Anda di halaman 1dari 13

BAB II

Bidan dapat memahami aspek-aspek klinis pada saat wanita hamil,bersalin maupun nifas. Sebagai
contoh, dalam masa kehamilan timbul perubahan-perubahan pada alat kandungan yang harus
diketahui,dalam masa persalinan terdapat perubahan-perubahan pembukaan jalan lahir dan pada
masa nifas terjadi adanya proses yang disebut involusi. Disamping itu, agar bisa mengerti proses
fisiologik ( faal normal) atau patalogik ( faal tidak normal ) lahirnya bayi, maka bidan memerlukan
pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi sistem reproduksi ini. (biologi reproduksi dalam
kebidanan,Maryuni)

A. SISTEM REPRODUKSI

1. Trimester I

 a. Uterus
Pembesaran uterus meliputi peregangan dan penebalan sel-sel otot sementara produksi
meosit yang baru sangat terbatas. Bersamaan dengan hal itu terjadi akumulasi jaringan ikat
dan elastik, terutama pada lapisan otot luar. Kerja sama tersebut akan meningkatkan kekuatan
dinding uterus. Daerah korpus pada bulan-bulan pertama akan menebal, tetapi seiring dengan
bertambahanya usia kehamilan akan menipis pada akhir kehamilan ketebalanya hanya sekitar
1,5 cm bahkan kurang.

     Pada awal kehamilan penebalan uterus distimulasi terutama oleh hormon esterogen dan
sedikit oleh progesteron.akan tetapi, setelah kehamilan 12 minggu lebih penambahan ukuran
uterus didominasi oleh desakan dari hasil konsepsi. Pada awal kehamilan tuba fallopi,
ovarium,dan ligamentum rotundum berada sedikit dibawah apeks fundus, sementara pada
akhir kehamilan akan berada sedikit di atas pertengahan uterus. Posisi plasenta juga
mempengaruhi penebalan sel-sel otot uterus, dimana bagian uterus yang mengelilingi
implantasi plasenta akan bertambah besar lebih cepat dibandingkan bagian lainnya. Sehingga
akan menyebabkan uterus tidak rata. Fenomena ini dikenal dengan tanda piscaseck.

    Pada minggu-minggu pertama kehamilan uterus masih seperti bentuk aslinya seperti buah
alvokat. Seiring dengan perkembangan kehamilannya,daerah fundus dan korpus akan
membulat dan akan menjadi bentuk sferis pada usia kehamilan 12 minggu.Istimus uteri pada
minggu pertama mengadakan hipertrofi seperti korpus uteri yang mengakibatkan ithmus
menjadi lebih panjang dan lunak yang dikenal dengan tanda Hegar. Pada akhir kehamilan 12
minggu uterus akan menyentuh dinding abdominal mendorong usus seiring
perkembangannya, uterus akan menyentuh dinding abdominal mendorong usus kesamping,
dan keatas, terus tumbuh hingga hampir menyentuh hati. Sejak trimester I kehamillan uterus
akan mengalami kontraksi yang tidak teratur dan umumnya tidak disertai nyeri.

 b. Serviks
Serviks menjadi lunak (soft) yang disebut dengan tanda Goodell, banyak jaringan ikat
yang mengandung kolagen, kelenjar servikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan
mukus karna pertambahan dan pelebaran pembuluh darah, warnanya menjadi livid yang
disebut tanda Chadwick
.
c. Ovarium
Proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dan pematangan folikel baru juga
ditunda.hanya satu korpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium. Folikel ini akan
berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan. Dan setelah itu akan berperan
sebagai penghasil progeteron dlam jumlah yang relatif minimal.

d. Vagina dan Vulva


Minggu ke-8 terjadi hipervaskularisasi sehingga vagina tampak merah dan kebiruan
(tanda chatwick). pH vagina menjadi lebih asam. Dari 4 menjadi 6.5 menyebabkan rentan
terhadap infeksi vagina. Mengalami deskuamasi/pelepasan elemen epitel pada sel-sel vagina
akibat stimulasi estrogen membentuk rabas vagina disebut leukore (keputihan). Hormon
kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi selama persalinan dengan produksi
mukosa vagina yang tebal, jarinagn ikat longar, hipertropi otot polos dan pemanjangan
vagina.

2. Trimester II

 a. Uterus
Bentuk uterus pada kehamilan empat bulan berbentuk bulat sedangkan pada akhir kehamilan
berbentuk bujur telur. Pada kehamilan lima bulan,rahim teraba seperti berisi cairan ketuban
dan dinding rahim terasa tipis. Posisi rahim antara lain:
1. Pada empat bulan kehamilan, rahim tetap berada pada rongga pelvis.
2. Setelah itu, mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai
batas hati.
3. Rahim yang hamil biasanya mobilitasnya, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri
Pada kehamilan 16 minggu,kavum uteri seluruh nya di isi oleh amion dimana desidua
kapsularis dan desidua vera (parietalis) telah menjadi satu. Tinggi TFU terletak antara
pertengahan simpisis pusat. Plansenta telah terbentuk seluruh nya. Pada kehamilan 20
minggu, TFU terletak 2-3 jari di bawa pusat. Pada kehamilan 24 minggu, TFU terletak
setinggi pusat.

b. Serviks
Serviks bertambah dan menjadi lunak (soft) yang di sebut dengan tanda Gooldell. Kelenjar
endoserfikal membesar dan mengeluarkan cairan mukus. Oleh karna pertumbuhan dan
pelebaran pembulu darah, warna nya menjadi lipid yang di sebut tanda Chandwick.

c. Ovarium
Saat ovulasi terhenti masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuk nya plasenta
yang mengambil alih pengeluaran esterogen dan progesteron ( kira-kira pada kehamilan 16
minggu dan korpus luteum graviditas berdiameter kurang lebih 3 cm).

d. Vagina dan vulva


Terjadi peningkatan vaskularisasi vagina dan peningkatan sensitifitas yang menyolok,serta
meningkatkan libido.
3. Trimester III

a. Uterus
Berat uterus naik secara luar biasa dari 30 gram-1000 gram pada akhir kehamilan empat
puluh minggu. Pada kehamilan 28 minggu, TFU (Tinggi Fundus Uteri) terletak 2-3 jari diatas
pusat, Pada kehamilan 36 minggu tinggi TFU satu jari dibawah Prosesus xifoideus. Dan pada
kehamilan 40 minggu,TFU berada tiga jari dibawah Prosesus xifoideus. Pada trimester III ,
istmus uteri lebih nyata menjadi corpus uteri dan berkembang menjadi segmen bawah uterus
atau segmen bawah rahim (SBR). Pada kehamilan tua, kontraksi otot-otot bagian atas uterus
menyebabkan SBR menjadi lebih lebar dan tipis (tampak batas yang nyata antara bagian atas
yang lebih tebal dan segmen bawah yang lebih tipis). Batas ini dikenal sebagai lingkaran
retraksi fisiologik. Dinding uterus diatas lingkaran ini jauh lebih tebal daripada SBR.

b. Serviks
Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon estrogen. Akibat
kadar estrogen yang meningkat dan dengan adanya hipervaskularisasi, maka konsistensi
serviks menjadi lunak. Serviks uteri lebih banyak mengandung jaringan ikat yang terdiri atas
kolagen. Karena servik terdiri atas jaringan ikat dan hanya sedikit mengandung jaringan otot,
maka serviks tidak mempunyai fungsi sebagai spinkter, sehingga pada saat partus serviks
akan membuka saja mengikuti tarikan-tarikan corpus uteri keatas dan tekanan bagian bawah
janin kebawah . Sesudah partus, serviks akan tampak berlipat-lipat dan tidak menutup seperti
spinkter.

Perubahan-perubahan pada serviks perlu diketahui sedini mungkin pada kehamilan, akan
tetapi yang memeriksa hendaknya berhati-hati dan tidak dibenarkan melakukannya dengan
kasar, sehingga dapat mengganggu kehamilan.

Kelenjar-kelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih
banyak. Kadang-kadang wanita yang sedang hamil mengeluh mengeluarkan cairan
pervaginam lebih banyak. Pada keadaan ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan
fisiologik, karena peningakatan hormon progesteron. Selain itu prostaglandin bekerja pada
serabut kolagen, terutama pada minggu-minggu akhir kehamilan. Serviks menjadi lunak dan
lebih mudah berdilatasi pada waktu persalinan.

c. Ovarium
Ovulasi terhenti, fungsi pengeluaran hormon estrogen dan progesteron di ambil alih oleh
plasenta.

d. Vagina dan Vulva


Vagina dan vulva mengalami perubahan karena pengaruh esterogen.akibat dari
hipervaskularisi,vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan. Warna livid pada vagina
atau portio serviks di sebut tanda chadwick.

B.     PAYUDARA

1. Trimester I
Payudara (mamae) akan membesar dan tegang akibat hormon somatomamotropin, estrogen
dan progesteron, akan tetapi belum mengeluarkan ASI. Estrogen menimbulkan hipertropi
sistem saluran, sedangkan progesterone menambah sel-sel asinus pada mammae.

Somatomamotropin mempengaruhi pertumbuhan sel-sel asinus pula dan menimbulkan


perubahan dalam sel-sel sehingga terjadi pembuatan kasein, laktralbumun dan laktoglobulin.
Dengan demikian mammae dipersiapkan untuk laktasi. Disamping itu dibawah pengaruh
progesteron dan somatomamotropin terbentuk lemak sekitar alveolua-alveolus,sehingga
mammae menjadi lebih besar. Papilla mammae akan membesar, lebih tegang dan tambah
lebih hitam, seperti seluruh areola mammae karena hiperpigmentasi. Hipertropi kelenjar
sebasea (lemak) yang mungul diareola primer dan disebut tuberkel Montgomery. Glandula
Montgomery tampak lebih jelas menonjol dipermukaan areola mammae.

Rasa penuh, peningkatan sensitivitas, rasa geli, dan rasa berat di payudara mulai timbul sejak
minggu keenam gestasi. Perubahan payudara ini adalah tanda mungkin hamil. Sensivitas
payudara bervariasi dari rasa geli ringan sampai nyeri tajam. Peningkatan suplai darah
membuat pembuluh darah dibawah kulit berdilatasi. Pembuluh darah yang sebelumnya tidak
terlihat, sekarang terlihat, seringkali tampak sebagai jalinan jaringan biru dibawah permukaan
kulit. Kongsti vena di payudara lebih jelas terlihat pada primigravida. Striae dapat terlihat
dibagian luar payudara.

2. Trimester II
Kolostrum mulai muncul, warnanya bening kekuning-kuningan. Pertumbuhan payudara pun
lebih besar lagi karena diperngaruhi oleh kelenjar mamae, dan berakhir pada usia kehamilan
20 minggu.

3. Trimester III

Mammae semakin tegang dan membesar sebagai persiapan untuk laktasi akibat pengaruh
somatotropin, estrogen dan progesteron.Pada payudara wanita terdapat striae karena adanya
peregangan lapisan kulit. Hal ini terjadi pada 50 % wanita hamil. Selama trimester ini pula
sebagian wanita mengeluarkan kolostrum secara periodik. (Salemba Medika.Ardiani,
Anindita Kusuma. 2010.Perubahan Anatomi dan Fisiologi pada Ibu  Hamil TM 1,2,3.)

c. Sistem endokrin

selama kehamilan normal kelenjar hipofisis akan membesar ± 135%. Akan tetapi,
kelenjar ini tidak begitu mempunyai arti penting dalam kehamilan pada perempuan yang
mengalami hipofisektomi persalinan dapat berjalan dengan lancar. Hormon prolaktin
akan meningkat 10x lipat pada saat kehamilan aterm. Sebaliknya, setelah persalinan
konsentrasinya pada plasma akan menurun. Hal ini juga ditemukan pada ibu-ibu yang
menyusui.

Kelenjar tiroid akan mengalami pembesaran hingga 15,0 ml pada saat persalinan akibat
dari hiperplasia kelenjar dan peningkatan vaskularisasi.
Pengaturan konsentrasi kaalsium sangat perhubungan erat dengan magnesium, fosfat,
hormon paratiroid, vit D, kalsitonium. Adanya gangguan pada salah faktor itu akan
mengakibatkan perubahan pada yang lainnya. Konsetrasi plasma hormon paratiroid
akan menurun pada trimester 1 dan kemudian akan meningkat secara progresif. Aksi
yang penting dari hormon paratiroid ini adalah untuk memasok janin dengan kalsium
yang adekuat. Selain itu, juga diketahui mempunyai peran dalam produksi peptida pada
janin, plasenta, dan ibu. Pada saat hamil dan menyusui dianjurkan untuk mendapat
asupan vit D 10µg atau 400 IU10.

Kelenjar adrenal pada kehamilan normal akan mengecil, sedangkan hormon


androstenedion, testosteron, dioksikortikosteron, aldostron,dan kortisol akan meningkat.
Sementara itu dehidroepiandrosteron sulfat akan menurun. (sulin, perubahan anatomi
dan fisiologi pada perempuan hamil)

D. Sistem Imunitas (kekebalan)

Sistem pertahanan tubuh ibu selama kehamilan akan tetap utuh, kadar immunoglobulin dalam
kehamilan tidak berubah . Imunoglobulin G atau IgG merupakan komponen utama dari
imunoglobulin janin di dalam uterus dan neonatal dini. IgG merupakan satu-satunya
imunoglobulin yang dapat menembus plasenta sehingga immunitas pasif akan diperoleh oleh
bayi. Kekebalan ini dapat melindungi bayi dari infeksi selanjutnya.
1. Trimester I
Peningkatan PH vagina menyebabkan wanita hamil rentan terhadap infeksi vagina. Sistem
pertahanan tubuh ibu tetap utuh, kadar immunoglobin dalam kehamilan tidak berubah.
2. Trimester II
Janin sebenarnya merupakan benda asing bagi ibunya karena hasil pertemuan dua gamet yang
berlainan. Namun ternyata janin dapat diterima oleh sistem imunitas tubuh, hal ini merupakan
keajaiban alam dan belum ada gambaran jelas tentang mekanisme sebenarnya yang
berlangsung pada tubuh ibu hamil. Imunologi dalam janin kebanyakan dari ibu ke janin
sekitar 16 mgg kehamilan dan terus meningkat ketika kehamilan bertambah, tetapi sebagian
besar lagi diterima janin selama empat minggu terakhir kehamilan.
3. Trimester III
Human chorionic gonadotropin dapat menurunkan respons imun wanita hamil. Selain itu,
kadar IgG, IgA, dan IgM serum menurun mulai dari minggu ke 10 kehamilan, hingga
mencapai kadar terendah pada minggu ke 30 dan tetap berada pada kadar ini hingga trimester
terakhir. Perubahan –perubahan ini dapat menjelaskan penigkatan risiko infeksi yang tidak
masuk akal pada wanita hamil. (Salemba Medika.Ardiani, Anindita Kusuma.
2010.Perubahan Anatomi dan Fisiologi pada Ibu  Hamil TM 1,2,3.)
E. Sistem perkemihan
Pada bula-bulan kehamilan kandung kemih akan tertekan oleh uterus yang muali membaesar
sehingga menimbulakn sering berkemih. Keadaan ini akan hilang dengan makin tuanya
kehamilan bila uterus keluar dari rongga panggul. Pada akhir kehamilan, jika kepala janin
sudah mulai turun ke pintu atas panggul, keluhan itu akan timbul kembali.
Ginjal akan membesar, glomerular filtration rate, dan renal plasma flow juga akan meningkat.
Pada ekskresi akan dijumapai asam amino dan vitamin yang larut air dalam jumlah yang
lebih banyak. Glukosuria juga merupakan suatu hal yang umum, tapi keungkinan adanya
diabetes mellitus juga tetap harus diperhitungkan. Sementara itu,proteinuria dan hematuria
merupakan suatu hal yang abnormal. Pada fungsi renal akan dijumpai peningkatan creatinine
clearance lebih itnggi 30%.
Pada ureter akan terjadi dilatasi dimana sisi kanan akan lebih membesar dibandingkan ureter
kiri. Hal ini diperkirakan karena ureter kiri dilindungi oleh kolon sigmoid dan adanya tekanan
yang kuat pada sisi kanan uterus sebagai konsekuensi dari dekstrorotasi uterus. Ovarium
kanan dengan posisi melintang diatas ureter kanan juga diperkiraan sebagai faktor
penyebabnya. Penyebab lainnya diduga karena pengaruh hormon progesteron.
(sulin,perubahan anatomi dan fisiologi pada perempuan hami)
A.TRIMESTER I
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan, sehingga sering timbul
kencing. Keadaan ini hilang dengan tuanya kehamilan bila uterus gravidus keluar dari rongga
panggul. Pada kehamilan normal, fungsi ginjal cukup banyak berubah. Laju filtrasi
glomerulus(glomerular filtrasion rate) dan aliran plasma ginjal meningkat pada kehamilan.
Ginjal wanita harus mengakomodasi tuntutan metabolisme dan sirkulasi tubuh ibu yang
meningkat dan juga mengekskresi produk sampah janin. Fungsi ginjal berubah karena adanya
hormon kehamilan, peningkatan volume darah, postur wanita, aktivitas fisik dan asupan
makanan. Sejak minggu ke 10 gestasi, pelvis ginjal dan ureter berdilatasi. Ginjal pada saat
kehamilan sedikit bertambah besar, panjangnya bertambah 1-1,5 cm, volume renal meningkat
60 ml dari 10 ml pada wanita yang tidak hamil. Ureter berdilatasi, perubahan fungsi ginjal
selama kehamilan mungkin dipengaruhi oleh hormon maternal dan plasenta
termasuk  Adenocortikotrofik Hormonal (ACTH), ADH (Anti Deuretik Hormon, Aldostro
,Aldosteron, Kortisol,HCS(Human ChorionicSomatotropin)) dan hormon Tiroid. Filtrasi
glomerulus meningkat sekitar 50% selama kehamilan peningkatannya dari awal kehamilan
relatif yang tinggi sampai aterm dan akan kembali normal pada 20 minggu
postpartum.Glukosuria pada kehamilan tidak selamanya abnormal, hal ini mungkin
berhubungan dengan peningkatan kortikosteroid. Bila sering terjadi harus diwaspadai terjadi
diabetes mellitus. Peningkatan glukosa ini juga mempermudah terjadinya infeksi pada saluran
perkemihan. Protein urine secara normal diekskresikan 200-300 mg/hari, bila melebihi 300
mg/hari maka harus diwaspadai terjadinya komplikasi.

B.TRIMESTER II
Kandung kencing tertekan oleh uterus yang membesar mulai berkurang, karena ureter mulai
keluar dari uterus. Pada trimeser kedua, kandung kemih tertarik keatas dan keluar dari
panggul sejati kearah abdomen. Uretra memanjang sampai 7,5 cm karena kandung kemih
bergeser kearah atas. Kongesti panggul pada masa hamil ditunjukkan oleh hyperemia
kandung kemih dan uretra. Peningkatan vaskularisasi ini membuat mukosa kandung kemih
menjadi mudah luka dan berdarah. Tonus kandung kemih dapat menurun. Hal ini
memungkinkan distensi kandung kemih sampai sekitar 1500 ml. Pada saat yang sama,
pembesaran uterus menekan kandung kemih, menimbulkan rasa ingin berkemih walaupun
kandung kemih hanya berisi sedikit urine.

C.TRIMESTER III
Pada akhir kehamilan kepala janin mulai turun ke pintu atas panggul keluhan sering kencing
akan timbul lagi karena kandung kencing akan mulai tertekan kembali. Selain itu juga terjadi
hemodilusi menyebabkan metabolisme air menjadi lancar. Pada kehamilan tahap lanjut,
pelvis ginjal kanan dan ureter lebih berdilatasi daripada pelvis kiri akibat pergeseran uterus
yang berat ke kanan akibat terdapat kolon rektosigmoid di sebelah kiri. Perubahan-perubahan
ini membuat pelvis dan ureter mampu menampung urine dalam volume yang lebih besar dan
juga memperlambat laju aliran urine

F. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan atau sistem gastrointestinal, adalah sistem organ dalam hewan multisel
yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien,serta mengeluarkan sisa
proses tersebut. Selama kehamilan kebutuhan nutrisi ibu seperti vitamin dan mineral
meningkat. Nafsu makan ibu meningkat sehingga intake makanan juga meningkat. Beberapa
wanita hamil mengalami penurunan nafsu makan atau mengalami mual dan muntah. Gejala
tersebut mungkin berhubungan dengan peningkatan hormone Human Chorionic
Gonadotrophin (HCG).
Perubahan-perubahan yang mungkin terjadi saat hamil :
A.    Kavitas Mulut (Oral Cavity)
Salivasi meningkat akibat gangguan menelan yang berhubungan dengan mual yang terjadi
terutama pada awal kehamilan. Pengeroposan gigi selama kehamilan bukan terjadi akibat
kurangnya kalsium dalam gigi namun pengeroposan gigi mungkin terjadi akibat penurunan
pH mulut selama kehamilan. Dentalcalciumis bersifat stabil dan tidak berkurang selama
kehamilan seperti halnya kalsium tulang. Hipertrophi dan gusi yang rapuh dapat terjadi akibat
peningkatan hormon estrogen. Defisiensi vitamin C juga dapat mengakibatkan gusi bengkak
dan mudah berdarah. Keadaan gusi dapat kembali normal pada awal masa puerpurium.

B.     Motilitas Gastrointestinal
Selama kehamilan motilitas gastrointestinal mengalami penurunan akibat peningkatan
hormon progesteron yang dapat menurunkan produksi motilin yaitu suatu peptida yang dapat
menstimulasi pergerakan otot usus. Waktu transit makanan yang melewati gastrointestinal
melambat/lebih lama dibanding pada wanita yang tidak hamil. Hal tersebut menyebabkan
peningkatan penyerapan air dan sodium diusus besar yang mengakibatkan konstipasi.

C.     Lambung dan Esofagus


Produksi lambung yaitu asam hidroklorik meningkat terutama pada trimester pertama
kehamilan. Pada umumnya keasaman lambung menurun. Produksi hormon gastrin meningkat
secara signifikan mengakibatkan peningkatan volume lambung dan penurunan pH lambung.
Produksi gastrik berupa mukus dapat mengalami peningkatan. Peristaltik esofagus menurun,
menyebabkan refluks gastrik akibat dari lamanya waktu pengosongan lambung dan dilatasi
atau relaksasi cardiac sphincter. Gastric reflux lebih banyak terjadi pada kehamilan lanjut
karena elevasi lambung akibat pembesaran uterus. Disamping menyebabkan
heartburn,  perubahan posisi berbaring seperti posisi litotomi, penggunaan anestesi berbahaya
karena dapat meningkatkan regurgitasi dan aspirasi.

D.    Usus besar, usus kecil dan Appendik


Usus besar dan kecil bergeser keatas dan lateral, apendik bergeser secara superior Lateral
pada ruang panggul. Posisi organ-organ tersebut kembali ke normal pada awal puerpurium.
Pada umumnya motilitas mengalami penurunan seperti halnya tonus gastrointestinal yang
mengalami penurunan.
E.     Kandung Empedu
Fungsi kandung empedu mengalami perubahan selama kehamilan karena hipotonia pada otot
dinding kandung empedu. Waktu pengosongan lebih lambat dan inkomplit. Empedu
mengalami penebalan dan empedu yang stasis menyebabkan formasi batu empedu.

F.      Liver
Tidak terjadi perubahan morfologi pada hati selama kehamilan normal, namun fungsi hati
mengalami penurunan. Aktifitas serum alkalin fosfatase mengalami gangguan yang mungkin
disebabkan karena peningkatan isoenzim alkalin fosfatase plasenta. Penurunan rasio
albumin/globulin terjadi selama kehamilan merupakan suatu keadaan yang normal.

G.    Kelainan-kelainan system pencernaan saat hamil

1.      Hiperemesis Gravidarum
Adalah muntah yang terjadi pada awal kehamilan sampai umur kehamilan 20 minggu.
Keluhan muntah yang kadang-kadang hebat mempengaruhi keadaan umum dan mengganggu
pekerjaan sehari-hari, berat badan menurun, dehidrasi dan terdapat aseton dalam urin bahkan
seperti gejala penyakit apendisistis, pyelititis dsb. Hiperemesis gravidarum di bedakan atas 3
tingkatan, yaitu:

·         Tingkat I
Muntah pertama keluar makanan, lendir dan sedikit cairan empedu dan yang terakhir keluar
darah.
·         Tingkat II
Gejala lebih berat segala yang dimakan dan di minum dimuntahkan, disertai haus hebat.
·         Tingkat III
Kondisi tingkat III jarang terjadi, yang mulai terjadi gangguan kesadaran, muntah berkurang
atau berhenti tetapi dapat terjadi Ikterus, Sianosis, gangguan jantung, bilirubin dan protein
urea.

2.      Ulkus Peptikum
Adalah suatu keadaan adanya borok pada esophagus, lambung atau duodenum. Keadaan ini
disebabkan oleh adanya peningkatan sekresi asam lambung dan pepsin dan di jumpai adanya
bakteri Helikobakter pilori
.
3.      inflammantory Bowel Disease
Menggambarkan penyakit Crohn dan colitis ulcerative. Penyakit crohnadalah suatu penyakit
kronik yang melibatkan usus besar. Kolitis ulserativa juga penyakit kronik yang melibatkan
kolon dan rectum
Gejala klinik penyakit crohn adalah nyeri abdominal, diare, dan mungkin terdapat anemia dan
penurunan BB, melena, fistula, atau sepsis perianal. Sementara itu, gejala klinik kolitis
ulserativa sering dijumpai diare dan aliran mucus dan darah pada rectum.
4.      Kolestasis Obstetrik
Adalah berkurangnya atau terhentinya aliran empedu. Air kemih menjadi berwarna gelap
akibat dari bilirubin yang berlebih di dalam kulit dan air kemih. Tinja tampak pucat karena
kurangnya billirubin dalam usus. Tinja juga bisa mengandung terlalu banyak lemak karena
dalam usus tidak terdapat empedu untuk membantu mencerna lemak dalam makanan.

5.      Acute Fatty Liver(AFL)


Merupakan kelainan pada kehamilan yang sangat jarang, tapi sangat berbahaya. Gejala klinik
dan tandanya tidak spesifik. Secara definisi, AFL adalah kegagalan hati akut dengan
pengurangan kapasitas metabolic hati. Gejala awal berupa mual, muntah, nyeri epigastrik,
dan malaise. Gejala lain yang lebih berat adalah pruritus, sakit kepala, demam, preeklamsia,
penurunan sampai koma.

6.      Apendisitis Acute
Adalah suatu penyakit radang usus buntu.Gejala dan tanda klinik:-Anoreksia, mual, muntah,
perut kembung
Demam-Nyeri perut kanan bawah, nyeri tekan dan nyeri lepas pada perutkanan bawah-Tanda
Bryan: timbul nyeri bila uterus digeser ke kanan-Tanda Alder : untuk membedakan proses
ekstrauterin dan intrauterin

7.      Diare Akut
Suatu keadaan dimana BAB > 3x /hari dengan konsistensi tinja yang cair dan berlangsung 7-
14 hari.Penyebab diare akut dapat berupa mikroorganisme, toksin, obat – obatan,dan
psikis.Gejala dan tanda klinik:-Nausea, muntah, nyeri perut-Demam-Mencret > 3x/hari
dengan konsistensi cair

8.      Hemoroid(wasir)
Hemoroid terlihat seperti bantalan jaringan dari varikosis vena yang merupakan insufisiensi
kronik vena yang terdapat di daerah anus. Gejalanya antara lain merasa gatal, sakit, dan
berdarah terutama sesudah BAB yang mengeras.Hemoroid dibagi menjadi dua, yaitu:a.
Hemoroid Internal pembengkakan terjadi dalam rectum, sehungga tidak dapat dilihat atau
diraba. Pembengkakan jenis ini tidak menimbulkan rasa sakit karena hanya ada sedikit syaraf
di daerah rectum

9.      Konstipasi
Konstipasi ditandai dengan adanya tinja yang keras sehingga BAB jarang,sulit dan nyeri.
Konstipasi terjadi karena diet yang kurang sehat (fibres), kurangminum, kurang aktivitas
fisik, dank arena adanya perubahan ritme atau frekuensi BAB, kehamilan dan mungkin juga
karena obat – obatan (vitamin). (Andriani, 2015)
G. Sistem Moskuloskeletal
Lordosis yang progresif akan menjadi bentuk yang umum pada kehamilan. Akibat
kompensasi dari pembesaran uterus keposisi anterior, lordosis menggeser pusat daya berat ke
belakang kearah 2 tungkai. Sendi sakroilliaka, sakrokoksigis dan pubis akan meningkat
mobilitasnya, yang diperkiraan karena pengaruh hormonal. Mobilitas terserbut dapat
mengakibatkan perubahan sikap ibu dan pada akhirnya menyebabkan perasaan tidak enak
pada bagian bawah punggung terutama pada akhir kehamilan.(Sulin,2010)
H. sistem kardiovaskuler
Pada minggu ke 5 cardiac output akan meningkat dan perubahan ini terjadi untuk mengurangi
resistensi vaskular sistemik. Selain itu, juga terjadi peningkatan denyut jantung. Antara
minggu ke 10 & 20 terjadi peningkatan volume plasma sehingga juga terjadi peningkatan
preload. Performa ventrikel selama kehamilan dipengaruhi oleh penurunan resistensi vaskular
sistemik dan perubahan pada aliran pulsasi arterial. Kapasitas vaskular juga aakn meningkat
untuk memenuhi kebutuhan. Peningkatan estrogen dan progesteron juga akan menyebabkan
terjadinya vasodilatasi dan penurunan resistensi vaskular perifer.
Ventrikel kiri akan mengalami hipertrofi dan dilatasi untuk memfasilitasi cardiac output,
tetapi kontraktilitasnya tidak berubah. Bersamaan dengan perubahan diagfragma, apeks akan
bergerak ke anterior ke kiri, sehingga pada pemeriksaan EKG akan terjadi deviasi aksis kiri,
depresi segmen ST, dan inverse atau pendataran gelombang T pada lead III9 .
Sejak pertengahan kehamilan pembesaran uterus akan menekan vena kava inferior dan aorta
bawah ketika berada dalam posisi terlentang. Penekanan vena kava inferior ini akan
mengurangi darah balik vena ke jantung. Akibatnya, terjadinya penurunan preload dan
cardiacoutput sehingga akan menyebabkan terjadinya hipotensi aterial yang dikenal dengan
sindrom hipotensi supine dan pada keadaan yang cukup berat akan mengakibatkan ibu
kehilangan kesadaraan. Penekanan pada aorta ini juga akan mengurangi aliran darah
uteroplasenta ke ginjal. Selama trimester terakhir posisi terlentang akan membuat fungsi
ginjal menurun jika dibandingkan posisi miring. Karena alasan inilah tidak dianjurkan ibu
hamil dalam posisi terlentang pada akhir kehamilan.
Volume darah akan meningkat secara progresif mulai minggu ke 6 sampai ke 8 kehamilan
dan mencapai puncaknya pada minggu ke 32 sampai 34 dengan perubahan kecil setelah
minggu tersebut. Volume plasma akan meningkat kira-kira 40-45 %. Hal ini dipengaruhi oleh
aksi progesteron dan estrogen pada ginjal dan diinisiasi oleh jalur renin-angiotensin dan
aldosteron. Penambahan volume ini sebagian besar berupa plasma dan eritrosit.
Eritropoetin ginjal akan meningkatkan jumlah sel darah merah sebanyak 20-30%, tetapi tidak
sebanding dengan peningkatan volume plasma sehingga mengakibatkan hemodilusi dan
penurunan konsentrasi hemoglobin dari 15g/dl menjadi 12,5g/dl, dan pada 6% perempuan
bisa mencapai dibawah 11g/dl. Pada kehamilan lanjut kadar hemoglobin dibawah 11g/dl itu
merupakan suatu hal yang abnormal dan biasnya lebih berhubungan dengan defisiensi zat
besi daripada dengan hipervelomia. Jumlah zat besi yang diabsorbsi dari makanan dan
cadangan dalam tubuh biasanya tidak mencukupi kebutuhan ibu selama kehamilan sehingga
penambahan asupan zat besi dan asam folat dapat membantu mengembalikan kadar
hemoglobin. Kebutuhan zat besi selama kehamilan ± 1000mg/ rata-rata 6-7 mg perhari.
Hipervolemia selama kehamilan mempunyai fungsi berikut.
 Untuk menyesuaikan pembesaran uterus terhadap hipertrofi sistem vaskular.
 Untuk melindungi ibu dan janin terhadap efek yang merusak dari arus balik vena
dalam posisi terlentang dan berdiri.
 Untuk menjaga ibu dari efek kehilangan darah yang banyak dalam proses
persalinanTerjadi suatu “autotransfusi” dari sistem vaskularisasi dengan
mengompensasi kehilangan darah 500-600ml pada persalinan pervaginam tunggal
atau 1000ml pada persalinan seksio sesarea atau persalinan pervaginam gemeli.
Volume darah ini akan kembali seperti sediakala pada 2-6 minggu setelah persalinan.
I. Sistem integument (kulit)
Pada kulit dinding perut akan terjadi perubahan warna menjadi kemerahan,kusam,dan
kadang-kadang juga aakn mengenai daerah payudara dan paha. Perubahan ini dikenal dengan
striae gravidarum. Pada multipara selain striae kemerahan itu seringkali ditemukan garis
berwarna perak berkilau yang merupakan sikatrik dari striae sebelumnya.
Pada bnayak perempuan kulit digaris pertengahan perutnya (linea alba) akan berubah
menjadi hitam kecoklatan yang disebut dengan linea nigra. Kadang-kadang akan muncul
dalam ukuran yang bervariasi pada wajah dan leher yang disebut dengan chloasma atau
melasma gravidarum. Selain itu, pada aerola dan daerah genital juga akan terlihat pigmentasi
berlebih. Pigmentasi yang berlebih itu biasanya akan hilang dan sangat jauh menghilang
setelah persalinan. Kontrasepsi pral juga bias menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi yang
sama.
Perubahan ini dihasilkan dari cadangan melanin pada daerah epidermal dan dermal
yang penyebab pastinya belum diketahui. Adanya peningkatan kadar serum melanocyte
stimulating hormone pada akhir bulan kedua masih sangat diragukan sebagai penyebabnya.
Estrogen dan progesterone diketahui mempunyai peran dalam melanogenesis dan diduga bias
menjadi faktor pendorongnya.

J. Metabolisme
Sebagian besar penambahan berat badan selama kehamilan berasal dari uterus dan isinya.
Kemudian payudara, volume darah, dan cairan ekstraselular. Diperkirakan selama kehamilan
berat badan akan bertambah 12,5 kg.
Pada trimester ke 2 dan 3 pada perempuan dengan gizi baik dianjurkan menambah
berat badan perminggu sebesar 0,4kg,sementara pada perempuan dengan gizi
kurang/berlebih dianjurkan menambah berat badan perminggu masing-masing sebesar
0,5kg dan 0,3kg.
Peningkatan jumlah cairan selama kehamilan adalah suatu hal yang fisiologis. Hal ini
disebabkan oleh turunnya osmolaritas dari 10mOsm/kg yang diinduksi oleh makin
rendahnya ambang rasa haus dan sekresi vasopressin. Fenomena ini mulai terjadi pada
awal kehamilan. Pada saat aterm ±3,5ɩ cairan berasal dari janin, plasenta, dan cairan
amnion, sedangkan 3ɩ lainnya berasal dari akumulasi peningkatan volume darah ibu,
uterus, dan payudara sehingga minimal tambahan cairan selama kehamilan adalah 6,5ɩ.
Penambahan tekanan vena dibagian bawah uterus dan mengakibatkan oklusi parsial
vena kava yang bermanifestasi pada adanya pitting edema dikaki dan tungkai terutama
pada akhir kehamilan. Penurunan tekanan osmotik koloid di interstisial juga akan
menyebabkan edema pada akhir kehamilan.
Hasil konsepsi, uterus, dan darah ibu secara relative mempunyai kadar protei yang lebih
tinggi dibandingkan lemak dan karbohidrat. WHO menganjurkan asupan protein perhari
pada ibu hamil 51g.
Pada kehamilan normal akan terjadi hipoglikemia puasa yang disebabkan oleh kenaikan
kadar insulin, hiperglikemia postprandial dan hiperinsulinemia.
Konsetrasi lemak, lipoprotein, dan apolipoprotein dalam plasma akan meningkat selama
kehamilan. Lemak akan disimpan sebagian besar disentral yang kemudian akan
digunakan janin sebagai nutrisi sehingga cadangan lemak itu akan berkurang. LDL akan
mencapai puncaknya pada minggu ke 36, sementara HDL akan mencapai puncaknya
pada minggu ke 25 berkurang sampai minggu 32 dan kemudian menetap. Hal ini
dipengaruhi oleh kenaikan hormone progesterone dan estrogen.
Selama kehamilan ibu akan menyimpan 30g kalsium yang sebagian besar akan
digunakan untuk pertumbuhan janin. Jumlah itu diperkirakan hanya 2,5% dari total
kalsium ibu. Penggunaan suplemen kalsium untuk mencegah preeklamsia tidak terbukti
dan tidak disarankan untuk menggunakannya secara rutin selama kehamilan.
Zinc (Zn) sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan beberapa penelitian
menunjukkan kekurangan zat ini dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat.
Selama kehamilan kadar mineral ini akan menurun dalam plasma ibu oleh karena
pengaruh dilusi. Pada perempuan hamil dianjurkan asupan mineral ini 7,3-11,3mg/hari,
tetapi hanya pada perempuan-perempuan beresiko yang dianjurkan mendapat
suplemen mineral ini.
Asam folat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pembelahan sel dalam sintesis
DNA/RNA. Defisiensi asam folat selama kehamilan akan menyebabkan terjadinya
anemia megaloblastik dan defisiensi pada masa prakonsepsi serta awal kehamilan
diduga akan menyebabkan neural tube defect pada janin sehingga para perempuan
merencanakan kehamilan dianjurkan mendapat asupan asam folat 0,4mg/hari sampai
usia kehamilan 12 minggu. Sementara itu, pada ibu-ibu yang mempunyai riwayat anak
spina bifida dianjurkan mengkonsumsi asam folat sebanyak 4mg/hari sampai usia
kehamilan 12 minggu.
k. berat badan dan indeks massa tubuh (IMT)
Peningkatan berat badan optimal untuk rata-rata kehamilan adalah 12,5 kg, 9 kg
diperoleh pada 20 minggu terakhir. Berat badan yang optimal ini berkaitan dengan
resiko komplikasi terendah selama kehamilan dan persalinan serta berat badan bayi
lahir rendah.
Banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan berat badan. Tingkat edema,laju
metabolik, asupan diet, muntah atau diare, merokok, jumlah cairan amniotik dan ukuran
janin, semuanya harus diperhitungan. Usia maternal, ukuran tubuh prekehamilan,
paratis, ras-etenisitas, hipertensi, dan diabetes juga mempengaruhi pola peningkatan
berat badan maternal.
Peningkatan berat badan yang tepat bagi setiap ibu hamil saat ini didasarkan
pada indeks masa tubuh prekehamilan (body mass index) yang mengambarkan
perbandingan berat badannya lebih sedikit daripada ibu yang memasuki kehamilan
dengan berat badan sehat.
1. Trimester I
Seorang wanita yang sedang hamil sudah mengalami penambahan berat badan,
namun penambahan tersebut masih tergolong rendah, kira-kira 1-2 kg. karena pada
masa ini saat dimana otak, alat kelamin, dan panca indra janin sedang dibentuk.
2. Trimester II
Seorang wanita hamil akan mengalami kenaikan berat badan yang lebih banyak
dibandingkan pada saat trimester I, karena pada trimester II ini pertumbuhan janin juga
semakin besar. Dan sebagian besar penambahan berat badan selama masa kehamilan
berasal dari uterus dan isi-isinya. Pada trimester II ini seorang wanita yang sedang hamil
akan mengalami penambahan berat badan kira – kira 0,35 – 0,4 kg per minggu.
Kenaikan berat badan yang baik memang secara bertahap dan kontinyu. Bisa jadi
catatan bahwa adanya penambahan berat badan yang berlebih dan secara cepat bisa
jadi indikasi awal keracunan kehanilan atau diabetes.
3. Trimester III
Terjadi kenaikan berat badan sekitar 5,5 kg, penambahan BB dari mulai awal
kehamilan sampai akhir kehamilan adalah 11 – 12 kg. Kemungkinan penambahan BB
hingga maksimal 12,5 kg. (Maryunani, Anik. 2010. Biologi Reproduksi dalam Kebidanan.
Jakarta : Trans Info media)