Anda di halaman 1dari 25

PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN

USAHA BYBAH BOUTIQUE

DISUSUN OLEH :

LAILATUL LABIYBAH A (201902020003)

PRODI : DIPLOMA TIGA KEBIDANAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN
PEKALONGAN
TAHUN AJARAN 2019/2020

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
berkah yang telah diberikannnya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan proposal
ini yang berjudul “Usaha Bybah Boutique ”. Dengan tepat waktu.
Kami juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan
makalah ini dan juga teman-teman yang telah membantu dan mendukung kami sehingga
dapat menyelesaikan makalah ini. Harapan kami semoga dengan terselesaikan nya makalah
ini kita bisa mengambil pelajaran.
Kami menyadari akan kekurangan dan masih jauh dari sempurna. Oleh untuk itu kami
mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak dapat disampaikan kepada kami agar dapat
menjadi yang lebih baik. Atas perhatiannya, kami mengucapkan terima kasih.

Penulis

Pekalongan, 6 April 2020

2
DAFTAR ISI
Judul Halaman
........................................................................................................................
1
........................................................................................................................
Kata Pengantar ......................................................................................................................2
Daftar Isi ...............................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.......................................................................................................4
B. Tujuan Usaha........................................................................................................ 7
C. Rumusan dan Ruang Lingkup.............................................................................. 7

BAB II PEMBAHASAN
A. Judul usaha......................................................................................................9
B. Pengertian Home Care.....................................................................................9
C. Macam-macam Home Care.............................................................................15
D. Sasaran Home Care..........................................................................................16
E. Proses Pelayanan..............................................................................................16
F. Faktor penghambat dalam pelayanan home care..............................................16
G. Sumber daya manusia......................................................................................17
H. bahan dan peralatan yang dibutuhkan..............................................................19
I. biaya yang dikeluarkan......................................................................................19
J. Prosen perintisan usaha.....................................................................................20
K.strategi pemasaran.............................................................................................21
L.penggendalian mutu..........................................................................................23
BAB III PENUTUP
1.Kesimpulan.................................................................................................................24
2.Saran ..........................................................................................................................24

Daftar Pustaka ......................................................................................................................25

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Bayi baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500 - 4000 gram, cukup
bulan, lahir langsung menangis, dan tidak ada kelainan kongenital (cacat bawaan)
yang berat. Pada waktu kelahiran, sejumlah adaptasi psikologik mulai terjadi pada
tubuh bayi baru lahir, karena perubahan dramatis ini, bayi memerlukan pemantauan
ketat untuk menentukan bagaimana membuat suatu transisi yang baik terhadap
kehidupannya diluar uterus.
Bayi baru lahir juga membutuhkan perawatan yang dapat meningkatkan
kesempatan menjalani masa transisi dengan berhasil.Adaptasi neonatal (bayi baru
lahir) merupakan proses penyesuaian fungsional neonatus dari kehidupan di dalam
uterus kekehidupan di luar uterus .Marmi (2012).
Bayi baru lahir atau neonates meliputi umur 0  –  28 hari. Kehidupan pada
masa neonates ini sangat rawan oleh karena memerlukan penyesuaian fisiologik agar
bayi di luar kandungan dapat hidup sebaik-baiknya. Hal ini dapat dilihat dari tingginya
angka kesakitan dan angka kematian neonatus. Diperkirakan 2/3 kematian bayi di
bawah umur satu tahun terjadi pada masa neonatus. Peralihan dari kehidupan
intrauterin keekstrauterin memerlukan berbagai perubahan biokimia dan faali.
Dengan terpisahnya bayi dari ibu, maka terjadilah awal prosesfisiologik
sebagai berikut:
1. Peredaran darah melalui plasenta digantikan oleh aktifnya fungsi paru
untuk bernafas (pertukaran oksigen dengan karbondioksida)
2. Salurancernaberfungsiuntukmenyerapmakanan
3. Ginjalberfungsiuntukmengeluarkanbahan yang tidakterpakailagiolehtubuh
4. Hati berfungsi untuk menetralisasi dan mengekresi bahan racun yang tidak
diperlukan badan
5. Sistem imunologik berfungsi untuk mencegah infeksi
6. Sistem kardiovaskular serta endokrin bayi menyesuaikan diri dengan
perubahan fungsi organ tersebut diatas.

4
Banyak masalah pada bayi baru lahir yang disebabkan oleh
prematuritas, kelainan anatomik, dan lingkungan yang kurang baik dalam
kandungan, pada persalinan maupun sesudah lahir.
Masalah pada neonates biasanya timbul sebagai akibat yang spesifik
terjadi pada masa perinatal. Tidak hanya merupakan penyebab kematian
tetapi juga kecacatan. Masalah ini timbul sebagai akibat buruknya
kesehatan ibu, perawatan kehamilan yang kurang memadai, manajemen
persalinan yang tidak tepat dan tidak bersih, kurangnya perawatan bayi
baru lahir. Kalau ibu meninggal pada waktu melahirkan, si bayi akan
mempunyai kesempatan hidup yang kecil.
Semua bayi di periksa segera setelah lahir untuk mengetahui apakah transisi
dari kehidupan intrauterine ke ekstrauterine berjalan dengan lancar dan tidak ada
kelainan.Pemeriksaan medis 8 komprehensif dilakukan dalam 24 jam pertama
kehidupan.
Di Indonesia masalah gizi buruk hingga saat ini masih belum teratasi. Salah
satu masalah gizi yang paling utama pada saat ini, di Indonesia adalah kurang
kalori, dan protein. Hal ini banyak ditemukan pada bayi dan anak yang masih
kecil. Keadaan ini karena anak dan bayi merupakan golongan rentan. Selain itu
banyak ibu yang melahirkan bayi prematur yaitu bayi dengan berat badan rendah
karena tidak sesuai dengan usia kelahirannya.
Bayi dengan berat badan rendah memiliki resiko besar terkena infeksi dan
lebih memperlukan ASI lebih besar dibanding bayi dengan berat badang normal.
Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI
yang diperoleh termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam
ASI. Namun, banyak ibu yang mengganti ASI dengan susu formula. Padahal hal
itu sangatlah tidak baik untuk seorang bayi. Bayi umumnya diberikan ASI hingga
berusia enam bulan, setelah itu ASI hanya berfungsi sebagai sumber protein,
vitamin, dan mineral yang utama bagi bayi
Pemeriksaan rutin pada bayi baru lahir harus dilakukan, tujuannya untuk
mendeteksi kelainan atau anomali kongenital yang muncul pada setiap kelahiran
dalam 10-20 per 1000 kelahiran, pengelolaan lebih lanjut dari setiap kelainan yang

5
terdeteksi pada saat antenatal, mempertimbangkan masalah potensial terkait
riwayat kehamilan ibu dan kelainan yang diturunkan, dan memberikan promosi
kesehatan, terutama pencegahan terhadap sudden infant death syndrome (SIDS)
(Lissauer, 2013).
Berdasarkan latar belakang tersebut sangatlah diperlukan adanya kunjungan
atau home care untuk bayi baru lahir terutama bayi –bayi yang mempunyai berat
badan lahir rendah (BBLR)

6
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Dengan adanya home care pada bayi baru lahir terutama bayi BBLR akan
dapat meningkatkan angka harapan hidup bagi bayi BBLR atau bayi baru
lahir .
2. Tujuan khusus
a. Mampu Memberikan pelayanan perawatan bayi baru lahir secara
umum meliputi memadikan ,mengedong,perawatan tali pusat
b. Mampu memberikan edukasi tentang cara menyusui yang efektif
c. Mampu memeberikan pelayanan KMC
d. Mampu memberikan pelayanan pijat bayi
e. Memberikan edukasi kepada keluarga tentang perawatan bayi baru
lahir
f. Memberikan rasa aman dan nyaman bagi ibu bayi
C. Rumusan Masalah dan Ruang Lingkup
Rumusan Masalah :
1. Apa definisi home care?
2. Sebutkan macam-macam kegiatan Home Care?
3. Bagaimana sumber daya manusia dalam home care?
4. Apa saja bahan dan peralatan yang dibutuhkan dalam home care?
5. Berapa biaya yang dikeluarkan dalam home care?
6. Bagaimana proses perintisan, implementasi dan evaluasi usaha tersebut?
7. Apakah strategi yang digunakan dalam home care?
8. Bagaimana pengendalian mutu usaha home care?

Ruang Lingkup :
1. Lingkup praktik keperawatan mandiri meliputi asuhan keperawatan perinatal,
asuhan keperawatan neonantal, asuhan keperawatan anak, asuhan keperawatan
dewasa, dan asuhan keperawatan maternitas. Keperawatan yang dapat
dilakukan dengan :
2. Melakukan keperawatan langsung (direct care) yang meliputi pengkajian bio-
psiko- sosio- spiritual dengan pemeriksaan fisik secara langsung, melakukan
7
observasi, dan wawancara langsung, menentukan masalah keperawatan,
membuat perencanaan, dan melaksanakan tindakan keperawatan yang
memerlukan ketrampilan tertentu untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia
yang menyimpang, baik tindakan-tindakan keperawatan atau tindakan-tindakan
pelimpahan wewenang (terapi medis), memberikan penyuluhan dan konseling
kesehatan dan melakukan evaluasi.
3. Mendokumentasikan setiap tindakan pelayanan yang di berikan kepada klien,
dokumentasi ini diperlukan sebagai pertanggung jawaban dan tanggung gugat
untuk perkara hukum dan sebagai bukti untuk jasa pelayanan kepertawatan
yang diberikan.
4. Melakukan koordinasi dengan tim yang lain kalau praktik dilakukan secara
berkelompok.
5. Sebagai pembela/pendukung(advokat) klien dalam memenuhi kebutuhan
asuhan keperawatan klien dirumah dan bila diperlukan untuk tindak lanjut
kerumah sakit dan memastikan terapi yang klien dapatkan sesuai dengan
standart dan pembiayaan terhadap klien sesuai dengan pelayanan /asuhan yang
diterima oleh klien.
6. Menentukan frekwensi dan lamanya keperawatan kesehatan di rumah
dilakukan, mencangkup berapa sering dan berapa lama kunjungan harus di
lakukan.

8
BAB II
PEMBAHASAN

A. Judul Kegiatan
“Home Care Bayi Baru Lahir”
B. Definisi
Pengertian Home Care
Suatu komponen tentang pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan
komprehensif yang diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka
yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan, atau memulihkan kesehatan
atau memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit
termasuk penyakit terminal. Pelayanan yg sesuai dg kebutuhan pasien individu dan
keluarga, direncanakan, dikoordinasikan dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang
diorganisir untuk memberi pelayanan di rumah melalui staf atau peraturan berdasarkan
perjanjian atau kombinasi dari keduanya (Warhola, C, 1980, Rice,2001)
Definisi Masa Bayi
Neonatus merupakan istilah untuk bayi saat bulan pertama setelah klahiran.
Masa bayi adalah periode dari saat lahir hingga berusia genap satu tahun. Menurut
Kasdu (2004) yang dikatakan bayi adalah inividu yang berusia 0 hingga 1 tahun. Masa
bayi merupakan kehidupan awal saat usia 18 bulan pertama.
Masa bayi merupakan waktu yang penting untuk kesehatan,
pertumbuhan dan perkembangan bayi. Masa bayi sebagai dasar untuk pertumbuhan
dan perkembangan dari fisik, psikologis dan sosial seorang individu yang akan
menapaki masa-masa berikutnya. Setiap bayi yang lahir ke dunia ini memiliki potensi
yang harus dikembangkan sejak masa keemasannya (Soedjatmiko, 2006). Pada masa
ini bayi sangatlah bergantung pada orang
Tujuan home care pada bayi yaitu:
1. Terpenuhi kebutuhan dasar bayi ( bio-psiko- sosial- spiritual ) secara mandiri.
2. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam pemeliharaan kesehatan bayi.
3. Meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kesehatan di rumah.
4. Meningkatkan efisiensi waktu, biaya dan tenaga.

9
5. Meningkatkan pemahaman kepada ibu dan anggota keluarga tentang pentingnya
kesehatan pada bayi.
Persiapan sebelum melakukan home care pada bayi
Sebelum melaksanakan kunjungan rumah / home care di rumah bayi tersebut,
perawat harus memperhatikan hal berikut (Patricia, 2006) :
a. Merencanakan kunjungan rumah agar terwujud dalam waktu tidak lebih dari 24 –
48 jam setelah pemulangan klien dari rumah sakit ke rumah.
b. Pastikan keluarga telah berkonsultasi tentang kunjungan rumah dan waktu
kunjungan juga telah direncanankan bersama anggota keluarga.
c. Menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan.
d. Rencana tujuan yang dicapai dan menyusun barang dan perlengkapan yang akan
digunakan secara bersama – sama saat kunjungan.
e. Pikirkan cara untuk menciptakan dan mengembangkan hubungan dengan keluarga.
f. Melakukan tindakan yang aman ketika melaksanakan perencanaan dan kunjungan
g. Dokumentasikan kunjungan
h. Sediakan sarana telepon untuk tindak lanjut perawatan.
Saat perawat melaksanakan kunjungan ke rumah klien, perawat harus
senantiasa mempertahankan keamanan, keamanan merupakan hal yang menjadi
focus perhatian tanpa menghiraukan dimana perawat berinteraksi dengan klien.
Bagaimanapun, tindakan kewaspadaan tambahan dapat diambil, untuk
meningkatkan keamanan pribadi ketika berada di masyarakat. Tindakan
kewaspadaan ini meliputi (Patricia, 2006) :
1. Mengetahui dengan jelas alamat dan menanyakan anggota keluarga mengenai
perincian yang komplet arah rumah klien.
2. Gambar rute pada sebuah peta sebelum pergi dan senantiasa membawa peta.
Gunakan waktu untuk berkendara mengelilingi rumah sebelum kunjungan
diadakan, hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah potensial.
3. Beritahu rekan kerja ketika anda pergi untuk kunjungan dan mengabari kepada
orang tersebut, segera setelah kunjungan selesai.
4. Membawa telepon genggam atau alat komunikasi lainnya.
5. Jangan membawa barang – barang berharga
6. Memakai tanda pengenal dan sepatu yang pantas.
7. Tunjukan perasaan menghargai di segala kesempatan.

10
Pelayanan Home Care pada Bayi
1. Memandikan bayi baru lahir
Memandikan adalah suatu cara membersihkan tubuh seseorang dengan cara
menyiram, merendam diri dalam air. Dalam minggu minggu pertama bayi cukup
mandi satu kali sehari dipagi hari. Jika perlu sore hari cukup dibersihkandari kulit
yang basah atau keringat. Usahakan tidak langsung memandikan bayi etelah
menyusu, sedang lapar atau mengantuk untuk menghindarkan bayi muntah,
kedinginan, atau kaget. Tujuan dari memandikan bayi untuk membersihkan tubuh
bayi. ( Priono, 2010)
2. Pijat bayi
Roesli (2001) menyatakan bahwa pijat bayi adalah seni perawatan kesehatan
dan pengobatan yang dikenal sejak awal manusia diciptakan di dunia serta telah
dipraktekkan sejak berabad-abad tahun silam secara turun temurun oleh dukun
bayi. Yang disebut bayi adalah anak yang berumur 0-12 bulan
a. Tujuan
Menurut Roesli (2001) pijat bayi bertujuan untuk :
1) Menguatkan otot
Pijatan terhadap bayi sangat bagus untuk menguatkan otot bayi.
2) Membuat bayi lebih sehat
Memijat bayi bisa memerlancar sistem peredaran darah, membantu proses
pencernaan bayi, dan juga memerbaiki pernapasan bayi. Bahkan memijat
bayi bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh si bayi.
3) Membantu pertumbuhan
Menurut penelitian, pertumbuhan bayi seperti berat badan akan lebih baik
dengan memijat bayi. Bahkan untuk bayi prematur, berat badan bisa
bertambah hingga 47 persen dibanding jika tidak dipijat.
4) Membuat bayi tenang
Dengan memijat bayi, sama seperti orang dewasa, akan membuat bayi
merasa rileks. Hal ini dapat membuat ia bisa tidur lelap lebih lama dan
akan lebih tenang.
3. Perawatan Tali Pusat Pada Bayi
a. Tali Pusat
Tali pusat dalam istilah medisnya disebut dengan umbilical cord.

11
Merupakan saluran kehidupan bagi janin selama ia di dalam kandungan, sebab
selama dalam rahim, tali pusat ini lah yang menyalurkan oksigen dan makanan
dari plasenta ke janin yang berada di dalam nya. Begitu janin dilahirkan, ia
tidak lagi membutuhkan oksigen.dari ibunya, karena bayi mungil ini sudah
dapat bernafas sendiri melalui hidungnya. Karena sudah tak diperlukan lagi
maka saluran ini harus dipotong dan dijepit, atau diikat.
Diameter tali pusat antara 1cm - 2,5cm, dengan rentang panjang antara 30cm-
100cm, rata-rata 55cm, terdiri atas alantoin yang rudimenter, sisa-sisa omfalo
mesenterikus, dilapisi membran mukus yang tipis, selebihnya terisi oleh zat
seperti agar-agar sebagai jaringan penghubung mukoid yang disebut jeli
whartor. Setelah tali pusat lahir akan segera berhenti berdenyut, pembuluh
darah tali pusat akan menyempit tetapi belum obliterasi, karena itu tali pusat
harus segera dipotong dan diikat kuat-kuat supaya pembuluh darah tersebut
oklusi serta tidak perdarahan (Retniati, 2010;9).
b. Definisi Perawatan Tali Pusat
Perawatan tali pusat adalah melakukan pengobatan dan pengikatan tali
pusat yang menyebabkan pemisahan fisik ibu dengan bayi, dan kemudian tali
pusat dirawat dalam keadaan bersih dan terhindar dari infeksi tali pusat.
Perawatan tali pusat yang baik dan benar akan menimbulkan dampak positif
yaitu tali pusat akan “puput” pada hari ke-5 sampai hari ke-7 tanpa ada
komplikasi, sedangkan dampak negatif dari perawatan tali pusat yang tidak
benar adalah bayi akan mengalami penyakit Tetanus Neonaturum dan dapat
mengakibatkan kematian( Depkes, 2007).
c. Tujuan Perawatan Tali Pusat
Tujuan perawatan tali pusat adalah untuk mencegah terjadinya penyakit
tetanus pada bayi baru lahir penyakit ini disebabkan karena masuknya spora
kuman tetanus kedalam tubuh melalui tali pusat, baik dari alat yang tidak steril,
pemakaian obat-obatan, bubuk atau daun-daunan yang ditaburkan ke tali pusat
sehingga dapat mengakibatkan infeksi (Depkes RI, 2005).
Tujuan perawatan tali pusat adalah mencegah terjadinya penyakit tetanus pada
bayi baru lahir, agar tali pusat tetap bersih, kuman-kuman tidak masuk
sehingga tidak terjadi infeksi pada tali pusat bayi. Penyakit tetanus ini
disebabkan oleh clostridium tetani yaitu kuman yang mengeluarkan toksin

12
(Racun), yang masuk melalui luka tali pusat, karena perawatan atau tindakan
yang kurang bersih (Saifuddin, 2001).
Menurut Paisal (2008), perawatan tali pusat bertujuan untuk menjaga agar
tali pusat tetap kering dan bersih, mencegah infeksi pada bayi baru lahir,
membiarkan tali pusat terkena udara agar cepat kering dan lepas.
Menurut rekomendasi WHO, cara perawatan tali pusat yaitu cukup
membersihkan bagian pangkal tali pusat, bukan ujungnya, dibersihkan
menggunakan air dan sabun, lalu kering anginkan hingga benar-benar kering.
Untuk membersihkan pangkal tali pusat, dengan sedikit diangkat (bukan
ditarik). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tali pusat yang
dibersihkan dengan air dan sabun cenderung lebih cepat puput (lepas)
dibanding tali pusat yang dibersihkan menggunakan alkohol. Selama sebelum
tali pusat puput, sebaiknya bayi tidak dimandikan dengan cara dicelupkan ke
dalam air, cukup dilap saja dengan air hangat. Tali pusat harus dibersihkan
sedikitnya 2x sehari selama balutan atau kain yang bersentuhan dengan tali
pusat tidak dalam keadaan kotor atau basah. Tali pusat juga tidak boleh dibalut
atau ditutup rapat dengan apapun, karena akan membuatnya menjadi lembab.
Selain memperlambat puputnya tali pusat, juga dapat menimbulkan resiko
infeksi. Intinya adalah membiarkan tali pusat terkena udara agar cepat
mengering dan terlepas.
d. Dampak Positif dan Negatif Perawatan Tali Pusat
Dampak positif dari perawatan tali pusat adalah bayi akan sehat dengan
kondisi tali pusat bersih dan tidak terjadi infeksi serta tali pusat pupus lebih
cepat yaitu antara hari ke 5-7 tanpa ada komplikasi (Hidayat, 2005). Dampak
negatif perawatan tali pusat adalah apabila tali pusat tidak dirawat dengan baik,
kuman-kuman bisa masuk sehingga terjadi infeksi yang mengakibatkan
penyakit Tetanus neonatorum. Penyakit ini adalah salah satu penyebab
kematian bayi yang terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah 220.000
kematian bayi, sebab masih banyak masyarakat yang belum mengerti tentang
cara perawatan tali pusat yang baik dan benar (Dinkes RI, 2005). Cara
persalinan yang tidak steril dan cara perawatan tali pusat dengan pemberian
ramuan tradisional meningkatkan terjadinya tetanus pada bayi baru lahir
(Retniati, 2010).

13
e. Cara Pencegahan Infeksi Pada Tali Pusat
1) Penyuluhan bagi ibu pasca melahirkan tentang merawat tali pusat
2) Memberikan latihan tentang perawatan tali pusat pada ibu pasca persalinan.
3) Instruksikan ibu untuk selalu memantau keadaan bayinya.
4) Lakukan perawatan tali pusat setiap hari dan setiap kali basah atau kotor
(Arin & Akbar, 2009).
4. Teknik Menyusui
a. Pengertian Teknik Menyusui Yang Benar
Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi
dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Perinasia, 1994).
b. Pembentukan dan Pemberian ASI
Persiapan memberikan ASI dilakukan bersamaan dengan kehamilan. Pada
kehamilan, payudara semakin padat karena retensi air, lemak serta
berkembangnya kelenjar-kelenjar payudara yang dirasakan tegang dan sakit.
Bersamaan dengan membesarnya kehamilan, perkembangan dan
persiapan untuk memberikan ASI makin tampak. Payudara makin besar,
puting susu makin menonjol, pembuluh darah makin tampak, dan aerola
mamae makin menghitam.
Persiapan memperlancar pengeluaran ASI dilaksanakan dengan jalan :
1) Membersihkan puting susu dengan air atau minyak, sehingga epitel yang
lepas tidak menumpuk.
2) Puting susu ditarik-tarik setiap mandi, sehingga menonjol untuk
memudahkan isapan bayi.
3) Bila puting susu belum menonjol dapat memakai pompa susu atau dengan
jalan operasi.
c. Lama dan Frekuensi Menyusui
Sebaiknya dalam menyusui bayi tidak dijadwal, sehingga tindakan
menyusui bayi dilakukan di setiap saat bayi membutuhkan, karena bayi akan
menentukan sendiri kebutuhannya. Ibu harus menyusui bayinya bila bayi
menangis bukan karena sebab lain (kencing, kepanasan/kedinginan atau
sekedar ingin didekap) atau ibu sudah merasa perlu menyusui bayinya. Bayi
yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan ASI
dalam lambung bayi akan kosong dalam waktu 2 jam. Pada awalnya, bayi

14
tidak memiliki pola yang teratur dalam menyusui dan akan mempunyai pola
tertentu setelah 1 – 2 minggu kemudian.
Menyusui yang dijadwal akan berakibat kurang baik, karena isapan bayi
sangat berpengaruh pada rangsangan produksi ASI selanjutnya. Dengan
menyusui tanpa jadwal, sesuai kebutuhan bayi akan mencegah timbulnya
masalah menyusui. Ibu yang bekerja dianjurkan agar lebih sering menyusui
pada malam hari. Bila sering disusukan pada malam hari akan memicu
produksi ASI.
Untuk menjaga keseimbangan besarnya kedua payudara maka sebaiknya
setiap kali menyusui harus dengan kedua payudara. Pesankan kepada ibu agar
berusaha menyusui sampai payudara terasa kosong, agar produksi ASI menjadi
lebih baik. Setiap kali menyusui, dimulai dengan payudara yang terakhir
disusukan. Selama masa menyusui sebaiknya ibu menggunakan kutang (BH)
yang dapat menyangga payudara, tetapi tidak terlalu ketat.
5. Perawatan Bayi Kuning
Bayi yang baru lahir memang terkadang memiliki berbagai masalah yang bisa
membuat orang tua cemas dan panik. Salah satu masalah yang kerap dihadapi
orang tua adalah kulit bayi yang berubah warna menjadi kuning.
Hal ini disebabkan karena meningkatnya kadar bilirubin pada darah bayi. Masalah
ini dihadapi oleh hampir semua bayi yang lahir kurang bulan atau prematur. Untuk
menangani bayi yang kulitnya berwarna kuning bisa dilakukan di rumah maupun
di rumah sakit tergantung saran dari dokter.
6. Kangguru Mother Care
KMC adalah kontak kulit diantara ibu dan bayi secara dini, terus-menerus dan
dikombinasi dengan pemberian ASI eksklusif. Tujuannya adalah agar bayi kecil
tetap hangat. Dapat dimulai segera setelah lahir atau setelah bayi stabil
C. Macam-macam kegiatan Home Care
Adapun kegiatan yang dilakukan pada homecare bayi baru lahir adalah
1. Pemeriksaan fisik terhadap bayi baru lahir
2. Pengukuran BB dan TB
3. Pengukuran antropometri
4. Perawatan bayi yang meliputi memandikan,merawat tali pusat
5. Mengajari dan mendampingi bagaimana cara menyusui yang efektif

15
6. Melakukan pendampingan KMC
7. Melakukan pijat bayi
8. Memberikan suport dan dukungan bagi ibu dalam merawat bayinya
9. Mengajari dan memandirikan ibu dalam merawat bayi
D. Sasaran
Sasaran home care :
1. Bayi BBLR yang baru pulang dari RS
2. Bayi dengan masalah khusus, misal pulang dari RS dengan masih
terpasang OGT
3. Bayi anak pertama
4. Bayi kuning
5. Keinginan dari orang tua
E. Proses Pelayanan
1. Setiap pasien, mendapatkan pelayanan home care melalui dokter penanggung
jawab, dokter konsultan atau langsung melalui petugas pelaksana home care
2. Petugas pelaksana home care melaksanakan pelayanan medis sesuai dengan
instruksi dokter atau prosedur tetap home care rumah sakit
3. Petugas pelaksana home care membuat registrasi dan mencatat di lembar status
pasien
4. Petugas pelaksana mengunjungi rumah pasien secara berkala
5. Petugas pelaksana yang berhalangan dalam perawatan home care dapat digantikan
oleh petugas lain dengan melakukan serah terima
6. Pasien di rawat hingga sembuh atau hingga akhir perawatan pada perawatan paliatif
7. Apabila perlu di rujuk, maka pasien di rujuk setelah mendapatkan tindakan
stabilisasi
8. Apabila penderita meninggal dunia, petugas pelaksana membuat laporan keatian
sejak masa perawatan.
F. Faktor Penghambat Dalam Pelayanan Home Care
1. Adanya rasa kurang atau belum percayanya masyarakat atau keluarga terhadap
pelayanan Home Care.
2. Situasi dan keadaan lingkungan atau wilayah serta kurangnya akses transportasi
3. Jarak wilayah yang terlalu jauh sehingga kurang mendapat pelayanan Home Care
dari pihak rumah sakit serta keadaan yang kurang mendukung, misalnya pada

16
lingkungan rumah susun yang berkaitan dengan ketenangan, kebersihan, kerapian
yang kurang mendukung untk proses penyembuhan dalam pelayanan home care.
Hal ini menyebabkan persepsi masyarakat kurang baik terhadap keberadaan home
care.
4. Tenaga kesehatan yang kurang kompeten dalam melaksanakan pelayanan home
care
5. Banyak masyarakat yang belum tahu tentang pelayanan home care.
6. Terbatasnya tenaga kesehatan
7. Adanya panggilan kunjungan yang tidak diperlukan, hal ini akan membuang
waktu, tenaga dan    biaya,
8. Hambatan yang datang dari pasien dan keluarga
9. Ketergantungan penderita dan atau keluarga,
10. Untuk kolaborasi dengan tim profesional lain membutuhkan waktu yang cukup
lama,
11. Letak geografis yang jauh dapat mempengaruhi efektivitas pelayanan dan cost
yang diperlukan.
G. Sumber Daya Manusia
1. Dokter penanggung jawab
2. Dokter jaga
3. Manager
4. Bidan profesional 1 orang
5. Cleaning service 1 orang ( merangkap menjadi penjaga malam)
Susunan Tugas Operasioal SDM secara kompetensi :
1. Direktur 
- Bertugas sebagai pemimpin dari Balai Pengobatan tersebut, agar segala macam
kegiatan yang direncanakan dapat tercapai dan dapat mencapai sasaran.
- Mengatur dan bertanggung jawab terhadap kinerja bawahannya.
- Donatur tetap setiap acara yang diadakan Balai Pengobatan
2. Manager
- Menentukan dan mengatur pembagian tugas karyawan.
- Merumuskan pokok-pokok kebijaksanaan dalam bidang produksi/pelayanan,
pemasaran, dan keuangan.
- Bertanggung jawab dalam menyeleksi tenaga kerja yang mau bekerja di balai

17
pengobatan Kampoeng Sehat
- Menjalin relasi dengan pihak lain dalam setiap kegiatan yang dilakukan balai
pengobatan.
- Mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangan Balai pengobatan.
3. Dokter Penanggung Jawab
- Bertanggung jawab atas semua kegiatan di Balai Pengobatan
- Bertanggungjawab terhadap pelaksanan pengobatan
- Berperanserta melayani pasien dalam pengobatan
-  Memberikan pelimpahan/penjelasan kerja pada bawahannya (dr. Pelaksana)
- Melakukan kunjungan rumah ( home care)
4. Dokter Pelaksana
- Melayani pasien sesuai tugas
- Memberikan konseling sesuai dengan permasalahan kesehatan yang di alami
pasien
- Bergantian sif dengan dr. Penanggung jawab dalam bertugas
-  Melakukan kunjungan rumah ( home care)
5. Perawat Pofesional
- Melakukan kunjungan rumah/homecare
-  Melakukan asuhan keperawatan
- Mengontrol tindakan yang dilakukan oleh perawat vokasional
- Mengatur pelaksanan kegiatan keperawatan di Balai Pengobatan
- Bertanggung jawab atas pembukuan keuangan harian
- Bertugas setiap hari untuk menerima pasien/administrasi
- Memberikan obat kepada pasien berdasarkan resep dokter
- Melakukan tindakan keperawatan pada pasien
- Melakukan kunjungan rumah bersama perawat profesonal/dokter bila di
perlukan
6. Cleaning service
- Sebagai tenaga yang memberikan kenyamanan dengan menjamin kebersihan
ruangan Balai pengobatan 
- Membersihkan peralatan dan Balai Pengobatan
- Sebagai penjaga malam balai pengobatan

18
Pelaksana pelayanan, dengan kualifikasi :
1) Minimal D.III
2) Pemegang sertifikat pelatihan home care
3) Pengalaman kerja minimal 3 tahun
4) Memiliki SIP,SIK,SIPP
H. Bahan dan peralatan yang dibutuhkan
Guna memperlancar jalannya home care dibutuhkan beberapa peralatan
diantaranya:
Bahan habis pakai terdiri dari :
- Kassa
- Baby oil
- Minyak telon
- Betadin
- Sabun mandi
- Sampho
Peralatan yang dibutuhkan :
- Timbangan bayi
- Metline
- Set peralatan perawatan tali pusat
- Senter
- Lampu TL
I. Biaya yang dikeluarkan
Kassa Rp 500.000,-
Baby oil Rp 400.000,-
Minyak telon Rp 50.000,-
Betadin Rp 1.000.000,-
Sabun mandi Rp 300.000,-
Sampho Rp 450.000,
Timbangan bayi Rp 500.000,-
Metline Rp 50.000,-
Set peralatan perawatan tali pusat Rp 1.500.000,-

19
Senter Rp 100.000,-
Lampu TL Rp 200.000,-
Kunjungan perawat sekali datang Rp 15.000 ,-
Transportasi Rp 20.000,-
Kunjungan Dokter Umum Rp 35.000,-
Memandikan bayi,perawatan tali pusat dan pijat bayi Rp 30.000,-
Bahan habis pakai dibebankan ke pasien
J. Proses Perintisan, Implementasi, dan Evaluasi

Institusi Home Care swasta dapat didirikan dengan semacam membuat poli
khusus poli home care di rumah sakit tersebut, baik untuk satu jenis layanan
maupun layanan yang bervariasi. Untuk itu diperlukan perencanaan yang
berdasarkan kebutuhan pasar. Perencanaan berdasarkan kebutuhan pasar
mengharuskan kita untuk melakukan analisa eksternal dan internal.
Analisa internal, melihat pada ketersediaan sumber (alam, manusia dan
dana) baik yang actual maupun potensial. Selain ketersediaan dana juga perlu
dianalisa komitmen personil yang ada terhadap rencana pembentukan institusi
Home Care. Komitmen personil merupakan persyaratan mutlak yang harus di
mililki untuk mengawali suatu bisnis yang baru.
Analisa eksternal, memperhitungkan kecenderungan kebutuhan pasar baik
jenis maupun jumlahnya. Misalnya bila kita berada di daerah yang penduduknya
kebanyakan berusia produktif, maka sudah dapat diperkirakan bahwa pasar
membutuhkan layanan keperawatan yang berhubungan persoalan reproduksi, bayi
serta balita. Analisa eksternal juga melihat pesaing yang ada disekitar daerah
tersebut, baik dalam jumlah, jenis maupun kondisinya.
Implementasi :
a. Merencanakan kunjungan rumah agar terwujud dalam waktu tidak lebih dari 24 –
48 jam setelah pemulangan klien dari rumah sakit ke rumah.
b. Pastikan keluarga telah berkonsultasi tentang kunjungan rumah dan waktu
kunjungan juga telah direncanankan bersama anggota keluarga.
c. Menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan.
d. Rencana tujuan yang dicapai dan menyusun barang dan perlengkapan yang akan
digunakan secara bersama – sama saat kunjungan.

20
e. Pikirkan cara untuk menciptakan dan mengembangkan hubungan dengan
keluarga.
f. Melakukan tindakan yang aman ketika melaksanakan perencanaan dan
kunjungan
g. Dokumentasikan kunjungan
h. Sediakan sarana telepon untuk tindak lanjut perawatan
Evaluasi:
a. Penanganan masa kritis kurang cepat dan kurang efektif
b. Kurang perhatian atau pengawasan dari tenaga medis
c. Letak geografis yang berjauhan, sehingga sulit untuk mendapatkan pelayanan
kesehatan
K. Rencana Pemasaran dan Strategi Pemasaran
1. Produk / Jasa Yang Dihasilkan
Jasa yang diberikan adalah pelayanan kesehatan yang pada masyarakat.
Keunggulan dari pelayanan home care kami adalah pelayanan kesehatan yang
dilakukan oleh perawat-perawat dan dokter yang profesional dan memiliki Surat
Ijin Praktek yang bekerja pada jam praktek.
2. Kegiatan Pemasaran dan Promosi yang dilakukan
a. PERSONAL SELLING

Personal selling adalah interaksi antar individu, saling bertemu, muka


yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai dan
mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan
dengan pihak lain, rencananya kami melakukan personal selling dengan
cara pelayanan yang diberikan perawat kepada klien yang dilakukan
semaksimal mungkin dan menggunakan bahasa komunikasi yang santun
dan ramah tamah.
b. BROSUR
Kami telah membuat brosur yang berisi ajakan pada masyarakat agar
menggunakan jasa kami yaitu pelayanan home care pada pasien lansia
yang mengalami hipertensi.
c. FASILITAS
Fasilitas yang akan kami dirikan guna mendukung kemajuan pelayanan
home care kami ini adalah sistem pendaftaran yang diatur menggunakan
21
sistem komputerisasi, sehingga klien yang sudah terdaftar data kami
simpan untuk riwayat kesehatan.
Konsep Pemasaran di Rumah Sakit
Faktor yang melatarbelakangi penerapan pemasaran di rumah sakit adalah :
- Utilisasi Rendah oleh pasien sehingga diperlukan peran pemasaran
sebagai ajang melakukan kegiatan promosi untuk memanfaatkan
pelayanan rumah sakit dalam mengatasi masalah kesehatannya
- Transisi orientasi rumah sakit dari hanya orientasi sosial secakarng
bergeser ke orientasi Pasar untuk profit, tapi bukan menjadi tujuan
utama rumah sakit.
- Tingginya persaingan antara rumah sakit sehingga terjadi Kompetisi
dalam berlumba-lumba memberikan pelayanan kesehatan terbaik
kepada pelanggan.
- Regulasi Kesehatan
- Tuntutan perkembangan Globalisasi sehingga tuntutan konsumen yang
semakin banyak mengarahkan rumah sakit selalu mengembangkan diri
dan memberikan pelayanan terbaik
- Tuntutan Mutu
- Keterbatasan SDM
- Konsumen Kritis

Strategi Pemasaran :
- Dengan memasang sepanduk di tempat – tempat umum yang setrategis.
- Bekerja sama dengan kelompok PKK di setiap desa untuk
mempromosikan ke masyarakat
- Melakukan kunjungan rumah guna melihat perkembangan pasien yang
pernah berobat
- Berperan serta dalam kegiatan POSYANDU
- Memberikan sofenir buat anak-anak yang sunat
-  Ruangan menggunakan pendingin Ac
- Area klinik menggunakan fasilitas Hot Spot, agar warga pedesaan pun
mampu mengakses internet.

22
- Bekerja sama dengan tukang ojek yang mengantarkan pasien dengan
memberikan komisi sebesar Rp. 5000 / pasien yang diantarkan.
- Pendataan pasien menggunakan sistem komputerisasi
L. Penggendalian Mutu

Keunggulan Program Home Care


a. Masyarakat akan semakin tahu tentang program home care.
b. Semakin membuat pasien dan keluarga menjadi mandiri dalam pemeliharaan
kesehatan
c. Bisa meningkatkan kemandrian pasien dan keluarga dalam melakukan
pemeliharaan kesehatan
d. Meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan
e. Pembiayaan yang lebih murah
f. Pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh perawat-perawat dan dokter yang
profesional dan memiliki surat ijin praktek yang bekerja pada jam praktek.
g. Menggunakan bahasa komunikasi yang santun dan ramah tamah.

23
BAB III
PENUTUP

1. Simpulan
Home care pada bayi adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada bayi
di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan bayi,
menyembuhkan penyakit serta meningkatkan kemandirian keluarga terutama ibu
dalam merawat bayinya.
Tujuan home care pada bayi yaitu:
Terpenuhi kebutuhan dasar bayi ( bio-psiko- sosial- spiritual ) secara mandiri.
1. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam pemeliharaan kesehatan bayi.
2. Meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kesehatan di rumah.
3. Meningkatkan efisiensi waktu, biaya dan tenaga.
4. Meningkatkan pemahaman kepada ibu dan anggota keluarga tentang pentingnya
kesehatan pada bayi.
Neonatus merupakan istilah untuk bayi saat bulan pertama setelah klahiran. Masa
bayi adalah periode dari saat lahir hingga berusia genap satu tahun. Menurut Kasdu
(2004) yang dikatakan bayi adalah inividu yang berusia 0 hingga 1 tahun. Masa bayi
merupakan kehidupan awal saat usia 18 bulan pertama.
Jenis-jenis home care pada bayi yaitu: pijat bayi, perawatan tali pusat, memandikan
bayi dan mengganti popok bayi.
2. Saran
Sebagai calon tenaga profesional di bidang kesehatan dalam era globalisasi ini
teknologi di bidang keperawatan semakin berkembang termasuk salah satunya
adalah home care, maka dengan kondisi ini kita yang nantinya akan bekerja
sebagai seorang perawat yang professional juga harus mengetahui tentang home
care pada bayi dan dapat melakukan home care pada bayi demi memenuhi
tuntutan pasar kerja.

24
DAFTAR PUSTAKA

1. Marmi, R. (2012). Asuhan Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah. Yogyakarta:
PustakaPelajar.
2. Priono yunisa. 2010. Merawat bayi tanpa babby sitter. Jakarta: buku kita
3.

25