Anda di halaman 1dari 14

SOAL UAS  SUPERVISI PENDIDIKAN

(Take Home)

PERTANYAAN LATIHAN

1.     Jelaskan pendekatan-pendekatan apa saja yang terdapat dalam supervisi pendidikan !

Jawab :

a).Pendekatan klinis dan pendekatan non klinis (biasa).Supervisi klinis adalah suatu bentuk bantuan
profesional yang diberikan kepada  guru/calon guru berdasarkan kebutuhannya melalui siklus yang
sistematik dalam perencanaan, pengamatan yang cermat,  dan pemberian balikan yang segera serta
obyektif tentang penampilan mengajarnya yang nyata, untuk meningkat ketrampilan mengaiar dan sikap
profesionalnya.

b).Pendekatan kelompok dan individual.Apabila sifat masalah yang dihadapi bersifat umum dan dialami oleh
hampir semua guru di suatu sekolah         maka teknik supervisi yang paling tepat adalah melalui
pendekatan kelompok, tetapi jika masalah tersebut hanya dialami oleh beberapa orang guru secara
tersendiri, maka pendekatan yang paling tepat adalah pendekatan secara individual. Dari segi jumlah guru
harus dibina, maka pendekatan kelompok lebih efektif jumlah guru yang dibina lebih banyak dibanding
dengan pendekatan individual dimana guru yang dihadapi secara sendiri-sendiri.

c).Pendekatan langsung (direct techniques) dan pendekatan tidak langsung (indirect techniques).Pendekatan
supervisi langsung yaitu cara pelaksanaan supervisi dimana supervisor langsung berhubungan secara tatap
muka dengan mereka yang disupervisi,tanpa menggunakan media tertentu.Misalnya kunjungan kelas,
pertemuan pribadi, lokakarya, rapat staf, dan sebagainya. Sedangkan pendekatan tidak langsung yaitu
cara pelaksanaan supervisi yang ditempuh oleh supervisor dengan menggunakan alat atau media tertentu.

d).Pendekatan lengkap dan pendekatan tidak lengkap.Supervisi lengkap adalah kegiatan supervisi yang
meliputi semua unsur (komponen) yang ada di sekolah itu, baik guru, murid, tenaga administrasi, alat
kelengkapan pendidikan/kantor, serta situasi dan kondisi dari semua unsur-unsur tersebut. Sedangkan
supervisi tidak lengkap yakni pelaksanaan supervisi yang         hanya ditujukan pada aspek tertentu saja.

2.     Bedakan (bandingkan) supervisi klinis dan pendekatan non klinis.Mengapa pendekatan ini disebut
pendekatan klinis.

Jawab :

Supervisi Klinis Supervisi Non Klinis

- Bersifat demokratis melalui proses - Cenderung otoriter, pelak-sanaannya


musyawarah antara supervisor dan guru. didasarkan atas kehendak supervisor.
Kegiatan yang disupervisi berdasarkan atas Kegiatan yang disupervisi tidak
usul guru/calon guru. didasarkan atas usulan guru/calon guru.
- -

Hubungan guru dengan super- visor Hubungan supervisor dengan guru


bersifat kolegial dan interaktif. bersifat hirarkis dan sepihak.

- Berorientasi penuh kepada kebutuhan - Tidak selamanya berorientas kepada


guru/calon guru. kebutuhan guru tertentu pada
kebutuhan supervisor.

Pusat perhatian tidak ketrampilan


tertentu, bersifat Umum dan luas.
Perhatian terpusat pada  berapa Hasil supevisi sering didasarkan atas
- ketrampilan mengajar guru tertentu. -
perasaan supervisor.
Hasil supervisi didasar- kan atas kenyataan
observasi langsung di kelas.

Instrumen supervisi telah dibuat oleh


Instrumen supervisi dibuat dan disepakati aparat yang berwenang tanpa
- -
bersamaan antara supervisor dan guru. disertakan.

Balikan hasil supervisi berupa bimbingan Balikan hasil supervisi diwujudkan


- yang bersifat pemberian bantuan. - dalam bentuk arahan/perintah/
instruksi.

Dan lain sebagainya.


Dan lain sebagainya.

- -

- -

- -

Disebut pendekatan klinis karena terdapat tiga fase kegiatan, yakni kegiatan pertemuan perencanaan,
observasi kelas. dan kegiatan pertemuan balikan untuk menganalisis secara teliti dan obyektif berbagai
perubahan tingkah laku dan penampilan guru/calon guru dalam mengajarnya  di kelas
3.     Dalam pendekatan supervisi kelompok dan pendekatan individual terdapat teknik-teknik supervisi kelompok
dan teknik-teknik supervisi individual.

a.Sebutkan teknik-teknik supervisi dari kedua jenis pendekatan tersebut.

b.Mengapa disebut teknik kelompok dan individual ?

Jawab :

a.-Teknik supervisi yang bersifat individu dapat dijelaskan atas beberapa macam, yakni sebagai berikut:

1).Kunjungan kelas (Glassroom visitation).

2).Observasi Kelas (Class-room Observation ).

3).Percakapan pribadi (Individual Conference).

4).Saling mengunjungi (Intervisitation).

5).Menilai diri sendiri (Self Evaluation Check-list).

-Teknik supervisi yang bersifat kelompok dapat dijelaskan atas beberapa macam, yakni sebagai berikut:

1).Pertemuan Orientasi  bagi guru baru (Orintation Meeting for new Teacher)

2).Rapat guru

3).Diskusi sebagai proses kelompok

4).Studi kelompok antar guru

5).Tukar-menukar pengalaman(Sharing of experience)

6).Lokakarya(workshop)

7).Diskusi panel

8).Seminar

9).Simposium

 10).Demontration Teaching

 11).Perpustakaan Jabatan Guru

 12).Buletin Supervisi

 13).Membaca langsung(directed reading)

 14).Mengikuti kursus kependidikan

 15).Organisasi jabatan guru(professional organization)

 16).Curriculum laboratory
17).Perjalanan sekolah untuk anggota staf(field trips)

b.Disebut teknik kelompok karena teknik supervisi dalam bentuk kelompok adalah teknik  supervisi yang
digunakan bersama-sama antara supervisor dan guru-guru dalam jumlah yang banyak tetapi mempunyai
masalah.Sementara disebut teknik individu karena digunakan apabila orang yang disupervisi dihadapi
secara perorangan biasanya dilakukan terhadap individu-individu yang yang mempunyai masalah khusus
dan bersifat pribadi.

4.   Apa keuntungan (segi positif) dan kelemahan (segi negatif) dari observasi kelas dan kunjungan kelas ?
Dimana letak perbedaan antara observasi kelas dan kunjungan kelas ? Jelaskan jawaban anda !

Jawab :

Keuntungan (segi positif) dari observasi kelas adalah :

-Supervisor akan dapat memperoleh pengalaman belajar mengajar yang ia   sendiri belum memilikinya.

-Guru yang kurang mampu akan memperoleh tambahan pengalaman jabatan yang lebih banyak, dengan
demikian ia dapat menilai cara mengajarnya sendiri.

-Memungkinkan terciptanya hubungan yang harmonis antara guru-guru dengan supervisor.

Kelemahan (segi negatif) dari observasi kelas adalah :

- Ada kemungkinan terjadi manipulasi tingkah laku dari pihak guru-  guru dengan membuat suasana yang
tidak wajar, dibuat-buat, misalnya pada saat itu segala sesuatu dipersiapkan secara mantap, padahal di
lain waktu keadaanya tidak demikian.

-Kesulitan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.

Keuntungan (segi positif) dari kunjungan kelas adalah :

-Supervisor dapat mengetahui keadaan yang sesungguhnya, sehingga dapat menyediakan


bantuan/pertolongan yang diperlu-kan/dibutuhkan oleh guru-guru yang disupervisi.

-Guru-guru selalu siap melaksanakan tugasnya dengan baik.

 Suasana demikian berpengaruh terhadap suasana belajar murid-murid secara  wajar.

Kelemahan (segi negatif) dari kunjungan kelas adalah :

-Supervisor dianggap tidak demokratis dan tidak kooperatif.

-Guru-guru merasa bingung dan berprasangka bahwa kunjungan tersebut akan menilai tugas-tugas guru
dan mencari-cari kesalahan saja.

-Menimbulkan hubungan yang kurang baik, karena itu guru-guru tidak merasa senang dikunjungi.

Perbedaan antara observasi kelas dengan kunjungan kelas yaitu observasi kelas dapat dilakukan bersama
dengan guru di kelas atau dapat dipantau dari jarak jaauh dengan menggunakan kamera tanpa harus
masuk di kelas.Sementara kunjungan kelas dapat dilakukan dengan menyampaikan terlebih dulu ataupun
tanpa pemberitahuan (secara tiba-tiba).

5.   Teknik mana yang paling tepat menurut anda bila masalah yang harus diselesaikan bersifat pribadi ?
Mengapa demikian ? Kemukakan alasan anda.

Teknik yang paling tepat bila masalah yang harus diselesaikan bersifat pribadi adalah teknik supervisi yang
bersifat individual (individual technique) khususnya secara percakapan pribadi(individual conference)
karena supervisor dan guru dapat bekerja secara individual memecahkan problem-problem pribadi yang
berhubungan dengan jabatan mengajar (personal and professional problems), misalnya: Pemilihan dan
perbaikan alat-alat pelajaran, penentuan dan penggunaan metode mengajar, dan sebagainya.

6.   Didalam proses pelaksanaan supervisi pendidikan terdapat sebagian kegiatan yang bersifat inspeksi.
Jelaskan pendapat anda :

a.Kapan pelaksanaan supervisi itu diperlukan adanya inspeksi dan kapan inspeksi tidak diperlukan dalam
pelaksanaan supervisi pendidikan ?

b.Kemukakan masing-masing sebuah contoh konkrit yang menunjukkan pentingnya inspeksi dalam
pelaksanaan supervisi pendidikan dan contoh yang menunjukkan pada mana inspeksi tidak diperlukan
dalam proses supervisi.

c.Kapan pelaksanaan supervisi pendidikan diperlukan pendekatan klinis dan kapan diperlukan pendekatan non
klinis.

d.Kapan pendekatan supervisi lengkap perlu dan kapan pendekatan tak lengkap dilaksanakan ?

Jawab :

a.Pelaksanaan supervisi diperlukan inspeksi untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dan kekurangan-


kekurangan guru dan kemudian berusaha         untuk memperbaikinya.Sementara inspeksi tidak diperlukan
dalam pelaksanaan supervisi jika orang yang melaksanakan inpseksi itu bersifat otoriter, pelaksana dari
inspeksi itu bersifat kolonial atau orang yang melaksanakan inspeksi itulah yang selalu mencari-cari
kesalahan bawahannya.

b.Contoh konkrit yang menunjukkan pentingnya inspeksi dalam pelaksanaan supervisi pendidikan misalnya
seorang Penilik, Pengawas atau Kepala Sekolah sering mengatakan bahwa ia akan mengadakan supervisi,
namun yang dilaksanakan ialah mengadakan pemeriksaan tentang kehadiran guru, pemeriksaan satuan
pelajaran (SAP), pengecekan tugas-tugas guru dalam PBM, pemeriksaan tentang cara guru menyusun alat-
alat  tes dan penggunaannya, pemeriksaan terhadap target pencapaian kurikulum, dan lain sebagainya.

Contoh konkrit yang menunjukkan contoh pada mana inspeksi tidak diperlukan dalam proses supervisi
misalnya seorang kepala sekolah yang mengadakan inspeksi kepada guru kelas yang didasarkan pada
tujuan untuk mencari-cari kesalahan yang dipicu oleh karena sang guru tersebut telah menghukum murid
yang kebetulan adalah anak kepala sekolah.
c. Pelaksanaan supervisi pendidikan diperlukan pendekatan klinis jika seorang guru meminta untuk dilakukan
suoiervisi terhadap dirinya dan mengharapkan pemberian balikan yang segera serta obyektif tentang
penampilan mengajarnya yang nyata, untuk meningkat ketrampilan mengaiar dan sikap profesionalnya.

7.     Jelaskan kegiatan-kegiatan mana saja yang menunjukkan bukti tentang peranan supervisor dalam
pelaksanaan pendidikan, dan apa nama peranannya pada saat itu ?

Jawab :

Kegiatan-kegiatan yang menunjukkan bukti peranan supervisor dalam pelaksanaan pendidikan seperti :

-Seorang kepala sekolah yang memimpin guru-gurunya, berusaha membantu meningkatkan kemampuan
guru-gurunya, berusaha memberikan nasihatnya, atau saran-sarannya, bahkan dituruti atau ditaati oleh
guru-guru yang dipimpinnya.Disini kepala sekolah berperan sebagai supervisor selaku pemimpin.

-Supervisor  yang berusaha untuk memperoleh data-data yang lebih lengkap  dan obyektif serta relevan
yang dapat digunakan untuk menyusun program peningkatan kualitas (kemampuan) guru-guru.Disini
supervisor berperan sebagai peneliti.

-Supervisor yang memanfaatkan hasil penelitian untuk memberikan bimbingan dan latihan melalui kegiatan
diskusi, demonstrasi, tugas-tugas pembinaan lainnya sebagai usaha peningkatan kemampuan profesional
sesuai kebutuhan dan guru-guru yang dibimbingnya.Disini supervisor berperan sebagai pelatih dan
pembimbing.

-Supervisor dapat menjadi sumber nasihat, sumber pengetahuan, sumber petunjuk, sumber ide, sumber
informasi,  dan sebagainya yang dapat memberikan bantuan/pelayanan kepada guru-guru yang
membutuhkannya.Disini supervisor berperan sebagai nara sumber dan pelayan.

-Supervisor dapat membantu guru-guru yang mengalami kesulitan tertentu, baik guru yang kurang
menguasai metode belajar tertentu, guru yang kurang mampu bergaul dengan sesama guru lainnya, guru
yang kurang beres administrasi kelasnya, dan sebagainya agar mereka dapat bekerja sama dengan baik
diantara mereka.Disini suoervisor dapat berperan sebagai koordinator.

-Supervisor mengemukakan temuan berbagai kekurangan/kelemahan, yang selanjutnya bersama-sama pula


mencari cara yang terbaik untuk memeperbaiki kelemahan/ kekurangan tersebut, menemukan hal-hal yang
perlu ditingkatkan dan bagaimana cara meningkatkannya dan sebagainya.Disini supervisor berperan
sebagai evaluator.

8.     Uraikan secara singkat perilaku supervisor pendidikan menunjukkan sikap tertentu dalam pelaksanaan
supervisi ?

Jawab :

Perilaku supervisor pendidikan menunjukkan sikap tertentu dalam pelaksanaan supervisi yaitu :

-Supervisor yang bersifat korektif yaitu mengoreksi kelemahan dan kesalahan orang lain adalah sesuatu
yang mudah, tetapi lebih sulit bila dilihat dari segi-segi positif dalam hubungan dengan hal-hal yang baik.
-Supervisor yang bersifat preventif yaitu usaha supervisor untuk memperbaiki kesalahan/kelemahan guru
yang telah terjadi mungkin terlalu sulit jika dibandingkan dengan usaha untuk mengatasi sebelum hal
tersebut terjadi.

-Supervisor yang bersifat konstruktif yaitu selalu berusaha mengajak guru-guru mengarakan perhatiannya
pada kegiatan-kegiatan yang bersifat konstruktif bagi tercapainya tujuan-tujuan yang, positif dan nyata
serta mempunyai nilai tambah yang besar manfaatnya bagi pembinaan dan pertumbuhan jabatan guru.

-Supervisor yang bersifat kreatif yaitu supervisor yang selalu memberikan penekanan dalam pembinaannya
lebih besar pada kebebasan guru-guru untuk menghasilkan ide-ide baru inisiatif dan kreativitas dalam
melaksanakan tugasnya, dan kemampuan berpikirnya sehingga dapat mencapai hasil kerja yang lebih
produktif, efektif dan efisien.

9.     Jelaskan secara singkat keterampilan mana yang perlu dikuasai oleh setiap supervisor pendidikan ?

Jawab :

Keterampilan yang perlu dikuasai oleh setiap supervisor pendidikan yaitu sebagai berikut :

a.Keterampilan  dalam Kepemimpinan.Dalam proses kepemimpinan seorang  supervisor mampu menempuh


cara-cara kerjasama dengan guru-guru yang dipimpinnya.

b.Keterampilan dalam hubungan insani/manusiawi (human relation) seperti :

-hubungan pribadi

-hubungan fungsional

-hubungan instrumental

-hubungan konvensional (tradisional)

c.Ketrampilan dalam proses kelompok (group process).Kepala sekolah selaku supervisor dalam fungsinya ia
harus mampu menciptakan suasana dimana semua orang yang disupervisi merasa terlibat dan berada
dalam proses kerjasama untuk tujuan bersama.

d.Keterampilan dalam administrasi personil (personal administration).Supervisor melakukan pembinaan staf


agar terus-menerus tumbuh dan berkembang dalam jabatannya.

e.Ketrampilan dalam evaluasi (evaluation).Supervisor melakukan penilaian untuk mengetahui sampai


sejauhmana suatu pekerjaan sudah dilaksanakan atau sampai dimana tujuan telah tercapai.

10.  Andaikan anda selaku seorang supervisor, dengan menggunakan lembar observasi (S.1) mengobservasi
Yang sedang mengajar di kelas. Hasil menunjukan pengecekan sbb : Nomor aspek 1 = C, 2 = B, 3 = D, 4
= A, 5 = B, 6 = C, 7 = B dan 8 = E maka,

a.   Berapa nilai rata-rata yang diperoleh

b.   Apa kesimpulan anda setelah melihat hasil observasi tersebut ?


c.   Tindak-lanjut apa yang anda ambil untuk mengadakan pembinaan terhadap guru tersebut ?

Jawab :

a.Nilai rata-rata yang diperoleh yaitu  65%

b.Kesimpulannya 35% kegiatan guru dalam mengajar masih kurang.

c.Tindak lanjut yang akan saya ambil untuk mengadakan pembinaan terhadap guru tersebut adalah :

1).Memberikan solusi untuk meningkatkan kreatifitas murid dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.

2).Memberikan cara yang tepat untuk meningkatkan reaksi mental guru tersebut dalam melayani murid-murid.

11.  Seandainya check-list (lembar S.2) anda edarkan kepada   guru-guru  yang anda bina (20 orang guru).
Guru A, memberikan jawaban ya = 11 dan tidak = 4. Sedangkan guru yang lain (19 orang) rata-rata
menjawab ya = 14, dan tidak = 11, maka :

a.Berapa hasil/tingkat kemampuan yang ada tetapkan untuk guru A,  dan beberapa tingkat kemampuan

untuk semua guru tersebut di atas (20 orang).

b.Buatlah skala dan isikan hasil kemampuan guru tersebut di atas, baik untuk guru A dan untuk semua guru

Jawab :

a.Guru A  menjawab 11 pertanyaan yang dijawab ’’ya’’ berarti  11/15 x 100 = 73%.Sementara 4 pertanyaan

dijawab ’’tidak berarti 4/15 x 100 = 27%.

Untuk semua guru yang menjawab pertanyaan ’’ya’’ berarti 14 x 4 = 56%.Sementara 11 dijawab ’’tidak’’

berarti 11 x 4 = 44%.

Mata Kuliah      : Supervisi Pendidikan

Konsentrasi      :  PPI (semester III)

Dosen               :  Prof. Dr. Hj. Mintarsih Danumihardja, M.Pd.

Hari/ Tanggal   :  5/01/2012

Tahun               :  20012/2013
NB:

Jawaban dikumpulkan awal tanggal 12 Desember

Soal:

1.      Jelaskan apa yang anda ketahui tentang tujuan, peran dan manfaat supervisi pendidikan dalam
meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia!

2.      Jelaskan perbedaan peran pengawas dan kepala sekolah sebagai supervisor!

3.      Persyaratan apa yang harus dipenuhi oleh seorang supervisor di dalam menjalankan tugasnya,
baik sebagai kepala sekolah maupun seorang pengawas!

4.      Sebutkan prinsip-prinsip yang harus dipenuhi oleh seorang supervisor!

5.      Mengapa supervisi pendidikan di Indonesia tidak memberikan dampak yang signifikan untuk
meningkatkan profesional guru sebagai profesi?

Jawaban:

1.      Pengertian, tujuan, peran dan ruang lingkup dari supervisi pendidikan.

a.      Pengertian supervisi pendidikan

1)      Segi etimologi

Dari segi etimologi, supervisi diambil dari kata:

(a)         super artinya mempunyai kelebihan tertentu seperti kelebihan dalam kedudukan, pangkat


dan kualitas.

(b)         visi artinya melihat atau mengawasi.

2)      Segi terminologi

Sedangkan dalam arti terminologi, ada beberapa definisi yang akhirnya dari beberapa definisi itu
dapat disimpulkan bahwa supervisi pendidikan adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan
untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaannya secara
aktif.
b.      Tujuan supervisi pendidikan

1)      Tujuan Umum

Tujuan supervisi sejalan dengan tujuan pendidikan, baik tujuan umum maupun tujuan pendidikan
nasional. Dengan demikian, seorang supervisor memang harus seorang yang banyak pengetahuan
dan pengalamannya dari orang yang disupervisinya, karena tujuan pendidikan di sekolah juga
menyangkut tujuan pendidikan secara umum.

Seorang supervisor tidak bekerja dalam kekosongan, ia harus selalu jeli melihat jauh ke depan
terhadap apa saja yang dilakukannya. Guru adalah ujung tombak sekolah dalam melaksanakan
misinya dimana bila tombaknya bengkok tentu tujuan pendidikan akan meleset dari yang telah
ditetapkan.

2)      Tujuan Khusus (operasional)

a)      Membantu guru agar lebih mengerti/menyadari tujuan-tujuan pendidikan di sekolah dalam


usaha mencapai tujuan pendidikan itu.

b)      Membantu guru agar mereka lebih menyadari dan mengertikebutuhan dan masalah-masalah
yang dihadapi siswanya.

c)              Membantu guru mengadakan diagnosa secara kritis, dankesulitan-kesulitan mengajar dan


belajar murid serta menolong mereka merencanakan perbaikan

d)            Memperbesar kasadaran guru terhadap tata kerja yang demokratis dan kooperatif serta
memperbesar kesediaan untuk tolong menolong 

e)              Membantu guru meningkatkan kemampuan penampilannya dimuka kelas

f)               Membantu guru untuk lebih memanfaatkan pengalaman- pengalamannya sendiri

g)             Memperkenalkan guru atau karyawan baru kepada situasidan kondisi sekolah dan
profesinya

h)             Menghindarkan guru dari segala tuntutan yang di luar batas kemampuan dan


kewenangannya, baik tuntutan dari dalammaupun dari luar sekolah

i)                 Membantu guru dalam menggunakan alat-alat pelajaran modern.

j)                 Membantu guru dalam menilai kemajuan secara tepat 

k)             Membantu guru memanfaatkan sumber-sumber belajar dan pengalaman belajar murid 


c.       Ruang lingkup supervisi pendidikan

Sarwoto (1985: 104) menjelaskan bahwa secara teoritis yang menjadi objek supervisi ada dua aspek,
yaitu:

a)              Aspek manusia

Seperti sikap terhadap tugas, disiplin kerja, moral kerja, kejujuran, ketaatan terhadap peraturan
organisasi, kerajinan, kecakapan kerja, kemampuan dalam bekerja sama, watak;

b)   Aspek kegiatan

Seperti cara bekerja kerja (cara mengajar), metoda pendekatan terhadap siswa, efisiensi kerja, dan
hasil kerja.

2.      Perbedaan peran pengawas dengan kepala sekolah sebagai supervisor, yaitu:

a)      Peran pengawas

Kewajiban pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas adalah:

(1)   Menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, melaksakan evaluasi


hasil pelaksanaan program pengawasan dan membimbing dan melatih profesional guru;

(2)   Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan


sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;

(3)   Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, nilai agama dan etika; dan

(4)   Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa

Tugas pengawas pada pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan meliputi:

(1)   penyusunan program pengawasan,

(2)   pelaksanaan pembinaan,

(3)   pemantauan pelaksanaan delapan standar pendidikan,

(4)   penilaian,

(5)   pembimbingan dan pelatihan professional Guru,

(6)   evaluasi  pelaksanaan program pengawasan, dan

(7)   tugas kepengawasan di daerah khusus.


Kompetensi pengawas dalam program evaluasi dasar sekolah tahun 2012 adalah:

(1)   pembimbingan mengenai konsep evaluasi dasar sekolah

(2)   pembimbingan manual penjaminan mutu,

(3)   pembimbingan pengenalan dan cara mengisi instrumen evaluasi dasar sekolah

(4)   pembimbingan mengenai desain profil,

(5)   pembimbingan mengenai penyusunan rancangan kegiatan sekolah,

(6)   Memverifikasi instrumen

(7)   dan pembimbingan mengenai cara mengupload instrumen secara online

b)     Kepala sekolah sebagai supervisor

Kepala sekolah sebagai supervisor berarti bahwa ia harus meneliti, mencari dan menentukan syarat-
syarat mana saja yang diperlukan bagi kemajuan sekolahnya.

Kepala sekolah harus dapat meneliti syarat-syarat mana yang telah ada dan tercukupi, dan mana
yang belum ada atau kurang secara maksimal.

3.      Persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang supervisor di dalam menjalankan tugasnya, baik
sebagai kepala sekolah maupun seorang pengawas, adalah:

Meneliti keadaan, diantaranya:

(a)    Bagaimana keadaan gedung sekolah? Sudah baik dan memenuhi syarat atau sudah rusak?
Bagaimana usaha perbaikannya?

(b)   Apakah perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran memenuhi persyaratan filosofis, psikologis
dan didaktis? Jika belum apa kurangnya? Bagaimana usaha mencukupinya?

(c)    Bagaimana keadaan gurunya, terlalu banyak wanitanya/ terlalu banyak guru honorer dari pada
guru tetap? apakah kemungkinan usaha untuk menjaga keadaan sebaik-baiknya?

(d)   Bagaimana hasil pelajaran dan pendidikan anak-anak? Terlihatlah adanya kemajuan/perbaikan


dari tiap tiga bulan atau dari tiap semester dari tahun ke tahun?

(e)    Bagaiman sikap dan perasaan tanggung jawab guru-guru dalam berpartisipasi terhadap
pembinaan dan kemajuan sekolah? Adakah sikap dan sifat kepemimpinan sekolah yang kurang 
sesuai mempengaruhi kehidupan sekolah pada umumnya?

4.      Prinsip-prinsip yang harus dipenuhi oleh seorang supervisor, yaitu:

(a)    hendaknya bersifat konstruktif dan kreatif.


(b)   harus selalu memperhitungkan kesanggupan, sikap dan mungkin prasangka guru-guru/pegawai
sekolah

(c)    harus didasarkan atas hubungan profesional, bukan atas dasar hubungan pribadi.

(d)   Supervisi tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil dan tidak boleh lekas merasa kecewa.

(e)    Supervisi tidak bersifat mendesak (otoriter).

(f)    Supervisi tidak boleh bersifat mencari kesalahan dan kekurangan.

(g)   Supervisi harus didasarkan pada keadaan yang riil dan sebenarnya.

(h)   Supervisi harus sederhana dan informal dalam pelaksanaannya.

(i)     Supervisi hendaknya juga bersifat preventif, korektif dan kooperatif.

5.      Supervisi pendidikan di Indonesia tidak memberikan dampak yang signifikan untuk


meningkatkan profesional guru sebagai profesi, karena tidak menampakan sisi profesionalisme kerja
yang baik, yang seharusnya Sebagai supervisor harus menunjukan karakteristik professional sebagai
berikut:

a)      Menerangkan topik yang diajarkan dengan baik

Membantu guru mengadakan diagnosa secara kritis, dan kesulitan-kesulitan mengajar dan belajar
murid serta menolong mereka merencanakan perbaikan

Tujuan ini akan terwujud terutama apabila guru telah menemukan pokok  persoalan, apakah itu
datang dari dirinya sendiri atau dari murid, dan bila guru sudah menemukan pokok persoalannya ia
harus dapat secara tepat merencanakan perbaikan pengajaran (remedial teaching).

b)     Menerangkan dengan jelas dan logis

Kenyataan di lapangan, adalah masih banyaknya guru yang terpaku pada tugas rutin, yaitu mengajar
dari jam ke jam dan dari kelaske kelas lain, tanpa sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah bagian
dari tujuan yang besar, di mana mata pelajaran hanya sebagai alat.

Banyak guru yang hanya mengutamakan menyelesaikan tugas dengan tujuan-tujuan jangka pendek,
padahal jauh di depannya ada tujuan yang lebih utama, yaitu pencapaian tujuan pendidikan.
Misalnya, apakah guru tahu apa tujuan pengajaran tata bahasa bagi hidup anak?

c)      Menyampaikan materi dengan sistematis


Penampilan mengajar memang tidak semata ditentukan oleh penguasaan bahan, tapi apabila guru
sudah menguasai bahan adalah modal yang pertama, namun tak sedikit guru yang mempunyai
modal tapi tak dapat mengembangkannya, karena ia tidak tahu bagaimana cara membelanjakannya,
apalagi ada guru yang terlalu berlebihan dalam menyampaikan materi (bahan), ia justru tenggelam
dalam materi. Guru yang seperti ini sering tampak kacau di muka kelas, karena ia asyik dengan
dirinya sendiri, sedangkan murid tak tahu apa yang harus diperhatikan dan dipelajari.

d)     Mempunyai kemampuan ekspresi diri

Membantu guru untuk lebih memanfaatkan ekspresi diri/pengalaman-pengalamannya sendiri.

Pengalaman adalah guru yang paling berharga, dan akan menjadi suatu hal yang amat berharga
apabila guru disadarkan dengan pengalamannya sendiri memberikan petunjuk yang amat bijaksana
dalam memecahkan persoalan pengajaran di kelas, apalagi guru yang telah lama mengajar, pasti
mempunyai segudang pengalaman yang dapat dipilihnya untuk menghadapi persoalan yang baru.
Misalnya, guru yang berpengalaman menghadapi siswa yang nakal, akan lunak bagi menghadapi
siswa yang nakal, karena ia (guru) sudah mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi oleh anak
yang nakal tersebut (dalam mencari pemecahan masalah).

e)      Mempunyai kemampuan membangkitkan motivasi belajar siswa

Membantu guru agar mereka lebih menyadari dan mengerti kebutuhan dan masalah-masalah yang
dihadapi siswanya.

Sistem klasikal memang mempunyai kelemahan, namun itu bukanlah hambatan atau alasan guru
tidak bisa berbuat banyak bagi siswanya. Misalnya, menyamaratakan kemampuan siswa di satu
kelas, mengabaikan hambatan-hambatan yang bersifat pribadi.

Anak pada usia sekolah, terutama di Indonesia banyak menghadapi masalah, baik yang bersumber
dari dirinya maupun dari keluarga dan lingkungannya, karena itu mereka perlu diperhatikan secara
khusus, sebab kalau tidak demikian guru akan menganggap siswa bodoh, padahal bukan itu
masalahnya

f)       Mempunyai kemampuan membuat rencana program pembelajaran (RPP)

Artinya guru harus dapat melakukan pengukuran yang tepat, sehingga ia dapat meningkatkan
kemajuan program pembelajaran. Karena dengan mengetahui hal itu guru dapat menilai dirinya
sendiri, dan akan dapat memberikan nilai objektif kepada murid, dengan demikian kemajuan
pembelajaran dapat dicapai dengan efektif dan efisien.

Anda mungkin juga menyukai