Anda di halaman 1dari 17

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PT POS INDONESIA

A. Identifikasikan komponen-komponen sistem informasi manajemen pada sebuah


perusahaan.

a. Manusia
Manusia diperlukan dalam operasi sistem informasi. Sumber daya manusia ini meliputi
pemakai akhir dan pakar sistem. Pemakai akhir adalah orang yang menggunakan
informasi yang dihasilkan sistem informasi, misalnya pelanggan, pemasok, teknisi,
mahasiswa, dosen dan orang-orang yang berkepentingan. Sedangkan pakar sistem
informasi adalah orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi,
misalnya system analyst, developer, operator sistem dan staf administrasi lainnya.

b. Hardware
Sumber daya hardware adalah semua peralatan yang digunakan dalam memproses
informasi, misalnya komputer dan periferalnya, lembar kertas, disk magnetic atau optik
dan flash disk.

c. Software
Software merupakan sekumpulan perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu
untuk memerintahkan komputer agar melaksanakan sesuatu.

d. Data
Data merupakan dasar sumber daya organisasi yang diperlukan untuk memproses
informasi. Data dapat berbentuk teks, gambar, audio maupun video. Sumber daya
informasi umumnya diatur, disimpan dan diakses oleh berbagai pengelolaan sumber daya
data ke dalam database dan dasar pengetahuan.

e. Jaringan
Sumber daya jaringan merupakan media komunikasi yang menghubungkan komputer,
pemroses komunikasi dan peralatan lainnya dengan kendali software komunikasi. Jaringan
dapat berupa kabel, satelit, seluler dan pendukung jaringan seperti modem,software
pengendali serta prosesor antar jaringan.
Keseluruhan komponen sistem informasi tersebut saling terkait satu sama lain dalam
sistem informasi. Sistem informasi dibangun menggunakan teknologi komunikasi dan
informasi yaitu hardware, software dan jaringan. Ketiga komponen tersebut dipakai untuk
mengolah data yang diperoleh untuk menghasilkan informasi yang lebih bermanfaat.
Keseluruhan proses pengolahan informasi tidak lepas dari komponen manusia. Manusia
adalah komponen penting sistem informasi karena sistem informasi adalah benda yang
tidak bermanfaat bila tidak digunakan oleh manusia.
B. PROFIL PERUSAHAAN

a) Sejarah PT. Pos Indonesia


Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, Kantorpos pertama didirikan
di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26
Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama
bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari
dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan
fungsi pelayanan kepada publik.Setelah Kantorpos Batavia didirikan, maka empat tahun
kemudian didirikan Kantorpos Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur
antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu
ialah melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan.
Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan
PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala
Jawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk
mengadakan pelayanan publik. Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi
Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman
dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965
berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978
berubah menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha
tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam
maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah
menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).
Dengan berjalannya waktu, Pos Indonesia kini telah mampu menunjukkan
kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan Indonesia dengan memanfaatkan
insfrastruktur jejaring yang dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang
menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen
kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia. Seiring dengan
perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi, jejaring Pos Indonesia sudah
memiliki lebih dari 3.800 Kantorpos online, serta dilengkapi electronic mobile pos di
beberapa kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung satu sama lain secara
solid & terintegrasi. Sistem Kode Pos diciptakan untuk mempermudah processing kiriman
pos dimana tiap jengkal daerah di Indonesia mampu diidentifikasi dengan akurat.

b) Visi dan Misi PT. Pos Indonesia Visi


“Menjadi pemimpin pasar di Indonesia dengan menyediakan layanan surat pos, paket,
dan logistik yang handal serta jasa keuangan yang terpercaya”.

Misi
1. Memberikan solusi layanan logistik e-commerce yang kompetitif.
2. Menjalankan fungsi designated operator secara profesional dan kompetitif.
3. Memberikan solusi jasa layanan keuangan terintegrasi yang kompetitif dalam rangka
mendukung financial inclusion berbasis digital.
4. Memberikan solusi layanan dokumentasi dan otentikasi digital yang kompetitif.

Produk Pos
 Filateli dan konsinyasi (prangko dan meterai)
 AdmailPos
 Express Mail Service (EMS) dan RLN internasional
 Pos Ekspor
 Paket Pos (Biasa, Kilat, Kilat Khusus, Ekspres, Jumbo)
 Surat Pos (Biasa, Kilat, Kilat Khusus, Ekspres)
 Logistik
 Kargo
 Bank Channeling
 Fund Distribution (Western Union dan PosPay)
 Giro Pos
 Wesel Pos
 Gallery Pos
 PostShop
 Pos Niaga (ditiadakan)
 Agen Pos.
C. Komponen sistem informasi manajemen

Komponen sistem informasi manajemen adalah semua elemen elemen yang membentuk
sebuah sistem informasi. Komponen dalam sistem informasi manajemen umumnya terbagi
menjadi dua bagian :
1. Komponen Sistem Informasi Manajemen Fungsional
2. Komponen Sistem Informasi Manajemen Fisik.

Komponen Sistem Informasi Manajemen


1. Komponen Sistem Informasi Manajemen Fungsional

Komponen sistem informasi manajemen fungsional merupakan semua komponen yang


berkaitan dengan teknik pengumpulan data, pemprosesan data, pengiriman data,
penyimpanan dan pelaporan informasi yang diperlukan oleh manajemen.
Komponen komponen sistem informasi manajemen secara fungsional terdiri dari:
1. Sistem administrasi dan operasional
2. Sistem pelaporan manajemen
3. Sistem database
4. Sistem pencarian
5. Manajemen laba

2. Sistem Administrasi dan Operasional

Komponen administrasi dan operasional meliputi bagian bagian manajemen yang melakukan
kegiatan kegiatan rutin yang prosedur prosedurnya telah ditentukan seperti pada bagian
administrasi, personalia dan bagian yang liannya.
Komponen ini harus diawasi dengan teliti supaya jika terjadi perubahan perubahan yang
merugikan bisa segera bisa diketahui dan diantisipasi.
 Sistem Pelaporan Manajemen

Sistem pelaporan manajemen adalah sebuah komponen sistem informasi manajemen yang
mencakup bagian bagian yang tugas utamanya menyusun laporan kinerja secara
rutin/periodik
 Sistem Pencarian

Sistem pencarian memberi informasi informasi yang diperlukan sesuai dengan yang diminta
dan bentuknya tidak terstruktur untuk mengambil sebuah keputusan .
 Sistem Database
Sistem database adalah komponen yang berguna untuk menyimpan semua data dan informasi
mengenai kegiatan perusahaan.
 Manajemen Data

Manajemen data adalah komponen sistem informasi manajemen yang memastikan bahwa
data data yang dimiliki akurat, kekinian (up to date), aman, dan siap untuk digunakan.
Manajemen data juga berfungsi sebagai penghubung antara database dan komponen
komponen sistem informasi lainnya.
Manajemen data menggunakan software yang bisa membantu dalam memperoleh,
memelihara mengontrol, mengolah hingga mempermudah akses data agar bisa digunakan
dengan mudah.
3. Komponen Sistem Informasi Manajemen Fisik

Komponen sistem infomrasimanajemen secara fisik merupakan semua peralatna fisik yang
dibutuhkan sistem informasi manajemen agar bisa jalan. Komponen komponen sistem
informasi manajemen secara fisik diantaranya adalah:
1. Perangkat keras (hardware)
2. Perangkat lunak (software)
3. Database
4. Prosedur
5. Personel
6. Jaringan data
 Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras adalah salah satu komponen sistem informasi manajemen yang mutlak
diperlukan. Perangkat keras fisiknya kelihatan secara nyata. Hardware bisa berjalan sesuai
dengan apa yang diperintahkan penggunanya. Contohnya smartphone, printer, komputer
lengkap dengan peralatannya.
 Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak tidak berupa fisik, tapi berupa file dan aplikasi aplikasi yang mengisi
perangkat keras yang mendukung berjalannya sistem informasi manajemen perusahaan.
Perangkat lunak inilah yang akan memberikan perintah atau instruksi kepada perangkat keras
bagaimana dia akan dijalankan. Software banyak berisikan data data elektronik yang bisa
menjalankan hardware sesuai dengan perintah yang diberikan.
Software merupakan bagian sistem dari perangkat keras yang tidak berwujud. Termasuk
didalammya data yang telah diformat, disimpan, termasuk program aplikasi komputer,
dokumentasi dan berbagai data yang bisa ditulis dan dibaca oleh perangkat keras.
Software umumnya terdiri dari sistem operasi, bahasa pemprograman dan program aplikasi.
 Database

Database atau basis data merupakan tempat menyimpan data dan informasi yang berupa file-
file yang berisi data dan program perusahaan yang dikumpulkan dan disimpan secara
sistematis sedemikian rupa sehingga bisa dengan mudah diakses oleh para penggunanya.
Database bisa menghindari pengulangan informasi dan data pada perusahaan yang dapat
menguntungkan perusahaan.
Aplikasi perangkat lunak yang biasanya dipakai untuk mengelola basis data tersebut disebut
dengan database management system (DBMS).
 Prosedur Pengoperasian

Prosedur adalah komponen fisik yang berupa panduan atau instruksi dalam menjalankan
sistem informasi manajemen. Prosedur pengoperasian umumnya berupa instruksi penyiapan
data dan instruksi petunjuk pengoperasioan hardware dan software yang bisa digunakan
dalam bekerja.
Prosedur bisa berisi tentang kebijakan metode yang akan dipakai, peraturan peraturan dalam
penggunaan sistem informasi manajemen yang berbasis teknologi informasi.
 Personil (Brainware)

Personel merupakan komponen yang menjalankan dan mengoperasikan semua komponen


fisik lainnya diatas, mulai dari mengadakan hardware, menjalankan software dan mematuhi
prosedur.

Siapa yang akan menghidupkan komputer ? siapa yang akan mengoperasikan komputer?
tentu adalah manusia. Sumber daya manusia dalam sistem informasi manajemen pada
perusahaan bisa terdiri dari pakar sistem dan pengguna informasi perusahaan yang dapat
mempengaruhi perusahaan.
Pakar sistem atau ahli adalah orang yang menjalankan dan mengoperasikan sistem informasi
pada perusahaan. Contohnya operator, analis sistem, programer, staf dan lainnya.
Pengguna informasi atau pemakai merupakan pihak yang membutuhkan dan menggunakan
data informasi yang telah dihasilkan oleh sistem informasi manajemen untuk keperluannya.
misalnya manajemen baik tingkat atas, menengah atau atas, pelanggan, pemasok, kreditur
maupun stakeholder lainnya.
 Jaringan Data

Jaringan data adalah gabungan beberapa seperangkat hardware dan software yang telah
didesain sedemikian rupa sehingga bisa saling berbagi informasi, komunikasi dan akses data
dari beberapa tempat sekaligus antara satu bagian dengan bagian yang lain dalam sebuah
perusahaan.
Dengan adanya jaringan data, maka pertukaran data bisa dengan mudah dilakukan,
komunikasi antar lini diperusahaan bisa dilakukan dengan cepat, akses data dan informasi
yang lebih efisien dan diberikan dalam waktu yang cepat dan terupdate.
Dari komponen komponen yang terdapat pada Sistem Informasi Manajemen antara
komponen yang satu dan yang lainnya memiliki keterkaitan yang erat, dan karena eratnya
keterkaitan tersebut para pemakai informasi bisa mendapatkan keyakinan dalam sebuah
keputusan oleh sebuah organisasi.
D. AKTIVITAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PT. POS INDONESIA

a) Aplikasi Utama E-Business

Aplikasi-aplikasi utama e-business dan hubungannya satu sama lain diringkas dalam
arsitektur perusahaan. Aplikasi-aplikasi ini terintegrasi lintas fungsi perusahaan, contohnya
seperti Enterprise Resource Planning (ERP), Manajemen Hubungan Pelanggan/ Customer
Relationship Management (CRM), dan Manajemen Rantai Pasokan/ Supply Chain
Manajemen (SCM), Enterprise Aplication Integration (EAI), Transaction Processing
Systems(TPS), Enterprise Collaboration System (ECS)
b) Sistem Enterprise Resource Planning (ERP)

Sistem informasi ERP (Entreprise Resource Planning) merupakan suatu sistem informasi
yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan
mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek
operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.
c) Sistem Customer Relationship Management (CRM)

Sistem CRM adalah suatu sistem, metodologi, strategi, perangkat lunak (software) dan
aplikasi berbasis web yang mampu membantu sebuah perusahaan untuk mengelola
hubungannya dengan para pelanggan. CRM terdiri atas tiga unsur pokok yaitu manusia,
teknologi dan proses.
d) Sistem Supply Chain Management (SCM)

Sistem SCM adalah suatu sistem, metodologi, strategi, perangkat lunak(software) dan
aplikasi berbasis web yang mampu membantu sebuah perusahaan untuk mengelola
hubungannya dengan para pemasok.
e) Sistem Enterprise Application Integration (EAI)

Software EAI memungkinkan para pemakai membuat model berbagai proses bisnis yang
dilibatkan dalam interaksi yang harus terjadi antar aplikasi bisnis. EAI juga menyediakan
middleware yang melakukan konversi dan koordinasi data, komunikasi aplikasi dan layanan
pesan, serta akses ke berbagai interface aplikasi yang terlibat. Jadi, software EAI dapat
mengintegrasikan berbagai kelompok aplikasi perusahaan dengan memungkinkan user
bertukar data sesuai dengan peraturan dari model proses bisnis yang dikembangkan oleh user.
f) Sistem Transaction Processing Systems (TPS)
TPS adalah sistem informasi lintas fungsi yang memproses data dari terjadinya transaksi
bisnis. Transaksi adalah berbagai kegiatan yang terjadi sebagai bagian dari aktivitas bisnis,
seperti penjualan, pembelian, penyimpanan, penarikan, pengembalian dan pembayaran.
g) Sistem Enterprise Collaboration System (ECS)

ECS adalah sistem informasi lintas fungsi yang meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan
kerjasama antar anggota tim bisnis dan kelompok kerja. Teknologi informasi, terutama
teknologi Internet, memberikan berbagai alat untuk membantu perusahaan bekerja sama
untuk mengomunikasikan berbagai ide, berbagi sumber daya dan mengkoordinasikan usaha
kegiatan kerjasama sebagai anggota dari proses formal dan informal, tim proyek, dan
kelompok kerja yang membentuk organisasi.
Subyek Informasi SIM PT. Pos Indonesia
Sistem Electronic Business PT Pos Indonesia (Persero) E-Business merupakan salah satu
bisnis dengan prospek besar dan Pos telah memiliki kompetensi di bidang ini, antara lain:
a) Aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP)
PT. Pos Indonesia (Persero) memanfaatkan sistem ERP ini pada operasi jasa dan distribusi,
dengan mempertimbangkan pengoprasian perusahaan pada proses internal melalui
manajemen sumber daya manusia perusahaan, akuntansi, keuangan, logistik dan distribusi
secara tepat waktu.
ERP dibutuhkan perusahaan untuk bisa mendapatkan efisiensi, kecepatan, dan responsivitas
yang dibutuhkan dalam mencapai keberhasilan di lingkungan bisnis yang dinamis saat ini.
Beberapa contoh aplikasi ERP pada PT. Pos Indonesia adalah untuk mendukung:
• IT (Information Technology)
Teknologi Informasi sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan di karena adanya
pengintegrasian berbagai proses dan entitas bisnis. Esensi dari pengintegrasian tersebut
adalah melakukan share terhadap informasi yang dimiliki dan dihasilkan oleh berbagai pihak.
Sebagai contoh adalah pengembangan jaringan sebagai alat penunjang kinerja dari produk-
produk EBusiness. Hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan IT adalah Scaleable
Solution & Open System, ini diperlukan agar sistem setiap saat dapat disesuaikan dengan
kebutuhan. Dalam hal keterkaitan dengan proses bisnis, maka ketepatan IT yang digunakan
akan mendorong/ menentukan proses bisnis yang excellent.

 Business Process/ Proses Bisnis


Proses bisnis merupakan nilai pembeda (distinction) yang menciptakan keunggulan
bersaing. Proses bisnis dalam E-Business sangat kental diwarnai oleh IT untuk menghasilkan
mutu layanan yang akurat dan excellent. Sebuah proses bisnis yang baik, tentunya selain
didukung dengan IT juga harus didukung oleh SDM yang berkompeten dan equipment yang
sesuai dengan proses bisnis yang bertalian. Peran SDM tidak saja ditentukan oleh
kemampuan teknis semata melainkan juga perilaku yang mencerminkan kerja keras, mandiri,
jujur dan teamwork oriented.
 Perfomance Standard / Standar Kinerja
Untuk dapat masuk dan bertahan dalam suatu bisnis minimal harus memiliki standar
output yang sama dengan standar yang berlaku umum di industri. Beberapa performance
standard yang berlaku umum tidak terlepas dari faktor-faktor accuracy, speed, efficiency,
dan flexibility.
 Targeting
Arahan penggunaan pasar diarahkan berasarkan STP:
1. Segmentasi
Pembagian segmentasi dilakukan berdasarkan lingkup bisnis serta sumber daya yang
ada di lingkup bisnis PT. Pos Indonesia:
1. Lingkup Nasional
2. Lingkup UPT
3. Lingkup Wilpos

2. Targeting
Targeting pembagian bisnis mengarah pada lingkup arahan target yang potensial,
yaitu sebagai berikut:
1. Target para pelaku Bisnis
Bagi para pelaku bisnis mengarah pada private sector yaitu sektor swasta dan bisnis
yang berorientasi pada profit
2. Target Government
Untuk target lingkup pemerintah target mengarah pada lembaga pemerintahan, serta
mengarah pada instansi pemerintahan. Untuk yang lain target juga terfokus pada
perusahaan Nirlaba.
3. Individu
Arahan tertarget pada perseorangan seperti constumer individu serta para pengguna
teknologi informasi seperti ICT (Information, Communication, Technology).

b) Aplikasi Customer Relationship Management (CRM)


PT. Pos Indonesia (Persero) memanfaatkan sistem CRM secara cukup intensif. Antara
lain pemanfaatannya adalah untuk mengelola program-program dibawah ini:
1. Program e-fila.com. Khususnya dalam forum filateli. Selain menguntungkan
pelanggan, program ini juga menguntungkan PT. Pos Indonesia (Persero), karena
dengan demikian dapat mengetahui perilaku pelanggan, melakukan perbaikan
berdasarkan masukan dari pelanggan, merespon permintaan atau keluhan pelanggan
dengan cepat dan terarah.
2. Program Kontak Kami, yakni bagi pelanggan yang ingin menyampaikan komentar,
kritik, saran, pertanyaan atau pengaduan kiriman, kepada pihak perusahaan.
3. Program Jejak Pendapat sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan PT. Pos
Indonesia tentang kiriman maupun informasi Jasa pos Indonesia, yakni melalui Email,
Facebook dan Twitter, yang dapat diakses secara langsung dari website PT Pos
Indonesia.

c) Aplikasi Supply Chain Management (SCM)


PT. Pos saat ini memiliki outlet belanja produk-produk lengkap khas Indonesia secara
online yang bernama Plaza Pos yang dapat diakses melalui alamat website
www.plazapos.com. Serta memiliki program e-fila.com yang menjual produk perangko
Indonesia.
PT. Pos Indonesia memanfaatkan sistem SCM untuk mengelola akun-akun
pemasoknya. Pemasok-pemasok utama yang telah diisyaratkan mempunyai pengetahuan
memadai mengenai sistem informasi dan internet working, serta mempunyai akses jaringan
yang baik, dapat memantau data dan kegiatan pasokan mereka secara online dan realtime.
Sedangkan pemasok konvensional yang masih menggunakan telepon atau cash and carry
dikelola datanya oleh karyawan mitra utama, dimana transaksi dilakukan.
PT. Pos Indonesia melakukan sosialisasi mengenai program SCM ini kepada para
pemasok, dan menjelaskan berbagai nilai tambah (added value) antara lain membantu para
pemasok mengatur transaksi, adanya prediksi kebutuhan PT. Pos Indonesia yang lebih
akurat, dan diperluasnya jaringan kerja dari para pemasok.

d) Aplikasi Integrasi Perusahaan/ Enterprise Application Integration (EAI)


Aplikasi EAI pada PT. Pos Indonesia salah satunya adalah pada layanan PlazaPos yakni
pelanggan diminta untuk mengisi Member Area, lalu melakukan submit. Dengan
demikian, perusahaan mengetahui informasi pelanggan yang mengunjungi Plaza Pos.
Contoh lain adalah dalam sistem pembelian pelanggan pada program PlazaPos, yang
akan membuat permintaan elektronik, setelah permintaan tersebut disetujui secara online
oleh pelanggan, pesanan pembelian yang dibuat oleh komputer akan melintas di internet
kembali ke perusahaan PT Pos Indonesia.

e) Aplikasi Sistem Pemprosesan Transaksi/ Transaction Processing Systems (TPS)


Sistem Pemprosesan Transaksi di PT. Pos Indonesia mendukung program Plaza Pos,
contohnya dalam akses pembayaran secara online, yakni aktivitas pemrosesan transaksi
dibutuhkan untuk menangkap dan memproses data pelanggan, hingga transaksi pembayaran
belanjanya melalui jaringan internet.

f) Aplikasi Sistem kerjasama Perusahaan/ Enterprise Collaboration System (ECS)


Sistem kerjasama perusahaan pada PT. Pos Indonesia contohnya dalam
hubunganKemitraan. Kemitraan merupakan kebutuhan yang mendasar dalam aktivitas
Probis E-Business, karena hampir tidak mungkin aktivitas bisnis dapat dijalankan tanpa
kemitraan. Sebagai contoh dalam aktivitas Limited Communication Technology Services
(eCom) dimana dalam pelaksanaan diperlukan adanya beberapa kerjasama terhadap
perusahaan yang menggunakan jaringan PTSN, CDMA, GSM maka mutlak diperlukan
kemitraan dengan pihak perusahaan itu.

1. Sistem Informasi
Komponen sistem informasi yang disebut blok bangunan yaitu: Blok masukan, blok
model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data dan blok kendali. Keenam blok
tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk
mencapai sasarannya.
2. Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian


internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan SDM, dokumen, teknologi dan prosedur
oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk,
layanan atau suatu strategis bisnis. Sistem Informasi Manajemen dibedakan dengan sistem
informasi biasa karena Sistem Informasi Manajemen digunakan untuk menganalisis
sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi.
3. Tujuan dari Sistem Informasi Manajemen yaitu:

1. Menyediakan informasi yang digunakan di dalam perhitungan harga


pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.

2. Menyediakan informasi yang digunakan dalam perencanaan,


pengendalian, pengevaluasian dan perbaikan berkelanjutan.
3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
4. Sistem informasi memiliki 3 peran utama dalam suatu bisnis, yaitu :

 Mendukung Operasi Bisnis


 Mendukung Pengambilan Keputusan Managerial
 Mendukung keunggulan Strategis

6. Jenis-jenis Sistem Informasi Manajemen


Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada
kebutuhan bisnis. Sistem informasi manajemen dapat dibagi menjadi beberapa
bagian:

 Transaction Processing Systems (TPS)


TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk
memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar
gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan
organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan
oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer.

 Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS)


OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data,
yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya
menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau
memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara
keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek
OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan
komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing.
 Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM tidak menggantikan TP, tetapi mendukung spektrum tugas-tugas
organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan
pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk
membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi
informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).

 Decision Support Systems (DSS)


DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai
sumber data. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi
mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan
aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.

 Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI)


AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara
cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa
alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem
sampai kesimpulan logiknya.

 Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support


Collaborative Work Systems (CSCW)

Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-


terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems
membuat suatu solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok
bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam
bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario.

 Executive Support Systems (ESS)


ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu
eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan
menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang
bisa diakses seperti kantor.
Contoh sistem informasi antara lain:
1. Sistem reservasi penerbangan, digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani
pemesanan/pembelian tiket.
2. Sistem POS (Point Of Sale) yang diterapkan di pasar swalayan dengan dukungan
barcode reader untuk mempercepat pemasukan data.
3. Sistem layanan akademis yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data
akademis dan mendaftar mata kuliah yang diambil pada tiap semester.
4. Sistem penjualan secara kredit agar dapat memantau hutang pelanggan yang
jatuh tempo.
5. Sistem smart card yang dapat digunakan tenaga medis untuk mengetahui riwayat
penyakit pasien.
Kemampuan utama sistem Informasi
1. Melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar dan dengan kecepatan tinggi.
2. Menyediakan kominukasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah.
3. Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang
kecil tetapi mudah diakses.
4. Memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak diseluruh dunia
dengan cepat dan murah.
5. Mempercepat pengetikan dan penyuntingan.
6. Pembiayaan yang lebih murah dari pada pengerjaan secara manual.