Anda di halaman 1dari 6

SKENARIO DAN SCRIPT STANDAR PELAYANAN BANK SYARIAH

TRANSAKSI PENARIKAN CROSS CEK

KELOMPOK 6

Cast:

1) Khairunnisa (17108020010) : Teller 2


2) Arfan Maulana (17108020015) : Teller 1
3) Umi Kulsum (17108020038) : Nasabah 1
4) Linatul Uyun (17108020067) : Satpam
5) Hasna’ Nur Afifah (17108020069) : Nasabah 2

Nasabah 1 mengunjungi Bank Syariah Mandiri untuk melakukan penarikan cross cek

Satpam : “Assalamualaikum Ibu selamat pagi…, mohon maaf sebelumnya ada yang
bisa saya bantu, Ibu?”
Nasabah 1 : “Waalaikumsalam, begini Mba saya mau menarik uang dari cek saya, ini
caranya gimana ya Mba?”

Satpam : “Oh iya Bu, Ibu langsung ambil nomor antrean untuk ke teller saja, nanti
tunggu nomor antrean Ibu dipanggil”

Nasabah 1 : “Ini tinggal pencet tombol hijau kan Mba untuk antrean ke teller?”

Satpam : “Betul Ibu”

Nasabah 1 : “Makasih ya Mba”

Satpam : “Sama-sama Ibu silakan ditunggu”

Teller memanggil nasabah 1 untuk melakukan proses transaksi

Teller 1 : “Nasabah teller antrean nomor 23 silakan ke Teller 1. Assalamualaikum


(tangan ditangkapkan di depan dada) Ibu selamat pagi, boleh saya minta
nomor antriannya, perkenalkan saya dengan Arfan, mohon maaf Ibu ada yang
bisa saya bantu?”

Nasabah 1 : “Walalaikumsalam, gini mas saya mau tari tunai dari cek saya”
Teller 1 : “ Baik, boleh saya lihat dulu ceknya Bu?”

Nasabah 1 : “Oh iya Mas ini silakan”

Teller 1 : “Baik Ibu ini ceknya atas nama Umi Kulsum dengan nominal ceknya sebesar
Rp30.000.000,00 ya”

Nasabah 1 : “Benar Mas, bisa ditarik tunai semua kan Mas?”

Teller 1 : “Mohon maaf sebelumnya Bu Umi ini ceknya bisa dilihat ada tanda cross cek
dua kali di sudut kanan atas, maka cek ini tidak bisa langsung ditarik tunai tapi
harus dipindahbukukan ke rekening Ibu dulu”

Nasabah 1 : “Oh gitu ya Mas, kenapa bisa gitu Mas?”

Teller 1 : “Begini Bu Umi, sebenarnya memang fungsi cek bisa ditarik tunai, tetapi jika
terdapat tanda cross dua kali di sudut kanan atas cek, maka nanti cek tersebut
tidak bisa dibayar tunai dan hanya dapat dipindahbukukan ke bank apapun
sesuai dengan rekening yang dimiliki oleh si penerima cek Bu”

Nasabah 1 : “Oh gitu ya Mas, terus ini saya kalau mau tetap narik gimana caranya Mas?”

Teller 1 : “Mohon maaf apakah sebelumnya Bu Umi sudah memiliki rekening di Bank
Syariah Mandiri?”

Nasabah 1 : Ada Mas, saya pakai yang mudharabah”

Teller 1 : “Baik, kalau begitu dananya dipindahbukukan saja ya ke rekening Bu Umi”

Nasabah 1 : “Oke Mas”

Teller 1 : “Baik kalau seperti itu Bu Umi silakan isi slip pemindahbukuan dulu ya, ini
slipnya silakan”

Nasabah 1 : “Kalau mau langsung ditarik semua tetap bisa Mas?”

Teller 1 : “Bisa Bu, ini Ibu Umi sekalian saja slip tarik tunainya ya, silakan ini slipnya”

Nasabah 1 : “Oke Mas, sudah ini”

Teller 1 : “Baik boleh saya terima slipnya biar saya proses terlebih dahulu”

Nasabah 1 : “Ini Mas silakan”


Teller 1 : “Mohon ditunggu sebentar ya Bu. Ibu Umi silakan, transaksinya sudah
selesai, semua dana dari transaksi ceknya sudah masuk ke rekening Bu Umi
dan untuk penarikan tunainya sudah di debet rekening Bu Umi sebesar
Rp30.000.000,00 ya”

Nasabah 1 : “Iya Mas”

Teller 1 : “Uangnya saya hitung terlebih dahulu ya Bu, mohon untuk diperhatikan,
uangnya sudah pas ya Bu sebesar Rp30.000.000,00, mau dimasukkan ke
amplop sekalian Ibu?”

Nasabah 1 : “Sekalian aja Mas”

Teller 1 : “Baik Bu Umi, ini saya serahkan. Mohon maaf Ibu sebelumnya, Bu Umi
tabungannya sudah dilengkapi dengan atm?”

Nasabah 1 : “Udah ada Mas”

Teller 1 : “Oh iya Bu Alhamdulillah kalau seperti itu, jadi Bu Umi sebenarnya bisa
melakukan transaksi tarik tunai melalui ATM bersama, ATM mandiri syariah,
maupun ATM mandiri dengan limit Rp5.000.000,00 per hari dan tidak ada
biaya penarikannya ya Bu”

Nasabah 1 : “Oh gitu ya Mas, jadi kalau ke banknya itu cuma pindah buku terus nanti
uangnya bisa ditarik di atm ya”

Teller 1 : “Betul Ibu”

Nasabah 1 : “Tapi kalau mau tarik tunai dengan jumlah uang yang banyak juga ribet Mas
enakan langsung ke banknya, hehehe”

Teller 1 : “Iya Ibu memang kalau tarik tunai dengan nominal yang cukup besar kami
sarankan juga lebih baik datang ke banknya langsung, baik Ibu ada lagi yang
bisa saya bantu?”

Nasabah 1 : “Sudah cukup Mas alhamdulillah”

Teller 1 : “Baik Bu Umi terima kasih atas kunjungannya di Bank Syariah Mandiri.
Assalamualaikum, hati-hati di jalan ya Bu”

Nasabah 1 : “Waalaikumsalam, sama-sama Mas”


Satpam : “Silakan Bu, Assalamualaikum, terimakasih atas kunjungannya
(membukakan pintu dengan tangan ditangkapkan di depan dada)”

Nasabah 2 mengunjungi Bank Syariah Mandiri untuk melakukan transaksi penarikan cross
cek

Satpam : “Assalamualaikum Ibu selamat pagi…, mohon maaf sebelumnya ada yang
bisa saya bantu, Ibu?”

Nasabah 2 : “Walaikumsalam. Mba saya mau tarik tunai dari cek saya, ini langsung ambil
antrean teller ya?”

Satpam : “Iya bu, silakan ditunggu antreannya”

Nasabah 2 : “Oke Mba, makasih ya”

Satpam : “Sama-sama Ibu”

Nasabah 2 melakukan transaksi penarikan cross cek di teller 2

Teller 2 : “Assalamu’alaikum ibu, selamat pagi! (tangan ditangkapkan di depan dada).


Boleh saya minta nomer antrian ibu? Perkenalkan saya Khairunnisa. Mohon
maaf ibu ada yang bisa saya bantu?

Nasabah 2 : “Wa’alaikumsalam mbak, saya mau tarik tunai dari cek saya.”

Teller 2 : “Baik ibu, boleh saya lihat dulu ceknya?”

Nasabah 2 : “Silahkan mbak!”

Teller 2 : “Baik ibu, cek atas nama Hasna’ Nur Afifah sebesar Rp. 50.000.000,00 ya
bu. Tapi mohon maaf ibu karena ceknya ada tanda cross dua kali disudut
kanan atas, maka cek ini tidak bisa ditarik tunai tapi harus dipindahbukukan ke
rekening ibu.”

Nasabah 2 : “Oh begitu mbak, kalau seperti itu saya pindah bukukan ke rekening saya
saja mbak kebetulan saya ada rekening mudharabah di bank sini.”

Teller 2 : “Baik ibu, nanti jika ibu menghendaki ada yang ingin ditarik tunai, bisa
setelah selesai pemindahan buku ya bu. Silahkan ibu slip pemindahan bukunya
diisi dahulu”
Nasabah 2 : “Kalau sekalian untu tarik tunai bisa mbak?”

Teller 2 : “Oh bisa bu, ini sekalian slip untuk tarik tunainya ibu.”

Nasabah 2 : “Baik mbak saya isi dulu.”

“Ini sudah selesai saya isi mbak.” (sambil menyerahkan dua slip)

Teller : “Baik ibu, mohon ditunggu saya proses dulu transaksinya.”

Nasabah 2 : “Baik mbak.”

Teller 2 : “Ibu Hasna silahkan. Transaksinya sudah berhasil ya bu dana sudah


dipindahkan bukukan sebesar Rp 50.000.000,00 juga sudah berhasil dikurangi
untuk tarik tunai sebesar Rp10.000.000,00 ya bu.”

Nasabah 2 : “Iya mbak.”

Teller 2 : “Uangnya saya hitung terlebih dahulu ya Bu, mohon untuk diperhatikan.”
“Uangnya sudah pas ya bu sebesar Rp10.000.000,00, mau dimasukkan ke
amplop sekalian Ibu?”

Nasabah 2 : “Iya mbak, sekalian saja.”

Teller 2 : “Baik Ibu Hasna, ini saya serahkan. Mohon maaf Ibu sebelumnya, Bu Hasna
tabungannya sudah dilengkapi dengan atm?”

Nasabah 2 : “Sudah mbak.”

Teller 2 : “Oh Alhamdulillah kalau seperti itu. Baik ibu adalagi yang bisa saya bantu
bu?”

Nasabah 2 : “Sudah mbak, tidak ada.”

Teller 2 : “Baik ibu, terima kasih atas kunjungannya di Bank Syariah Mandiri,
assalamu’alaikum” (sambil menangkapkan tangannya di depan dada)

Nasabah 2 : “Sama-sama mbak, wa’alaikumsalam”

Satpam : “Silakan Bu, ‘Assalamualaikum, terimakasih atas kunjungannya


(membukakan pintu dengan tangan ditangkapkan di depan dada)”