Anda di halaman 1dari 5

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MANDALA WALUYA

STIKES-MW KENDARI
PROGRAM STUDI FARMASI
JL. A. H. Nasution No. G-37 Kambu, Kec. Kambu, Telp : (0401) 3191472

Ujian Tengah Semester (UTS)


Analisis Obat & Tanaman

Nama : Lingga Nurhayati


NIM : F201701084

Nama Dosen : Nurhidayah Sarifuddin, S. Farm., M. Farm., Apt


Waktu Ujian : 12 Jam
Sifat Ujian : Tutup Buku (Close book)
Kelas/Semester : K2/VI

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jelas dan tepat !


1. Jelaskan mengapa dilakukan uji identifikasi simplisia?
2. Pada tahap standarisasi ekstrak sebagai bahan baku obat tradisional
dilakukan pengujian identitas, mengapa demikian? Jelaskan !
3. Sebagai seorang farmasis upaya apa yang anda lakukan agar
meminimalkan peredaran obat tradisional palsu?
4. Mengapa obat tradisional dilarang dibuat dan/atau diedarkan dalam
bentuk sediaan intravaginal, tetes mata, parenteral?
5. Bagaimana cara pengendalian mutu bahan baku obat tradisional? Jelaskan!
6. Mengapa harus diperhatikan faktor kimia dan biologi ekstrak?
7. Bagaimana cara mengatasi kendala yang dihadapi dalam pengembangan
obat tradisional ?
8. Jelaskan analisissimplisiaberdasarkanmetabolitsekunder (minyak atsiri dan
flavonoid)?
9. Menurut anda, apakah obat tradisional sudah bisa disejajarkan dengan obat
moderen/sintetik, jika iya mengapa? Jelaskan !
Jawab :

1. Tujuannya yaitu untuk mengetahui :

- senyawa apa saja yang terdapat pada simplisia tersebut

Jika sudah diketahui senyawa-senyawa apa saja yang terdapat di dalam


simplisia tersebut maka akan memudahkan kita untuk mengetahui
kegunaan atau aktivitas dari simplisia tersebut.

- khasiat atau kegunaan dari simplisia tersebut

- bagaimana sifat fisika dan kimia simplisia tersebut Agar dapat melihat
bagaimana stabilitas simplisia tersebut.

2. Jadi dilakukannya ujiidentitas berguna untuk mengetahui senyawa apa yang


memiliki aktivitas farmakologi dari bahan obat tradisional tersebut, dengan
cara direaksikan dengan pereaksi-pereaksi tertentu.

3. Upaya yang dapat dilakukan yaitu memberikan pengetahuan atau edukasi


kepada masyarakat mengenai obat yang baik. Dengan cara :

1. Memeriksajikaadaatautidaknyanomorregistrasidariobattradisionaltersebut

2. Memeriksa nama dan alamat pabrik yang membuat obat tersebut apakah
terdaftar di BPOM atau tidak

3. Melihat bagaimana produk obat tesebut, bagaimana kualitas dari produk


obat tersebut dan masa expired date obat tersebut

4. Karena untuk obat-obatan yang dapat digunakan atau dapat diberikan melalui
vaginal, mata dan parenteral harus obat-obatan yang steril dan ukuran
partikelnya kecil. Sedangkan obat tradisional ada kemungkinan tidak steril
dan ukuran partikelnya besar. Jika digunakan di mata maupun parenteral
maka dapat menyumbat pembuluh darah. Dan jika digunakan di vaginal maka
akan berbahaya bagi vaginal dimana karena vaginal ini sangat sensitif.

5. Pengendalian mutunya dapat dilakukan dengan cara:

1. Menjaga dengan baik proses pemanenan bahan baku (seperti waktu,


tempat, dan teknik pemanenan)

2. Menggunakan bahan obat yang baik dan sudah distandarisasi

3. Pembuatan harus sesuai dengan syarat cara pembuatan obat tradisional


yang baik (CPOTB)

4. Dilakukan pengawasanselamaproses pembuatan

5. Memperhatikan tempat penyimpanan, distribusi, serta penyaluran yang


sesuai dengan persyaratan

6. Faktor kimia dan fisika harus diperhatikan Karena:

- faktor kimia berhubungan dengan senyawa apa yang terkandung pada


ekstrak tersebut, jenisnya, serta berapa kadarnya, bagaimana kelarutannya,
titik lebur dan lelehnya.

- faktor biologi berhubungan dengan darimana asal atau tempat tumbuh


tumbuhan tersebut, bagaimana lingkungan tumbuhnya. Apakah tumbuhan
tersebut tumbuhan yang dirawat (dikembangkan biakkan) atau tumbuhan
yang tumbuh liar. Karena dari segi kualitas, sudah pasti tumbuhan yang
dirawat kualitasnya lebih bagus daripada tumbuhan yang tumbuh liar

7. Kendala terbesar dalam pengembangan OT adalah surat izin edarnya yang


tidak ada. Sehingga untuk mengatasinya seharusnya pabrik-pabrik pembuat
OT harus mengikuti standar atau persyaratan OT yang baik yang sudah
ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini CPOTB. Jika OT tersebut sudah
memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan maka akan mudah untuk
mendapatkan surat izin edar.

8. 1. Minyak Atsiri dapat dianalisis dengan cara:


1 ml ekstrak dilarutkan kemudian diuapkan di atas penangas air
menggunakan cawan porselin hingga diperoleh residu. Jika residu
menghasilkan bau khas atau bau menyenangkan maka dapat dikatakan bahwa
simplisia tersebut mengandung mintak atsiri

2. Flavonoid dapat dianalisis dengan cara:

1 ml ekstrak ditambahkan 1 gram serbuk magnesium dan beberapa tetes


HCl pekat. Jika menghasilkan warna merah sampai jingga, kuning sampai
jingga menandakan adanya flavonoid

9. Menurut saya belum bisa disejajarkan, karena jika dilihat dari aksi
farmakologinya, obat sintetik biasanya memiliki aksinya lebih cepat dan
selektif dibandingkan dengan obat tradisional. Karena obat sintetik hanya
mengandung 1 senyawa / zat aktif yang berkhasiat yang sifatnya selektif,
sedangkan obat tradisional masih mengandung senyawa kompleks yang
khasiatnya masih belum selektif.
Sehingga jika diperuntukkan untuk penanganan aksi cepat seperti pengobatan
untuk orang yang terkena serangan jantung, obat sintetik lebih unggul
dibandingkan OT karena aksinya butuh waktu yang lama / jangka panjang.