Anda di halaman 1dari 23

VISUALISASI KISAH SENGSARA DAN WAFAT YESUS

GEREJA SANTA MARIA DIANGKAT KE SURGA

PALUR - KARANGANYAR

PASKAH 2019

1
ADEGAN I : PERJAMUAN MALAM TERAKHIR

- Yesus menengadah kelangit dan berdoa.


- Para Rasul datang masing-masing membawa perlengkapan Perjamuan malam terakhir :
Meja Altar, Taplak putih, Lilin, bunga Altar, sibori.
- Penataan selesai Yesus menghadap ke altar bersembah sujud ke altar di ikuti oleh para
rasul berlutut bersembah sujud kepada Yesus, kemudian menempatkan diri berjajar di
kanan dan dikiri Yesus.

Narasi :
Perjamuan malam terakhir telah tiba, para Rasul bersembah sujud dihadapan Yesus,
bertekun mendengar bisikan Tuhan , mereka setia melaksanakan Sabda-Nya.

Yesus mengangkat roti takberagi dan piala.


Yesus :
Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu
Inilah darah-Ku yang ditumpahkan bagimu
Lakukanlah ini akan peringatan kepada-Ku.

Para Rasul berlutut bersembah yesus.


Rasul : “Ya Tuhan-Ku dan Allahku”.
Yesus : “Celakalah pengkianat Anak Manusia, lebih baik tidak pernah lahir sama
sekali”
Rasul : “Guru tentu bukan aku !”

Yesus mencelupkan roti ke dalam piala lalu diserahkan kepada Yudas Iskariot dan disambut
dengan lidahnya.
Yesus : “Yudas, segera kerjakan barang apa yang telah kau niatkan”.
Yudas te kejut, menggigil ketakutan, belingsatan, berdiri cepat pergi, para rasul bersembah
sujud dihadapan Yesus.

Dialiog :
Yesus : “kalian tak dapat ikut, Aku akan pergi, kalian harus saling mengasihi”.
Petrus : “Tuhan, saya bersedia mati untuk Tuhan”.
Yesus : “Simon Petrus, sebelum ayam berkokok engkau akan menyangkal Aku tiga
kali”.
Tomas : “Tuhan, aku tidak tahu jalannya, kemana Tuhan pergi ?”

2
Yesus :
“Akulah jalan kebenaran dan hidup.
Tabahkanlah hatimu, Aku sudah mengalahkan dunia”.

Para rasul bersujud menyembah Yesus :


“Ya Tuhanku dan Allahku dimuliakanlah nama-Mu”.

ADEGAN II : (DI TAMAN GETSEMANI)

Suasana : Sunyi
IlustrasiIringan: musiklembut

Narasi :
Seusai perjamuan malam terakhir, malam itu Yesus bersama muridnya menuju
kesuatu tempat yang bernama Getsemani. di situ Yesus menyuruh murid-
muridnya berjaga-jaga dan berdoa. Kemudian ia membawa Petrus, Yakobus,
Yohanes untuk masuk di dalam taman dan berdoa di sana.

Yesus :
“Duduklah di sini berjaga-jagalah bersama-Ku…. Hatiku sangat sedih, rasanya
mau mati saja. Tinggalah kalian disini sementara Aku akan berdoa”

Laku : (Yesus maju kedepan dan berdoa).


Yesus :
“Dengarkan Aku ya Bapa, Bangkitkanlah dan lindungilah Aku dari perangkap
yang mereka buat untuk menangkap Aku, Ya Bapa jikalau mungkin biarlah
cawan ini berlalu dari pada-Ku. Tetapi janganlah kehendak-Ku yang terjadi
melainkan kehendak-Mu lah”.

Laku : (Yesus menghampiri murid-Nya)


Yesus : “Sahabat, hanya untuk sesaat saja kalian bertiga tidak dapat berjaga”

Laku : (membangunkan muridnya)


Yesus : “Berjaga-jagalah dan berdoa supaya kalian tidak jatuh kedalam pencobaan.
Roh memang penurut tetapi daging lemah”.

3
Laku : (Yesus kembali berdoa)
Yesus : “Ya Bapa, jikalau penderitaan ini harus kualami dan takmungkin Aku elakkan,
terjadilah kehendak-Mu ya Bapa”.

Laku : (Kembali mendekati rasul, melihat rasul tidur, menjauh).


Yesus : “Bapa, tidak ada sesuatu yang mustahil bagi-Mu. Angkatlah penderitaan ini
dari-Ku, namun janganlah terjadi apa yang Ku-kehendaki, melainkan terjadilah
apa yang Kau kehendaki”.
Saund : music menyayat hening sepi.

Laku : (kembali mendekati rasul)


Sound : Ilustrasi Musik
Laku : (Yesus membangukan murid-Nya)
Yesus : “Bangunlah, lihatlah saatnya sudah tiba, Anak Manusia utusan Allah akan
diserahkan kepada orang-orang berdosa. Marilah kita pergi, orang yang
menyerahkan dan mengkhianati-Ku sudah dekat”.

Saound : Ilustrasi
Narasi :
Malam semakin gelap sepi mencekam, jauh diseberang lamat-lamat langkah
prajurit Romawi pengkhianatan Yudas Iskariot sangat keji. Tangan kotor
pengkhianatan bayaran Yudas Iskariot Yesus terjual .sekantong dinar
merampas kasih murid dan guru. Demi uang jiwa gelap takut dan cemas Yudas
Iskariot.

Laku : (Flash Back)


Yudas Iskariot bertemu dengan Hanas yang akan memberi uang sogok (uang
Upahan) untuk menangkap Yesus.

Sound : Ilustrasi
Laku : Prajurit datang, penangkapan Yesus dibawa Prajurit. Suasana tegang dan
mencekam.
Pelaku : Kepala Prajurit, Prajurit, Yudas Iskariot.

Yudas : “salam ya Rabbi .. “(memeluk dan mencium Yesus)


Yesus : “Yudas, apakah dengan ciumanmu ini engkau akan mengkhianati Aku?

4
Laku : (Yesus berpaling ke serdadu)
Yesus : “siapakah yang kalian cari ?”
Prajurit : “Yesus dari Nasaret !!!”
Yesus : “Akulah Dia…… jika aku yang kalian cari biarkanlah mereka ini pergi…”
Laku : (lalu serdadu menangkap Yesus dan Petrus menghalau dengan memotong
salah satu telinga, terjadilah pergolakan).
Yesus : “Petrus, masukkan kembali pedangmu kedalam sarungnya. Sebab orang yang
menggunakan pedangnya akan mati oleh pedang, bukanlah Aku harus
meminum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku”.
: “Kalian datang menangkap Aku dengan membawa pedang dan pentung,
seolah-olah Aku ini penjahat. Padahal setiap hari Aku mengajar di Bait Allah dan
kalian tidak menangkap Aku, akan tetapi semua ini harus terjadi supaya
genaplah apa yang tertulis dalam Kitab para nabi”.
Laku : (Prajurit bergerak menangkap Yesus, para rasul lari).
Sound :

Narator :
Semua murid Yesus lari menyelamatkan diri, takada yang berusaha membela
Yesus, takada yang memikirkan keselamat Yesus.Yesus digiring bagai anak
domba, menghadap laman Agung Kayafas untuk di adili.

ADEGAN III : PENGADILAN KAYAFAS

Sound :

Laku : Kayafas mengadili Yesus

Dialog :

Hanas : “Apa yang harus kuperbuat …. Ajaran orang itu sangat berpengaruh pada
orang banyak dan meracuni pikiran mereka”.

Kayavas : “Benar ! Ajaran orang itu sangat membahayakan kita dimata kekaisaran
Roma”.

Hanas : “Orang Nasareth itu telah memiliki pengikut yang banyak dan ajaran-ajaran-
Nya seperti menghasut rakyat untuk melawan kita dan Roma”.

5
Imam I : “Tetapi kita harus bertindak hati-hati terhadap orang Sarateh itu karena kalau
kita salah bertindak bisa-bisa orang-orang Yahudi itu mengutuk kita semua”.

Imam II : “Ya, kita harus berbuat seolah-olah Orang itu melawan perintah dan kebijakan
kekaisaran Roma”.

Hanas : “Anakku Kayafas, sebaiknya kau gunakan hakmu sebagai imam agung untuk
menyingkirkan Orang Nasareth itu’.

Kayafas : “Bagiku lebih baik mengorbankan satu orang dari pada seluruh bangsa ini
hancur”.

Sementara para prajurid sedangn membawa Yesus sampai di depan gerbang Serdadu satu
orang masuk akan melaporkan ke kayafas.

Serdadu :”Yang mulia Imam Agung, tugas yang diberikan kepada kami untuk menangkap
yesus dari Nasareth telah kami laksanakan, dan sekarang orang itu berada
didepan pintu gerbang mahkamah agama ini”.

Hanas : “Bawa Dia masuk !!!”

Serdadu : “Siap yang mulia”.

Yesus dibawa masuk oleh prajurit, semntara itu massa mengikuti.

Hanas : “Jadi inikah Orang yang menganggap diri-Nya raja ? siapa pengkutmu dan apa
yang Kau ajarkan kepada mereka ?”.

Yesus : “aku selalu berbicara terbuka dan terus terang dimuka umum, Aku selalu
mengajar didalam sinagoga-sinagoga dan bait Allah tempat dimana orang-orang
yahudi berkumpul. Tidak pernah Aku berbicara sembunyi-sembunyi, mengapa
engkau bertanya kapada-Ku, tanyakanlah kepada orang-orang yang
mendengarkan ajaran-Ku”.

Serdadu : (menampar Yesus) “Lancanggg, berani benar Kamu berbicara seperti itu
dihadapan imam agung”.

Yesus : “Jikalau pernyataan-Ku salah, tunjukanlah salahnya, tetapi jika benar mengapa
engkau menampar aku ?”.

Hanas : “anakku Kayafas, periksalah Orang ini !”.

6
Kayafas : “baiklah saudara-saudara, saya selaku imam agung kepada mahkamah agama
dengan ini menyatakan sahnya peradilan agama Yesus si tertuduh , untuk itu
para saksi dipersilakan memberikan kesaksian”.

Saksi I : “Yang mulia, perkenankan nama saya Ben Yessrei. Orang ini jelas menghimpun
orang banyak, mereka dihasut agar tidak membayar pajak, dan tidak bekerja
dihari sabat. Pernah Ia berkata , bahwa Ia kan merobohkan Bait Allah dan dalam
tiga hari akan membangun-nya kembali coba bayangkan ! betapa besar
bahayanya bagi selurh bangsa , jika kenisah Yerusalem dihancurkannya !”.

(saksi I mundur, Massa mencemooh Yesus)

Saksi II : “Yang mulia , saya pernah melihat dia menyembuhkan orang sakit dengan
bantuan iblid dan bahkan Dia menyebut diri-Nya seorang raja”.

(meludahi Yesus dan massa mecemooh Yesus)

Kayafas : “Apakah engkau tidak mempunyai pembelaan atas tuduhan yang dilontarkan
kepada-Mu? (Yesus hanya diam) atas nama Allah yang hidup, kami menuntut
Engkau untuk bersumpah! Apakah Engkau raja penyelamat yang dijanjikan Allah
?”.

Yesus : “Kalau Aku mengatakan kepadamu, kalian pasti tidak akan percaya dan
sekalipun aku bertanya kepadamu, kalian pasti tidak akan bisa menjawab.
Tetapi mulai sekarang Anak Manusia utusan Allah akan duduk disebelah kanan
Allah Bapa Yang Maha Kuasa”.

Kayafas : “Kalau begitu , benar Engkau ini anak Allah ?”.

Yesus : “Akulah Dia. Dan kamu akan melihat Putera Manusia duduk disisi kanan Allah
Bapa Yang Maha Kuasa, datang diatas awan diatas langit”.

Kayafas : “Penghinaan, menghujat Allah ! (Merobek Jubah) Kita tidak perlu saksi lagi.
Kita telah mendengarkan pengakuan dari mulut-Nya sendiri. Sekarang apa
pendapat kalian ?”.

Massa : (bergejolak) “ya ……, Dia bersalah ………. Bunuh Dia…….. bunuh Dia……. “

Kayafas : “Keputusan San Hendrin, Yesus dari Nasareth terbukti bersalah melanggar
pasal penghujatan tarhadap Allah dan diancam dengan hukuman mati. Karena
wewenang hukuman mati ada ditangan Bapak Gubernur maka kita serahkan Dia
kepada Ponsius Pilatus”.

7
Yesus digelandang dibawa ke Ponsius Pilatus (semua Aut)

Sound :

ADEGAN IV : PENYANGKALAN PETRUS

Wanita I : “hai bukankah engkau juga murid Yesus orang Nasareth itu ?”

Petrus : “Bukan …. Aa…. Aku tidak tahu maksudmu”.

Berlalu, kemudian datang wanita ke dua.

Wanita II : “Ooooo Iyaaa, aku melihat bersama orang itu ditaman kan ?”

Petrus : “Buuu …. Buu….. Kannnn…, bu.. kan.., aku tidak kenal dia “.

Wanita itu bergi , Petrus termangu.

Laki 1 : “Hai kawan lihat orang itu, bukankah ia orang Galelia ?”

Laki 2 : “ya betul, orang ini juga salah satu murid orang Nasareth itu…”

Petrus : “bukan… aku tidak tahu…. Bukan aku,, aku berani sumpai… aku tidak tahu
Dia.”

Yesus : (Voice : Ayam berkokok) Petrus…… Petrus …… sebelum ayam jantan berkokok
engkau telah tiga kali berkata bahwa engkau tidak mengenal Aku”.

Petrus : “Oh Guru, aku mohon ampunilah aku sesuai dengan kemurahan-Mu yang
besar. Engkau telah mengampuni nenek moyang kami pada waktu
memberontak melawan firman-Mu. Engkau murka terhadap mereka, tetapi
Engkau tidak membinasakan mereka karena kasih-Mu…. Ampunilah aku Guru …
Ampunilah aku….” (Lalu Petrus lari..)

8
Narasi :

Inilah kenyataan yang diderita ole Yesus. Yesus dituduh sebagai penghujat dan
pengkhianat dalam siding tanpa pemeriksaan dan pembelaan. Dan yang lebih
memilkan hati ialah : Kalau yang dicinta justru mengkhianati-Nya. Yudas
Iskariot menjual Gurunya dengan tiga puluh dinar.

Petrus menyangkal sampai tiga kali karena malu teguran pelayan wanita.

Yesus justru ditolak oleh umat-Nya sendiri, yang dipilih dan dikasihani.Pawai
massa menyeret Yesus seperti hewan dengan rantai , dengan umpatan dan
cemoohan keji. Yesus dibawa masuk kepelataran walikota Ponsius Pilatus.

Bab V : PENGADILAN TANPA PEMBELAAN ISTANA PILATUS

Iringan : Musik irama kebesaran , kekuatan Prajurid


Laku : Tari Prajurid Kebesaran Romawi
Pemeran : Setelah tarian prajurit Romawi, Pilatus, dengan dikawal dua prajurit , Hanas
dan Kayavas, Massa.

Laku : Ponsius Pilatus menyambut Yesus dihadapkan ke Mahkamah Pengadilan.

Dialog :

Massa : “Bunuh Dia ….. Bunuh Dia…… bunuh Dia ……

Prajurit : “berhenti……., Jangan naik. Kita masih harus berpesta paska. Najis kalau kita
menginjakkan kaki diruang pengadilan ini”.

Pilatus : “Kalian mempunyai tuduhan apa terhadap Orang ini ?”

Kayafas : “Kami tidak akan membawa Dia kepada yang mulia jika tidak bersalah”.

Pilatus : “Kalau begitu periksalah sendiri Orang itu, dan jatuhi hukuman menurut
caramu sendiri”.

Kayafas : “Tapi kami tidak mempunyai hak untuk menghukum mati”.

9
Pilatus : “Apa? Jadi engkau menuntut orang ini dangan hukuman mati ? apa
tuduhanmu terhadap Orang ini ?”.

Hanas : “Orang ini terbukti bersalah dengan menyesatkan rakyat, mereka dihasut agar
tidak membayar pajak kepada kaisar dan Dia juga mengaku sebagai raja
penyelamat yang dijanjikan Allah”.

Pilatus : “Raja… ? Betulkah Engkau ini seorang raja ?

Yesus : “Apakah pertanyaanmu datang dari hatimu sendiri ? ataukah ada orang lain
yang memberitahukan kepadamu tentang Aku ?”.

Pilatus : “Apa kau kira aku ini orang Yahudi ? Lihatlah, bangsa-Mu sendiri dan imam-
imam besar itu yang menyerahkan Engkau kemari ! sekarang jawab
pertanyaanku …. Dimana kerajaan-Mu ?”.

Yesus : “Kerajaan-Ku tidak berasal dari dunia ini, kalau kerajaan-Ku Dari dunia ini
tentulah hamba-hamba-Ku akan melawan , supaya Aku jangan diserahkan
kepada orang-orang Yahudi”.

Pelatus : “kalau begitu…. Benarkah Engkau ini seorang raja ?

Yesus : “Seperti yang kamu katakan, bahwa aku ini raja, untuk itulah Aku lahir dan
datang ke dunia ini, sepaya aku memberikan kesaksian tentang kebenaran. Dan
setiap orang yang berasal dari kebenaran akan mendengarkan suara –Ku”.

Pilatus : “Apakah kebenaran itu ? (Berpaling ke massa) Dengar, aku tidak menemukan
satu kesalahan pun terhadap-Nya. Sehingga Ia tidak pantasn dijatuhi hukuman
mati !”.

Kayafas : “ Tidak bersalah ? Yang mulia, dengan ajarannya Dia menghasut rakyat Yudea.
Mula-mula dari Galilea dan sekarang sampai disni yang mulia !”.

Pilatus : “Jadi Dia orang Galiliea ?”.

Hanas : “Ya, Dia dikenal sebagai Yesus dar Nasareth, orang Galilea yang mulia”.

Pilatus : “Baiklah, begini saja…. Karena Dia orang Galilea, maka bawalah Dia kepada
raja Herodes yang kebetulan saat ini berada di kota. Biar masalah ini
diselesaikan sendiri olehnya”.

Hanas : “Baik Yang Mulia…”

10
Lalu Yesus dibawa ketempat Herodes, Claudia masuk.

Sound Masuk nya Caludia dan Keluarnay Yesus.

Pilatus : “Claudia… ada apa ?”

Claudia : “Ponsius, apakah engkau akan menghukum orang yang tidak bersalah ? Dia
selalu Berbicara tentang kejujuran dan cinta kasih. Kemarin malam aku
bermimpi , akibat keputusanmu yang salah Orang Nasareth itu akan
menderita”.

Pilatus : “Claudia buanglah segala mimpimu itu ! “.

Claudia : “Tapi Dia Orang benar dan tidak bersalah, lepaskanlah Dia !!”.

Pilatus : “Orang Nasareth itu sudah kuserahkan kepada Heodes”.

Claudia : “Jadi kamu melepaskan tanggung jawabmu ? “.

Pilatus : “Ya, aku sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Kalau aku menghukum mati
Orang itu, aku telah mengkhianati hati nurani da hokum. Tapi kalau aku
membebaskan dia maka orang-orang itu akan melaporkan aku kepada kaisar
dan aku dipecat dari jabatanku. Aku mohon Claudia , jangan bebani aku dengan
mimpi-mimpimu”.

Claudia : “Dia Orang benar dan aku sangat takut tentang mimpiku semalam”.

Pilatus : “Claudia, singkirkan mimpimu itu. Masuk dan beristirahatlah !”.

Claudia : “Tapi aku akan memperingatkanmu uantuk berbuat adil !

Claudia Keluar panggung .

11
Bab VI : ISTANA HERODES

Laku : Para prajurit membawa Yesus ketempat Herodes

Dialog :

Herodes : “ Hahahahaha…….”

“Aku kedatangan tamu yang sangat istimewa, seorang raja yang amat ternama
dan banyak dikagumi orang….”

“Sunggauh … merupakan kebahagiaan tersendiri bagiku bias berjumpa dengan


engkau hahahaha.. “

“Heeeeemmm…. Aku sudah mendengar banyak sekali cerita tentang Engkau..”

“Engkau bias membuat mujizat …. Menyembuhkan orang sakit, orang tuli, orang
buta… waaaaah ha ha ha”.

“Bahkan, engkau bisa menghidupkan orang yang sudahmeti,.. haaaaaaa ha ha


ha, luar biasaaaah… !!!”

“Merupakan kehormatan tersendiri bagiku, bila aku bisa melihat dengan mata
kepalaku sendiri tentang mujizat-mujizat Mu itu, Aku ingin sedikit bermain-main
dengan Engkau Yesus…. (menggeret salah satu dayangnya, lalu membunuhnya
dengan pedang) lihat…!! Mati … ha ha ha hha ha..sekarang, Engkau aku
persilahkan menghidupkan kembali orang yang sudah mati itu”.

(Yesus hanya diam dan Herodes marah)

Herodes : “Kenapa Engkau diam????!! Engkau tidak mau bermain-main denganaku ?? !!

Yesus…!!! Aku raja Herodes, memerintahkan Engkau untuk menghidupkan


kembali orang yang telah mati itu !!!!”

“Ahh… Dia tidak bisa membuat mujizat-mujizat, Dia hanya seorang penipu !!!!”

(Herodes mengenakan jubbah putih toga candida kepada Yesus, lalu menyuruh prajurid
membawa Yesus pergi).

12
Bab VII : Yesus dibawa kembali ke tempat Pilatus.
Sound :

Dialog :

Prajurit : “Yang mulia, orang-orang Yahudi itu kembali kesini !”.

Pilatus : “Suruh mereka masuk !”.

Prajurit : “Baik yang mulia” (Mempersilahkan masuk)

Pilatus : “Apa hasilnya ditempat Herodes ?”.

Kayafas : “Raja Herodes hanya ingin melihat keajaiban-keajahiban yang pernah Ia


lakukan dan Orang ini hanya diam saja dihadapannya. Untuk itu kami mohon
keputusan dari tuan Gebernur”.

Pilatus : “Jadi Aku harus mengambil keputusan terhadap rajamu ini ?”.

Kayafas : “Kami tidak mempunyai raja selain kaisar di Roma !”.

Massa : ”Ya… Bunuh Dia… Bunuh Dia…. Salibkan Dia …. Salibkan Dia ……”.

Pilatus : “(Bingung dan berfikir) Baiklah ….. Baiklah….. begini saja, setiap menjelang
perayaan paska pemerintah Romawi melepaskan seorang tahanan. Kalian tahu ,
dipenjara ada tahanan bernama Barabas, seorang pemberontak, pembunuh
berdarah dingin yang banyak membunuh pada waktu kerusuhan. Sekarang
mana pilihanmu ….. Barabas atau Yesus Orang Nasareth !”.

Massa : “Bebaskan Barabas….. Bebaskan Barabas….. Salibkan Yesus….. Salibkan


yesus….”.

Pilatus : “Prajurit, bawa kemari Barabas. (Prajurit menuju keluar , masuk lagi
membawa Barabas ). ….. Sekali lagi aku bertanya kepada kalian Barabas atau
Yesus Orang Nasareth !”.

Massa : “Bebaskan Barabas…… Bebaskan Barabas ……….., salibkan Yesus ….. salibkan
Yesus ……”.

Pilatus : “Prajurit bebaskan Barabas (barabas dilepaskan) dan cambuk Yesus Orang
Nasareth ini ! ECE HOMO lihatlah manusia itu, aku membawanya kepada

13
kalian, supaya kalian tahu bahwa aku tidak menemukan satu kesalahan pun
terhadap-Nya !”.

Massa : “Bunuh Dia …. Bunuh dia ….., Salibkan Dia…. Salibkan Dia…..”.

Pilatus : “Ambil dan salibkan Dia sendiri !”.

Hanas : “Menurut hokum kami, Ia harus mati. Karena dia mengaku sebagai anak
Allah !”.

Pilatus : “Anak Allah….. ? Engakau berasal dari mana ? Ingat aku berkuasa untuk
menyalibkan engkau dan membebaskan Engkau”.

Yesus : “Jika Allah tidak memberikan kuasa ini kepadamu, kamu tidak memiliki kuasa
apapun terhadap-Ku. Dan orang yang menyerahkan Aku kepadamu dosanya
akan lebih besar”.

Pilatus : “sekali Lagi, aku tidak menemukan kesalahan terhadap Orang ini ?”.

Hanas : “Yang mulia, kami semua telah menghendaki bahwa Orang ini harus dihukum
mati !”.

Pilatus : “Tetapi aku tidak menemukan satu kesalahan pun, haruskah aku menjatuhkan
hukuman yang tidak adil”.

Kayafas : “Jika ang mulia membebaskan Dia, yang mulia bukan sahabat kaisar, sebab
Orang yang menganggap dirinya raja, berarti melawan kaisar”.

Pilatus : (Bimbang ) “Ini rajamu ?”

Massa : “Dia bukan raja… Bunuh Dia …. Bunuh dia… Salibkan Dia ….. Salibkan Dia….”.

Pilatus : “Haruskah aku menyalibkan rajamu ?”.

Hanas : “Kami tidak mempunyai raja selain kaisar di Roma, kami semua menuntut agar
Dia dihukum mati !”.

Massa : “Yaaa… Bunuh Dia …. Bunuh dia …. Salibkan Dia …. Salibkan Dia

Pilatus : “Pengawal ambilkan air”

Laku : Pengawal/Petugas menyediakan Bokor berisi air dan serbet ditaru di depan
Pilatus untuk mencuci tangan Pilatus.

14
Pilatus : (Mencuci tangan) “Aku tidak meu tanganku ternoda oleh darah orang yang
tidak berdosa. Aku tidak bertanggung jawab atas kematian Orang ini. Ini
tanggung jawab kalian ! “.

Hanas : “Ya akan kami tanggung , biar anak cucu kami yang menanggung darah-Nya”.

Massa : “ya, biar kami yang tanggung

Biar anak cucu kami yang tanggung

Salibkan Yesus dari nasareth

Salaibkan Dia !!!! Salibkan Dia !!!

Pilatus : “Kalau begitu inilah keputusanku : Yesus Orang Nasareth raja orang Yahudi
dijatuhi hukuman mati …. PENYALIBAN. (Tongkat dipatahkan, Gong
dibunyikan 3 kali) Prajurit siapkan regu penyaliban !”.

Massa : (Bersorak sorai) “hidup Gubernur …. Hidup Gubernur …. Hidup Gubernur…”.

Saund : Musik menghentak suasana terompet, tambur dan gendering berbunyi


keras.

Dialog :

(Salah satu massa : “Hai Orang Nasareth, tolonglah dirimu sendiri. Panggil Bapa-Mu Supaya
menolong-Mu”.)

Yesus : “Hai saudaraku, apa salah-Ku kepadamu

Jawablah kapan aku menyusahkanmu.

Laku : Yesus menyapa umat dengan menengadahkan tangan-Nya kepada kepada


umat.

Sound :

Narasi : Pengadilan tanpa pembelaan , hukuman mati keputusan keji sungguh keadilan
telah tergadai. Yesus dibawa prajurit bersama massa mengikuti Yesus
memanggul salibnya.

15
ADEGAN VIII : PENYESALAN YUDAS

Dialiog :

Yudas : “Bapak Imam Agung… bapak Imam Agung ….. tunggu sebentar ….”

Hanas : “Ada apa ? Apak uang yang kuberikan kepadamu kurang ?”

Yudas : “Aku kembalikan saja uang yang kau berikan kepadaku ini……. Aku telah
menyesal karena telah menyerahkan orang yang tidak berdosa, Guruku sendiri”.

Kayafas : “(Tertawa) Aku tidak peduli dengan penyesalanmu. Ambilah uang itu, itu
adalah hakmu…..”.

Yudas : “(Marah) Tidak ….. tidak,,,,, tidak….. aku tidak mau uang haram ini …..
ambilah…. Ambillah….

Kayafas : “(Lebih marah) Hai dengarkan…. Aku tidak peduli dengan penyesalanmu….
Apa urusan kami dengan itu, itu urusanmu….”.

Yudas : “(Menyesal) Ampuni aku Guru…. Inilah tiga puluh keeping perak yang
kudapatkan untuk tindakkanku yang terkutuk …. Aku menyesal telah
menyerahkan daarah Orang yang tidak berdosa …. Darah Guruku … oh … menga
pa ajaran-Mu berakibat begini… aku benci … aku muak…, apa artinya hidup
mengasihi musuh, makan daging dan darah-Mu, berkarya, merasul tanpa
upah….

Harapan dan janji apa yang bisa kudapatkan dari ajaran gila itu… ohhh semula
aku mengira akan mendapat pangkat dan kedudukan dalam kerajaan-Mu…

tapi mana ? Dan kini apa Ohhhh Guru….. yang bisa kunikmati dengan upah ini
….. ini adalah uang darah…. Ini adalah uang darah ……darah-Mu…. Aku berdosa
Guru …… betapa deritamu ….. ampuni aku Guru…. Guru….. Guru……”.

Sound :

16
ADEGAN IX : PERJALANAN SALIB

Perhentian II : Yesus memanggul salib

Lagu selingan :

Iringan ilustrasi: Tegang, nyenyet sedih .

Pelaku : Yesus, Pengwal, Prajurit, Pilatus, hanas, Kayafas, Yohanes, Maria, Veronika,
Simon Kirene.

Sound : Lonceng Genderang dan Terompet

Dialog :

Prajurit : “Salibkan Dia ! Salibkan Dis !! Cepat panggul salibnya !”


Laku : Yesus memanggul salib diiringi oleh para prajurit Romawi.

Narasi : Beban berat dosa kita ditanggung-Nya


Kelemahan kita dipikul-Nya
Namun kita memandang-Nya seperti orang berpenyakit kusta
Karena dosa kita, Dia, dibuang, dihina. Dan didera
Karena kita sombong, Dia dirajam, diremukkan, dan dosalibkan
Bilur-bilur dan luka-luka-Nya menyembuhkan kita
Salib adalah kekuatan, pengurbanan dan kasih yang sempurna.

Pengadilan yang luar bisasa, sebab menjelang Hari Raya Pasaka, dan ditengah
malam. Suatu mahkamah yang luar biasa , karena ada dakwaan tanpa
pembelaan. Sebaelum ada proses dan pemeriksaan sudah ada vonis dan
hukuman bahkan hukuman mati. Kini para serdadu mengolok Yesus, dan
sebuah salib diletakkan diatas bahunya. Para prajurit memaksa yesus untuk
memanggul salib yang berat itu.

Perhentian III : Yesus jatuh pertama kali


Sound :
Dialog : “Hai, minggir, minggir, beri jalan”
“hayo, angkat salib-Mu, hayo jalan terus”
“Hayo cepat Golgota masih jauh”

“Hai jangan berhenti, jangan jatuh”


“hayooo dipanggul jalan terusssss”

17
Perhentian IV : YEUS BERJUMPA DENGA IBUNYA

Iringan :
Laku : Yesus memanggul Salib-Nya bertemu Maria-Nya.
Narasi :
Para murid-murid telah tercerai-berai, lari dan bersembunyi
Yesus dalam sendiri menapak jalan sengsara menuju Golgota
Maria sosok ibu pengajawantah kasih Allah
Setia menderita bersma Sang putera.
Laku : Yesus memandang Ibu-Nya dengan penuh kasih

Dialog :
Yesus : “Siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di Surga Dialah saudara-Ku laki-
laki, dialah saudara-Ku perempuan. Dialah ibu-Ku”.
Maria : “ (Maria menyambut) Anakku…. Sungguh besar penderitaan-Mu. Sedemikian
besar jasa-Mu terhadap menausai. Kamu memberikan hidup-Mu untuk
menghapus dosa dunia”.
Yesus : “Biarlah Ibu…. Bersabarlah”.

Perhentian V : Yesus ditolong Simon dari Kirene

Narasi : Yesus kelihatan amat letih dan payah , para prajurit kawatir Yesus takmampu
sampai di Golgota, maka seorang prajurit menyuruh Simon dari Kirene
membentu memanggul salib-Nya.
Prajurit : “He……. Saudara yang membawa cangkul itu, kesini !”
Simon : “Tidak …… saya mau pulang” (Jalan menjauh)
Prajurit : (Sambil menarik tangan simon) “Awas kalau tidak mau, saya pukul…”
Yesus : “Yang mengaku murid-Ku harus berani memanggul salib Mengikuti Aku”.
Simon : “Ohh… kasihan, ia bukan penjahat, Nampak dari kata-kata-Nya yang halus”

Laku : Simon dari kirene menggantikan Yesus memanggul salib


Yesus memanggul Salib melanjutkan perjalanan menuju Golgota
Prajurit : “Hayo cepat tolong Dia panggul salib-Nya”.
Laku : Yesus dikawal oleh Prajurit, berjalan mengikuti Simon kirene.

18
Perhentian VI : Wajah Yesus diurapi Veronica

Laku : Yesus bertemu Veronica membawa kain putih, setelah wajah Yesus diusap
dengan kain oleh Veronica, wajah Yesus terlukis dalam kain tersebut. Veronika
berlutut menyembah.

Narasi : Wajah Yesus kotor oleh darah, keringat dan debu


Ketampanan-Nya telah sirna.
Veronica dengan tulus dan berani mengusap wajah Yesus
Dalam kain putih terlukis Darah Wajah Yesus.

Veronica : “Yesus …. Kasihan Kau, darah-Mu mengucur membasahi tanah dan umatmu”.
Yesus : “Terimakasih anakku !!”.

Perhentian VII: Yesus jatuh kedua kalinya.

Perhentian VIII: Yesus menghibur perempuan-perempuan yang menangisi-Nya

Yesus : “Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah menangisi Aku, melainkan tangisilah


dirimu sendiri dan anak-anakmu”

Perhentian IX : Yesus jatuh untuk ke tiga kalinya.

Perhentian X : Pakain Yesus ditanggalkan


(para prajurit membagi pakaian Yesus dengan diundi)

Perhentian XI : Yesus di Salib

19
ADEGAN X : YESUS DISALIBKAN

Iringan : Sedih haru


Laku : Pengawal menggiring yesus ke golgota

Dialog :
Pengawan : “Hai, cepet salibkan yesus !!!”.

Narasi :
Beban berat , salib yesus dipanggul-Nya,
Menapak lintas jalan penjang liku dan terjal,
Yesus telah mencapai Puncak Golgota bukit tengkorak,
Yesus sungguh haus namun menolak minum anggur bercampur mur,
Bagai serigala haus akan darah para serdadu menyalib Yesus,
Brutal beringas Yesus dipaku diatas Kayu Salib,
Yesus tergantung diatas Salib tiang penggantungan.

Laku :
 Yesus dibaringkan diatas kayu penyaliban.
 Dipaku pada telapak tangan dan kaki-Nya.
 Beramai-ramai mendirikan salib Yesus.
 Memasang tulisan INRI dipaku diatas kepala yesus.

Dialog : Massa berteriak


Massa 1 : “Hai, Saudara tulisan apa ini ?”,
Massa 2 : “Ini penghinaan !”.
Massa 3 : “Yah, penghinaan terhadap raja !”.
Massa 4 : “Hayo cepat turunkan tulisan itu, Dia bukan raja Yahudi !”.
Massa 3,4,5 : “Dia penghasut rakyat”.
Massa 1,2,3 : “Cepat buang tulisan itu, lepaskan !!”.

Pilatus : “Sekali kutulis tetap kutulis”.

Dialog : Massa mengejek Yesus yang telah tergantung, dikayu salib


Massa 1 : “Hai, bila benar Kau Anak Allah, hayooo cepat turun dari salib-Mu”
Massa 2,3 : “Huhhh…, orang lain diselamatkan, diri-Nya sendiri dibiarkan tersiksa !”.
Massa 4, 5 : “Hayo, cepat selamatkan diri-Mu, kutunggu keajaiban-Mu”.

20
Massa 1, 2, 3 : “Uhhh, penipu, mana muzijat-Mu, hayo buktikan !”.

Laku : Walau diejek, dihujat, Yesus tetap tenang, pasrah dan bahkan berdoa bagi
mereka yang mengejek-Nya.

Dialog :
Yesus : “Bapa, ampunilah mereka, mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”.

Iringat : Musik lembut, hening.


Laku : Maria datang bersujud dibawah salib Yesus.
Dialog :
Maria : “Yesus puteraku, sesungguhnya Engkau kristus
Mulialah pengorbanan-Mu atas dosa manusia
Aku percaya Engkau akan bangkit, sebagai Raja atas segala Raja”.

Laku : Maria Magdalena menyesal dan menangis bersujut dari jauh dan menyembah
Yesus disalib.
Dialog :
Maria Magdalena :
“Tuhanku, oh, Tuhanku !!
Sungguh besar dosaku, membuat sengsara-Mu, Oh tuhanku !
Tuhan, ampunilah aku orang berdosa ini !
Tuhan bersihkanlah hatiku dengan luka-luka dan darah-Mu !
Tuhan ampunilah aku !”.

Veronica :
“Yesus Tuhanku, hanya Engkaulah Allahku
Ampunilah dosaku, dosa kawan-kawanku yang melukai hati-Mu.
O, Tuhanku, ampunilah semua orang yang tak setia kepada-Mu.
Tolonglah, secikan, satukan hidupku dalam luka-luka-Mu
Dalam bilur-bilur-Mu, dalam darah-Mu yang suci.
Maafkanlah aku tuhan !”.

Yohanes :
“Tuhan, Allahku, aku baru tahu, bahwa cinta, bahwa kasih, adalah pengorbanan
yang tulus, Oh Tuhan ampunilah aku orang yang berdosa”.

21
Laku : Yesus semakin tenang dan semakin berserah, dengan wajah teduh
menengadah kelangit lepas.

Sabda Yesus Lembut dan dalam :


Kepada Maria : “Hai, Wanita, lihatlah Anakmu”
Kepada Yohanes : “Yohanes lihatlah ibumu”.
Yesus dengan suara bening dan hening berserah kepada Allah Bapa di Suga :

“ELOI, ELOOI, ELOOOI, LAMA SABACTANI,


KEDALAM TANGANMU KUSERAHKAN ROHKU”
------ YESUS WAFAT------

MUSIK : GONG BERI BESAR DITABUH MENGGELEGAR

Laku :
a. Maria, Maria Magdalena, Hanas, Pilatus,Claudia, Pengawal, Prajurit,
wanita-wanita Yerusalem, Simon Kirene, Veronica.
b. Semua pemeran dan para petugas segera mendekat ke tiang penyaliban
bersujud menyembah dengan tulus dan hormat dalam suasana haru. Teduh
dan hening.

Dialog :
Kepala Pasukan : “Benar Dia adalah Anak Allah”.
Para pemeran : “Kita orang berdosa telah tega ikut menyalib-Nya”
Iringan :
 Agung, Ave Maria.
 ---
 ---
Laku :
 Jenasah Yesus diturunkan dengan penuh hormat oleh Kayafas.
 Maria memangku jenasah Yesus dengan penuh kasih.
 Jenasah yesus diusung ke makam.
 Diringi perarakan oleh semua para pelaku menuju pemakaman.
 Bersama bersujud sembah dan berdoa di depan makam Yesus.

22
PARA PEMAIN :
1. YESUS :
2.

PASKAH 2019

23