Anda di halaman 1dari 2

Rumi Danang Sufianto

1706047776
Kelas Filsafat Hukum C
Reguler

MARX THEORY OF LAW

Marxist adalah sebuah paham sosiologi, yang dicetuskan oleh Karl Marx, yang
pembahsannya berkaitan dengan sistem ekonomi. Pandangan mengenai hukum yang
dikemukakan oleh Karl Marx menjadi landasan pemikiran mengenai kajian hukum yang
berbasis lebih luas terkait dengan permasalahan social ekonomi dan budaya dan juga menjadi
landasan dari timmbulnya pemikiran seperti Critical Legal Studies.
Marx melakukan perlawanan terhadap sistem yang dominan, suatu ide yang
menyatakan hukum bersifat otonom. Bagi Marx, revolusi tidak dapat berasal dari hukum
mengingat akan sifatnya yang selalu tertinggal, melainkan dapat dilakukan dengan sistem
ekonomi. Hal yang demikian ini dikemukakan pula oleh Engels, yang mana mengatakan bahwa
terdapat hubungan antara hukum dan ekonomi dimana hukum hanyalah suatu refleksi dari
sistem ekonomi karena perkembangan hukum berdasarkan dari perkembangan ekonomi, reaksi
terhadap politik, filosofi, agama.
Sejarah ekonomi menyatakan bahwa hukum adalah variable yang tidak dapat berdiri
sendiri atau dependent. Horwitz dalam penelitiannya menemukan bahwa hukum dapat
membantu ekonomi dalam keadaan ekonomi yang tidak dapat dikendalikan (forge a major
change in the economy). Selanjutnya dalam kaitannya terhadap politik, pada pokoknya Marx
berpendapat bahwa hukum tidak dapat dipisahkan dari politik dan merupakan perwujudan dari
politik itu sendiri. Dari kaitan antara hukum dengan politik ekonomi dan negara ini juga akan
tergambarkan mengenai kondisi ekonomi suatu Negara yang tercermin dari kehidupan
bernegara suatu bangsa.
Marx dalam bukunya Das Kapital, menjelaskan bahwa terdapat tiga kelas/strata dalam
masyarakat, yakni buruh, kapitalis, dan tuan tahah. Pemisahan yang demikian ini dibuat
berdasarkan benturan kepentingan antara mereka. Namun kemudian, ia memandang bahwa
tuan tanah keluar dari strata tersebut sehingga berubah menjadi borjuis dan proletar
Menurut Marx pada bukunya Capital mengatakan bahwa terdapat tiga kelas/strata
dalam masyarakat kapitalis yaitu buruh, capitalis dan tuan tanah. Alasan Marx untuk
memisahkan ketiga strata tersebut berdasarkan benturan kepentingan antara mereka yang
bersifat fundamental, akan tetapi ia melihat bahwa tuan tanah keluar dari strata tersebut dan
sekarang berubah hanya menjadi dua golongan kelas yaitu golongan borjuis dan golongan
proletar.
Rumi Danang Sufianto
1706047776
Kelas Filsafat Hukum C
Reguler

Lebih lanjut, Marx menjelaskan bahwa negara adalah suatu entitas yang mempunyai
karakteristik dapat mempengaruhi kondisi, atau dengan kata lain, ia hanyalah suatu abstraksi
dari politik. Negara adalah sebuah kontradiski dari kepentingan yang sebenarnya dari seluruh
kelompok masyarakat, ia hanyalah sebuah ilusi dari pelayanan masyarakat. Dalam kaitannya
dengan hukum, menurutnya hukum yang bersifat memaksa adalah tidak lepas dari intervensi
penguasa. Baginya, hukum merupakan suatu ideologi yang dijadikan pembenaran terhadap
tindakan yang dilakukan oleh penguasa.