuan ke Dinas Pariwisata di Tenggarong. Karena itu kami hanya dapat menonton film
sejarah Galileo Galilei dan film yang memproyeksikan gambaran matahari, bulan, komet,
meteor, bintang, rasi, galaksi dan lain lain.
Setelah itu, kami melajutkan perjalanan ke ruang lantai satu bagian belakang tangga.
Pada ruang tersebut terdapat display poster sebanyak 52 yang menjelaskan mengenai luar
angkasa. Kemudia lanjut ke luar gedung untuk mengobservasi miniature planet-planet dan
membaca penjelasan ciri- ciri yang diberikan setiap planet. Kami abadikan setiap perjalanan
dengan berswafoto dan beberapa mengambil video mengenai Planetarium Jagat Raya
Tenggarong.

Kondisi Planetarium Jagat Raya


Saat memasuki gedung Planetarium Jagat Raya Tenggarong, kami disambut dengan
globe bumi yang berukuran besar di lantai satu. Gedung ini memeliki 2 lantai. PAda lantai
pertama terdapat ruang informasi, tempat pembelian, tiket, ruang ibadah yang ber AC, toilet,
ruang display yang berisi pameran 52 poster luar angkasa dan perpustakaan. Untuk kondisi
ruang display sangat disayangkan bahwa banyaknya alat yang tidak berfungsi dengan baik,
sehingga beberapa poster tidak menimbulkan efek bercahaya seolah menimbulkan efek luar
angkasa dan tidak dapat dibaca.
Sedangkan pada lantai dua terdapat ruang Teater Bintang atau Teater Alam yang
berkapasitas 92 kursi. Untuk kondisi dalam Teater Alam atau Teater Bintang sangat bagus
dengan kubah yang berdiametr 11 meter serta dilengkapi dengan proyektor canggih yaitu
Proyektor Skymaster ZKP 4 buatan perusahaan Carl Zeiss Jerman, sehingga pengunjung
dapat menikmati teater tanpa menggunakan kacamata 3D. Tetapi sangat disayangkan banyak
kursi yang mengalami kerusakan, sehingga kurang nyaman diduduki. Kemudian di bagian
dekat area parkir kami disajikan miniature planet-planet di Galaksi Bimasakti seperti ;
Matahari, Merkurius, Venus, Bumi, Bars, Jupiter, saturnus, Uranus, Neptunus. Setiap
miniatur dilengkapi dengan penjelasan ciri-ciri planetnya dengan lengkap, tetapi tulisan
banyak yang pudar sehingga pengungjung tak dapat membacanya. Untuk kawasan gedung
Planetarium Jagat Raya Tenggarong lumayan luas pada daerah tempat parkir, memiliki
tanaman yang asri sebagai pemercantik, serta lingkungan yang kebersihannya terjaga.

Alat – Alat Planetarium Jagat Raya


Planetarium ini merupakan tempat Teater Bintang atau Teater Alam, karena dapat
memperlihatkan isi alam semesta serta susunannya. Alat peraga yang digunakan pada tahun
2003 – 2013 berupa Proyektor Skymaster ZKP 3 buatan perusahaan Carl Zeiss Jerman,
dengan tinggi maksimum 2750 mm dan berat mencapai 250 kg, lensa yang dimilikinya
adalah 100 lensa. Sejak tahun 2013- 2014 Planetarium Jagat Raya sudah menggunakan
teknolgi terbaru berupa Proyektor Skymaster ZKP 4 buatan perusahaan Carl Zeiss Jerman,
sehingga pengunjung dapat menikmati teater tanpa menggunakan kacamata 3D.
Memproyeksikan gambar matahari, bulan, komet, meteor, bintang, rasi, galaksi dan lain lain
dengan menggunakan kubah berdiameter 11 dengan kapasitas penonton 92.

Selain proyektor utama, pada Skymaster ZKP 3 dan ZKP 4 juga terdapat pendukung
lainnya berupa proyektor effect dan 8 buah proyektor slide yang berfungsi untuk
memproyeksikan gambar. Planetarium Jagat Raya di Tenggarong juga memberikan ruang
display yang berisi pameran 52 poster luar angkasa dan perpustakaan. Alat lainnya berupa
teleskop, kacamata untuk melihat matahari, globe berukuran besar ,dan miniatur planet-planet
yang berada pada galaksi bima sakti.
Kebersihan di Planetarium Jagad Raya
Kebersihan di Planetarium Jagad Raya cukup terawat dengan baik, dibuktikan dengan
halaman sekitar Planetaruim Jagad Raya bersih dan nyaman. Selain itu banyak pohon-pohon
yang teduh di sekitar Planetarium Jagad Raya, walaupun begitu daun-daun kering yang
berjatuhan di sekitar pohon rutin dibersihkan oleh petugas kebersihan. Untuk ruang bagian
bawah untuk administrasi dan lain-lain juga cukup bersih dan rapi. Pada ruang utama di lantai
dua, keadaannya bersih dan rapi sehingga nyaman untuk menikmati pertunjukkan yang ada di
Planetarium Jagad Raya. Di Planetarium Jagad Raya juga terdapat mushola untuk beribadah.
Kondisi kebersihan di mushola cukup bersih dan terdapat AC untuk pendingin ruangan.
Untuk keadaan toilet di sedikit kurang terawat dengan baik dibuktikan dengan kondisi keran
air yang agak macet dan cermin toilet yang berdebu.

Kondisi bagungan di Planetarium Jagad Raya


Ciri khas dari Planetarium Jagad Raya ialah kubah dengan diameter 11 meter
sehingga penonton bisa menyaksikan keindangan semesta dari 92 kursi yang ditempatkan
melingkar, menghadap ke proyektor. Kondisi bangunan bagian depan Planetarium Jagad
Raya cukup baik Akan tetapi bagunan belakang dari Planetarium Jagad Raya kurang terawat
dengan baik, dibuktikan dengan adanya bangunan dengan cat yang sudah memudah dan
terkelupas dinding pada bangunan Planetarium Jagad Raya

Daya Tarik Pengunjung


Pada 2014, semasa pemerintahan Bupati Rita Widyasari, PJRT melewati upgrade
besar-besaran. Fasilitas terbaru memungkinkan teater bintang menayangkan cuplikan tiga
dimensi yang bisa dinikmati tanpa kacamata. Fitur tersebut muncul berkat upgrade optic ke
ZKP 4. Konon, tak satu pun planetarium di Asia Tenggara memiliki fasulitas tersebut saat itu.
Karna teknologi baru tersebut, sempat mengembalikan kejayaan Planetarium Jagad Raya
yang sempat meredup. Pada Idulfitri 2014, lebih 2 ribu orang dating berkunjung dalam sehari.
Jam tayang diputar hingga delapan kali, dari yang biasanya empat kali sehari. Sepanjang
2014 saja, jumlah kunjungan mencapai 22 ribu orang. Angka wisatawan mencetak Rp 150
juta ke pendapatan asli daerah atau PAD Kukar. Sayangnya, antusiasme public hanya sesaat.
Setelah mencatatkan puncak kunjungan pada 2015 dengan 32.100 kedatangan, tahun
berikutnya rutin jadi 32.066. Sedangkan pada 2017, merosot tajam ke angka 7.025
(Kabupaten Kutai Kartanegara dalam Angka 2018, Badan Pisat Statistik Kukar).
Stap Pengurus Planetarium Jagad Raya

Kelebihan dan Kekurangan Planetarium Jagad Raya


Kelebihan
Planetarium Jagad Raya merupakan planetarium ketiga yang ada di Indonesia. Planetarium
ini menggunakan proyekror bintang Sky Master ZKP-3 produksi Carl-Zeiss Jerman.
Planetarium Jagad Raya merupakan planetarium tercanggih se-Indonesia bahkan satu-satunya
di Asia Tenggara yang menggunakan proyektor Powerdom Velvet sehingga mampu
menampilkan film tiga dimensi (3D) tanpa bantuan kacamata khusus.
Kekurangan
Terdapat fasilitas yang sudah tak beroperasi dengan baik. Sejak Februari 2019, teater bintang
tak lagi bersinar sehingga minat pengunjung berkurang. Selain itu kurangnya pengembangan
fasilitas yang menunjang edukasi yang lebih kreatif untuk menarik pengunjung luar daerah.

Kesimpulan
Planetarium menjadi salah satu wahana pendidikan yang memungkinkan masyarakat umum
mengenal objek-objek langit yang tersebar di seluruh penjuru jagat raya berupa bintang-
bintang, planet dan objek-objek lainnya. Planetarium ini merupakan tempat teater bintang
atau teater alam, karena dapat memperlihatkan isi alam semesta serta susunannya. Selain itu
sebagai daya tarik wisatawan luar daerah.