Anda di halaman 1dari 5

NAMA : SYAWALUDDIN IKHWAN

NIM : 020413841
Jurusuan : Administrasi Negara

TUGAS 1
USAHA-USAHA MILIK NEGARA DAN DAERAH

JELASKAN:
1. Konsep, latar belakang, dan pengertian Good corporate governance
2. Bagaimanakah Penerapan azas GCG bagi kepentingan stakeholder?
3. Mengapa GCG perlu diterapkan pada badan usaha milik negara/daerah?
4. Bagaimanakah Korelasi penerapan asas GCG dengan kepentingan pemegang saham,
kepentingan manajemen dan karyawan, dengan kepentingan publik?

JAWABAN:

1. Konsep, latar belakang, dan pengertian Good corporate governance

Good Corporate Governance adalah suatu konsep yang menyangkut struktur


perseroan, pembagian tugas, pembagian kewenangan, dan pembagian beban tanggung jawab
dari masing masing unsur yang membentuk unsure perseroan, dan mekanisme yang harus di
tempuh oleh masing masing unsur tersebut. Good Corporate Governance berfungsi untuk
menumbuhkan kepercayaan nasabah. Penerapan Good Corporate governance akan mencegah
kesalahan dalam pengambilan keputusan dan perbuatan menguntungkan diri sendiri sehingga
secara otomatis akan meningkatkan nilai yang tercermin pada kinerja keuangan. Good
Corporate Governance merupakan satu set hubugan antara manajemen perusahaan, dewan,
pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainya (OECD, 2004). Good Corporate
Governance pada dasarnya berkaitan dengan cara semua pemangku kepentingan
(stakeholder) berusaha memastikan bahwa para manajer dan karyawan internal lainnya selalu
mengambil langkah langkah yang tepat atau mengadopsi mekanisme yang melindungi
kepentingan Stakeholder (AL-haddad,Alzurqan,& Al-sufy,2011). Stakeholder adalah semua
pihak baik internal maupun eksternal yang memiliki hubungan baik bersifat memperngaruhi
maupun di pengaruhi, bersifat langsung maupun tidak langsung oleh perusahaan. Good
Corporate Governance juga menetapkan bagaimana berbagai pemegang saham dan
pemangku kepentingan, manajemen, dan dewan direksi berinteraksi dalam menentukan arah
dan kinerja perusahaan (Al-haddad, Alzurqan, & AlSufy,2011). Tujuan utama dari Good
Corporate Governance adalah untuk menciptakan sistem pengendalian dan keseimbangan
(check and balance) utuk mencegah penyalahgunaan dari sumber daya dan tetap mendorong
terjadinya pertumbuhan perusahaan (Nur ainy, Nurcahyo, A & B 2013). Good Corporate
Governance yang baik harus memberikan insentif yang tepat bagi dewan dan manajemen
untuk mengejar tujuan-tujuan bagi kepentingan perusahaan dan pemegang sahamnya serta
memfasilitasi pengawasan yang efektif (OECD,2004).

Corporate Governance menurut KepMen BUMN No. KEP-117/M-MBU/2002 adalah


suatu proses dari struktur yang digunakan oleh organ BUMN untuk meningkatkan
keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang saham
dalam jangka panjang dengan tetap memerhatikan kepentingan stakeholder lainnya,
berlandaskan peraturan perundangan dan nilai-nilai etika.

Stijn Clasessens (2003;4) mengkategorikan pengertian corporate governance sebagai berikut:

- kategori pertama lebih condong pada srangkaian pola perilaku perusahaan yang diukur
melalui kinerja, saham dan stakeholders.
- Kategori Kedua lebih melihat pada kerangka normative yang mempengaruhi perilaku
perusahaan.

2. Bagaimanakah Penerapan azas GCG bagi kepentingan stakeholder?

Cara penerapan Azas GCG bagi kepentingan stakeholder:

Asas Good Corporate Governance diperlukan untuk mencapai kesinambungan usaha


(sustainabilitiy) perusahaan dengan memperhatikan pemangku kepentingan (stakeholders)

a. Transparansi
Prinsip dasarnya adalah bahwa untuk menjaga objektivias dalam menjalankan bisnis,
perusahaan harus menyediakan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan
dapat diperbandingkan serta mudah diakses oleh pemangku kepentingan sesuai dengan
haknya.
b. Akuntabilitas
Prinsip dasarnya adalah bahwa perusahaan harus dapat mempertanggungjawabkan
kinerjanya secara transparan dan wajar.
c. Responsibilitas,
Prinsip dasarnya adalah bahwa organ perusahaan harus berpegang pada prinsip kehati-
hatian dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Anggaran
dasar dan peraturan perusahaan (by-laws) serta melaksanakan tanggung jawab social
terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan terutama di sekitar perusahaan sehingga
kesinambungan usaha dalam jangka panjang dapat terpelihara dan mendapat pengakuan
sebagai good corporate citizen.
d. Independensi
Prinsip dasarnya adalah bahwa perusahaan ahrus dikelola secara independen sehingga
masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi
oleh pihak lain.

e. Kewajaran dan Kesetaraan


Prinsip dasarnya adalah bahwa dalam melaksanakan kegiatannya, perusahaan harus
senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan
lainnya berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan.

3. Mengapa GCG perlu diterapkan pada badan usaha milik negara/ daerah?

Pada dasarnya Good Corporate Governance diterapkan untuk menciptakan hubungan


yang harmonis antara pemegang saham, para calon investor (future investor), pihak kreditor,
manajemen dan karyawan, masyarakat, pemerintah serta kepentingan internal dan eksternal
lainnya sehubungan dengan hak-hak dan kewajiban mereka. Untuk penerapan asas Good
Corporate Governance (transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, kemandirian) di BUMN
perlu terus dimantapkan sehingga benar-benar menjadi budaya korporasi BUMN.

4. Bagaimanakah Korelasi penerapan asas GCG dengan kepentingan pemegang saham,


kepentingan manajemen dan karyawan, dengan kepentingan publik?

Penerapan Asas GCG Dengan Pemegang Saham adalah mendapatkan keuntungan


yang maksimal. Selain itu, bagi para investor jangka panjang kepentingannya adalah
keberlangsungan usaha dari perusahaan. Dalam kaitannya ini, penerapan asas GCG
memegang peranan penting sebagai sarana untuk mengukur kinerja perusahaan dan
penopang utama pemenuhan beragam kepentingan para pemegang saham suatu perusahaan.
Hal ini tentu saja perlu dibarengi dengan pemahaman yang menyeluruh dari para pemegang
saham atas hak-hak yang dimilikinya.

Penerapan Asas GCG dengan Kepentingan Manajemen dan Karyawan adalah


kebutuhan akan manajemen perusahaan yang harmonis dan sistematis dalam rangka
menghasilkan kinerja yang efektif dan efisien. Untuk itu, manajemen dan karyawan harus
mendapat perlakuan yang seimbang dan wajar, sesuai dengan kedudukannya masing-
masing. Penerapan asas GCG disini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan
manajemen dan karyawan sebagai bagian integral dari stakeholders perusahaan.

Sedangkan Penerapan Asas GCG dengan Kepentingan Publik disini ditujukan pada
tanggung jawab perusahaan terhadap segala produk yang dihasilkan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat menjamin terjaganya keselarasan
hubungan antara perusahaan dengan masyarakat dan lingkungan sekitar di mana
perusahaan beroperasi.

Sumber :
- Modul Usaha-Usaha Milik Negara dan Daerah
- http://eprints.ums.ac.id/
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai