Anda di halaman 1dari 4

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

No Diagnosis Kep Tujuan Kriteria Hasil Intervensi


1. Gangguan ventilasi Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 Intervensi NIC: manajemen ventilasi mekanik: invasif
spontan jam, diharapkan anak dapat mempertahankan pola 1. Monitor efek samping pemasangan alat bantu napas
napas yang efektif dengan kriteria hasil: invasif: barotrauma, volutrauma, kerusakan mukosa
NOC: status pernapasan: ventilasi mulut, kerusakan kulit mulut dan pipi
- Respiratory rate dalam rentang normal: 2. Lakukan fiksasi dengan plester hipoalergenik dan
neonatus 40-60x/menit mengganti dengan teratur.
- Nadi 120-160x/menit 3. Lakukan perawatan mulut dengan rutin
- Irama napas teratur, saturasi oksigen 88-92% 4. Auskultasi suara napas, catat area penurunan atau

- Kedalaman inspirasi normal ketiadaan ventilasi dan adanya suara napas tambahan.

- Tidak ada sianosis, retraksi dinding dada, 5. Memberikan alas duoderm pada kulit yang mengalami

pernapasan cuping hidung, penggunaan otot penekanan alat medis (pipi dan hidung)

bantu napas dan suara napas vesikuler 6. Pantau setting ventilator termasuk suhu dan kelembapan

- Hasil foto rontgen thorak tidak terdapat udara yang dihirup bayi, air dalam siruit, suhu air dalam
chamber dan air dalam water trap
pneumothorak
7. Cek secara teratur sambungan ventilator
- Kesadaran compos mentis
8. Berikan asuhan untuk menghilangkan distress pasien:
- Suara napas vesikuler
pengaturan posisi, terapi analgesik
- Pengembangan dada simetris
9. Lakukan suction hanya bila indikasi: ada suara napas
- Tidak ada akumulasi sputum
abnormal, peningkatan tekanan inspirasi, penurunan
saturasi oksigen dengan teknik steril
10. Lakukan sution dengan teknik four handed
11. Monitor kamajuan bayi dengan menggunakan setting
ventilator saat ini
12. Posisikan bayi untuk memaksimalkan ventilasi dengan
posisi prone, quarter prone atau lateral
13. Monitor status respirasi dan laporkan bila ada kemajuan
untuk menurunkan setting alat bantu napas atau
kemungkinan extubasi.
14. Observasi hasil laboratorium BGA
15. Dokumntasikan semua respon bayi saat perubahan setting
ventilator
2. Ketidakefektifan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 Intervensi NIC: respiratory management & oksigen therapy
pola napas jam, diharapkan anak dapat mempertahankan pola 1. Pantau rate, irama, kedalaman, dan usaha respirasi
napas yang efektif dengan kriteria hasil: 2. Perhatikan gerakan dada, amati simetrisitas,
NOC: Respiratory status : ventilation penggunaan otot aksesori, retraksi otot supraclavicular
- Respiratory rate dalam rentang normal: dan interkostal
neonatus 40-60x/menit 3. Monitor suara napas tambahan seperti crowning atau
- Nadi 120-160x/menit snoring
- Irama napas teratur, saturasi oksigen 88-92% 4. Monitor pola napas : bradypnea, tachypnea,

- Kedalaman inspirasi normal hyperventilasi, napas kusmaul, napas cheyne-stokes,

- Tidak ada sianosis, retraksi dinding dada, dan apnea, napas biot’s dan pola ataxic

suara napas vesikuler 5. Pemberian alat bantu napas sesuai kondisi bayi

- Kesadaran compos mentis 6. Pantau aliran oksigen dan bubble yang muncul
7. Posisikan bayi untuk memaksimalkan ventilasi dengan
posisi prone atau quarter prone
3. Gangguan perfusi Setelah diberikan intervensi keperawatan selama 3x24 NIC: Perawatan sirkulasi dan Monitor tekanan intracranial
jaringan cerebral jam, status sirkulasi serebral bayi mengalami 1. Monitor status neorologis: status kesadaran
perbaikan yang ditandai dengan: 2. Posisikan kepala bayi lebih tinggi dibandingkan badan
NOC: Status neorologis 3. Minimalkan stimulus dari lingkungan
1. Perubahan status kesadaran 4. Kolaborasi pemberian antibiotik
2. Tekanan darah 5. Kolaborasi pemeriksaan laboratorium
3. MAP 6. Monitor suhu tubuh dan marker infeksi
4. Tidak ada Muntal 7. Kolaborasi antikonvulsan
5. Tidak Gelisah 8. Kolaborasi pemberian analgesik
6. Nyeri kepala 9. Lakukan suction dengan tepat agak tidak berisiko
7. Tidak ada gerakan involunter atau kejang meningkatkan ICP