Anda di halaman 1dari 14

JURNAL FORMULASI EMULSI

ZAT AKTIF MINYAK JINTAN HITAM

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK I (SATU)

1. ADINDA RESTI ( F.19.001)

2. AFIFAH SURYANI ISRAM (F.19.002)

3. AHMAD ZS (F.19.003)

4. INTAN SALSABIRA (F.19.026)

5. IIN ISRIANI (F.19.024)

LABORATORIUM TEKNIK SEDIAAN LIQUID DAN SEMI SOLID


PROGRAM STUDI DIPOLMA-III FARMASI
POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI
2020
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sediaan obat dalam dunia farmasi banyak sekali. Setiap bentuk
obat mempunyai tujuan pemakaian sendiri-sendiri. Bentuk sediaan cair
digunakan untuk pasien yang kesulitan mengkonsumsi obat dalam bentuk
tablet atau kapsul. Sediaan cair lebih mudah dikonsumsi dibandingkan
dengan sediaan tablet atau kapsul. Salah satu satu sediaan cair adalah
Emulsi. Emulsi merupakan sediaan yang mengandung dua zat yang tidak
mau campur, biasanya air dan minyak, dimana cairan yang satu disperse
menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang lain.
Di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya morbiditas dan
mortalitas kanker payudara semakin meningkat. Peningkatan kejadian
kanker payudara dipengaruhi oleh berbagai macam faktor baik yang
berasal dari dalam tubuh maupun lingkungan. Salah satu yang sudah
diidentifikasi adalah over ekspresi reseptor estrogen.
Salah satu produk tanaman yang berkhasiat sebagai antikanker adalah
minyak Biji Jintan Hitam (MBJH). Injeksi langsung minyak essensial
pada masa tumor dapat menurunkan masa tumor. Timokuinon, nigellon,
dan asam lemak tak jenuh merupakan kandungan utama biji jintan hitam
(BJH) yang mempunyai aktifitas antioksidatif, antikanker.

Tujuan
1.) Untuk mengetahui formulasi Emulsi Minyak jintan hitam
2.) Untuk mengetahui cara pembuatan Emulsi minyak jintan hitam
3.) Untuk mengetahui stabilitas fisik
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Tentang Emulsi
Menurut Farmakope Indonesia edisi III Th. 1979, Emulsi adalah sediaan
yang mengandung bahan obat cair atau larutan obat, terdispersi dalam cairan
pembawa, distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok.
Menurut Farmakope Indonesia edisi IV Th. 1995, Emulsi adalah sistem
dua fase, yang salah satu cairannya terdispersi dalam cairan yang lain dalam
bentuk tetesan kecil.
Persyaratan Emulsi:
1.) Stabil dan homogeny
2.) Fase dalam mempunyai ukuran partikel yang kecil dan sama besar
mendekati ukuran partikel koloid
3.) Tidak terjadi creaming atau cracking
4.) Warna, bau dan rasa menarik
Tipe-tipe Emulsi :
1.) Emulsi tipe O/W ( oil in water ) atau M/A ( minyak dalam air ).
Adalah emulsi yang terdiri dari butiran minyak yang tersebar ke dalam
air. Minyak sebagai fase internal dan air sebagai fase external.
2.) Emulsi tipe W/O ( water in oil ) atau A/M ( air dalam Minyak ).
Adalah emulsi yang terdiri dari butiran yang tersebar kedalam minyak.
Air sebagai fase internal dan minyak sebagai fase external.
B. FORMULASI
1. Formula Sediaan Emulsi
R/ Minyak Jintan Hitam 30%
Tragakan 5%
Sukrosa 25%
Natriun Benzoat 1%
Na. CMC 0,2%
Ol Citri q.s
Aquadest ad 100%
2. Spesifikasi Bahan
No Nama Bahan Kegunaan Range Konsentrasi
1 Minyak jintan hitam Antibiotik 30%
2 Tragakan Emulgator 5–9%
3 Sukrosa Pemanis 20 - 60%
4 Natrium benzoat Pengawet 0 - 10%
5 Na. CMC Pengental 0,2%
6 Ol Citri Pengaroma -
7 Aquadest Pelarut 100%

C. ALASAN PENGGUNAAN BAHAN


1.) Bahan Aktif
a. Minyak jintan hitam
Minyak biji jintan hitam rasanya kurang enak, maka jinten dibuat
dalam sediaan emulsi agar menutupi rasa dengan penambahan zat
tambahan.Variasi konsentrasi zat pengental dalam emulsi sangat
mempengaruhi stabilitas emulsi. Salah satu zat pengental adalah cmc.
Minyak Jintan Hitam dibuat jadi emulsi karena pada formulasi ini
dibuat dalam bentuk emulsi oral dimana sediaan oral harus nyaman
dikonsumsi sehingga dapat terabsorbsi dengan baik selain itu, minyak
jintan hitam adalahminyak berwarna kuning kecoklatan yang
diekstraksi dari biji hitam kecil yang didapatkan dari bunga tumbuhan
Nigela Sativa, Minyak jintan hitam jika dibuat dalam sediaan lain
minyak jintan hitam tidak akan larut dan akan menghasilkan bau
tengik yang tidak menyenangkan jika dikonsumsi secara oral. Kadar
yang baik digunakan adalah 30%-50%, jika kadar minyak jintan
hitam diatas 50% maka tidak terbentuk emulsi.
2.) Bahan Tambahan

a. Tragakan
Dalam formulasi emulsi minyak jintan hitam digunakan emulgator
tragakan karena tragakan terdiri dari 2 bagian yaitu tragacanthim yang
merupakan polisakarida larut air dan bassorin yang merupakan
polisakarida yang tidak larut air atau mengembang.dan juga viskositas
yang terdapat ditragakan akan mengurangi dispersi sehingga
menurunkan stabilitas.
b. Sukrosa
Sukrosa digunakan sebagai pemanis alami yang paling umum
digunakan dalam formulasi sediaan oral yang dapat menutupi rasa
sediaan yang kurang enak.

c. Natrium Benzoat
Digunakan sebagai pengawet obat karena natrium benzoate kompatibel
dengan tragakan dalam formulasi dengan konsentrasi 1%. Dan juga
natrium benzoate sebagai pengawet dapat berkurang dengan adanya
interaksi dengan kaolin dan surfaktan nonionik.

d. Na. CMC
Bahan yang digunakan sebagai pengawet yaitu Na. CMC. Didalam
sistem emulsi hidro koloid Na. CMC tidak berfungsi sebagai
pengemulsi tetapi lebih sebagai senyawa yang memberikan kestabilan,
penambahan Na. CMC berfungsi sebagai bahan pengental,dengan
tujuan untuk membentuk sistem dispers koloid
e. Ol.Citri
Ditambahkan Ol.Citri agar obat berbau harum dan dapat menutupi bau
kurang enak akibat penambah bahan-bahan lainnya.
f. Aquadest
Sebagai pelarut

D. TINJAUAN URAIAN BAHAN


1. Zat Aktif
a. Minyak jintan hitam
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Ranunculales
Famili : Ranunculaceae
Genus : Nigella
Species : Nigella sativa Linn.
Kandungan
Kandungan yang terdapat pada minyak jintan hitam yaitu aneka nutrisi
yang baik bagi kesehatan, seperti karbohidrat, protein, lemak sehat
termasuk asam oleat dan asam linoleat, kalsium, serat, zat besi,
natrium, kalium, dan antioksidan.
Manfaat
Manfaat yang ada di minyak jintan hitam adalah mengobati darah
tinggi (hipertensi), mengobati kolesterol tinggi,menjaga kadar gula
darah,memiliki efek antiradang,melawan infeksi,melindungi hati,
mencegah kanker.
2. Zat Tambahan
a. TRAGAKAN ( FI Edisi III Hal. 612 )
pemerian : Tidak berbau,hamper tidak berasa
Kelarutan : Dalam air agak sukar larut dalam air, tetapi
mengembang menjadi masa homogen,lengket
dan seperti gelatin.
Pemberian : Hampir tidak berbau,rasa tawar seperti lendir
Stabilitas : Dapat digerus, stabil dalam bentuk serbuk.
Dispers tragakan yang paling stabil pada Ph
4-8, meskipun stabilitas memuaskan pada
p(yang lebih tinggi atau sampai pH 2.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Khasiat : Sebagai suspending agent
b. SUKROSA (FI Edisi III Hal. 725 )
Nama Resmi : Sakarosa
Nama Lain : Sukrosa
Rumus Molekul : C12H22O11 / 342,20
Kelarutan : Larut dalam 0,5 bagian air dan dalam 370
bagian etanol (95%) P.
Pemerian : Hablur tidak berwarna atau massa hablur atau
serbuk warna putih; tidak berbau; rasa manis
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Sebagai Pemanis
c. NATRIUM BENZOAT (FI Edisi IV Hal. 984)
Nama obat : Natrii Benzoat
Sinonim : Sodium benzoat, benzoat fo soda, sodium
benzoat acid
Pemeriaan : Granul putih, atau cristalme, bersifat
higroskopik dalam bentuk serbuknya, tidak
berbau atau memiliki bau seperti benzoatnya,
memiliki rasa yang tidak manis
Kelarutan : Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam
etanol dan lebih. Mudah larut dalam etanol
90%.
Kegunaan : Sebagai pengawet

d. Na. CMC
Nama resmi : Natrii carboxymethil cellulosum
Nama lain : Natrium karboksimetil selulosa
Pemerian : serbuk atau nutiran putih atau kuning gading,
tidak berbau dan bersifat higroskopik
kelarutan : mudah terdispersi dalam air, membentuk
suspense koloida, tidaklarut dalam etanol
e. Ol.Citri
Nama lain : Minyak jeruk, lemon oil
Nama tanaman : citrus lemon L.
Keluarga : Rotaceae
Penggunaan : obat batuk, peransang peristalik pada mulas,
bahan pewangi
penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat, terisi penuh,
terlindungi dari cahaya, ditempat sejuk.
f. AQUADEST (FI Edisi III Hal.96)
Nama Resmi : AQUA DESTILLATA
Sinonim : Air Suling
Kelarutan : Bercampur dengan banyak pelarut polar
Khasiat : Zat Tambahan
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Stabilitas : Secara kimia,air stabil secara dalam bentuk
fisik(es,cair,dan uap).Air untuk tujuan khusus
harus disimpan dalam wadah yang sesuai.Air
untuk injeksi disimpan dalam wadah tertutup
rapat bersegel.Air untuk injeksi disimpan
dalam wadah dosis tinggi
BAB III
METODE KERJA
A. ALAT
1) Gelas ukur
2) Mortir
3) Stamper
4) Timbangan
5) Sendok
6) Sudip
7) Lap
8) Botol pipet
9) Kertas perkamen
B. BAHAN
1) Minyak Jintan Hitam
2) Tragakan
3) Sukrosa
4) Natrium Benzoat
5) Na. CMC
6) Ol. Citrii
7) Aquadest
C. PERHITUNGAN BAHAN
1) Minyak jintan hitam
500/5 x 60 ml = 1200 mg = 6 g
2) Tragakan
1/100 x 60 ml = 0,6 g
3) Sukrosa
25/100 x 60 ml = 15 g
4) Natrium benzoat
1/100 x 60 ml = 0,6 ml
5) Na. CMC
0,2/ 100 x 60 ml = 0,12 ml
6) Aquadest
60 ml – ( 6 + 0,6 + 15 + 0,6 + 0,12 ) = 37,68 ml
D. PROSEDUR PEMBUATAN
1) Disetarakan timbangan
2) Disiapkan alat dan bahan
3) Ditimbang bahan – bahan yang diperlukan
4) Tragakan didipersikan lebih dulu dalam beacker glass yang berisi
aquadest sebanyak 100 ml.
5) Ditambahkan minyak sedikit demi sedikit sambil tetap dihomogenkan
(terbentuk korpus emulsi).
6) Lalu ditambahkan sukrosa dan Natrium benzoat yang sebelumnya telah
dilarutkan dalam sejumlah air
7) Kemudian tambahkan sisa aquadest sambil tetap dihomogenkan selama
35 menit
8) Masukan kedalam botol sampai batas kalibrasi 60 ml
9) Dan lakukan evaluasi dan uji stabilitas sediaan
E. PROSEDUR EVALUASI
1) Organoleptis
Organol eptik, diamati dengan cara panca indra, apakah sediaan emulsi
tersebut sudah sesuai dengan ketentuan sediaan emulsi yang benar, yaitu
bau dan rasa yang sedap.
2) Uji Tipe Emulsi
Uji tipe emulsi dilakukan dengan menggunkan salah satu metode yaitu
metode pengenceran. Dilakukan dengan penambahan sejumlah air dalam
emulsi,bila emulsi tersebut bercampur sempurna dengan air,maka emulsi
termasuk tipe M/A sedangkan bila emulsi tidak bercampur dengan
sempurna maka tipe emulsi A/M.
3).Pengukuran viskositas
Pengukuran viskositas sediaan ilakukan dengan mnggunakan viscometer.
Sediaan disimpan dalam beacker glass 100 ml.