Anda di halaman 1dari 2

ALDY DHARMA SAPUTRA

031016379

PAJA3331– Pajak Penghasilan II - 05

Tugas 2

1. PT Maju Mundur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Industri Furniture. Pada
tahun 2018 memperoleh Penghasilan Netto sbb:
a) Penghasilan Netto Dalam Negeri Rp 2.000.000.000
b) Penghasilan dari Singapura Rp 500.000.000
c) Penghasilan dari India Rp 750.000.000
Hitunglah PPh Pasal 24 atau Kredit Pajak Luar Negeri PT Maju Mundur Tahun 2018!

Total penghasilan
= penghasilan dalam negeri + penghasilan luar negeri
= 2.000.000.000 + 500.000.000 +7 50.000.000
= 3.250.000.000

Asumsi pajak luar negeri 20%


Total PPh terutang
= 20% x 3.250.000.000
= 650.000.000

Pph maksimum yang dikreditkan:


Penghasilan luar negeri / total penghasilan x total PPh terutang
= 1.250.000.000/3.250.000.000 x 650.000.000
= 250.000.000

Jadi, pph terutang yang sudah dibayarkan ke luar negeri sebesar Rp. 250.000.000

Dasar hukum PPh Pasal 24 adalah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak
Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36
Tahun 2008 (UU PPh). Tercantum dalam Pasal 24 ayat 1 UU PPh bahwa pajak yang dibayar
atau terutang di luar negeri atas penghasilan dari luar negeri yang diterima atau diperoleh wajib
pajak dalam negeri boleh dikreditkan terhadap pajak yang terutang berdasarkan Undang-Undang
ini (UU PPh) dalam tahun pajak yang sama.
2. PPh yang terutang untuk PT Bangkit Jaya berdasarkan SPT Tahunan PPh 2018 sebesar Rp
375.000.000. Pajak yang telah dipotong/dipungut oleh pihak ketiga serta yang terutang di luar
negeri dalam tahun 2018 sebagai berikut:
a) Pajak Penghasilan yang dipungut oleh pihak lain (PPh Pasal 22) sebesar Rp 75.000.000
b) Pajak Penghasilan yang dipotong oleh pihak lain (PPh Pasal 23) sebesar Rp 95.700.000
c) Pajak Penghasilan yang dibayar di Luar Negeri sebesar Rp 72.500.000 tetapi berdasar
ketentuan yang dapat dikreditkan (PPh pasal 24) sebesar Rp 68.000.000
Hitunglah Angsuran PPh Pasal 25 untuk Tahun 2019 PT Bangkit Jaya!

Angsuran pph pasal 25 thn 2019 PT Bangkit Jaya:

PPh tahun 2018 = 375.000.000


PPh pasal 22 = 75.000.000
PPh pasal 23 = 95.700.000
PPh pasal 24 = 68.000.000 +
238.700.000 –
136.300.000

Jadi, besaran angsuran pajak yang harus dibayar setiap bulan yaitu:
136.300.000 : 12 Bulan = Rp 11.358.333,-

Dasar hukum dari penghitungan besarnya angsuran PPh pasal 25 dalam hal-hal/keadaan tertentu
adalah pasal 25 ayat (6) Undang-undang Pajak Penghasilan No. 7 Tahun 1983 tentang PPh
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2008.
Dan juga Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP-537/PJ./2000 tentang penghitungan
besarnya angsuran pajak dalam tahun pajak berjalan dalam hal-hal tertentu.

Anda mungkin juga menyukai