Anda di halaman 1dari 11

Nama : YUJLYA RINISA

Nim : BCA 117 239


Kelas : C / AKUNTANSI
M.K : AKUNTANSI BIAYA
Dosen : LAMRIA SIMAMORA, SE., M.SA, Ak, CA

Jawaban Soal Latihan BAB 8 (Halaman 261)


1. Departementalisasi biaya overhead pabrik adalah pembagian pabrik kedalam bagian-
bagian yang disebut dapartemena atau pusat biaya (cost center) yang dibebani dengan
biaya overhead pabrik. Manfaatnya adalah untuk pengendalian biaya dan ketelitian
penentuan harga pokok produk. Pengendalian biaya overhead pabrik dapat lebih
mudah dilakukan dengan cara menghubungkan biaya dengan pusat terjadinya,
sehingga dengan demikian akan memperjelas tanggungjawab setiap biaya yang terjadi
dalam dapartemen tertentu. (Hal 223)

2. Empat tahan utama penyusunanan anggaran biaya overhead pabrik perdepartemen :


a. Penaksiran biaya overhead pabrik langsung departemen atas dasar kapasitas yang
direncanakan untuk tahun anggaran
b. Penaksiran biaya overhead pabrik tidak langsung departemen
c. Distribusi biaya overhead tidak langsung departemen ke departemen-departemen
yang menikmati manfaatnya.
d. Menjumlah biaya overhead pabrik per departemen (baik biaya overhead langsung
maupun tidak langsung departemen) untuk mendapatkan anggaran biaya overhead
pabrik per departemen (baik departemen produksi maupun departemen
pembantu). (Hal 225)

3. Metode alokasi langsung, dalam metode alokasi langsung, biaya overhead departemen
pembantu dialokasikan ke tiap-tiap departemen produksi yang menikmatinya. Metode
alokasi langsung digunakan apabila jasa yang dihasilkan oleh departemen pembantu
hanya dinikmati oleh departemen produksi saja. Tidak ada departemen pembantu
yang memakai jasa departemen pembantu yang lain. Metode alokasi bertahap,metode
ini digunakan apabila jasa yang dihasilkan departemen pembantu tidak hanya dipakai
oleh departemen produksi saja, tetapi digunakan pula oleh departemen pembantu yang
lain. (Hal 227)

4. Metode alokasi bertahap dibagi menjadi dua :


a. Metode alokasi bertahap yang memperhitungkan transfer jasa timbal balik antar
departemen-departemen pembantu. Yang termasuk dalam kelompok metode ini
adalah metode alokasi kontinu dan metode aljabar.
b. Metode alokasi bertahap yang tidak memperhitungkan transfer jasa timbal balik
antar departemen pembantu. (Hal 227)
5.
PT. Eliona
Anggaran Biaya Overhead Pabrik Per Departemen
Tahun 20X2
a.
Jenis Biaya Overhead Jumlah Departemen Produksi Departemen Pembantu
Dept.1 Dept.2 Dept R dan P Dept. listrik dan
kafetaria
Biaya overhead 45.500.000 11.775.000 14.475.000 7.700.000 11.550.000
langsung departemen
Jumlah biaya 45.500.000 11.775.000 14.475.000 7.700.000 11.550.000
overhead langsung
departemen
Biaya overhead tidak
langsung : 1.000.000 1.000.000
Biaya depresiasi 500.000 500.000
gedung 800 1.200
Biaya asuransi 4.000 600 1.400 1.500.800 1.200
gedung
Biaya perluasan lantai 1.504.000 600 1.400
Jumlah biaya
overhead tidak
langsung departemen
Jumlah biaya 47.004.000 11.775.600 14.476.400 9.200.800 11.551.200
overhead pabrik
b.
PT. Eliona
Anggaran Biaya Overhead Pabrik Dept Pembantu ke Dept Produksi
(dalam ribuan rupiah)
Keterangan Departemen Produksi Departemen Pembantu
Dept 1 Dept 2 Dept R dan L Dept. Listrik
dan kafetaria
Jumlah biaya 11.775.600 14.476.400 9.200.800 11.551.200
overhead
langsung dan
tidak langsung
departemen
Alokasi jam 1.200 800 (2000)
kerja
pemeliharaan
(Departemen
reparasi &
pemeliharaan )
Alokasi kwh & 3.015 12.035 (15.050)
jumlah
karyawan (Dept
listrik &
kafetaria)
Jumlah alokasi 4.215 12.835 9.198.800 11.536.150
biaya overhead
dari dept
pembantu
Jumlah biaya 4.215 12.835
dept produksi
setelah
menerima
alokasi biaya
dari dept
pembantu
Jawaban terdapat pada halaman (Hal 228-229)

6. Metode alokasi langsung, dalam metode alokasi langsung, biaya overhead departemen
pembantu dialokasikan ke tiap-tiap departemen produksi yang menikmatinya. Metode
alokasi langsung digunakan apabila jasa yang dihasilkan oleh departemen pembantu
hanya dinikmati oleh departemen produksi saja. Tidak ada departemen pembantu
yang memakai jasa departemen pembantu yang lain. Sedangkan metode alokasi
bertahap, metode ini digunakan apabila jasa yang dihasilkan departemen pembantu
tidak hanya dipakai oleh departemen produksi saja, tetapi digunakan pula oleh
departemen pembantu yang lain. (Hal 227)
7.Metode alokasi kontinu ini, biaya overhead pabrik departemen-departemen pembantu
yang saling memberikan jasa dialokasikan secara terus-menerus, sehingga jumlah biaya
overhead yang belum dialokasikan menjadi tidak berarti. Sedangkan metode alokasi
aljabar, jumlah biaya tiap-tiap departemen pembantu dinyatakan dalam persamaan
aljabar.

8. Tarif distribusi adalah tarif yang digunakan untuk membagikan biaya overhead tidak
langsung departemen kepada departemen – departemen yang menikmati manfaatnya, baik
departemen pembantu maupun produksi. Tarif Alokasi adalah tarif yang digunakan untuk
membagikan biaya overhead departemen pembantu kepada departemen produksi, baik
secara langsung maupun bertahap.Tarif Pembebanan adalah tarif yang digunakan untuk
membagikan biaya overhead pabrik kepada produk. (Hal 230)

 Tidak, karena biaya overhead pabrik departemen-departemen pembantu yang saling


memberikan jasa dialokasikan secara terus menerus hingga jumlah overhead yang
belum dialoksikan menjadi tidak berarti. (Hal 231)
9. A.

jenis T/V Jumlah Dept. Dept.


biaya Produksi pembantu

Rdp. V 8.760.000 800.000 600.000 - 500.000 100.000

Listrik V 9.760.000 3.000.000 750.000 2.250.000 - 2.250.000

Kafetaria V 1.730.000 10.000 20.000 15.000 5.000 -

total 20.250.000 3.180.000 8.120.00 2.265.000 505.000 2.350.000


biaya 0
overhead
pabrik
B.
Departemen produksi Departemen pembantu
Keterangan
Dept. A Dept B Dept X Dept Y Dept Z
Biaya overhead langsung dan
tidak langsung 1.100 1.500 800 700 900
Alokasi biaya overhead dep.
z atas dasar jam KARY tarif
alokasi per orang
(1.130.000:900) 800 800 - 500 100
Alokasi biaya overhead dep.
Y atas dasar lokasi Kwh dan
tarif alokasi Rp. 10 per Kwh
(9.760.000:700) 3000 7.500 2.250 - 2.250
Alokasi biaya overhead dep.
X dengan dasar lokasi jam
KARLY dari tarif alokasi
Rp. 10
(8.760.000:800) 10 20 15 5 -
Jumlah biaya alokasi biaya
overhead yang diterima dari
dep. pembantu 9.760.70
Jumlah biaya overhead
pabrik produksi setelah
adanya biaya overhead dep.
pembantu 1.255.55

10.

Data departemen listrik

biaya tetap 10.000

biaya variabel 50.000

total biaya produk listrik per tahun 60.000

kapasitas yang tersedia 60.000

departemen A 10.000
70.000 kwh
departemen A

Biaya tetap = (60.000:10.000)

Selisih kapasitas yang terjadi dalam tahun 10 per


KWH

11. Perbedaannya adalah dalam penentuan tarif biaya overhead pabrik adalah membagikan
biaya overhead departemen-departemen produksi (dalam metode alokasi langsung)
atau kepada departemen-departemen pembantu lain dan departemen produksi (dalam
metode alokasi bertahap). Istilah yang digunakan untuk menggambarkan pembagian
biaya overhead departemen pembantu ke depaertemen produksi, atau dari departemen
pembantu ke departemen pembantu yang lain dan departemen produksi. (Hal 230)

12.

BOP Sesungguhnya 475.000.000

BOP yang dianggarkan, pada kapasitas yang dicapai:

BOP tetap (150.000.000)

BOP variabel (90.000 . 0,035) (315.000.000)

selisih anggaran 10.000.000

13. Karakteristik metode urutan alokasi yang diatur adalah :

1. Biaya overhead departemen pembantu dialokasikan secara bertahap.


2. Alokasi biaya overhead departemen pembantu diatur urutannya sedemikian rpa
sehingga arus lokasi biaya menuju kesatu arah.
3. Pedoman umum didalam mengatur urutan alokasi biaya overhead departemen
pembantu :
a. Biaya overhead departemen pembantu yang jasanya paling banyak dipakai
oleh departemen-departemen lain, dialokasikan pada urutan pertama
b. Urutan alokasi biaya dapat juga didasarkan pada urutan besranya biaya
overhead dalam masing-masing departemen pembantu.
c. Departemen pembantu paling banyak meneima jasa dari departemen
pembantu lain, diletakkan paling akhir dalam alokasi biaya overhead
pabrik
4. Selama melakukan alokasi biaya pabrik harus dipertimbangkan pedoman
umum berikut ini :
a. Tidak didakan alokasi biaya overhead kedalam departemen yang biaya
overhead nya telah habis dialokasikan kedepartemen lain.
b. Departemen-departemen pembantu yng saling memberikan jasa, bila
jumlahnya tidak material dan saling mengkompensasi, tidak diadakan
alokasi biaya overhead kedalamnya. (Hal 235)

14.

Pt. Eliona
Anggaran Biaya Overhead Pabrik per Departemen
Tahun 20X2
A.

Departemen Produksi Departemen Pembantu


Jenis Biaya Jumlah
Dept 1 Dept 2 Dept. Reparasi Dept listrik
&
& Pemeliharaan kafetaria
Biaya overhead
langsung dept
jumlah biaya 45.500.000 11.362.500 14.550.000 7.812.500 11.775.000
overhead
langsung dept
Biaya overhead 45.500.000 11.362.500 14.550.000 7.812.500 11.775.000
tidak langsung
dept: Biaya
depresiasi
gedung
Biaya pelunasan
lantai
Jumlah biaya 1.504.000 1.700 1.200 1.500.500 600
overhead tidak
langsung dept
Jumlah biaya 47.004.000 11.364.200 14.551.200 9.313.000 11.775.600
overhead pabrik

PT. Eliona
Alokasi biaya overhead pabrik departemen pembantu ke departemen produksi
B.

Keterangan Departemen Produksi Departemen Pembantu


Dept 1 Dept 2 Dept. Reparasi Dept. Listrik &
& Kepemilikan Kafetaria
Jumlah biaya
overhead
langsung dan 11.364.200 14.551.200 9.313.000 11.775.600
tidak langsung
departemen
Alokasi biaya
overhead jam 1.500 500 - (50)
kerja
Alokasi biaya
overhead kwh. 5.000 4.000 (1000) (1000)
Alokasi biaya
overhead jlh 15 15 (10) (12)
karyawan.
Jumlah alokasi
biaya overhead 6.515 4.515 9.311.990 1.774.538
dari dept.
Jumlah biaya
pembantu
produksi setelah
menerima 11.370.715 14.555.715
alokasi biaya
dari dept.
pembantu

Jawaban terdapat pada (hal 228-229)


Jawaban Pilihan Ganda Bab 8 (Halaman 266)

1. D. Mengalokasikan biaya overhead pabrik departemen pembantu kedepartemenproduksi


(Hal 225-226)

2. C. Metode urutan alokasi yang diatur (Hal 227)

3. A. Metode alokasi kontinu dan metode aljabar (Hal 230-234)

4. C. Metode alokasi langsung (Hal 227)

5. D. Metode urutan alokasi yang diatur (Hal 227)

6. A. Rp 2.500.000

7. D. Rp 3.300.000

8. B. Rp 44.700.000

9. D. Rp 55.800.000

10. C. Rp 0

11. C. Tarif untuk membagikan biaya overhead pabrik tidak langsung departemen kepada
departemen-departemen yang menikmati manfaatnya (Hal 231)

12. A. Tarif untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen produksi kepada produk
yang diolah melalui departemen tersebut (Hal 231)

13. B. Tarif untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen pembantu kedepartemen
pembantu yang lain dan departemen produksi (Hal 231)

14. A. Metode aljabar dan metode alokasi kontinu (Hal 227)

15. C. Metode urutan alokasi yang diatur (Hal 227)

16. B. Rp. 10.000.000


17. D. Rp. 45.750.000

18. A. Rp. 54.000.000 (Hal234)

19. C. Rp. 10.000 (Hal 240)

20. B. Rp. 5.000 (Hal 240)

21.D. Departemen pembantu yang saling memberikan jasa secara timbal balik, harus
di[erhitunglan alokasi biayanya. (Hal 227)

22. B. Kapasitas yang dianggarkan tidak tercapai atau kapasitas sesungguhnya melebihi
kapasitas yang dianggarkan. (Hal )

23. B. metode urutan alokasi yang diatur. (Hal 227)

24. C. metode alokasi aljabar. (Hal 227)

25. B. Metode urutan alokasi yang diatur. (Hal 227)

26. B. Rp 7.500.000

27. A. Rp 8.500.000

28. A. Rp 38.185.000

29. C. Rp 2.500

30. D. Rp 100.000