Anda di halaman 1dari 5

Nama : Hendry Pratama Ramadhan

NIM : 041779558

Fakultas : Sains dan Teknologi

Program Studi : Sistem Informasi

TUGAS 2 PENGANTAR BISNIS

Question:

1. Jelaskan mengenai bentuk-bentuk kepemilikan bisnis, jelaskan kelebihan dan


kelemahannya, serta berikan contohnya.
2. Jelaskan mengenai budaya organisasi pada suatu perusahaan (bo leh di tempat
saudara bekerja) dihubungkan dengan perubahan organisasi yang terjadi di
perusahaan tersebut.

Answer :
1. Bentuk-bentuk kepemilikan bisnis secara tradisional ada tiga jenis yaitu perusahaan
perseorangan, kemitraan dan korporasi (Fry et al., 2000; Ebert & Grif f in, 2009; Ferrel
et al., 2011).
a. Perusahaan Perseorangan
Umumnya didirikan dan dimiliki oleh perseorangan, karena dimiliki secara individu
maka tanggung jawa pemilik tidak terbatas dan keberlanjutannya juga ditentukan
hanya oleh seorang pemilik tersebut.
Keunggulan :
▪ Tidak membutuhkan investasi yang terlalu besar
▪ Menjadi bos di perusahaan sendiri, artinya segala aturan, kesalahan dan
kesuksesan merupakan akibat dari diri sendiri.
▪ Menjadi bangga terhadap karya sendiri.
▪ Sederhana terhadap aturan hukum dan prosedur.
▪ Tidak perlu membayarkan keuntungan/profit yang diperoleh kepada pihak
lain atau perintah.
▪ Pajak yang rendah untuk perusahaan perseorangan.
Kelemahan :
▪ Tanggung jawab yang tak terbatas, dan lemahnya keberlanjutan bisnis.
▪ Karena tidak ada nya pemilik modal lain, menjadikan sumber daya
keuangannya sangat terbatas.
▪ Diperlukannya manajemen yang memerlukan laporan persediaan,
akuntansi, pajak dan sebagainya menjadikan bisnis yang dikelola oleh
perseorangan mengalami kesulitan untuk memenuhi itu semua.
▪ Besarnya komitmen waktu yang diperlukan oleh pemilik bisnis.
▪ Sedikitnya keuntungan/perks yang diterima dibanding bekerja di
perusahaan orang lain, seperti asuransi, rekreasi, biaya pengobatan dan
sebagainya.
▪ Terbatasnya ekspansi, karena hanya mengandalkan kreativitas,
pengetahuan dan dana milik pribadi.
▪ Matinya bisnis saat pemiliknya meninggal dunia.

b. Persekutuan atau partnership


Kepemilikan persekutuan merupakan perusahaan perorangan, namun dimiliki oleh
lebih dari satu orang, yang bertindak sebagai pemilik dan sekutu. Rekan
persekutuan tersebut menginvestasikan dananya baik dalam jumlah yang sama
ataupun berbeda dari pemilik dan mendapatkan keuntungan.
Jenis jenis persekutuan terbagi atas tiga yaitu :
1) Persekutuan umum (general partnership) semua pemilik berbagi dalam
kegiatan operasional bisnis dan asumsi tanggung jawab terhadap hutang
perusahaan, merupakan pemilik sekutu yang memiliki tanggung jawab
terbatas dan aktif dalam mengelola perusahaan.
2) Persekutuan terbatas (limited partnership) merupakan pemilik yang
menginvestasikan dana kedalam bisnis tetapi tidak memiliki tanggung
jawab mengelola hutangnya ataupun kerugiannya dalam investasi. Dengan
kata lain, tanggung jawabnya hanyalah sebatas jumlah dana yang
ditanamkan dalam perusahaan.
3) Persekutuan terbatas kepemilikannya (master limited partnership) bentuk
kepemilikin yang mirip korporasi, namun pajaknya merupakan partnership
dan bertujuan untuk menghindari pajak korporasi.
Keunggulan :
▪ Memiliki dana yang lebih banyak, karena merupakan gabungan dari
beberapa orang.
▪ Pengelolaan bisnis dilakukan bersama sesuai dengan bakat dan kemampuan
para pengelola / pemilik bisnis.
▪ Dengan tambahan talenta dan modal yang lebih besar, kemampuannya
untuk tumbuh pun lebih baik.
▪ Tidak ada tarif pajak khusus untuk bentuk persekutuan, tarif pajak yang
dikenakan hanyalah pemiliknya saja.
Kelemahan :
▪ Karena tidak dipisahnya tanggung jawab, tidak jarang pemilik dan sekutu
menanggung kerugian bersama.
▪ Jika salah satu pihak meninggal, maka akan sangat sulit untuk melanjutkan
partnership
▪ Konsensus kedua belah pihak dibutuhkan untuk melakukan transfer
kepemilikan.
▪ Rekan kerja persekutuan dapat secara diam diam menjalin k omitmen
dengan pihak lain, sehingga menurunkan konsentrasi nya di komitmen awal
persekutuan.

c. Korporasi
Merupakan pemisahan entitas bisnis yang dimiliki oleh para pemegang saham.
Korporasi juga merupakan entitas legal berizin negara dengan otoritas untuk
bertindak dan mempunyai kewajiban terpisah dari para pemiliknya, Istilah
korporasi menggambarkan ukuran dan kekuasaan yang besar. Korporasi dapat
dikelola, dijual dan dapat membuat dan menjual produk. Korporasi dikendalikan
oleh dewan direktur (board of directors) yang dipilih para pemegang saham.
Keunggulan :
▪ Keterbatasan tanggung jawab yang hanya sebesar modal yang ditanamkan,
menjadikan aset personal para pelaku bisnis aman dan tidak tercampur
aduk dengan aset korporasi.
▪ Mudah dalam mendapatkan tambahan modal atau dana.
▪ Memiliki kesempatan sangat besar untuk meningkatkan jumlah dana untuk
pembelian modal sehingga dapat dengan mudah juga mengembangkan
bisnisnya.
▪ Keberlanjutan bisnis sangat continue meskipun pelaku bisnis didalamnya
meninggal dunia.
▪ Mengalami perubahan kepemilikan dengan cara menjual lembar saham.
▪ Pemisahan antara pemilik dan pengelola.
Kelemahan :
▪ Melalui proses legal yang ketat, peraturan sangat ketat, biaya untuk
memulai membutuhkan dana awal yang besar.
▪ Membayar dua pajak sekaligus, yaitu pajak yang diperoleh dari profit
perusahaan dan pemegang saham yang menerima dividen juga dikenai
pajak.
▪ Tidak f leksibel, karena ukuran yang besar.
▪ Memungkinkan terjadinya konf lik antara pemegang saham dan dewan
direktur.
▪ Biaya awal mengelola koperasi sangat besar.

2. Budaya perusahaan yang akan dibahas adalah Microsoft Corporation, perusahaan


teknologi multinasional yang bermarkas di Redmond, Washington, Amerika Serikat.

Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para
anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi lainnya (Schein, 1985).

Microsoft yang didirikan oleh Bill Gates dan Paul Allen pada tahun 1975 sudah
mengalami tiga kali penggantian CEO, Bill Gates, Steve Ballmer, dan Satya Nadella.
Budaya organisasi sebagai nilai-nilai yang dijunjung tinggi perusaahaan pun berubah
seiring waktu, namun Satya Nadella telah menyelamatkan perusahaan yang on decline
ini semenjak penunjukan nya sebagai CEO, menjadikan kembali Microsoft sebagai
perusahaan inovasi bukan cashcow seperti yg dilakukan Ballmer diantaranya :
a. Pengembangan Cloud computing dengan Microsoft Azure menjadikan microsoft
sebagai kompetitor utama terhadap Amazon Web Services.
b. Akuisisi Github yang merupakan version control f avorit seluruh developer di dunia.
c. Pengembangan Windows Subsystem Linux, menghilangkan image bahwa windows
dan microsoft sangat anti terhadap open source
d. Dan banyak terobosan yang sangat menguntungkan perusahaan.

Semua pencapaian diatas dimulai Satya Nadella dengan secara drastis mengubah
Budaya Organisasi dari rumitnya birokrasi dan yang penting kerja, menjadi empati.

Langkah perubahan pertama yang ia lakukan adalah mengembangkan budaya Empati.


Untuk meningkatkan inovasi, yang diperlukan adalah tingkat kepedulian yang tinggi.
Untuk mengembangkan kepedulian itu, dilakukan Nadella dengan mengembangkan
kebiasaan untuk berempati pada seluruh karyawan yang ada di Microsoft. Karena
pangkal kepedulian adalah rasa empati yang tinggi. Yaitu kemampuan untuk turut
merasakan apa yang dialami oleh orang lain.

Setelah melihat kultur empati telah mulai berkembang, yang dilakukan berikutnya oleh
Nadella adalah mengembangkan kultur pembelajaran atau Learning Culture. Dari
budaya ini diharapkan muncul dorongan untuk selalu mau bersikap terbuka dan berpikir
luas, dan mampu menerima berbagai saran dan masukan dari orang lain. Untuk
kemudian diolah menjadi sebuah produk yang akan di sukai oleh banyak orang.
Dalam mengembangkan budaya-budaya baru ini, Nadella mendapatkan dukungan dari
berbagai pihak, terutama para pendiri Microsoft. Mereka mengatakan padanya;

“Lakukanlah dengan caramu, jangan mencoba menjadi kami, jangan berusaha untuk
memuaskan kami”.

Hal tersebut dikatakan oleh Bill Gates dan Steve Ballmer, untuk mendukung setiap
langkah yang dilakukan Nadella. Mereka melihat bahwa Nadella dapat melakukan
pekerjaannya dengan baik, dan harus lebih percaya diri, itu saja. Karena itulah mereka
menyampaikan kalimat tersebut padanya.

Berkat beragam langkah yang dilakukannya tersebut, kultur inovasi pun berkembang
dengan pesat di Microsoft. Hingga meraih keuntungan lebih dari 100% meningkat
dibanding sebelumnya. Selain itu, Microsoft banyak melakukan inovasi dengan
mengembangkan bisnis cloud, membuat dan memproduksi xbox untuk games,
mengembangkan microsoft surface, serta microsoft 365.

Selain itu, Nadella pun turut mengembangkan perusahaan dengan melakukan akuisisi
terhadap linkedin dengan membelinya dengan harga sebesar 348 trilyun rupiah. Selain
itu, microsoft pun mengakuisisi banyak perusahaan lainnya.

Sumber :
Ariani, Dorothea Wahyu.EKMA4111 Pengantar Bisnis Hal. 4.5 – 4.13
https://actconsulting.co/satya-nadella-lakukan-perubahan-budaya-dilakukan-untuk-
mengembangkan-microsoft/

Anda mungkin juga menyukai