Anda di halaman 1dari 3

PROPOSAL PENELITIAN

IDENTIFIKASI PEMANIS SIKLAMAT DALAM


MINUMAN DENGAN METODE UJI PENGENDAPAN DI
KAWASAN PENDIDIKAN KOTA PALANGKA RAYA

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Predikat Ahli


Madya Analis Kesehatan

Disusun Oleh :

Nama : Vani Vrenika


NIM : 18.72.019248
Kelas : A
Prodi : D-III Analis Kesehatan
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia

PROGRAM STUDI D-III ANALIS KESEHATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA
2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah bahan atau campuran bahan yang secara alami
bukan merupakan bagian dari bahan baku pangan, tetapi ditambahkan kedalam pangan
untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan antara lain bahan pewarna, pengawet,
penyedap rasa, anti gumpal, pemucat, dan pengental.
Pemanis buatan adalah zat tambahan yang sengaja dibuat untuk menirukan rasa gula yaitu
manis, yang tidak atau hampir tidak mempunyai gizi atau kalori. Regulasi mengenai
pemanis yang diijinkan untuk ditambahkan pada minuman diatur di dalam Peraturan
Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/Per/IX/88 Mengenai Bahan Tambahan Pangan.
Alasan penambahan pemanis pada minuman merupakan penampakan yang menarik dan
menggugah selera adalah alasan ditambahkannya pemanis pada minuman. Pada minuman
misalnya, penambahan pemanis agar dapat menjaga tetap tahan lama memiliki manis yang
lebih stabil.
Pemanis buatan banyak menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia. Antara lain dapat
menyebabkan kanker kandungan kemih, alergi, binggung, diare, hipertensi, impotensi,
iritasi, insomnia, kehilangan daya ingat, migran, dan sakit kepala. Efek samping muncul jika
pemanis dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Salah satu pemanis buatan yang
terkenal adalah Siklamat.
Siklamat adalah salah satu jenis pemanis buatan yang populer. Pemanis buatan jenis
siklamat merupakan garam natrium dari asam siklamat. Siklamat mempunyai sifat sangat
mudah larut dalam air dan mempunyai tingkat kemanisan 30 kali dari gula. Rumus
C₆H₁₁NHSO₃Na. Nama lain siklamat dalam perdagangan dikenal dengan sebutan antara
lain : Asukrin, Sukaril, dan Sukrosa. Batas asupan harian siklamat berdasarkan Peraturan
Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/Per/IV/88 yang diperbolehkan dalam minuman
berkalori rendah untuk masyarakat umum 3 g/kg. Biasanya, pada tiap bahan pemanis
terdapat nilai konsumsi perhari yang diijinkan atau lebih dikenal dengan ADI (Allowed
Daily Intake). Dapat disimpulkan bahwa pemanis yang sudah diijinkan dan beredar
dipasaran jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup rendah tidak akan mempunyai efek
samping yang tinggi.
Untuk mengidentifikasi pemanis siklamat dalam minuman dengan cara pengamatan
secara kualitatif terhadap jenis pemanis pada minuman jajanan (minuman serbuk instan dan
minuman olahan) karena kebanyakan minuman jajanan menunjukkan bahwa minuman
pemanis sebagian besar adalah campuran siklamat.
Minuman serbuk instan adalah minuman berupa serbuk yang terbuat dari bahan buah-
buahan, rempah-rempah, biji-bijian, dan daun dapat langsung diminum dengan cara diseduh
dengan air matang baik dingin maupun panas. Sedangkan minuman olahan adalah hasil
proses dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan.
Untuk kota Palangka Raya belum banyak dilakukan penelitian terdapat identifikasi
siklamat, terutama pada sampel minuman jajanan (minuman serbuk instan dan minuman
olahan) yang banyak dijual di Kawasan Pendidikan Kota Palangka Raya. Berdasarkan latar
belakang di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Identifikasi
Pemanis Siklamat Dalam Minuman Dengan Metode Uji Pengendapan Di Kawasan
Pendidikan Kota Palangka Raya”.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah minuman jajanan (minuman serbuk instan dan minuman olahan) di Kawasan
Pendidikan Kota Palangka Raya, menggunakan pemanis siklamat ?
2. Berapakah kadar pemanis siklamat pada minuman jajanan (minuman serbuk instan dan
minuman olahan) ?

C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah minuman jajanan yang dijual di
kawasan pendidikan kota Palangka Raya mengandung pemanis siklamat.

D. MANFAAT
1. Bagi peneliti, untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
2. Sebagai bahan informasi kepada masyarakat tentang minuman yang menggandung
pemanis siklamat.
3. Sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya.