Anda di halaman 1dari 23

TUGAS MINI RISET

MK. HUKUM BISNIS


PRODI S1
PEND.ADM.PERKANTORAN-FE

Skor Nilai :

TUGAS MINI RISET HUKUM BISNIS

Dosen Pengampu : Dr. Hasyim, S.Ag.,SE., MM

(Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nasabah Dalam Mengambil Keputusan Kredit Di PT. Adira
Dinamika Multi Finance Cabang Medan)

OLEH

KELOMPOK 4 :

1. Naomy Oktavia Siahaan (7181144001)


2. Nur Halimah BatuBara (7181144003)
3. Ade Irma Fitriani (7181144018)
4. Agustina Br. Purba (7181144007)
5. Sri Ratu Grace (7183344003)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

April 2020
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
senantiasa memberkati kami dalam menyelesaikan tugas makalah Mini Riset ini, adapun
tugas ini dikerjakan untuk memenuhi mata kuliah Hukum Bisnis. Kami telah menyusun
makalah ini dengan sebaik-baiknya tetapi mungkin masih ada banyak kekurangan dalam
makalah kami ini untuk mencapai kata kesempurnaan. Kami selaku penulis menerima
berbagai kritik yang bersifat membangun baik dari teman-teman sekalian dan terutama
dosen pengampu dalam mata kuliah Hukum Bisnis agar makalah kami ini menjadi lebih
baik lagi.

Kami juga berterimakasih kepada Bapak Dr. Hasyim, S.Ag.,SE., MM sebagai


dosen pengampu pada mata kuliah ini yang telah mengajari dan membimbing kami dan
teman-teman yang lain agar dapat memahami mata kuliah ini.

Selanjutnya, kami berharap semoga makalah kami ini memberikan manfaat


serta menambah wawasan bagi para pembaca. Semoga makalah kami ini dapat dipahami
bagi siapapun yang membacanya. Dan sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat
banyak kesalahan baik dari segi kata atau kalimatnya maupun dari segi penyusunannya
semoga teman-teman dan dosen pengampu pada mata kuliah ini dapat memakluminya.

Medan, 30 April 2020

Kelompok 4

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................................................i
DAFTAR ISI...................................................................................................................................................ii
BAB I............................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN...........................................................................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah...................................................................................................................1
B. Pembatasan Masalah.......................................................................................................................2
C. Perumusan Masalah........................................................................................................................2
D. Tujuan Pembuatan Makalah............................................................................................................2
BAB II...........................................................................................................................................................3
LANDASAN TEORI........................................................................................................................................3
A. Pengertian Lembagag Pembiayaan..................................................................................................3
B. Peran Lembaga Pembiayaan............................................................................................................4
C. Fungsi Lembaga Pembiayaan...........................................................................................................4
D. Jenis-Jenis Lembaga Pembiayaan....................................................................................................5
E. Prinsip-Prinsip Lembaga Pembiayaan..............................................................................................5
F. Produk-Produk Lembaga Pembiayaan.............................................................................................6
BAB III........................................................................................................................................................14
METODE SURVEY.......................................................................................................................................14
A. Fokus Tempat Analisis...................................................................................................................14
B. Subjek Analisis...............................................................................................................................14
C. Tekhnik Pengambilan Data............................................................................................................14
BAB IV........................................................................................................................................................15
HASIL DAN PEMBAHASAN.........................................................................................................................15
A. Pembahasan..................................................................................................................................15
BAB V.........................................................................................................................................................18
PENUTUP...................................................................................................................................................18
A. Kesimpulan....................................................................................................................................18

ii
B. Saran..............................................................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................................................19

iii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini sesuai dengan perkembangan kehidupan masyarakat yang telah menimbulkan
berbagai macam kebutuhan bagi manusia itu sendiri, baik itu kebutuhan akan suatu produk
maupun kebutuhan akan suatu permintaan jasa yang berupa kredit. Nasabah dalam melakukan
suatu rencana perjalanan akan dihadapkan pada berbagai alternative pilihan. Dalam memutuskan
sesuatu rencana pada hal penggunaan jasa perkreditan akan dipengaruhi oleh berbagai macam
faktor yang ada pada dirinya sendiri ataupun lingkungannya, dan faktor-faktor tersebut
cenderung akan berinteraksi satu sama lain. Rangsangan dari dalam dirinya dapat berupa
kebutuhan, keinginan dan karakteristik nasabah (budaya, sosial, pribadi dan psikologis)
sedangkan rangsangan dari luar adalah bagaimana nasabah dapat terpemgaruh dengan bunga
kredit, perlindungan asuransi serta lokasi pembayaran angsuran. Salah satu kebutuhan manusia
itu adalah kebutuhan akan adanya keinginan untuk melakukan kredit yang cepat dan terarah.
Kredit merupakan kesepakatan kedua belah pihak untuk saling memberi dan menerima sesuatu
dimana pada saat tertentu pihak penerima harus membayar pokok danganti rugi (opportunity
cost) atas dana atau barang yang dipinjamnya dan dibelinya.

Salah satu jenis perkreditan bagi masyarakat dan dunia usaha yang sudah kita kenal sejak
adalah jasa perkreditan PT. Adira Dinamika Multifinance, melalui jasa ini siapa saja dapat
melakukan kredit. Perusahaan pembiayaan atau multifinance ini terus berinovasi untuk terus
mengembangkan lini bisnisnya. Pembiayaan ini khusus diberikan untuk nasabah kredit motor
yang cicilannya lancar. Dalam hal ini penggunaan jasa perkreditan di PT. Adira Dinamika Multi
Finance ini telah dilakukan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat maupun sesuai dengan
tujuan dan jurusan masing-masing.

Proses bunga kredit, perlindungan asuransi serta lokasi pembayaran angsuran yang positif
kepada suatu usaha akan menempatkan perusahaan tersebut pada suatu tempat yang istimewa di
hati nasabah, yang akan dipertimbangkan pada penggunaan jasa. Pada saat seseorang
menghadapi sebuah isu atau masalah, maka dia akan menggunakan sikap untuk membantunya
berinteraksi secara lebih efektif dengan lingkungannya.

Nasabah yang telah pernah menggunakan jasa perkreditan di perusahaan tersebut akan
menjadikannya sebagai suatu pengalaman dan akan menggunakan pengalamannya tersebut
sebagai penentu keputusan yang baik, sehingga nasabah akan melakukan kredit terhadap
perusahaan tersebut, akan tetapi jika nasabah mempunyai pengalaman yang buruk dalam

1
menggunakan jasa kredit tersebut, maka nasabah tidak akan pernah mau lagi menggunakan jasa
kredit dari perusahaan tersebut.

B. Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan mempertimbangkan keterbatasan penulis dalam
pengetahuan, serta mengingat tidak dapat dilakukannya penilaian langsung ke tempat lokasi yang
dituju akibat dari Covid-19 yang membuat terhambat dan terbatasnya seluruh unsur kehidupan,
maka penelitian ini dibatasi permasalahannya. Permasalahan penelitian ini dibatasi pada
masalah-masalah analisis pemberian kredit dan sistem penagihan piutang pada PT. Adira
Dinamika Multi Finance cabang Medan.

C. Perumusan Masalah
Dalam pembuatan makalah ini perumusan masalah sangatlah penting, karena akan
mempermudah pembahasan yang akan disorot, sehingga dapat ditarik kesimpulan yang tepat.
Maka perumusan masalahnya adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana pengelolaan pemberian kredit dan sistem penagihan piutang pada PT.
Adira Dinamika Multi Finance cabang Medan
2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi masyarakat melakukan perkreditan di PT.
Adira Dinamika Multi Finance cabang Medan

D. Tujuan Pembuatan Makalah


Tujuan yang hendak dicapai dari pembuatan makalah ini adalah :

1. Untuk memenuhi pengumpulan tugas Mini Riset mata kuliah Hukum Bisnis
2. Untuk memberikan gambaran mengenai bagaimana pengelolaan pemberian kredit bagi
calon konsumen di PT. Adira Dinamika Multi Finance cabang Medan
3. Mengetahui bagaimana dan apa-apa saja yang dilihat oleh PT. Adira Dinamika Multi
Finance cabang Medan dalam memberikan kredit bagi calon konsumen yang akan
melakukan kredit kendaraan bermotor

A. Manfaat Pembuatan Makalah


1. Bagi Penulis

Rekayasa ide ini diharapkan dapat melatih penulis dalam menganalisis dan melihat
faktor-faktor apa saja yang dijadikan masyarakat sebagai alasan untuk melakukan perkreditan di
PT. Adira Dinamika Multi Finance cabang Medan

2. Bagi Pembaca

2
Rekayasa ide ini diharapkan dapat memberikan sebuah informasi dan masukan bagi
masyarakat pada umumnya, khususnya demi mengetahui masalah masyarakat dalam melakukan
perkreditan di PT. Adira Dinamika Multi Finance cabang Medan.

BAB II

LANDASAN TEORI
LEMBAGA PEMBIAYAAN

A. Pengertian Lembagag Pembiayaan


Keputusan Menteri Keuangan RI No. 448/KMK.017/2000 tentang Perusahaan
Pembiayaan, memberikan pengertian lembaga pembiayaan sebagai suatu kegiatan pembiayaan
yang dilakukan dalam bentuk penyediaan dana bagi konsumen untuk pembelian barang yang
pembayarannya dilakukan secara angsuran atau berkala oleh konsumen. (Ashar, 2011)

Menurut Kepres No. 61 Tahun 1988 dijelaskan bahwa lembaga pembiayaan adalah badan
usaha yang dilakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau modal dengan
tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat. (Carollina and Sutarta, 2014)

Lembaga pembiayaan merupakan badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan


dalam bentuk penyediaan dana, baik dalam bentuk uang maupun barang modal. Berbeda dengan
bank atau lembaga keuangan bukan bank, lembaga pembiayaan tidak diperbolehkan untuk
menghimpun dana secara langsung dari masyarakat.

Dari beberapa pengertian tersebut diatas terdapat beberapa unsut-unsur yakni :

a. Badan usaha, yaitu perusahaan pembiayaan yang khusus didirikan untuk melakukan
kegiatan yang termasuk dalam bidang usaha lembaga pembiayaan
b. Kegiatan pembiayaan, yaitu melakukan kegiatan atau aktivitas dengan cara membiayai
pada pihak-pihak atau sektor usaha yang membutuhkan
c. Penyediaan dana, yaitu perbuatan menyediakan dana untuk suatu keperluan
d. Barang modal, adalah barang yang dipakai untuk menghasilkan sesuatu
e. Tidak menarik dana secara langsung
f. Masyarakat, yaitu sejumlah orang yang hidup bersama di suatu tempat

Selain itu juga menurut Peraturan Presiden No. 9 Tahun 2009 Tentang Lembaga
Pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan
dana atau barang modal.

Tabel Perbedaan Lembaga Pembiayaan dengan Lembaga Perbankan :

No Lembaga Pembiayaan Lembaga Perbankan

3
.
1. Dalam pelaksanaan kegiatannya tidak Dana bersumber dari masyarakat
memungut dana dari masyarakat
2. Menyediakan dana atau barang modal Hanya menyediakan modal finansial
3. Kadang kala tidak memerlukan jaminan Selalu disertai dengan jaminan
4. Biasanya memberikan tingkat suku Memberikan tingkat suku bunga yang lebih
bungan yang lebih tinggi rendah
5. Tidak dapat menciptakan uang giral Dapat menciptakan uang giral
6. Pengaturan, perizinan, pembinaan dan Pengaturan, perizinan, pembinaan dan
pengawasan dilakukan oleh departemen pengawasan dilakukan oleh Bank Indonesia
keuangan (UU No. 10 Tahun 1998), selanjutnya dialihkan
kepada lembaga pengawas jasa keuangan sesuai
UU No. 23 Tahun 1999.

B. Peran Lembaga Pembiayaan


Lembaga pembiayaan mempunyai peranan yang tidak kalah penting dengan lembaga
keuangan lainnya, yakni :

1. Sebagai salah satu lembaga sumber pembiayaan alternatif yang potensial untuk
menunjang pertumbuhan perekonomian nasional disamping persan tersebut diatas
2. Dalam hal pembangunan yaitu menampung dan menyalurkan aspirasi dan minat
masyarakat, berperan aktif dalam pembangunan
3. Lembaga pembiayaan juga ikut serta dalam pembangunan dimana para pelaku usaha dan
masyarakat umum mengharapkan lembaga ini bisa mengatasi masalah yang viral yaitu
masalah keuangan dan permodalan.

C. Fungsi Lembaga Pembiayaan


Sebagaimana lembaga keuangan lainnya, lembaga pembiayaan juga memiliki beberapa
fungsi. Lembaga pembiayaan mempunyai tujuan untuk menigkatkan kesejahteraan eknomi dan
juga kesempatan kerja. Oleh karena itu, pembiayaan yang tersedia harus dimanfaatkan sebaik-
baiknya oleh para pengusaha diberbagai bidang. Lembaga pembiayaan juga mempunyai fungsi
penting dalam perekonomian. Berikut ini adalah beberapa fungsi penting dalam perekonomian.
Berikut ini adalah beberapa fungsi lembaga pembiayaan.

1. Bagi Masyarakat : fungsi lembaga pembiayaan yang paling utama ialah membantu
masyarakat dengan ekonomi lemah agar terbebas dari jeratan rentenir yang memberikan
pinjaman dengan bunga tinggi. Dengan adanya lembaga pembiataan, pengusaha kecil
dengan modal terbatas bisa mendapatkan kredit dengan syarat mudah dan bunga yang
tingan.
2. Bagi Pembangunan Infrastruktur : fungsi lembaga pembiayaan tidak hanya berguna
untuk masyarakat dengan ekonomi lemah, dalam dunia bisnis termasuk pengembangan

4
infrastruktur, keberadaan lembaga pembiayaan juga sangat diperlukan. Hal ini
dikarenakan tidak semua pengembang infrastruktur dan pelaku bisnis juga memiliki biaya
besar untuk tujuan mereka. Melalui lembaga pembiayaan, mereka bisa mendapatkan
berbagai dana pinjaman seperti pinjaman dana talangan, dana proyek, dan lain-lain.
Sehingga ketersediaan dana bagi para pelaku bisnis sudah bukan menjadi masalah lagi.
Karena fungsinya yang menyediakan dana, lembaga pembiayaan memiliki fungsi yang
hampir mirip dengan bank umum.

D. Jenis-Jenis Lembaga Pembiayaan


1. Sewa Guna Usaha (Leasing)

Leasing adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal, baik secara
sewa guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi
(operating lease) untuk digunakan oleh lesse (nasabah) selama jangka waktu tertentu berdasarkan
pembayaran secara berkala. Perusahaan leasing dapat diselenggarakan oleh badan usaha yang
berdiri sendiri. Adapun keterbatasan usaha leasing adalah tidak boleh melakukan kegiatan yang
dilakukan oleh bank, seperti memberikan simpanan kredit dalam bentuk uang.

2. Modal Ventura

Modal ventura adalah kegiatan usaha pembiayaan jangka panjang dalam bentuk
penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan untuk jangka
waktu tertentu.

3. Anjak Piutang

Anjak piutang adalah kegiatan usaha pembiayaan dalam bentuk pembiayaan dan atau
pengalihan, serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dalam
transaksi perdagangan, baik dalam negeri maupun luar negeri.

4. Pembiayaan Konsumen

Pembiayaan konsumen adalah kegiatan usaha pembiayaan dalam bentuk penyediaan


barang-barang kebutuhan konsumen dengan cara pembayaran angsuran atau berkala. Contoh :
FIF, Busan Automotif Finance (BAF), ADIRA, dan lain-lain.

E. Prinsip-Prinsip Lembaga Pembiayaan


Dalam melakukan penilaian permohonan pembiayaan harus memperhatikan beberapa prinsip
utama yang berkaitan dengan kondisi secara keseluruhan calon nasabah.

1. Character

5
Yaitu penilaian terhadap karakter atau kepribadian calon penerima pembiayaan dengan
tujuan untuk memperkirakan kemungkinan bahwa penerima pembiayaan dapat memenuhi
kewajibannya.

2. Capacity

Yaitu penilaian secara subyektif tentang kemampuan penerima pembiayaan untuk


melakukan pembayaran. Kemampuan diukur dengan catatan prestasi penerima pembiayaan di
masa lalu yang didukung dengan pengamatan di lapangan atas sarana usahanya seperti toko,
karyawan, alat-alat, pabrik serta metode kegiatan.

3. Capital

Yaitu penilaian terhadap kemampuan modal yang dimiliki oleh calon penerima
pembiayaan yang diukur dengan posisi perusahaan secara keseluruhan yang ditujukan oleh rasio
finansial dan penekanan pada komposisi modalnya.

4. Collateral

Yaitu jaminan yang dimiliki calon penerima pembiayaan. Penilaian ini bertujuan untuk
lebih meyakinkan bahwa jika suatu resiko kegagalan pembayaran tercapai terjadi, maka jaminan
dapat dipakai sebagai pengganti dari kewajiban.

5. Condition

Melihat kondisi ekonomi yang terjadi di masyarakat secara spesifik melihat adanya
keterkaitan dengan jenis usaha yang dilakukan oleh calon penerima pembiayaan. Hal tersebut
karena kondisi eksternal berperan besar dalam proses berjalannya usaha calon penerima
pembiayaan.

F. Produk-Produk Lembaga Pembiayaan


1. Perusahaan Sewa Guna Usaha

Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia menggunakan sewa guna usah atau leasing in untuk
mendanai kendaraan, mesin, dan peralatan. Di negara-negara maju, pada umumnya investasi
pribadi satu pertiganya dibiayai dengan leasing. Saat ini, negara berkembang pun sudah mulai
menunjukkan pertumbuhan yang baik terkait pemanfaatan leasing. Secara umum leasing dapat
diartikan sebagai perjanjian antara lessor (perusahaan leasing) dengan lessee (nasabah) dimana
pihak lessor menyediakan barang denganhakpenggunaan oleh lessee sebagai imbalan
pembayaran sewa untuk jangka waktu tertentu. Dalam praktiknya transaksi keuangan perusahaan
leasing dibagi dalam beberapa bentuk :

a. Direct Finance Leasse, didalam transaksi ini pihak lessor membeli barang modal atas
permintaan lessee sekaligus menyewakan barang tersebut kepada lessee. Lessee dapat

6
menentukan sendiri spesifikasi barang yang diinginkan termasuk harga dan suppliernya.
Oleh karenanya dalam kasus ini, pihak lessor hanya memenuhi permintaan dan
kebutuhan dari lessee saja.
b. Sales and Lease Back, proses ini dilakukan dimana pihak lessee menjual barang modal
kepada lessor untuk dilakukan kontrak sewa guna usaha. Metode ini biasanya
dimanfaatkan guna menambah modal kerja lease. Sedangkan dalam operating lease
dimana pihak lessor sengaja membeli barang modal untuk kemudian dileasekan kepada
pihak lease. Biaya yang dikenakan adalah biaya keluaran guna memperoleh barang yang
dibutuhkan oleh lessee berikut bunganya.

Ada banyak sekali contoh perusahaan sewa guna usaha atau leasing di Indonesia yang
terdaftar di OJK, diantaranya Adira Finance, BCA Finance, BFI Finance, FIF, WOM, Otto
Summit, Aditama Finance, dan sebagainya adalah contoh perusahaan leasing konvensional.
Kemudian untuk perusahaan leasing syariah di Indonesia diantaranya adalah : Al Ijarah
Indonesia Finance, Amanah Finance, dan Citra Tirta Mulia.

2. Perusahaan Anjak Piutang

Sebuah perusahaan anjak piutang mendapatkan modal atau pembiayaan dari kegiatan
pengelolaan, pembelian dan pengambil alihan piutang dari sebuah perusahaan. Setidaknya ada
empat perusahaan anjak piutang baikk multinasional maupun lokal yang masih aktif di Indonesia
yaitu :

a. Aditama Finance, merupakan sebuah perusahaan pembiayaan yang hadir menawarkan


produknya berupa solusi anjak piutang dan sewa guna usaha atau finance lease
b. SG Finance, perusahaan ini awalnya hanya melayani pembiayaan atau modal dana pada
alat berat dan truk untuk dana di sektor perkebunan, infrastruktur, dan di sektor
pertambangan. Saat ini SG Finance berkembang menjadi perusahaan anjak piutang dan
consumer finance. .

Pengertian perusahaan anjak piutang atau yang lebih dikenal dengan nama factoring
adalah perusahaan yang kegiatannya adalah melakukan penagihan atau pembelian, atau
pengembalian atau pengelolaan utang piutang suatu perusahaan dengan imbalan atau
pembayaran tertentu milik perusahaan. Kemudian pengertian anjak piutang menurut Keputusan
Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 Tanggal 20 Desember 1988 adalah badan
usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta
pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdangan
dalam atau luar negri. Dengan demikian, jelas perusahaan anjak piutang melakukan kegiatan
pembiayaan baik secara pembelian, pengelolaan atau pengambil alihan piutang suatu perusahaan.

Pihak yang Terlibat dan Fasilitas yang Diberikan

7
Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan transaksi anjak piutang adalah sebagai
berikut:
1. Kreditor atau klien yang menyerahkan tagihannya kepada pihak anjak piutang untuk ditagih
atau dikelola atau diambil alih dengan cara dikelola atau dibeli sesuai perjanjian dan
kesepakatan yang telah dibuat.
2. Perusahaan anjak piutang (factoring), yaitu perusahaan yang akan mengambil alih atau
mengelola piutang atau penjualan kredit debiturnya.
3. Debitur, yaitu nasabah yang mempunyai masalah (utang) kepada kreditor (klien).

Jasa-jasa dan Biaya yang Diberikan


Adapun jasa-jasa yang dilakukan oleh perusahaan anjak piutang sebagai berikut:
 Jasa Pembiayaan (Financing Service)
Dalam hal jasa pembiayaan, perusahaan anjak piutang melakukan pembayaran di muka
(prefinancing) kepada kreditor yang besarnya tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak.
Kontrak dalam perjanjiandapat dibuat berdasarkan withrecourse atau dengan withourrecourse.
Dalam hal ini besarnya pembiayaan yang dilakukan sekitar 60% sampai 80% dari total piutang
setelah dilakukan kontrak dan penyerahan bukti-bukti penjualan.
 Jasa Non Pembiayaan (Non Financing Service)
Dalam jasa non pembiayaan kegiatan yang dilakukan meliputi pemberian jasa pengelolaan
administrasi kredit. Biasanya kegiatan jasa ini meliputi:
1. Analisis kelayakan suatu kredit
2. Melakukan administrasi kredit
3. Pengawasan terhadap kredit termasuk pengendaliannya
4. Perlindungan terhadap suatu risiko kredit
Kemudian berkaitan dengan jasa-jasa yang diberikan pihak anjak piutang juga akan
membebankan sejumlah biaya kepada kreditor. Keuntungan Anjak Piutang Keuntungan yang
diperoleh masing-masing pihak adalah sebagai berikut:
 Bagi Perusahaan Anjak Piutang
1. Memperoleh keuntungan berupa fee dan biaya administrasi.
2. Membantu menyelesaikan pertikaian di antara kreditor dan debitur.
3. Membantu manajemen pihak kreditor dalam penyelenggaraan kredit.
 Bagi Kreditor (klien)
1. Mengurangi risiko kerugian dengan tertagih piutangnya.
2. Memperbaiki sistem administrasi yang semrawut.
3. Memperlancar kegiatan usaha.
4. Dengan ditagihnya piutangoleh perusahaan anjak piutang, kreditor dapat
berkonsentrasi ke usaha lainnya.
 Bagi Debitur
Memberikan motivasi kepada debitur untuk segera membayar secepatnya, karena ada rasa malu
sehingga berusaha sekuat tenaga untuk segera membayar dengan berbagai cara.

8
Peran Anjak Piutang
Banyaknya sektor usaha yang menghadapi berbagai masalah dengan kurangnya
kemampuan dan terbatasnya sumber-sumber permodalan, lemahnya pemasaran, yang tentunya
akan mempengaruhi pencapaian target penjualan. Kelemahan di bidang manajemen
menyebabkan semakin meningkatnya jumlah kredit macet. Kondisi seperti ini semakin
menyulitkan memperoleh tambahan sumber pembiayaan melalui lembaga keuangan.
Dalam mengatasi kendala di atas, kehadiran lembaga anjak piutang akan memberi suatu
alternatif pemecahan masalah. Melalui anjak piutang, dimungkinkan bagi perusahaan-perusahaan
untuk memperoleh sumber pembiayaan secara mudah dan cepat sampai 80% dari nilai faktur
penjualannya secara kredit. Dengan demikian klien dapat lebih terkonsentrasi pada kegiatan
peningkatan produksi dan penjualan.

Fungsi dan Manfaat Anjak Piutang


Dari uraian di atas, paling tidak factoring mempunyai fungsi sebagai berikut :
 Factoring berkaitan dengan masalah piutang klien. Dalam hal ini, factor berfungsi
menangani masalah atau mengambil-alih piutang tersebut, dan menagih pembayarannya
pada debitur setelah piutang jatuh tempo;
 Factor bertanggung jawab atas piutang klien dan membebaskan klien dari resiko
kerugian.
Sementara itu, manfaat factoring dapat juga dilihat dari beberapa segi, yaitu:
1. Bagi Perusahaan Nasabah
 Factoring dapat menolong cash flow perusahaan yang melakukan penjualan kredit
 Perusahaan yang menggunakan jasa perusahaan anjak piutang dapat berkonsentrasi
meningkatkan usahanya
 Memperlancar perputaran modal kerja
 Mendorong dunia usaha lebih kompetitif
 Melindungi nilai terhadap resiko akibat kesulitan likuiditas
2. Bagi Bank
 Bank akan lebih efisien dibandinka menagih sendiri
 Perusahaan anjak piutang dianggap sebagai perusahaan komplemen bagi bank
3. Secara makro
Perusahaan anjak piutang yang melakukan pengambilalihan piutang secara pre-payment
akan membawa efek money multiplier sehingga meningkatkan percepatan uang beredar sehingga
mendorong pertumbuhan ekonomi.
3. Usaha Kartu Kredit
Pengertian Kartu Kredit
Kartu kredit atau uang plastik mampu menggantikan fungsi uang sebagai alat
pembayaran. Di samping itu, kartu plastik ini dapat pua digunakan untuk berbagai keperluan
sehingga kegunaannya menjadi multi fungsi. Risiko seperti di atas sedikit banyak dapat di
eliminasi dengan penggunaan kartu plastik ini. Penggunaan kartu kredit dirasakan lebih aman

9
dan praktis untuk segala keperluan, apalagi kartu kredit ini dapat dipergunakan untuk segala
kegiatan secara internasional seperti visa card dan master card.
Kartu plastik merupakan kartu yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga non-bank. Kartu
plastik diberikan kepada nasabah untuk dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran di berbagai
tempat. Di samping itu, dengan kartu ini juga dapat di uangkan di berbagai tempat seperti ATM
(Automated Teller Machine).
Pengguanaan kartu plastik di Indonesia relatif baru, yaitu sekitar tahun delapan puluhan.
Keluarnya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 Tanggal 20 Desember
telah mengubah peta penyebaran kartu plastik semakin luas.Berdasarkan surat keputusan tersebut
usaha kartu plastik digolongkan sebagai kelompok usaha jasa pembiayaan.
Pihak-pihak yang Terlibat
Dalam sistem kerja credit card ada tiga pihak yang terlibat, yaitu:
1. Bank atau perusahaan pembiayaan baik sebagai peerbit dan pembayar.
2. Padagang (merchant), sebagai tempat belanja di mana bank mengikat perjanjian.
3. Pemegang kartu (card holder), adalah nasabah yang namanya tertera dalam kartu kredit
tersebut dan yang berhak menggunakannya untuk berbagai keperluan transaksi.
Sistem Kerja Kartu Kredit
Sistem kerja kartu kredit mulai dari permohonan penerbitan kartu, transaksi
pembelanjaan sampai dengan penagihan yang dilakukan oleh lembaga pembayar:
1. Nasabah mengajukan permohonan sebagai pemegang kartu dengan menuhi segala
peraturan yang telah dibuat.
2. Bank atau lembaga pembiayaan akan menerbitkan kartu apabila “disetujui” setelah
melalui penelitian terhadap kredibilitas dan kapasitas calon nasabah, kemudian
diserahkan kepada nasabah.
3. Dengan kartu yang sudah disetujui pemegang kartu berbelanja di suatu tempat dengan
bukti pembayaran.
Apabila nasabah pemegang kartu melakukan transaksi, maka sistem kerja penagihannya:
1. Pemegang kartu melakukan transaksi dengan menunjukkan kartu dan menandatangani
bukti transaksinya.
2. Pihak pedagang akan menagihkan ke bank atau lembaga pembiayaan berdasarkan bukti
transaksinya dengan nasabah.
3. Bank atau lembaga pembiayaan akan membayar kembali kepada merchant sesuai dengan
perjanjian yang telah mereka sepakati.
4. Bank atau lembaga pembiayaan akan menagihkan ke pemegang kartu berdasarkan bukti
pembelian sampai batas waktu tertentu.
5. Pemegang kartu akan membayar sejumlah nominal yang tertera sampai batas aktu yang
telah ditentukan dan apabila terjadi keterlambatan, maka nasabah akan mendapatkan
bunga dan denda.
Jenis-jenis Kartu Kredit
Jenis-jenis kartu kredit yang ada saat ini dilihat dari berbagai sisi berikut ini:
A. Dilihat dari segi fungsi
10
1. Charge card, merupakan kartu kredit dimana pemegang kartu harus melunasi semua
penagihan yang terjadi atas dirinya sekaligus saat jatuh tempo dan tidak dapat dicicil.
2. Credit card, adalah suatu sistem dimana pemegang kartu dapat dapat melunasi penagihan
yang terjadi atas dirinya sekaligus atau secara angsuran pada saat jatuh tempo.
3. Debit card, merupakan kartu kredit yang pembayarn atas penagihan nasabah melalui
pendibitan atas rekening yang ada di bank di mana pada saat membuat kartu.
4. Cash card, merupakan kartu yang berfungsi sebagai alat penarikan tunai pada ATM
maupun langsung di Teller bank. Namun, pembayara cash ini tidak dapat dilakukan
diluar bank.
5. Check Guarantee, merupakan kartu yang digunakan sebagai jaminan dalam penarikan
cek dan dapat pula digunakan untuk menarik uang tunai.
B. Berdasarkan wilayah
1. Kartu lokal, merupakan kartu kredit yang hanya dapat dilakukan dalam suatu wilayah
tertentu.
2. Kartu internasional, yaitu kredit yang dapat dilakukan lintas negara atau dapat
digunakan di seluruh negara.
Resiko Kartu Kredit
Walapun di satu sisi terdapat beberapa manfaat dari Kartu Kredit, tetapi di sisi lain
terdapat resiko yang perlu disikapi dengan kehati-hatian dari para penggunanya, seperti :
1. Resiko kartu digunakan oleh pihak lain, karena pengguna yang sah melakukan
kelalaian dalam penyimpanan kartu dan PIN. Apalagi untuk saat ini transaksi belanja
dengan menggunakan Kartu Kredit hanya memerlukan tanda tangan yang dapat saja
dipalsukan oleh pihak lain.
2. Resiko dikenakan biaya keterlambatan dan biaya bunga yang relatif tinggi karena
pemegang kartu tidak mampu membayar kewajibannya pada saat jatuh tempo,
sehingga pembayaran kewajiban baru dapat dilakukan sesudah jatuh tempo.
4. Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance)
Pembiayaan konsumen merupakan salah satu lembaga pembiayaan yang dilakukan suatu
perusahaan financial (consumer finance company). Perusahaan pembiayaan konsumen adalah
badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan
kebutuhan konsumen dengan sistm pembayaran angsuran atau berkala oleh konsumen. Target
pasar dari model pembiayaan ini sudah jelas yaitu konsumen.
Menurut Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009, Pembiayaan Konsumen (Consumers
Finance) adalah kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen
dengan pembayaran secara angsuran. Selain itu pengertian lainnya Pembiayaan konsumen adalah
suatu pinjaman atau kredit yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada debitur untuk pembelian
barang dan jasa yang akan langsung dikonsumsikan oleh konsumen, dan bukan untuk tujuan
produksi atau distribusi. Perusahaan yang memberikan pembiayaan diatas, disebut perusahaan
pembiayaan konsumen (Customer Finance Company). Berdasarkan definisi pembiayaan
konsumen di atas, maka dapat dijelaskan mengenai hal-hal yang menjadi dasar dari kegiatan
pembiayaan konsumen, yaitu :
11
1. Pembiayaan konsumen adalah merupakan salah satu alternatif pembiayaan yang dapat
diberikan kepada konsumen.
2. Obyek pembiayaan dari usaha jasa pembiayaan konsumen adalah barang kebutuhan
konsumen, biasanya kendaraan bermotor, barang-barang kebutuhan rumah tangga ,
komputer, barang-barang elektronika, dan lain-lain.
3. Sistem pembayaran angsuran dilakukan secara angsuran / berkala, biasanya dilakukan
pembayaran setiap bulan dan di tagih langsung kepada konsumen.
4. Jangka waktu pengembalian bersifat fleksibel, tidak terikat dengan ketentuan seperti
financial lease (sewa guna usaha dengan hak opsi).
Jenis Pembiayaan Konsumen
1. Perusahaan pembiayaan konsumen yang merupakan anak perusahaan dari pemasok.
2. Perusahaan pembiayaan konsumen yang merupakan satu group usaha dengan pemasok.
3. Perusahaan pembiayaan konsumen yang tidak mempunyai kaitan kepemilikan dengan
pemasok.
5. Perusahaan Modal Ventura
Pengertian Perusahaan Modal Ventura
Menurut Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009, Perusahaan Modal Ventura (Venture
Capital Company) adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan / penyertaan modal ke
dalam suatu Perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan (Investee Company) / Sebagai
pasangan usahanya untuk jangka waktu tertentu dalam bentuk penyertaan saham, penyertaan
melalui pembelian obligasi konversi, dan/atau pembiayaan berdasarkan pembagian atas hasil
usaha. Investasi modal ventura ini biasanya memiliki suatu resiko yang tinggi, meskipun resiko
yang dihadapi tinggi, pihak modal ventura mengharapkan suatu keuntungan yang tinggi pula dari
penyertaan modalnya berupa capital gain atau deviden. Kapitalis ventura atau dalam bahasa
asing disebut venture capitalist (VC), adalah seorang investor yang berinvestasi pada perusahaan
modal ventura, dan Perusahaan yang pembiayaannya dari modal ventura disebut Perusahaan
Pasangan Usaha (PPU) atau investee company. Dana ventura ini mengelola dana investasi dari
pihak ketiga (investor) yang tujuan utamanya untuk melakukan investasi pada perusahaan yang
memiliki resiko tinggi sehingga tidak memenuhi persyaratan standar sebagai perusahaan terbuka
ataupun guna memperoleh modal pinjaman dari perbankan. Investasi modal ventura ini dapat
juga mencakup pemberian bantuan manajerial dan teknikal.
Dasar Hukum Modal Ventura
1. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 469/KMK.017/1995 tanggal 3 Oktober 1995 Tentang
Pendirian dan Pembinaan Perusahaan Modal Ventura.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1995 tentang Pajak Penghasilan bagi Perusahaan
Modal Ventura.
3. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 227/KMK.01/1994 tanggal 9 Juni 1994 Tentang
Sektor-sektor Usaha Perusahaan Pasangan Usaha dari Perusahaan Modal Ventura.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 62 tahun 1992 tentang sektor-sektor usaha Perusahaan
Pasangan Usaha (PPU) Perusahaan Modal Ventura.

12
5. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988
Tentang ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan.
6. Kepres Nomor 61 tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan.
7. Perpres Nomor 9 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan.
8. PMK Nomor 18/PMK.010/2012 tanggal 1 Februari 2012 tentang Perusahaan Modal Ventura

Tujuan Pendirian Modal Ventura


Secara garis besar maksud dan tujuan pendirian modal ventura antara lain sebagai berikut :
1. Untuk pengembangan suatu proyek tertentu, misalnya proyek penelitian, dimana proyek ini
biasanya tanpa memikirkan keuntungan semata, akan tetapi lebih bersifat pengembangan
ilmu pengetahuan.
2. Pengembangan suatu teknologi baru atau pengembangan produk baru. Pembiayaan untuk
usaha ini baru memperoleh keuntungan dalam jangka panjang.
3. Pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan. Tujuan pembiayaan dengan
mengambilalihkan kepemilikan usaha perusahaan lain lebih banyak diarahkan untuk
mencari keuntungan.
4. Kemitraan dalam rangka pengentasan kemiskinan dengan tujuan untuk membantu para
pengusaha lemah yang kekurangan modal , tetapi tidak punya jaminan materil sehingga sulit
memperoleh jaminan.
5. Alih teknologi yang dilakukan ke perusahaan yang masih menggunakan teknologi lama
sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mutu produknya.
6. Membantu perusahaan yang sedang kekurangan likuiditas.
7. Membantu pendirian perusahaan baru dimana tingkat resiko kerugiannya sangat besar.
Karakteristik Modal Ventura
Kegiatan modal ventura memiliki karakteristik tersendiri jika dibandingkan dengan
lembaga pembiayaan lainnya. Ciri atau karakteristik modal ventura adalah sebagai berikut:
1.      Kegiatan yang dilakukan bersifat penyertaan langsung ke suatu perusahaan.
2.      Penyertaan dalam perusahaan bersifat jangka panjang dan biasanya diatas tiga tahun.
3.      Bisnis yang dimasuki merupakan bisnis yang memiliki resiko tinggi.
4.      Keuntungan yang diperoleh berasal dari capital gain, deviden atau bagi hasil tergantung
dari penyertaan modalnya di bidang / jenis yang diinginkan.
5.     Kegiatannya lebih banyak dilakukan dalam usaha pembentukan usaha baru atau
pengembangan suatu usaha.
Karakteristik Usaha/Perusahaan yang Menjadi Sasaran Modal Ventura
Tidak semua perusahaan bisa dibiayai oleh modal ventura, ada karakteristik tertentu
perusahaan yang biasanya dibiayai oleh modal ventura, antara lain :
a. Perusahaan yang sedang tumbuh dan inovatif serta berpotensi berkembang dimasa datang.
b. Perusahaan yang ingin melakukan ekspansi usaha namun mengalami keterbatasan.
c. Perusahaan yang ingin melakukan restrukturisasi hutang-hutang.
d. Perusahaan yang sudah mempunyai pangsa pasar yang baik tetapi fasilitas produksi sudah
usang.
13
e. Perusahaan yang memerlukan benih modal dalam mengembangkan suatu produk baru

BAB III

METODE SURVEY
A. Fokus Tempat Analisis

Yang dijadikan objek analisis oleh penulis adalah PT. Adira Dinamika Multi Finance
cabang Medan yang bergerak dalam sewa guna usaha/leasing dalam bidang kendaraan atau
transportasi.

B. Subjek Analisis

Yang menjadi subjek analisis dalam pembuatan makalah ini adalah para calon pembeli
kendaraan bermotor yang pembayarannya dilakukan secara mengangsur atau kredit di PT. Adira
Dinamika Multi Finance cabang Medan.

C. Tekhnik Pengambilan Data

Tekhnik pengambilan data yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah dengan
menggunakan tekhnik penelitian kepustakaan (Library Research), studi kepustakaan ini
dilakukan untuk mendapatkan atau mencari konsepsi-konsepsi, teori-teori, asas-asas, dan hasil-
hasil pemikiran lainnya yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas.

Sedangkan untuk data nya sendiri diperoleh dari data sekunder, yaitu daya yang diperoleh
melalui buku, jurnal, majalah yang dianggap dapat menjadi referensi pendukung, berupa teori-
teori dan informasi yang berkaitan dengan apa yang dibahas.(Utara, no date)

14
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Pembahasan

 Analisa Pemberian Kredit

Perusahaan pembiayaan kredit harus memiliki kebijakan kredit yang jelas dan
komprehensif untuk mengelola kredit secara profesional. Kebijakan ini perlu dinyatakan secara
tertulis dalam bentuk manual atau buku panduan, sehingga dapat dengan mudah dipergunakan
sebagai pedoman kerja, sekaligus sebagai bahan untuk menilai pelaksanaan pemberian kredit.
PT. Adira Dinamika Multi Finance cabang Medan memiliki kebijakan kredit yang tertuang
dalam sebauh memo kredit yang berasal dari pusat yang setiap waktu dapat diperbaharui sesuai
dengan kondisi perusahaan.

Proses pemberian kredit memerlukan sumber daya manusia yang dapat menjaga
integritas dan dapat mempertanggungjawabkan setiap keputusan yang diambilnya. Pejabat kredit
terbagi dua yaitu surveyor dan komite kredit. Pihak surveyor merupakan pihak yang langsung
melakukan survey ke tempat pemohon dan memberikan informasi kepada komite kredit di dalam
mengambil keputusan. Para surveyor ini perlu selalu diberikan training in class sebelum bekerja
dan diperlengkapi dengan sebuah buku panduan kredit. Dengan pemberian training dan buku
panduan tersebut diharapkan dapat mengurangi kesalahan dalam melakukan survey. Pengawasan
terhadap jredit juga sangat kurang dari pihak komite kredit.

PT. Adira Dinamika Multi Finance cabang Medan pernah mengalami keadaan yang
sangat memprihatinkan. Pada tahun 2005, PT. Adira Dinamika Multi Finance terpaksa memecat
45 orang karyawannya. Semua yang dipecat tersebut adalah pihak surveyor. Surveyor banyak
melakukan penyimpangan di dalam mengambil keputusan kredit. Integritas surveyor sangat
diragukan, sehingga kredit macet di tahun 2005 mengalami kenaikan yang sangat besar. Banyak
dari antara surveyor yang menerima uang atau imbalan dari pihak dealer. Sehingga keputusan
kredit yang diberikan tidak sesuai dengan keadaan di lapangan. Pengawasan yang kurang dari
komite kredit juga ikut membuat keadaan yang memprihatinkan di PT. Adira Dinamika Multi
Finance cabang Medan.

Pada tahun 2006, PT. Adira Dinamika Multi Finance cabang Medanbangkit dengan
sumber daya manusia yang lebih baik yang menjunjung integritas yang tinggi. Para surveyor
diberi training in class dan penyegaran rohani. Dengan training dan penyegaran rohani tersebut

15
diharapkan dapat meningkatkan integritas dan loyalitas para surveyor sehingga mereka tidak
menyalahgunakan tugas dan tanggungjawab mereka.

Surveyor dalam memberikan keputusan kredit juga sering tidak bebas di dalam
memberikan keputusan. Banyak faktor yang mempengeruhi keputusan surveyor tersebut. Target
produktifitas juga membuat surveyor kurang bebas di dalam memberikan kuputusan kredit.
Surveyor disuruh agar lebih selektif dan hati-hati, tetapi mereka dibebankan target produktifitas.
Sehingga banyak para surveyor sering kebingungan dengan keadaan ini.

Perusahaan melakukan survey ke tempat pemohon, surveyor juga menandatangani


perjanjian kredit. Perjanjian kredit tersebut terdiri dari surat perjanjian yang terdiri dari surat
perjanjian fiducia dan surat perjanjian tambahan. Di dalam surat perjanjian fiducia terdapat
perjanjian kredit yang berisikan nama pemohon dan penjamin atau pendampingnya, jumlah
kredit pemohon, tenor dari kredit, tingkar bunga dan pasal-pasal yang berisikan persyaratan
kredit. Hal yang terpenting dari persyaratan tersebut adalah pada pasal 3 yaitu debitur dikenakan
denda sebesar 0,5 % perhari jika telat membayar kredit. Pasal yang ke 10b yaitu debitur atau
penjamin dilarang meminjamkan, menyewakan atau mengalihkan barang yang sedang di kredit.
Penekanan terhadap persyaratan ini harus lebih kuat, karena calon konsumen sering kurang
mengerti mengenai persyaratan perjanjian kredit ini.

Di dalam surat perjanjian tambahan berisikan bahwa pemohon harus menjaga barang
yang di kredit dan pemohon harus mengembalikan barang yang dikredit apabila di kemudian hari
pemohon tidak dapat melakukan kewajiban lagi untuk membayar kreditnya. Surat perjanjian
tambahan ini juga berisikan bahwa konsumen dilarang merusak barang yang dikredit dan harus
mengembalikan barang yang di kredit dalam keadaan baik.

 Sistem Penagihan Piutang

Penanganan penagihan piutang di PT. Adira Dinamika Multi Finance cabang Medan
dilakukan oleh petugas yang disebut collector. Collector ini bertugas untk mendatangi dan
melakukan penagihan kepada konsumen. Collector meminta pembayaran kredit dari konsumen.

Prosedur penagihan piutang pada PT. Adira Dinamika Multi Finance cabang Medan
adalah sebagai berikut :

1. Konsumen yang over 0 sampai 7 hari dilakukan pemberitahuan dan peringatan melalui
telepon oleh desk collector. Surat peringatan pertama juga dikirimkan melalui pos
kepada konsumen
2. Konsumen yang over 7 hari dilakukan kunjungan penagihan pertama ke alamat tagih
konsumen oleh field collector, sekaligus memberikan surat peringatan kedua kepada
konsumen

16
3. Konsumen yang over 30 hari dilakukan kunungan penagihan kedua ke alamat tagih
konsumen oleh field collector sekaligus memberikan surat peringatan ketiga dan yang
terakhir kepada konsumen
4. Konsumen yang over 60 hari dilakukan kunjungan ketiga ke alamat tagih oleh
remedial sekaligus memberikan surat penarikan kendaraaan kepada PT. Adira
Dinamika Multi Finance cabang Medan
5. Konsumen yang over 90 hari dilakukan kunjungan penagihan keempat oleh
professional collector (pihak ketiga dari PT. Adira Dinamika Multi Finance cabang
Medan) dengan tujuan untuk menyita kendaraan yang di kredit oleh si konsumen
secara baik-baik maupun secara paksa.

PT. Adira Dinamika Multi Finance cabang Medan juga sering mendapat kendala dalam
melakukan penagihan, yaitu :

1. Konsumen sering tidak bisa ditemui karena kesibukannya


2. Konsumen sering memberikan janji bayar yang tidak pasti kepada collector
3. Konsumen pindah alamat tanpa sepengetahuan PT. Adira Dinamika Multi Finance
cabang Medan
4. Konsumen mengalihkan kendaraan kredit kepada pihak lain tanpa sepengetahuan PT.
Adira Dinamika Multi Finance cabang Medan
5. Penagihan terhadap orang-orang yang berpengeruh di masyarakat, seperti ketua
organisasi kepemudaan seperti ketua PP (Pemuda Pancasila), IPK (Ikatan Pemuda
Karya), aparat militer dan pejabat pemerintahan. Hal ini disebabkan birokrasi yang
kompleks bila ingin bertemu

17
BAB V

PENUTUP
A. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari pembuatan makalah ini yaitu :

1. Sistem pemberian kredit pada PT. Adira Dinamika Multi Finance cabang Medan belum
dilaksanakan dengan baik berdasarkan analisis dan evaluasi kredit yaitu :
a. Banyak kredit macet yang terjadi, khususnya pada tahun 2005 dimana jumlah
piutang yang tak tertagih sebanyak 10 milyar lebih
b. Proses pra kredit yang dilakukan oleh surveyor masih sering tidak sesuai dengan
peraturan kredit perusahaan
c. Pihak surveyor banyak yang tidak memiliki integritas terhadap perusahaan sehingga
tidak melakukan tugas dan tanggungjawab dengan baik. Pada pertengahan tahun
2005 PT. Adira Dinamika Multi Finance cabang Medan memberhentikan 45 orang
karyawannya
2. Sistem penagihan piutang pada PT. Adira Dinamika Multi Finance cabang Medantelah
dilakukan dengan baik. Pada tahun 2005 piutang tak tertagih sebesar 10 milyar lebih
dan pada tahun 2006 piutang tak tertagih turun kurang lebih sebesar 5 milyar. Dari data
tersebut dapat kita lihat perubahan yang signifikan.

B. Saran

Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas maka saran yang dapat penulis berikan adalah :

1. PT. Adira Dinamika Multi Finance cabang Medan harus lebih selektif menilai character,
capacity, capital, collateral dari calon konsumen dan condition of economic
2. Pemberian training in class bagi setiap karyawan PT. Adira Dinamika Multi Finance
cabang Medan khususnya bagian kredit, sehingga dapat melakukan tugas dan tanggung
jawab dengan lebih baik dan dapat mengurangi kredit macet
3. Pemberian penyegaran rohani bagi karyawan PT. Adira Dinamika Multi Finance cabang
Medan khususnya bagian kredit, sehingga dapat bekerja dengan memiliki integritas dan
tanggung jawab terhadap setiap keputusan yang diambil
4. PT. Adira Dinamika Multi Finance cabang Medan harus lebih persuasif dan
mengadakan pendekatan-pendekatan yang sifatnya musyawarah saat melakukan
penagihan dan penyitaan kendaraan kredit kepada konsumen

18
DAFTAR PUSTAKA
Ashar, K. (2011) ‘Analisis Terhadap Kesinambungan Lembaga Pembiayaan Pedesaan Dalam Mendukung
Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah’, Journal of Indonesian Applied Economics, 5(1), pp. 1–2011. doi:
10.21776/ub.jiae.2011.005.01.5.

Carollina, M. and Sutarta, A. E. (2014) ‘PERANAN CREDIT UNION’, 26(2), pp. 157–172.

Utara, U. S. (no date) ‘Universitas Sumatera Utara’.

19