Anda di halaman 1dari 6

Sofwan Ali Fakhrudin – 2201861881

Tugas Personal ke-1

(Minggu 2/ Sesi 3)

1. Penelitian secara khusus dimulai dengan suatu permasalahan. Jelaskan apa yang dimaksud
dengan masalah penelitian? Berilah contoh pernyataan masalah dalam bidang bisnis yang
spesifik!

Jawaban:

Penelitian secara khusus dimulai dengan suatu permasalahan. Suatu permasalahan tidak berarti
kesalahan yang serius dengan keadaan sekarang yang harus diperbaiki segera mungkin. Suatu
permasalahan juga mengindikasikan kepentingan dalam isu dimana menemukan solusi yang
benar dapat membantu meningkatkan situasi yang ada. Suatu masalah adalah segala keadaan
di mana terdapat sebuah celah di antara keadaan sebenarnya dan keadaan yang diharapkan.
Masalah yang telah diidentifikasikan perlu dipersempit menjadi pernyataan masalah yang
spesifik setelah terkumpul beberapa informasi awal dengan melalui suatu wawancara khusus
dan penelitian literatur.

Contoh suatu permasalahan:

- Keterlambatan dan penundaan penerbangan yang sering terjadi dalam waktu lama akan
menyebabkan frustrasi diantara para penumpangnya. Hal ini dapat mengubah perilaku
penumpang seperti komunikasi word of mouth (dari mulut ke mulut) yang bersifat
negatif dan mengeluh.
- Tingginya tingkat turnover (perputaran) karyawan daripada antisipasi yang dilakukan
perusahaan
- Instrumen penilaian potensi karyawan dalam posisi manajemen tidak berjalan
sempurna
- Karier dari anggota kelompok minoritas dalam organisasi tidak maju
- Sistem informasi yang baru diinstal tidak digunakan oleh manajer
- Pengenaan jam kerja yang fleksibel lebih banyak menimbulkan masalah

STAT6146 - Business Statistics and Research Methodology-R0


- Tingkat komitmen para pekerja muda dalam perusahaan rendah

2. Berikut adalah permasalahan bidang manajemen sumber daya manusia di suatu


perusahaan.
Manajer sebuah perusahaan penerbangan “XYZ” di suatu negara merasa prihatin terhadap
kinerja karyawannya. Dari berbagai jurnal yang dipelajarinya, manajer menemukan ada 4
variabel penting yang mempengaruhi kinerja karyawan. Variabel tersebut adalah variable
keterampilan, penghargaan, motivasi, dan kepuasan. Dalam berbagai jurnal juga
ditunjukkan bahwa hanya jika penghargaan menarik maka motivasi, kepuasan, dan kinerja
akan meningkat. Berdasarkan permasalahan tersebut:
Jawaban:
a. Definisikan masalahnya!
Menurunnya kinerja karyawan sebuah perusahaan penerbangan “XYZ”, apakah
keterampilan kerja, penghargaan, motivasi dan kepuasan berpengaruh terhadap
kinerja?
Rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
- Apakah terdapat pengaruh keterampilan terhadap kinerja?
- Apakah terdapat pengaruh penghargaan terhadap kinerja?
- Apakah terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja?
- Apakah terdapat pengaruh kepuasan terhadap kinerja?
- Apakah terdapat pengaruh penghargaan terhadap motivasi?
- Apakah terdapat pengaruh penghargaan terhadap kepuasan?
b. Susun kerangka teorinya!
- Teori Keterampilan
Secara umum, ada beberapa keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia
kerja saat ini:
1. Kesadaran komersial, yakni memiliki naluri atau jiwa bisnis.
2. Komunikasi baik secara verbal ataupun tertulis.
3. Mampu bekerja dalam tim.
4. Negosiasi dan persuasi, yakni mampu untuk mewujudkan misi-misi
perusahaan melalui teknik negosiasi dan persuasi yang handal.

STAT6146 - Business Statistics and Research Methodology-R0


5. Pemecahan masalah, Anda harus menunjukkan kemampuan untuk
mengambil pendekatan yang logis dan analitis untuk memecahkan
masalah dan menangani berbagai macam isu.
6. Kepemimpinan, secara tidak langsung ketika anda memegang posisi
tinggi, anda harus menunjukkan potensi kemampuan anda dalam
memotivasi tim.
7. Organisasi, yakni mengenai kemampuan bahwa anda bisa
menentukan prioritas, bekerja secara efektif dan produktif, dan
mengelola waktu anda dengan baik.
8. Motivasi dan Ketekunan, dalam dunia kerja menyajikan banyak
sekali tantangan dan tentunya Anda perlu menunjukkan kepada
pimpinan anda bahwa anda adalah orang yang akan menemukan
jalan keluar ketika situasi sedang genting.
9. Kemampuan untuk bekerja di bawah tekanan, yakni mengenai sikap
yang tetap tenang dalam menghadapi krisis.
10. Kepercayaan diri, Anda perlu menunjukkan sikap yang percaya diri,
tapi tidak arogan. Dan anda juga harus memiliki kepercayaan diri
terhadap para kolega dan perusahaan tempat anda bekerja.
- Teori penghargaan/reward
reward merupakan sebuah bentuk pengakuan kepada suatu prestasi tertentu
yang diberikan dalam bentuk material dan non material yang diberikan oleh
pihak organisasi atau lembaga kepada individu atau kelompok pegawai agar
mereka dapat bekerja dengan motivasi yang tinggi dan berprestasi dalam
mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Dalam usaha untuk memenuhi tujuan-tujuan reward tersebut, perlu diikuti
tahapan-tahapan dalam pemberian reward, yaitu:
a. Melakukan analisis pekerjaan, artinya perlu disusun deskripsi jabatan,
uraian pekerjaan dan standar pekerjaan yang ditetapkan dalam suatu
organisasi.
b. Melakukan penilaian pekerjaan, dalam melakukan penilaian pekerjaan
diusahakan tersusunnya urutan peringkat pekerjaan, penentuan nilai
untuk setiap pekerjaan, susunan perbandingan dengan pekerjaan lain
dalam organisasi dan pemberian point untuk setiap pekerjaan

STAT6146 - Business Statistics and Research Methodology-R0


c. Melakukan survei berbagai sistem penghargaan yang berlaku untuk
menentukan keadilan eksternal yang didasarkan pada sistem
penghargaan di tempat lain
d. Menentukan harga setiap pekerjaan untuk menentukan penghargaan
yang akan diberikan. Dalam mengambil langkah ini dilakukan
perbandingan antara nilai berbagai pekerjaan dalam organisasi dengan
nilai yang berlaku di tempat lain pada umumnya
- Teori Motivasi
Ada dua metode dalam motivasi, yaitu metode langsung dan metode tidak
langsung.
1. Metode langsung (Direct Motivation)
Adalah motivasi (materiil dan non materiil) yang diberikan secara
langsung kepada setiap individu untuk memenuhi kebutuhan dan
kepuasannya. Bersifat khusus seperti memberikan pujian, bonus,
piagam dan lain sebagainya.
2. Metode tidak langsung (Indirect Motivation)
Adalah motivasi yang diberikan berupa fasilitas-fasilitas yang
mendukung serta menunjang gairah kerja atau kelancaran tugas,
sehingga para pegawai betah dan bersemangat melakukan pekerjaannya.
Misalnya: kursi yang empuk, ruangan kerja yang nyaman, suasana dan
lingkungan kerja yang baik dan lainnya
- Teori Kepuasan Kerja
Dalam kehidupan berorganisasi, kepuasan kerja biasanya digunakan
sebagai dasar ukuran tingkat kematangan organisasi. Salah satu gejala yang
menyebabkan kurang baiknya kondisi kerja suatu organisasi adalah
rendahnya kepuasan kerja, sebaliknya kepuasan kerja yang tinggi
merupakan indikasi efektivitas manajerial yang berarti bahwa organisasi
telah dikelola dengan baik. As'ad (1995:105) mengemukakan teoriteori
kepuasan kerja sebagai berikut:
1. Teori Keseimbangan / Keadilan (Equity Theory) Teori ini
dikembangkan oleh Adam. Komponen-komponen dari teori ini adalah
sebagai berikut:
a. Input

STAT6146 - Business Statistics and Research Methodology-R0


Segala sesuatu yangberharga bagi karyawan sebagai sumbangan
terhadap pekerjaan, misalnya: pendidikan, pengalaman, skill, usaha,
peralatan pribadi, jumlah jam kerja dan peralatan kerja.
b. Outcome
Hasil dari pekerjaan yang dilaksanakannya, misalnya gaji, status,
pengakuan, kesempatan untuk berprestasi atau mengekpresikan diri.
c. Comparition
Pihak lain yang dipakaii sebagai bahan pembanding karyawan yang
bersangkutan. Misalnya pekerja diperusahaan yang sama,
perusahaan lain atau dirinya sendiri pada masa lampau.
2. Teori Perbedaan Kebutuhan (Discrepancy Theory) Teori ini pertama
kali dipelopori oleh Porter, yang berpendapat bahwa mengukur
kepuasan dapat dilakukan dengan cara menghitung selisih antara apa
yang seharusnya dengan kenyataan yang dirasakan pegawai. Apabila
yang didapat pegawai ternyata lebih besar daripada yang diharapkan
maka pegawai tersebut menjadi puas. Sebaliknya, apabila yang didapat
pegawai lebih rendah dari pada yang diharapkan, akan menyebabkan
pegawai tidak puas.
3. Teori Pemenuhan Kebutuhan (Need Fulfillment Theory) Menurut teori
ini, kepuasan kerja bergantung pada terpenuhi atau tidak terpenuhinya
kebutuhan karyawan. karyawan akan merasa puas apabila ia
mendapatkan kepuasan apa yang dibutuhkan. Makin besar kebutuhan
karyawan yang terpenuhi, maka semakin puas pula karyawan tersebut,
begitu pula sebaliknya.
4. Teori Pandangan Kelompok (Social Reference Group Theory) Menurut
teori ini, kepuasan kerja karyawan tidak tergantung pada pemenuhan
kebutuhan saja, tetapi sangat bergantung pada pandangan dan pendapat
kelompok yang dianggap para karyawan sebagai kelompok acuan. Jadi,
karyawan akan merasa puas apabila hasil kerjanya sesuai dengan minat
dan kebutuhan yang diharapkan oleh kelompok acuan.
5. Teori Dua Faktor dari Hezberg. Teori dua faktor dikembangkan oleh
Frederick Hezberg. Dua faktor yang dapat menyebabkan timbulnya rasa
puas atau tidak puas menurut Hezberg yaitu faktor pemeliharaan

STAT6146 - Business Statistics and Research Methodology-R0


(maintenance factors) dan faktor pemotivasian (motivational factors).
Faktor pemeliharaan disebut pula dissatisfiers, hygiene factors, job
context, extrinsic factors yang meliputi administrasi dan kebijakan
perusahaan, kualitas pengawasan, hubungan dengan pengawasan,
hubungan dengan bawahan, upah, keamanan kerja, kondisi kerja, dan
status, sedang faktor pemotivasian disebut pula satisfiers, motivators,
job content, intrinsic factors yang meliputi dorongan berprestasi,
pengakuan, kemajuan, pekerjaan itu sendiri, kesempatan berkembang
dan tanggung jawab.
6. Teori Pengharapan (Expectancy Theory) Teori ini menyatakan bahwa
kepuasan tergantung pada kecocokan antara harapan dan yang diterima.
c. Buat hipotesisnya!
- Keterampilan berpengaruh terhadap kinerja
- Penghargaan berpengaruh positif terhadap kinerja
- Motivasi berpengaruh terhadap kinerja
- Kepuasan berpengaruh terhadap kinerja
- Penghargaan berpengaruh positif terhadap motivasi
- Penghargaan berpengaruh positif terhadap kepuasan

Sumber:

Lecture Note 1 - Defining and Refining The Problem

digilib.uinsby.ac.id

STAT6146 - Business Statistics and Research Methodology-R0

Anda mungkin juga menyukai