Anda di halaman 1dari 8

IDENTIFIKASI KATA PADA KASUS 2 DM

KOMPLIKASI INFEKSI SALURAN KEMIH

DISUSUN OLEH :
RATIH EMASIA PUTRI
NIM PO.62.20.1.16.156

POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA PROGRAM


STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN KELAS
REGULER ANGKATAN III SEMESTER VIII
TAHUN AKADEMIK 2019/2020
Kasus 2 (DM Komplikasi Infeksi Saluran Kemih)

Seorang pria diabetes berusia 75 tahun dirawat karena demam, sering buang air
kecil, dan disuria selama 3 hari. Dia memiliki riwayat kesulitan berkemih akibat
hiperplasia prostat jinak, untuk itu dia sering dirawat dengan pengobatan
doxazocin oral. Klien telah menderita DM 15 tahun.

Pada pemeriksaan fisik, suhu pasien 38,3oC, denyut nadi 90x/mnt dan
tekanan darah 130/80mmHg. Perut teraba lembut dengan kelembutan
suprapubik ringan (with mild suprapubic tenderness).

Temuan laboratorium menunjukkan jumlah sel darah putih 17.900/mm3,


kadar hemoglobin 10,2 g/dl, kadar glukosa 320 mg/dl, kadar nitrogen urea
darah 23,7 mg/dl, dan kreatinin 1,4 mg/dl. Urinalisis menunjukkan 2+ proteinuria,
4+ glikosuria, 25-30 sel darah putih per lapangan pandang besar (per high-
power field) dan 25–30 sel darah merah per lapangan pandang besar (per high-
power field). Klien mengatakan merasa tidak nyaman dengan kondisinya,
terganggu pola tidur dan kurang nafsu makan.

Identifikasi kata :

1. Diabetes
Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan
oleh gagalnya organ pankreas memproduksi jumlah hormon insulin
secara memadai sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa
dalam darah.
Diabetes adalah kondisi dimana terjadi masalah pada fungsi
tersebut, yaitu ketika pankreas tidak menghasilkan/memproduksi insulin
yang sangat sedikit, atau ketika tubuh tidak merespon insulin dengan
tepat.
Pankreas adalah organ yang melepaskan insulin. Insulin
digunakan tubuh untuk membantu menyimpan dan menggunakan gula
dan lemak.
DM merupakan salah satu penyakit tidak menular dan merupakan
salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting. Diabetes adalah
penyakit yang berlangsung jangka panjang yang ditandai dengan
meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Ada
dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.
2. Disuria
Sakit kencing atau disuria adalah rasa nyeri, tidak nyaman, atau
panas saat Anda buang air kecil. Rasa nyeri ini dapat berasal dari
kandung kemih, uretra atau perineum.
Uretra adalah saluran yang membawa urin keluar tubuh. Pada
pria, area di antara skrotum dan anus dikenal sebagai perineum. Pada
wanita, perineum adalah area di antara anus dan lubang vagina.
3. Hiperplasia prostat jinak
Hiperplasia prostat jinak atau pembesaran prostat jinak (bahasa
Inggris: Benign prostatic hyperplasia) adalah suatu kondisi ketika kelenjar
prostat mengalami pembengkakan yang bukan kanker.[1] Gejala-gejalanya
dapat berupa sering ingin buang air kecil (khususnya pada malam hari),
kesulitan untuk mulai buang air kecil, aliran urin yang tersendat,
ketidakmampuan untuk buang air kecil, dan hilangnya kendali atas
kandung kemih.[1]
Penyebab kondis ini tidak diketahui.[1] Faktor risiko meliputi
sejarah kemunculan kondisi pada keluarga, kegemukan, diabetes tipe 2,
jarang olahraga, dan disfungsi ereksi.[1] Obat-obatan seperti
pseudoefedrin, antikolinergik, dan penghambat kanal kalsium dapat
memperburuk gejalanya.[2] Mekanisme yang memicu kondisi ini adalah
prostat yang menekan uretra, sehingga sulit untuk mengeluarkan urin dari
kandung kemih.[1]
Cara mengobatinya adalah dengan mengubah gaya hidup, obat-
obatan, sejumlah prosedur, dan operasi.[
4. Doxazocin oral
Doxazosin adalah kelompok obat yang disebut alpha-adrenergic
blockers. Doxazosin mengendurkan pembuluh vena dan arteri sehingga
darah bisa lebih mudah melewatinya. Obat ini juga mengendurkan otot di
daerah prostat dan leher kandung kemih sehingga mempermudah buang
air kecil.

5. Suprapubik ringan
Aspirasi suprapubik adalah prosedur untuk mengambil sampel
urin . Ini melibatkan memasukkan jarum ke kulit tepat di atas tulang
kemaluan ke dalam kandung kemih.[1] Ini biasanya digunakan sebagai
metode untuk mengumpulkan urin pada anak berusia kurang dari 2 tahun
yang belum dilatih toilet dalam upaya untuk mendiagnosis infeksi saluran
kemih
6. Kadar hemoglobin
Hemoglobin adalah protein yang berada dalam sel darah merah.
Terjadinya perubahan kadar hemoglobin di dalam darah dapat
menandakan terjadinya gangguan kesehatan, terutama yang menyangkut
darah.
Ukuran kadar hemoglobin tergantung usia dan jenis kelamin. Pada
wanita dewasa di atas usia 18 tahun, kadar hemoglobin normal yaitu 12
sampai 15 g/dl. Kemudian, untuk pria dewasa diatas usia 18 tahun, kadar
hemoglobin normal yaitu 13 sampai 17 g/dl.
Ketika kondisi hemoglobin seseorang lebih tinggi atau lebih
rendah daripada jumlah normal, dapat menjadi tanda adanya gangguan
kesehatan.

7. Kadar glukosa
Kadar gula darah adalah banyaknya zat gula atau glukosa di
dalam darah. Meskipun senantiasa mengalami perubahan, kadar gula
darah perlu dijaga dalam batas normal agar tidak terjadi gangguan di
dalam tubuh.
Kadar gula darah dipengaruhi oleh asupan nutrisi dari makanan
atau minuman, khususnya karbohidrat, serta jumlah insulin dan kepekaan
sel-sel tubuh terhadap insulin. Kadar gula darah yang terlalu tinggi atau
terlalu rendah akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan, baik
dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
 Sebelum makan: sekitar 70-130 mg/dL
 Dua jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dL
 Setelah tidak makan (puasa) selama setidaknya delapan jam: kurang
dari 100 mg/dL
 Menjelang tidur: 100 – 140 mg/dL
8. Kadar nitrogen urea darah
Seberapa baik ginjal Anda berfungsi dapat dilihat dari kadar urea
dalam darah. Kadar urea darah bisa dicek lewat sebuah tes yang
bernama tes BUN. Urea adalah zat sisa buangan dari protein yang
dicerna tubuh. Umumnya, kadar urea yang tinggi dalam darah berarti
ginjal Anda tidak bekerja dengan baik.Urea adalah produk buangan dari
hasil pencernaan protein makanan yang kita makan. Protein mengandung
nitrogen yang tidak bisa dicerna tubuh dan harus dikeluarkan. Sebelum
dikeluarkan, nitrogen akan diubah bentuknya menjadi urea atau yang juga
disebut sebagai nitrogen urea. Normalnya, urea akan disaring oleh ginjal
untuk kemudian dikeluarkan bersama urin.
Secara umum, kadar BUN yang normal adalah antara 7-20 mg/dL.
Namun kadar urea darah tiap orang bisa berbeda, tergantung usia dan
jenis kelamin:
 Laki-laki dewasa : 8-20 mg/dL
 Wanita dewasa: 6-20 mg/dL
 Anak-anak: 5-18 mg/dL
9. Kreatinin
Kreatinin adalah molekul limbah kimia hasil metabolisme otot serta
konsumsi daging yang terbentuk dari kreatin, molekul penting untuk
produksi energi otot. Zat yang mengalir melalui pembuluh darah ini
disaring oleh ginjal untuk kemudian dibuang bersama urine.
Kreatinin menjadi indikator baik tidaknya fungsi ginjal, karena
organ inilah yang menjaga agar kreatinin tetap berada pada kadar
normal. Peningkatan kadar kreatinin adalah salah satu penanda
terganggunya fungsi ginjal atau terjadinya penyakit ginjal.
Kadar normal kreatinin untuk pria dewasa kira-kira adalah 0,6-1,2
miligram per deciliter (mg/dL) dan 0,5-1,1 mg/dL untuk wanita dewasa
10. Urinalisis
Urinalisis adalah tes laboratorium. Ini dapat membantu dokter
Anda mendeteksi masalah yang mungkin ditunjukkan oleh urin Anda.
Banyak penyakit dan gangguan memengaruhi cara tubuh Anda
membuang limbah dan racun. Organ yang terlibat dalam hal ini adalah
paru-paru, ginjal, saluran kemih, kulit, dan kandung kemih Anda. Masalah
pada salah satu organ ini dapat mempengaruhi penampakan,
konsentrasi, dan isi urin Anda.
Urinalisis tidak sama dengan skrining obat atau tes kehamilan,
meskipun ketiga tes ini melibatkan sampel urin.
11. 2+ proteinuria
Proteinuria menandakan Anda memiliki protein dalam urin Anda.
Proteinuria—juga disebut albuminuria atau urin albumin—adalah suatu
kondisi di mana urin mengandung jumlah protein yang tidak normal.
Albumin adalah protein utama dalam darah. Protein adalah blok
pembangun pada semua bagian tubuh, termasuk otot, tulang, rambut,
dan kuku. Protein dalam darah juga memiliki sejumlah fungsi penting.
Mereka melindungi tubuh dari infeksi, membantu pembekuan darah, dan
menjaga jumlah cairan yang tepat agar beredar di seluruh tubuh.
Saat darah melewati ginjal yang sehat, ginjal menyaring produk
limbah dan meninggalkan hal-hal yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti
albumin dan protein lain. Kebanyakan protein terlalu besar untuk melewati
filter ginjal ke dalam urin. Namun, protein dari darah dapat bocor ke
dalam urin ketika filter dari ginjal, yang disebut glomeruli, rusak.
Proteinuria merupakan tanda penyakit ginjal kronis, yang dapat
mengakibatkan diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit yang
menyebabkan peradangan pada ginjal. Untuk alasan ini, pengujian
albumin dalam urin merupakan bagian dari penilaian medis rutin untuk
semua orang. Jika CKD berlangsung, dapat menyebabkan penyakit ginjal
stadium akhir (ESRD), ketika ginjal gagal sepenuhnya. Seseorang
dengan ESRD harus menerima transplantasi ginjal atau perawatan
pembersihan darah rutin yang disebut dialisis
12. 4+ glikosuria
Glikosuria terjadi ketika urine mengandung gula. Padahal,
normalnya ginjal akan menyerap gula kembali ke pembuluh darah, bukan
dikeluarkan melalui urine. Kondisi ini sering kali terjadi jika seseorang
memiliki kadar glukosa dalam darah yang tinggi atau disebut juga
hiperglikemia.
Terkadang, hal ini bisa terjadi meski kadar gula darah sedang
normal atau bahkan rendah. Kondisi ini dikenal dengan sebutan glikosuria
ginjal dan kondisi ini sangat jarang terjadi.
DAFTAR PUSTAKA

1. http://awalbros.com/penyakit-dalam/mengenal-si-diabetes-mellitus/
2. https://www.halodoc.com/kesehatan/diabetes
3. https://www.sehatq.com/penyakit/diabetes
4. https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/sakit-kencing-disuria-
adalah/
5. https://translate.google.com/translate?
u=https://en.wikipedia.org/wiki/Suprapubic_aspiration&hl=id&sl=en&tl
=id&client=srp
6. https://www.alodokter.com/memahami-fungsi-hemoglobin-dan-kadar-
normalnya-dalam-tubuh
7. https://www.alodokter.com/arti-tinggi-dan-rendahnya-kadar-gula-
darah-dalam-tubuh
8. https://www.alodokter.com/berapa-kadar-gula-darah-normal-pada-
tubuh
9. https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/kadar-urea-darah-
kerusakan-ginjal/
10. https://www.ciputrahospital.com/urinalisis-proses-metode-analisis/
11. https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/penyakit-ginjal/proteinuria-
protein-di-dalam-urin-anda/
12. https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/glikosuria/