Anda di halaman 1dari 12

NAMA : ELFRIDA HAZNA P.

M
NIM : 10117048
S1 FARMASI C/Tk.3/Semester VI

TEORI METODOLOGI PENELITIAN & STATISTIK


1. Apa Yang Dimaksud Dengan Metodologi Penelitian ?

“Metodologi penelitian” berasal dari kata “Metode” yang artinya cara yang tepat
untuk melakukan sesuatu; dan “Logos” yang artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi, metodologi
artinya cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara saksama untuk mencapai
suatu tujuan. Sedangkan “Penelitian” adalah suatu kegiatan untuk mencari, mencatat,
merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya.
Tentang istilah “Penelitian” banyak para sarjana yang mengenukakan pendapatnya,
seperti :
a. David H. Penny

Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang
pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
b. J. Suprapto MA

Penelitian ialah penyelididkan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk
memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati serta sistematis.
c. Sutrisno Hadi MA

Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat didefinisikan sebagai usaha untuk


menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.
d. Mohammad Ali

Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu dengan melalui penyelidikan atau
melalui usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang
dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.
Dari batasan-batasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud
dengan metodologi penelitian adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang
membicarakan/mempersoalkan mengenai cara-cara melaksanakan penelitian sampai
menyusun laporannya) berdasarkan fakta-fakta atau gejala-gejala secara ilmiah.
Lebih luas lagi dapat dikatakan bahwa metodologi penelitian adalah ilmu yang
mempelajari cara-cara melakukan pengamatan dengan pemikiran yang tepat secara
terpadu melalui tahapan-tahapan yang disusun secara ilmiah untuk mencari, menyusun
serta menganalisis dan menyimpulkan data-data, sehingga dapat dipergunakan untuk
menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran sesuatu pengetahuan berdasarkan
bimbingan Tuhan.
Metodologi penelitian terdiri dari kata metodologi yang berarti ilmu tentang jalan
yang ditempuh untuk memperoleh pemahaman tentang sasaran yang telah ditetapkan
sebelumnya. Sejalan dengan makna penelitian tersebut di atas, penelitian juga dapat
diartikan sebagai usaha/kegiatan yang mempersyaratkan keseksamaan atau kecermatan
dalam memahami kenyataan sejauh mungkin sebagaimana sasaran itu adanya. Jadi,
metodologi penelitian adalah ilmu mengenai jalan yang dilewati untuk mencapai
pemahaman. Jalan tersebut harus ditetapkan secara bertanggung jawab ilmiah dan data
yang dicari untuk membangun/ memperoleh pemahaman harus melalui syarat ketelitian,
artinya harus dipercaya kebenarannya.

2. Perbedaan Metode Penelitian dengan Metodologi Penilitian


Metode Penelitian :
 Metode Penelitian menurut Subagyo (1997 : 2) adalah “suatu cara atau jalan untuk
mendapatkan kembali pemecahan terhadap segala permasalahan yang diajukan. Di dalam
penelitian diperlukan adanya beberapa teori untuk membantu memilih salah satu metode
yang relevan terhadap permasalahan yang diajukan, mengingat bahwa tidak setiap
permasalahan yang diteliti tentu saja berkaitan dengan kemampuan si peneliti, biaya dan
lokasi. Pertimbangan tersebut mutlak diperlukan, dan penelitian tidak dapat diselesaikan
dengan sembarang metode penelitia”.
 Sedangkan menurut Sugiyono (1999 : 1) Metode Penelitian adalah “cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.cara ilmiah berarti kegiatan
penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris dan sistematis.
Rasional artinya bahwa penelitian dilakukan dengan cara-cara yang masuk di akal,
sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris artinya bahwa cara-cara yang yang
dilakukan itu dapat diamati oleh indra manusia sehingga orang lain dapat mengamati dan
mengetahui cara-cara yang digunakan (Bandingkan : hal-hal yang dilakukan paranormal).
Sistematis artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-
langkah tertentu yang bersifat logi”.
Metodologi Penelitian :

 Pengertian metodologi penelitian menurut Hidayat dan Sedarmayanti (2002 : 25) adalah
pembahasan mengenai konsep teoritik berbagai metode, kelebihan dan kekurangan, yang
dalam karya ilmiah dilanjutkan dengan pemilihan metode yang digunakan. Pengetian
metodologi adalah “pengkajian terhadap langkah-langkah dalam menggunakan sebuah
metode”. Sedangkan pengertian metode penelitian adalah mengemukakan secara teknis
tentang metode-metode yang digunakan dalam penelitiannya. Metodologi adalah metode
ilmiah yaitu langkah-langkah yang sistematis untuk memperoleh ilmu, sedangkan metode
adalah prosedur atau cara mengetahui sesuatu dengan langkah-langkah sistematis
tersebut.

3. Apa yang dimaksud dengan karya tulis ilmiah?

Berikut ini adalah definisi dari karya tulis ilmiah menurut ahlinya :

1. Maryadi (dalam Harun, dkk)

Pengertian karya tulis ilmiah menurut Maryadi adalah kerja yang berisi dan menilai masalah
tertentu dengan menggunakan kaidah ilmu.

2. Dwiloka dan Riana

Pengertian karya ilmiah menurut Dwiloka dan Riana adalah karya ilmiah atau artikel ilmiah
merupakan karya seorang ilmuwan (dalam bentuk pembangunan) yang ingin mengembangkan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang diperoleh mellaui literatur, koleksi pengalaman,
penelitian.

3. Eko Susilo, M.

Pengertian karya tulis ilmiah menurut Eko Susilo, M. adalah artikel yang diperoleh sesuai
dengan sifat ilmiah dan didasarkan pada observasi evaluasi, penelitian dalam bidang tertentu,
disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan bahasa bersantun dan isinya
dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau keilmiahannya.

Karya tulis ilmiah merupakan suatu karya tulis yang diungkapkan dengan metode-metode
ilmiah sesuai dengan penulisan karya tulis ilmiah tertentu. Karya tulis ilmiah mengandung data
dan fakta dan hasil penelitian seseorang yang ditulis secara berurutan dan sistematis.

Karya tulis ilmiah dibuat dengan dasar fakta yang sifatnya objektif, tidak bersifat
emosional/personal dan tersusun secara sistematis dan logis. Bahasa yang dipakai dalam suatu
karya tulis ilmiah adalah bahasa Indonesia yang baku yang sesuai dengan kaidah Ejaan Yang
Disempurkan (EYD).

4. Sebutkan 4 Contoh Karya Tulis Ilmiah

Jenis karya ilmiah berdasarkan sifatnya ada empat diantaranya: non-teknis konkret,
teknis umum, abstrak formal, dan spsesifik historis, sementara itu berdasarkan materi meliputi;
kategori makalah, paper atau workingpaper, kategori laporan penelitian lapangan (Field Study
atau laporan praktik), kategori skripsi, kategori disertasi, karya ilmiah popular, buku pegangan,
buku teks, kamus, dan ensiklopedia. Jenis-jenis karya ilmiah antara lain:
1. Skripsi
Skripsi adalah sebuah karya tulis yang disusun oleh seorang mahasiswa berdasarkan
hasil penelitian yang memenuhi persyaratan ilmiah dan digunakan sebagai salah satu
syarat untuk memperoleh gelar sarjana (S-1). Didukung oleh data dan fakta serta melalui
metodologi penelitian.
Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung
data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapanagn
atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan
metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
2. Tesis

Tesis adalah karya ilmiah yang ditulis mahasiswa program magister, berdasarkan
hasil-hasil penelitian yang memenuhi syarat-syarat ilmiah. Tesis lebih mendalam daripada
skripsi. Tinjauan dan wawasannya pun lebih luas dibanding skripsi. Tesis atau Master
Thesis ditulis bersandar pada metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya
digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing,
mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen,
mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan
rekomendasi.
Karakteristik tesis yaitu berfokus pada kajian mengenai salah satu isu sentral yang
tercakup dalam salah satu disiplin ilmu, sesuai dengan disiplin yang dipelajari,
merupakan pengujian empirik terhadap posisi teoritik tertentu dalam disiplin ilmu yang
dipelajari, walaupun tidak harus menemukan sesuatu yang baru, menggunakan data primer
(data yang dikumpulkan dari lapangan untuk penelitian) sebagai data utama, dan itulis
dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3. Disertasi

Disertasi adalah karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa calon doktor (strata 30
yang sering disebut promovendus dan dibimbing oleh beberapa promotor (doktor atau
guru besar). Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis
mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis
terinci. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis,
tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji
dalam taraf yang tinggi.
Karakteristik disertasi yaitu berfokus pada kajian mengenai salah satu isi disiplin
ilmu, sesuai dengan disiplin yang dipelajari, kupasannya berfokus pada penemuan sesuatu
yang baru dalam disiplin ilmu yang dikaji, secara mendalam, menggunakan data primer
sebagai data utama, dan itulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
4. Artikel Ilmiah Populer
Karya ilmiah populer merupakan suatu karya ilmiah yang paling menarik, untuk
sarana komunikasi antara ilmu dan masyarakat (orang awam). Artikel ilmiah popular tidak
terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Karena ditulis lebih bersifat umum,
untuk konsumsi publik. Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan
akademik tetapi dalam menjangkau pembaca khalayak. Karena itu aturan-aturan penulisan
ilmiah tidak begitu ketat. Artikel ilmiah
popular biasanya dimuat di surat kabar atau majalah. Artikel dibuat berdasarkan
berpikir deduktif atau induktif, atau gabungan keduanya yang bisa ‘dibungkus’ dengan
opini penulis.
5. Artikel Ilmiah

Artikel ilmiah, bisa ditulis secara khusus, bisa pula ditulis berdasarkan hasil
penelitian semisal skripsi, tesis, disertasi, atau penelitian lainnya dalam bentuk lebih
praktis. Artikel ilmiah dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah. Kekhasan artikel ilmiah adalah
pada penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak megurangi nilai keilmiahannya.
Artikel ilmiah bukan sembarangan artikel, dan karena itu, jurnal-jurnal ilmiah
mensyaratkan aturan sangat ketat sebelum sebuah artikel dapat dimuat. Pada setiap
komponen artikel ilmiah ada pehitungan bobot. Karena itu, jurnal ilmiah dikelola oleh
ilmuwan terkemuka yang ahli dibidangnya. Jurnal-jurnal ilmiah terakredetasi sangat
menjaga pemuatan artikel. Akredetasi jurnal mulai dari D, C, B, dan A, dan atau bertaraf
internasional. Bagi ilmuwan, apabila artikel ilmiahnya ditebitkan pada jurnal internasional,
pertanda keilmuawannya ‘diakui’.
6. Makalah

Makalah adalah karya ilmiah yang disusun mengenai suatu topik tertentu untuk
dipresentasikan dalam suatu pertemuan seperti dalam seminar, panel diskusi, lokakarya,
konferensi, muktamar, atau pertemuan-pertemuan lainnya untuk kemudian didiskusikan
guna mencari suatu kebenaran atau solusi suatu masalah. Makalah biasanya sebagai tugas
yang diberikan oleh dosen pada akhir masa kuliah. Jumlah halaman 10-15 halaman.
Makalah menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan
yang bersifat empiris-objektif, melalui proses berpikir deduktif atau induktif.
Karakteristik makalah antara lain; merupakan kajian literatur dan atau laporan
pelaksanaan suatu kegiatan lapangan yang sesuai dengan cakupan permasalahan suatu
perkuliahan, mendemonstrasikan pemahaman mahasiswa tentang permasalahan teoritik
yang dikaji atau kemampuan mahasiswa dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip, atau
teori yang berhubungan dengan perkuliahan, menunjukkan kemampuan isi dari berbagai
sumber yang digunakan, mendemontrasikan kemampuan meramu berbagai sumber
informasi dalam satu kesatuan sintesis yang utuh.
7. Laporan
Laporan ialah bentuk karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang
sedang dikerjakan, digarap, diteliti, atau diamati, dan mengandung saran-saran untuk
dilaksanakan. Laporan ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin. Misalnya laporan
penelitian yang didanai oleh Fakultas dan Universitas, laporan ekskavasi arkeologis yang
dibiayai oleh Departemen Kebudayaan.
8. Kertas Kerja

Kertas kerja adalah karya tulis ilmiah yang bersifat lebih mendalam daripada
makalah dengan menyajikan data di lapangan atau kepustakaan yang bersifat empiris dan
objektif.Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan
analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar
atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut
kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’
karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis,
kesimpulan, atau kemanfaatannya.
9. Ensiklopedia

Ensiklopedia adalah karya ilmiah yang disusun oleh sejumlah pakar baik dalam
satu ilmu atau dalam berbagai ilmu. Ditujukan untuk memberikan penjelasan berupa
pengertian- pengertian kata termasuk latar belakang kata tersebut. Biasanya terdiri atas
banyak jilid, misal 1-20 jilid. Contoh: Ensiklopedia Olahraga, Ensiklopedia Kesehatan,
dsb.
5. Apa Kelebihan dan Kekurangan Metode Ilmiah ?

Keunggulan metode ilmiah:


 Metode ilmiah lebih bisa dipertanggung jawabkan, dikarenakan adanya bukti-bukti yang
konkret dan ada ukuran yang jelas
 Jelas, dapat di buktikan dan dapat diamati langsung oleh alat indra pada manusia
 Dapat dijadikan satuan atau tolok ukur untuk penelitian-penelitian selanjutnya, bila tidak
terdapat kesalahan
 Mengajarrkan pada manusia untuk menatap realita dan segala sesuatu yang ada
 Operasional, dapat di gunakan dan di amalkan dalam kehidupan keseharian
 Logis, karena dapat di buktikan oleh semua orang

Kelemahan metode ilmiah antara lain:


 Metode ilmiah tidak mungkin bisa menjangkau objek yang bersifat inmateri (gaib),
dikarenakan tidak adanya wujud, ukuran dan timbangan yang jelas.
 Terlalu bergantung pada objek yang ada.
 Metode ilmiah akan berubah bila objek yang di amati telah berubah. Sebagai contoh
ilmuan mengatakan bahwa suhu diatas puncak merapi adalah 35 derajat c, namun apa yang
di kemukakan oleh ilmuan akan berubah seiring berubahnya cuaca dan suhu
 Kurang valid, karena tidak semua hasil dari metode atau penelitian di suatu daerah akan
bisa di terapkan untuk daerah lain.
 Membutuhkan waktu yang lama, karena penelitian dilakukan secara berulang.
 Membutuhkan biaya yang sangat mahal, karena setiap penelitian memerlukan alat bantu
berupa peralatan yang menggunakan tehnologi canggih.
 Dapat terhapus atau tidak di pakai bila terbukti ditemukan kesalahan dan bila muncul teori
lain yang dianggap lebih berguna
 Cenderung kaku dan tidak terpengaruh oleh rasio

6. Sebutkan jenis penelitian menurut ketersediaan data dan pengumpulan


data?

Menurut jenis data dan analisisnya, penelitian dibedakan menjadi:

• Penelitian Kualitatif adalah penelitian yang datanya adalah data kualitatif sehingga
analisisnya juga analisis kualitatif (deskriptif). Data kualitatif adalah data dalam bentuk
kata, kalimat, dan gambar. Data kualitatif dapat diubah menjadi data kuantitatif dengan
jalan diskoring. Contoh data kualitatif adalah manis, pahit, rusak, gagal, baik sekali,
balk, kurang balk, tidak balk, atau sangat setuju, setujuh, ragu-ragu, tidak setuju, sangat
tidak setuju, selalu, sering, kadang-kadang, jarang, dan tidak pernah.

• Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang datanya adalah data kuantitatif sehingga
analisis datanya menggunakan analisis kuantitatif (inferensi). Data kuantitatif adalah
dalam bentuk angka, atau data kualitatif yang diangkakan seperti 1, 2, 3, 4, … dst, atau
skor 5 = selalu, skor 4 = sering, skor 3 = kadang-kadang, skor 2 = jarang, dan skor 1 =
tidak pernah. Data kuantitatif dibedakan menjadi data diskrit atau nominal dan data
kontinum. Data nominal adalah data dalam bentuk kategori atau diskrit.

• Penelitian gabungan kualitatif dan kuantitatif adalah penelitian yang datanya terdiri
clan data kualitatif dan data kuantitatif sehingga analisis datanya pun menggunakan
analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif.

7. Apa Perbedaan Penelitian Dasar Dan Penelitian Terapan

FAKTOR PENELITIAN DASAR PENELITIAN TERAPAN


Lingkungan penelitian Akademik Pemerintahan atau bisnis
Inisiatif penelitian Peneliti Klien atau sponsor
Biaya penelitian Peneliti atau bantuan Klien melalui kontrak
Jenis penelitian Mandiri Kelompok
Disiplin ilmu Satu atau dua Multidisiplin
Setting penelitian Laboratorium/ lapangan Lapangan
Keluwesan Lebih fleksibel Kurang fleksibel
Manfaat penelitian Pengembangan ilmu Pemecahan masalah
Sifat penelitian Menjawab sedikit pertanyaan Menjawab beberapa pertanyaan
Menguji signifikansi secara
Jenis pengujian Menguji signifikansi secara praktik
statistik
Aplikasi, kedokteran, rekayasa, dan
Bidang penelitian Fisik, perilaku, dan sosial
pendidikan
Menguji teori, dalil, dan prinsip
Tujuan dilakukan Menguji kegunaan teori dalam
dasar, serta menentukan
bidang tertentu serta
hubungan empiris antar
penelitian menentukan hubungan empiris
fenomena

8. Apa perbedaan penelitian deskriptif dan penelitian analitik?

 Penelitian Descriptive

a. Mendapatkan data dasar (Survey)

b. Menggambarkan fenomena terkini /baru

c. Tidak bisa mendapatkan hubungan kausal

d. Masih mempunyai peran penting dalam menggambarkan tren dan merumuskan


hipotesis tentang asosiasi yang baru
 Penelitian Analytic

a. Berusaha membuat hubungan kausal antara prediktor/faktor resiko dengan keluaran/


outcome outcome.

b. Penelitian analitik mempunyai ciri khas dalam pertanyaan penelitian-Lebih besar, lebih
sedikit, menyebabkan, menjadikan, dibandingkan dengan, lebih mungkin dibanding,
dihubungkan dengan, berhubungan dengan, sama dengan, berkorelasi.

9. Apa yang dimaksud dengan proposal penelitian?

Proposal Penelitian ialah usulan yang berisi rencana kegiatan penelitian yangdisajikan
secara tertulis untuk memperoleh persetujuan dari pihak yang berwewenang.Pihak yang
berwewenang di sini dapat saja seperti lembaga/instansi yang akanmensponsori atau
membiayai penelitian tersebut, tempat atau sasaran penelitian, danlembaga/instansi yang
meminta dilakukannya penelitian. Untuk keperluan penulisanskripsi, proposal penelitian
diperlukan untuk memperoleh persetujuan dari Ketua Jurusan atau Ketua Program Bidang
Studi.

10. Apa yang dimaksud dengan alur penelitian?

Alur penelitian adalah kronologi prosedural yang dilakukan seorang peneliti dalam karya
penelitiannya dan bukan sekedar urutan apa yang mesti dilalui. Alur penelitian lebih merupakan
strukturisasi atau hubungan metodologik yang berkesinambungan.

Mengenai prosedur penelitian, Arikunto (2013, hlm. 13) mengemukakan bahwa: Alur
pemikiran penelitian, apapun jenis penelitiannya selalu dimulai dari adanya permasalahan atau
ganjalan, yang merupakan suatu kesenjangan yang dirasakan oleh peneliti. Kesenjangan
tersebut terjadi karena adanya perbedaan kondisi antara kondisi nyata dengan kondisi harapan.
Dengan adanya kesenjangan ini peneliti mencari teori yang tepat untuk mengatasi
permasalahan melalui penelitian, yaitu mencari tahu tentang kemungkinan penyebab kondisi
yang menjadi permasalahan itu. Hasil dari penelitiannya akan digunakan untuk mengatasi
permasalahan yang dirasakan.
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1. Metodologi penelitian

A. Metodologi penelitian adalah ilmu yang mempelajari tentang cara-cara penelitian


B. Metode penelitian adalah alat penelitian
C. Contoh metode penelitian adalah karya tulis ilmiah, skripsi, tesis atau disertasi
D. Semua pernyataan di atas benar

2. Salah satu perbedaan pokok antara metode ilmiah dan metode non ilmiah
adalah :

A. Permasalahan dirumuskan secara umum


B. Proses pengumpulan data melalui wawancara
C. Jawaban permasalahan didukung data
D. Kesimpulan diturunkan dari permasalahan

3. Ilmu pengetahuan adalah

A. Jawaban pertanyaan yang diperoleh melalui pengalaman


B. Prinsip yang merupakan hasil observasi secara tidak sengaja
C. Fakta, konsep atau prinsip yang diperoleh melalui metode ilmiah
D. Pengetahuan yang merupakan jawaban terhadap rasa ingin tahu manusia

4. Proposal penelitian adalah dokumen yang berisi

A. Rumusan tujuan dan hipotesis penelitian


B. Rencana cara pengumpulan data suatu penelitian
C. Rencana cara pengumpulan data suatu penelitian
D. Rencana kerja tertulis yang disusun secara sistematis

5. Berdasarkan cara pembahasan yang digunakan, maka penelitian dapat


dibedakan menjadi

A.Eksperimental dan noneksperimental


B. Deskriptif dan inferensia l
C. Kuantitatif dan kualitatif
D. Sensus dan survey
Sumber :

Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi. 2012. Metodologi Penelitian. Jakarta : Bumi Aksara
Sukandarrumidi,2006. Metodologi Penelitian petunjuk Praktis untuk Peneliti Pemula.
Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Sandjaja, B. dan Albertus Heriyanto. 2011. Panduan Penelitian. Jakarta: Prestasi Pustakaraya
Hadjar, Ibnu.1999. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan.
Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Arikunto, Suharasimi.2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik . Jakarta : Rineka
Cipta
Anonim. 2010. Panduan Tugas Akhir, Yogyakarta: FBS UNY.