Anda di halaman 1dari 4

ORAL MEDICINE Geographic tongue/benignmigratoriglossitis

HIRZI ATSARI RAMAFEBRI Lesi Eritem (merah) dengan tepi yang putih
Berbentuk pulau, berpindah2
Bentuk lesi Herediter, defisiensi nutrisi
1. Datar (tanpa tonjolan keluar/dalam) macula Lokasi: dorsal lidah
Batas jelas, Eritem karena atrofi papilla filiformis
Contoh: pigmentasi, purpura TH: supportive (multivitamin dan kelola factor
Gambaran purpura: bintik2 kecil merah penyebab
Purpura dibagi 2
Kecil dr 2 mm: ptheciae Hairy tongue: papilla filformis hipertrofi
Besar dr 2 mm: echimosis
Ankylogosia: frenulum yg pendek (cadel)
2. menonjol (plak, papula) Th: frenukeltomi
Plak menonjol, padat ukuran lebih dr 1 cm Lanjutkan frenuloplasty
Papula kecil dr 1 cm
Plak adalah papula yang besar White sponge nevus
Tompok/plak putih seperti cottonwoll/beludru yang
3. nodula tidak bisa diangkat dan melekat kuat pd mukosa mulut
Menonjol keluar dan kedalam, epidermis keatas dan Lokasi: bukal, lidah, padur, pamol,
kebawah Ciri khas: ada sejak lahir, herediter, dan menetap seumur
Padat diatas epidermid dan dibawah dermis hidup, tidak sakit
Ukuran kecil dr 1 cm Dd:candidiasis pseudomembran,

4. vesikel Linea alba


Lesi menonjol dan ada cairan Garis putih bilateral dari posterior berjalan sampai
Ukuran kecil dr 1 cm komisura depan
Tidak bisa dikerok, palpasi halus
5. bula Penyebab: karena diduga tekanan dari pipi terhadap gigi
Ada cairan ukuran besar dari 1 cm
Cheek bitting
6. Ulser dan erosi Cheek chewing
Erosi: belum mencapai stratum basale Unilateral, palpasi kasar dan menonjol
Ulser: sudah mencapai stratum basale Digigit oleh penderita

Lapisan: Leukodema
Epidermis Ditarik hilang
Stratum korneun: yg terkikis, mengandung keratin,
contoh yg mengandung keratin di RM: gingiva, dorsal Fordyces spot/fordyces granul
lidah, palatum durum, mukosa bibir luar Papula putih kekuningan pada mukosa bukal atau
Yang nonkeratin (yang sering sariawan): mukosa labial, vermilion bibir, biasanya bilateral, bintik-bintik
mukosa bukal, palatum mole, bawah lidah Palpasi kasar
Stratum lucidum Ciri khas: mukopapular
Stratum spinosum Penyebab: ektopiknya kelenjar sebasea (kelenjar
Batas erosi minyak)
Stratum basalis: mengandung sel melanosit/melanin yg
memberikan warna pada gingiva (smoker melanosit/ Lingual farikositis
Stratum dermis Karena dilatasi pembuluh darah vena pada ventral lidah
Batas ulser Warna ungu kebiruan dibawah lidah, menonjol (seperti
varises)
7. pustule
Lesi menonjol berisi pus/cairan purulen (nanah) Kortikosteriod topical (tiamnicolone acetonid
kandungannya) saat geographic tongue sedang
8. kista meradang, perih dan sakit
Lesi menonjol berisi cairan kolestrina
VIRUS
Variasi normal Daya tahan tubuh menurun
\Fissure tongue GK: ada vesikel, untuk di RM, khasnya sebelum timbul
vesikel terjadi demam
Gejala prodromal: demam disertai malaise (lelah letih Herpes zoste/shimless
lunglai lesu, sakit kepala, mual) 1-3 hari E: varicella zoster(HSV III)
Asiklofir (obatvirus) efektifnya diberi saat gejala Dibagi 2: primer dan sekunder
prodromal dan sebelum vesikel pecah, jika sudah pecah
tidak akan memberikan efek, karena virus sudah hilang, a. primer
hanya tinggal gejala akhir chichken pock (cacar air)
selflimitting 2-3minggu
Self limiting 7-14 hari lokasi: mulut dan seluruh tubuh
pertama kali terjadi
Limfadenopati teraba

Pembagian: b. sekunder
1.herpes simplek/herpetika stomatitis herpes zoster
Etiologi: HSV 1 reaktifasi HSV III
GK: pencebut: imun turun (imunosupresan)
Ada 2 periode: primer dan sekunder lokasi: 1 sisi tubuh

A.Primer ada 2: komplikasi yg ditimbulkan setelah terkena virus zoster:


post herpetic neuralgia missal 3 bulan pasca sembuh
a. primary herpetigingivostomatitis RM sakit panas, kalau ditangan tersentuh baju sakit,
ciri khas: pertama kali terjadi th: obat karbamazepin
lokasi lebih banyak di ggv drpd tmpt lain
jika sudah pecah lakukan perawatan SAR yg berasal dr acyclovir : 500 sampai 800 mg x5 (karena virusnya lebih
vesikel pecah jd ulser jadi SAR kuat selama 7 hari
th: supportive dan kausatif (kalau aktif acyclovir, kalau
Zoster: th dosis lebih tinggi dr yg lain sariawan triamcinolone), diet TKTP
Beda semua: beda cm penyebab virus dan lokasi
Herpangina
Therapy virus: E: virus coxsacie a4
Supportive (multivitamin dan diet yang tinggi kalori Lokasi: posterior RM, tonsil, pharing,
tinggi protein TKTP), istirahat cukup Biasanya terjadi pd anak-anak

b. herpetic witlow Hand foot mouth disease/flu singapur


ciri khas: diujung kuku Lokasi: kaki tangan mulut
vesikel pecah: ulser: eritem: pecah: sakit E: virus coxsacie a16
Biasanya pada anak-anak
B. sekunder GK: sariawan, sakit di RM. Ditubuh eritem (vesikel
gejala: sebelum terjadi vesikel, gejala prodromal + sudah pecah)
burnig sensation (gatal, kesemutan, panas, sakit), bisa Bisa terjadi berulang dalam sebulan
demam ataupun tidak karena reaktivasi dari HSV 1
factor pencetus reaktifasi: imun turun (karena def MUMPS/parotitis
nutrisi), UV, stress (karena hormone)(psikogenik), Kel parotis bengkak 2 sisi
hormonal E: paramikso virus
Tanpa vesikel
1. herpes labialis Inkubasi 12-21 hari
Lokasi di bibir, vesikel pecah, mengelupas, merah, sakit, Th: antivirus
(krusta hemoragis warna merah kekuningan/kehitaman)
2. rekuren intraoral herpes Campak/measles
Bisa demam/tidak Khas: bintik koplik (mukopapular, merah, dan ruam) di
Lokasi gingiva, lidah, palatum, bukal, seluruh tubuh
Ciri khas: terjadi kedua kali/sebelum udah pernah GK: IO bintik koplik merah2 di RM
Th: supportive
TH: herpes simplex
Acyclovir 1000mg/hr Bivi tongue (lidah terbelah): kekurangan vit b12 atau as
Tab 200mgx5 (5xsehari) selama 7 hari folat

Sakit: analgetik/kortikosteroid topical


Pemakaian denture yg tidak baik
Lesi ulseratif dan vesikobulosa Khas: kandidiasis dibawah basis GT berwarna merah
1. eritema multiformis Th: olesi nistatin sblm penggunaan GT, irigasi dan
Patofisiologis: hipersensitifitas tipe 3 bersihkan GT
Pertama kali terjadi (beda dg herpes labialis)
Predisposisi: alergi obat-obat (antikonfulsan, ns id) Kronik multifocal kandidiasis
GK: IO dan EO Predisposisi: GT, AB, merokok,
IO: eritem dan papul, timbul bula (vesikel yg besar), GK: seluruh mukosa terkena, penyebab multifocal
bula pecah jadi ulser, lesi sentrik (mulut dan kulit) di (banyak)
RM
Dibibir bula pecah, jadi krusta hemoragik Candida leupoklasia/ hiperplastik
EO: bull eyes (merah putih merah) dikulit Etiologi; perokok lama
Th: hentikan factor predisposisi GK: plak putih melekat tidak bisa dikerok pd mukosa
Ulser sangat sakit, kortikostreriod mulut
dan obat kumur Khas: ada yg bisa terangkat ada yg tidak bisa
Lakukan tes PAS (periodic acid schiv) menentukan
pemphigus vulgaris leukoplakia atau candida leukoplakia
kronis dr EM (lanjutan) Jika HIFA (+) candida leukoplakia
sebelum terjadi lesi di kulit, didahului 1-6 bulan di oral (hifa terdapat dijamur)
alergi obat dan makanan
pencetus: sinar UV, def nutrisi Lesi putih – lesi merah
GK: krusta di bibir, slogging (bula pecah, menyatu jd 1. friksional keratosis
bula yg lebih besar lagi) nama tes: nikolskysign positif E: friksi (gesekan)/trauma
Cara: menekan bula ke bula (untuk memastikan sudah GK: plak putih, kasar, tidak bisa dikerok dan
masuk ke pemphigus atau belum) terlokalisasi pada daerah trauma, palpasi kasar
Mirip cheek bitting cheek chewing
Virus steven junction TH; gigi tajam, tambalan tajam rapikan, hilangkan factor
Atipikal flattarget (seluruh tubuh melepuh) nikolskysign penyebab
juga positif
Tapi tidak karena alergi obat dan makanan 2. oral lichenoid / licenoid reaction
Ada2: kontak OLCR dan drug OLDR
Single ulser GK: jala/pita/renda, unilateral
SAR minor <5mm Kontak: alergi amalgam, akrilik, porcelen,
Mayor 1cm (hipersensitivitas tipe 4)
Drug: obat-obatan
Candidiasis
1. oral trus
Akut pseudomembran kandidiasis Beda dg lichen planus:
E: candida albicans Bilateral
Tompok putih distap kerok meninggalkan bekas merah Predisposisi: stress, hormone, bukan kontak dan obat,
atau eritem banyak wanita,
Terjadi pd anak dan org dewasa Ada masa resebasi (hilang dan kambuh)
Predisposisi: Oh buruk, kemoterapi,
Th: nistatin (antijamur/antifungal) Lesi bibir (cheilitis)
Banyak: antifungal kumur, sedikit yg topical 1.Exfoliatif cheilitis
Sistemik kalau byk: ketokonazol, Sudah lama menetap, dan hilang timbul
GK: bibir bersisik, pecah2, dikopek, berdarah
2. akut atropik kandidiasis E; kebiasaan buruk, multifactor (jilat bibir, stress, UV,
Penggunaan obat AB spectrum luas dalam jangka waktu TH: eliminasi factor penyebab, beri obat
lama
Nama lain: antibiotic sourmouth 2. cheilitis actinic/ solare
GK: merah tersebar di mukosa mulut, burning mouth E: sinar matahari (pekerja tambang, bekerja dibawah
syndrome (sakit rasa terbakar pengecapan berkurang) sinar matahari
Th: hentikan penggunaan AB spectrum luas (tetrasiklin, GK: bersisik, bengkak, tebal, lip line hilang
inhealer untuk asma,
Cheilitis monoliasis
3. kronik atropik E: kebiasaan buruk jilat bibir, bersisik putih-putih
Denture stomatitis
Cheilosis: fisur2 bibir dalam , karena kurang minum, Lesi premalignant
tidak sakit
1. leukoplakia
Ranula: pembengkakan di saliva mayor Keganasan 5% peluang
Tersebumbat duktus saliva mayor karena bakteri, ungu Keratinisasi (peningkatan keratin)- prakeganasan
kebiruan dibawah lidah, bengkak, sakit/tdk, lidah Khas: plak putih/tompok putih yg tdk bisa secara
terangkat, palpasi lunak histologis/klinis dikelompokkan ke penyakit lain
Predisposisi; perokok berat, alkoholik
Mukosel: biasanya terjadi dibibir, lidah (jika Cegah tidak SSC: hilangkan factor penyebab
trauma/tergigit), cairan bening, khas: pecah timbul lagi,
palpasi lunak 2. hairy leukoplakia
Saliva minor 100% pada orang HIV/AIDs
Lokasi: plak putih, tidak sakit, berlipat-lipat, menojol
Ganas: palpasi indurasi (keras) ventral lidah sampai dorsal

Teknik bedah: Eritroplakia


Insisi diluar jaringan, besar, dkt jar vital Plak menonjol dan merah
Eksisi: di dalam jaringan Predisposisi: perokok berat dan alkoholik
Enukleasi: utuh, kecil, jauh dr jaringan vital Eritema: burning sensasion
Marsupialisasi: dipotong-potong, dekat jar vital Paling berpotensi keganasan (>50%)

Epulis: SSC
1. gravidarum Tumor ganas, metastase (+) menginfiltrasi jar sekitar
Gusi interdental bengkak Etiologi tidak diketahui, diketahui bahan karsinogenik
Warna merah gelap kadang kebiruan, berdarah saat (kimia) pengawet, dll
gosok gigi, sakit Predisposisi: tembakau, rokok
Ibu hamil, gangguan keseimbangan hormone, diperparah Ciri khas: kembang kol, tepi meninggi dan keras, tempat
OH buruk dan def nutrisi tidak berubah, bertambah besar, tepi irregular, indurasi
Kecil setelah melahirkan, jika tidak lakukan biopsy, (+)
tindakan pd trimester ke 2 jika ingin dilakukan saat Ciri: nodul plemorfik (bentuk beda2/banyak bentuk,
hamil tidak beraturan)

2. epulis granulomatosa
Diantara 2 gigi, merah kebiruan, berdarah, sakit ketika
ditekan
E: sel gigi yg tidak terangkat ketika pencabutan
Th: eksisi

3. fibromatosa
E: iritasi kronis, gigi tajam, warna pucat /merah muda
sesuai warna mukosa, karena kawat gigi

4. fisuratum
Pemakai gigi tiruan tdk baik, sayap kepanjangan, (beda
dg yg iritasi kronis friksional keratosis yg berwarna
putih)
Th: terapi perbaiki GT dan eksisi epulis

5. kongenital
Pada bayi baru lahir
Gusi menonjol, palpasi tdk sakit, warna sama dengan
gusi, hilang stlh umur 8 bulan