Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL JOURNAL REVIEW

MK. PROFESI PENDIDIKAN

PRODI. PENDIDIKAN FISIKA


SKOR NILAI :

JURNAL BORDỎN

EDUCATING PROFESSIONAL TEACHERS THROUGH THE MASTER’S LEVEL


TEACHER EDUCATING PROGRAME IN FINLAND

JARI LAVONEN (2016)

NAMA MAHASISWA : Fidyya Amalia Safitri

NIM : 4193121001

KELAS :Pendidikan Fisika D 2019

DOSEN PENGAMPU : Imelda Free Unita Manurung, S.Pd, M.Pd

MATA KULIAH : Filsafat Pendidikan

PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
EXCECUTIVE SUMMARY

Guru profesional dibahas dalam konteks literatur penelitian internasional dan


sistem pendidikan Finlandia. Isu-isu penting seperti tes PISA (Programme for
International Student Assassment) berguna untuk menganalisis sistem pendidikan
Finlandia dari perspektif kebijakan pendidikan. Gambaran umum singkat penelitian
profesionalisme guru disajikan dan konteks pendidikan Finlandia. Pendidikan guru yaitu,
bagaimana guru siswa menjadi profesional dalam desain kurikulum dan pembelajaran
dan penilaian metodologi-juga dianalisis. Guru profesional dalam konteks Finlandia
berarti basis serbaguna baik pengetahuan, kolaborasi dan jaringan keterampilan,
kompetensi dan juga kemampuan untuk menggunakan potensi yang inovatif untuk
bertindak secara efektif.

Beberapa alasan yang menjelaskan bagaimana profesionalisme guru di Finlandia,


yaitu Reformasi dalam sistem pendidikan dibuat di tahun 1980-an; cara guru Finlandia
siap untuk memiliki pandangan yang luas dari kompetensi yang diperlukan untuk belajar
di abad 21, dan budaya kepercayaan mengenai cara guru memastikan proses belajar siswa
mereka. Guru Finlandia merencanakan dan melaksanakan pengajaran dan menilai
pengajaran mereka sendiri, proses belajar siswa dan hasil belajar, berkolaborasi dengan
guru lain dan masyarakat terus mengembangkan profesi guru mereka dalam konteks
seluruh sekolah. Guru memiliki tanggung jawab yang besar mengenai cara siswa mereka
belajar, tetapi guru pada saat yang sama dapat mengembangkan otonomi mereka sendiri
dalam merancang kurikulum, menggunakan strategi pembelajaran dan metode penilaian.

I
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-
Nya, saya dapat menyelesaikan makalah Critical Book Report Profesi Pendidikan. Saya
menyampaikan rasa terimakasih kepada Ibu Imelda Free Unita Manurung, S.Pd.,M.Pd.,
sebagai dosen mata kuliah Profesi Pendidikan telah memberikan kepercayaan kepada saya
untuk menyelesaikan makalah ini.

Harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan tentang tugas Critical
Journal Review, bagi para pembaca agar mengetahui kelebihan dan kekurangan jurnal
Educating Professional Teachers Through The Master’s Level Teacher Educating Programme
In Finland.

Saya menyadari bahwa dalam penulisan critical journal review ini masih banyak
terdapat kesalahan dan kekurangan di dalamnya. Untuk itu saya mengharapkan kritik dan
saran dari para pembaca supaya dapat menjadi lebih baik lagi, demikian critical book report
ini saya buat, jika ada kesalahan dan kekurangan saya mohon maaf.

Medan, Maret 2020

Fidyya Amalia Safitri

II
DAFTAR ISI

EXCECUTIVE SUMMARY ..................................................................................... i

KATA PENGANTAR ............................................................................................... ii

DAFTAR ISI.............................................................................................................. iii


BAB. I PENDAHULUAN ......................................................................................... 1
A. Rasionalisasi pentingnya CJR ........................................................................... 1
B. Tujuan penulisan CJR ...................................................................................... 1
C. Manfaat CJR..................................................................................................... 1
D. Identitas journal yang di review ........................................................................ 2
BAB. II RINGKASAN ISI JURNAL ....................................................................... 3
A. Profesionalisme guru ........................................................................................ 3
B. Pendidikan guru professional di Finlandia ....................................................... 4
BAB. III PEMBAHASAN ......................................................................................... 7
A. Pembahasan Isi Jurnal ....................................................................................... 7
B. Kelebihan dan Kekurangan Jurnal ................................................................... 9
BAB. IV PENUTUP .................................................................................................. 10
A. Kesimpulan ....................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 11

III
BAB I

PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Pentingnya CJR


Disaat kita membtuhkan sebuah referensi, yaitu journal sebagai sumber bacaan kita
selain buku dalam mempelajari mata kuliah profesi pendidikan, sebaiknya kita terlebih
dahulu mengkritisi journal tersebut agar kita mengetahui journal mana yang lebih relevan
untuk dijadikan sumber bacaan. Dan melatih diri untuk berpikir kritis.
Mengkritik jurnal merupakan kegiatan mengulas suatu jurnal agar dapat mengetahui
dan memahami apa yang disajikan dalam jurnal. Kritik jurnal sangat penting karena selain
melatih kemampuan mangenalisis, namun juga melatih kemampuan mengevaluasi dan kita
akan mengetahui jurnal sepertia apa yang layak dijadikan sebagai eferensi pembelajaran.

B. Tujuan Penulisan CJR


1. Untuk memenuhi tugas pada mata kuliah pofesi pendidikan.
2. Menambah kemampuan mengkritisi mengenai profesi pendidikan sesungguhnya.
3. Meningkatkan kemampuan dalam meringkas, menganalisa, dan membandingkan serta
memberi kritik pada jurnal.
4. Memperkuat pemahaman pembaca mengenai profesi pendidikan dalam kehidupan.
5. Mengetahui apa dan bagaimana profesi pendidikan seperti guru professional.

C. Manfaat CJR
1. Sebagai rujukan bagaimana untuk menyempurnakan sebuah jounal dan mencari sumber
bacaan yang relevan.
2. Membuat saya sebagai penulis dan mahasiswa lebih terasah dalam mengkritisi sebuah
journal.
3. Untuk menambah pengetahuan tentang guru professional.

2
D. Identitas Artikel dan Journal yang Direview

Jurnal utama

1. Judul artikel : Educating Professional Teachers Through The Master’s Level


Teacher Educating Programme In Finland
2. Nama jurnal : Jurnal Bordόn
3. Edisi terbit : 26 Januari 2016
4. Pengarang artikel : Jari Lavonen
5. Penerbit : University Of Helsinki
6. Kota terbit : Finlandia
7. Nomor ISSN : - DOI : 10.13042; - P.ISSN : 0210-5934;
- E.ISSN : 2340-6577
8. Alamat Situs : www.googlescholar.com

Jurnal pembanding

1. Judul artikel : Guru Profesional


2. Nama jurnal : Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan
3. Edisi terbit : 2017
4. Pengarang artikel : Abdul Hamid
5. Penerbit : IAIN Antasari
6. Kota terbit : Banjarmasin
7. Nomor ISSN : - P.ISSN : 1829-717X; - E.ISSN : 2621-0347
8. Alamat Situs : www.ejurnal.staialfalahbjb.ac.id

2
BAB II

RINGKASAN ISI JURNAL

A. Profesionalisme Guru

Guru merupakan seseorang yang bertanggung jawab untuk penilaian para siswa dan
mengevaluasi pengajar mereka sendiri pada pengujian tingkat nasional atau inspeksi dalam
pendidikan wajib. Guru berperan sangat penting dalam suatu negara dan berpengaruh dalam
pendidikan dikarenakan guru juga bertanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum
lokal berdasarkan Kurikulum Nasional Inti.
Profesionalisme tidak hanya mengacu hanya untuk kompetensi guru individu tetapi
juga untuk status guru dalam suatu masyarakat tertentu. Hal ini tergantung pada faktor tingkat
sekolah dan budaya dan faktor kebijakan pendidikan, di samping karakteristik individu guru
seperti atau basis pengetahuan, filsafat pengajaran dan interaksi dan kolaborasi keterampilan.
Sebagai contoh, sifat kepemimpinan, budaya kolaborasi, struktur jaringan dan kemitraan
sekolah-masyarakat-keluarga merupakan faktor schoollevel penting.
Guru profesionalisme merupakan konsep yang rumit, dan telah didefinisikan dalam
beberapa cara. Selain itu, beberapa istilah yang berbeda seperti “efektif”, “kompeten”, “ahli”,
“kualitas”, “ideal” atau “dihormati” telah digunakan untuk menggambarkan seorang guru
profesional. Profesionalisme / efektivitas seorang guru biasanya dicirikan beberapa analisis,
yaitu : (i) Basis pengetahuan guru profesional (pendekatan input), (ii) Proses atau interaksi
yang terjadi di kelas antara guru dan siswa (pendekatan proses) atau (iii ) Hasil dari proses
belajar mengajar seperti siswa pembelajaran hasil diukur dengan tes nasional atau tingkat
kelulusan (pendekatan output). Menurut pendekatan input, guru yang profesional seharusnya
memiliki basis pengetahuan serbaguna, yang memungkinkan dia untuk bertindak sebagai
profesional otonom.
Istilah “pengetahuan” secara luas ditafsirkan dalam konteks ini yaitu “kompetensi” atau
“skill”. Basis pengetahuan ini mendukung perencanaan yang luas, pengorganisasian dan
evaluasi pengajaran guru sendiri, serta belajar siswa dan hasil belajar. Perencanaan
menggabungkan segala sesuatu dari perencanaan kurikulum lokal untuk perencanaan
pelajaran tunggal. Guru profesional tidak hanya mengacu pada kompetensi guru individu
tetapi juga untuk status guru dalam suatu masyarakat tertentu. Hal ini tergantung pada faktor
tingkat sekolah dan budaya. Faktor kebijakan pendidikan, di samping karakteristik individu

3
guru seperti basis pengetahuan, filsafat pengajaran dan interaksi dan kolaborasi keterampilan
juga berpengaruh. Sebagai contoh, sifat kepemimpinan, budaya kolaborasi, struktur jaringan
dan kemitraan sekolah-masyarakat-keluarga merupakan faktor school level penting. Budaya
dan faktor kebijakan pendidikan meliputi konteks pendidikan tingkat negara, misalnya
apakah negara ini mengikuti kebijakan akuntabilitas atau, sebagai alternatif, apakah guru
tanpa bergantung pada pemeriksaan berat dan pengujian. Deskripsi basis pengetahuan guru
adalah titik awal untuk karakteristik guru profesional. Pendekatan yang dikenal untuk
menggambarkan basis pengetahuan guru adalah pekerjaan, dimana terdapat perbedaan antara
konten (materi pelajaran) pengetahuan, pengetahuan konten pedagogi dan pengetahuan
kurikuler. Guru profesional mencetak lebih tinggi di tiga domain: instruksi, penilaian siswa
dan pengelolaan kelas. Mereka juga mengakui bahwa guru profesional cenderung untuk
meminta tingkat yang lebih tinggi (misalnya, analisis) pertanyaan dan memiliki lebih sedikit
insiden perilaku off-tugas dari guru yang tidak memenuhi “profesional” kriteria. faktor-faktor
etika, politik, ekonomi dan sosial yang mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah
termasuk dalam konsep pengetahuan kontekstual. Selanjutnya, pengetahuan kontekstual
digunakan ketika seorang guru memanfaatkan lingkungan belajar fisik dan digital yang
berbeda. Sebuah lingkungan belajar mengacu pada lokasi yang beragam, konteks dan budaya
di mana siswa belajar. Ini tidak perlu menjadi tempat fisik dan juga dapat menjadi digital,
online, ponsel atau remote. Selain basis pengetahuan sebelumnya diperkenalkan, setidaknya
dua kompetensi lain yang dapat dimasukkan dalam definisi guru profesional sesuai literatur
internasional: (1) kompetensi untuk jaringan dan kemitraan dan (2) kompetensi untuk belajar
sepanjang hayat. Seorang guru profesional adalah pengguna pengetahuan pendidikan ketika
teori dan pengalaman praktis digabungkan atau ketika menafsirkan situasi pendidikan melalui
refleksi daftar fase refleksi sebagai berikut: (1) menetapkan tujuan dan mengenali masalah,
(2) mengamati perilaku sendiri dalam praktek, (3) menjelaskan pengamatan dan (4)
pengamatan menganalisis dan pengalaman. Selain itu, jenis pengetahuan dan kompetensi
yang dibutuhkan dalam perencanaan luas, termasuk penyusunan kurikulum lokal,
pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan lebih jauh lagi, dalam penilaian mengajar dan
siswa guru belajar dan hasil belajar.

B. Pendidikan guru professional di Finlandia

Studi pendagogis merupakan hal yang penting dan harus dikuasai oleh setiap guru di
Finlandia. Studi – studi ini merupakan langkah awal dalam proses menjadi seorang guru yang

4
professional. Syarat menjadi guru professional yaitu:

1. Mengintegrasikan subjek pengetahuan materi, pengetahuan tentang pengajaran dan


pembelajaran dan praktek sekolah ke tampilan pedagogis pribadi mereka sendiri;
2. Menyadari dimensi yang berbeda dari profesi guru: basis sosial, filosofis, psikologis,
sosiologis dan historis pendidikan;
3. Dapat berkolaborasi dalam jaringan yang berbeda dan kemitraan;
4. Dapat mencerminkan untuk, dan atas tindakan;
5. Bertindak sebagai profesional otonom dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian
belajar mengajar dan
6. Mengembangkan potensi pengembangan profesional seumur hidup melalui orientasi
penelitian dan kegiatan reflektif.
Rekomendasi untuk mengembangkan dasar, pendidikan menengah. Dalam publikasi,
berikut langkah-langkah untuk pendidikan inservice guru dan pengembangan profesional
seumur hidup yang telah diusulkan.
1. Pengembangan pembelajaran dan pedagogi.
Proposal pengembangan yang berkaitan dengan tema ini berusaha untuk menyoroti
kebutuhan untuk menemukan solusi pedagogis baru yang kelompok pendukung dan belajar
individu.
2. Mengembangkan budaya beroperasi sekolah dan struktur pembelajaran sekolah.
Budaya operasi dan struktur pembelajaran dukungan murid sekolah keharusan,
kesejahteraan dan partisipasi. Sekolah harus belajar masyarakat etis di mana murid memiliki
suara dan pilihan, dan juga memikul tanggung jawab untuk pembelajaran mereka sendiri.
3. Mengembangkan pendidikan guru.
Pendidikan guru Researchbased akan dikembangkan lebih lanjut dalam kerjasama
dengan universitas dan kota untuk membentuk kontinum pendidikan awal dan pengembangan
profesional. Dalam rangka untuk memastikan bahwa pendidikan guru Finlandia adalah
kualitas tinggi, program pembangunan nasional untuk mendukung kompetensi profesional
pendidik guru akan diluncurkan.
4. Mendukung kehidupan pengembangan profesional yang lama guru.
Kegiatan pendidikan berkelanjutan yang sistematis adalah prasyarat untuk
mengembangkan kompetensi profesional guru. Untuk mencapai tujuan ini, konsep dan isi
terus kebutuhan pendidikan didefinisikan ulang. The melanjutkan struktur pendidikan dan

6
pendanaan sistem nasional harus diperbarui untuk mendukung pengembangan profesional
sistematis baik guru dan pengembangan sekolah.
5. Mengembangkan kepemimpinan dan memastikan alokasi sumber daya yang memadai
untuk manajemen.
Persyaratan kualifikasi kepala sekolah harus ditinjau dalam terang perubahan dalam
deskripsi pekerjaan mereka. pendidikan kepala sekolah akan dikembangkan, keterampilan
manajemen mereka akan ditingkatkan, dan rencana pribadi akan disiapkan untuk mendukung
pengembangan profesional mereka.

6
BAB III

PEMBAHASAN ANALISIS

A. Pembahasan Isi Jurnal


1. Menurut jurnal yang direview tulisan Jari Lavonen, guru merupakan seseorang yang
bertanggung jawab untuk penilaian para siswa dan mengevaluasi pengajar mereka
sendiri pada pengujian tingkat nasional atau inspeksi dalam pendidikan wajib. Guru
berperan sangat penting dalam suatu negara dan berpengaruh dalam pendidikan
dikarenakan guru juga bertanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum lokal
berdasarkan Kurikulum Nasional Inti. Sedangkan menurut jurnal pembanding tulisan
Abdul Hamid guru merupakan salah satu komponen pentinng dalam proses belajar
mengajar. Dimana seorang guru ikut berperan serta dalam usaha membentuk
sumberdaya manusaia yang potensial di bidang pembangunan. Seorang guru memiliki
kewenangan serta bertanggung jab tentang pendidikan anak didiknya, baik secara
individual maupun dalam lingkungan sekolah.
2. Menurut jurnal yang direview tulisan Jari Lavonen, profesionalisme tidak hanya
mengacu hanya untuk kompetensi guru individu tetapi juga untuk status guru dalam
suatu masyarakat tertentu. Hal ini tergantung pada faktor tingkat sekolah dan budaya
dan faktor kebijakan pendidikan, di samping karakteristik individu guru seperti atau
basis pengetahuan, filsafat pengajaran dan interaksi dan kolaborasi keterampilan.
Sebagai contoh, sifat kepemimpinan, budaya kolaborasi, struktur jaringan dan
kemitraan sekolah-masyarakat-keluarga merupakan faktor schoollevel penting.
Sedangkan menurut jurnal yang pembanding tulisan Abdul Hamid, profesionalisme
menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan atau kemampuan manajemen beserta
strategi penerapannya. Profesionalisme bukan hanya sekedar pengetahuan teknologi
dan manajemen tetapi lebih merupakan sikap, dan pengembangan profesionalisme lebih
dari seorang teknisi bukan hanya memiliki keterampilan yang tinggi tetapi memiliki
suatu tingkahlaku yang dipersyaratkan.
3. Menurut jurnal yang direview tulisan Jari Lavonen, guru professional digambarkan
sebagai seseorang yang efektif, kompeten, ahli, kualitas, ideal atau dihormati dan juga
guru profesional seharusnya memiliki basis pengetahuan serbaguna, yang
memungkinkan dia untuk bertindak sebagai profesional otonom. Sedangkan menurut
junral pembanding tulisan Abdul Hamid, professional adalah peerjaan yang dilakukan

7
oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian
– keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memiliki standar mutu atau norma tertentu,
serta memerlukan pendidikan profesi. Pekerjaan yang professional adalah pekerjaan
yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus dipersiapkan untuk
melakukan hal tersebut. Dan guru professional menurut Abdul Hamid merupak
seseorang yang memiliki kemampuan kusus dalam bidang keguruan sehingga ia
mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemempuan maksimal,
maka guru professional adalah seseorang yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta
memiliki pengalaman yang di bidangkan.
4. Menurut jurnal yang direview tulisan Jari Lavonen seorang guru profesional memiliki
sifat dan basis dalam menjalankan kompetensinya yaitu : (i) Basis pengetahuan guru
profesional (pendekatan input), (ii) Proses atau interaksi yang terjadi di kelas antara
guru dan siswa (pendekatan proses) atau (iii ) Hasil dari proses belajar mengajar seperti
siswa pembelajaran hasil diukur dengan tes nasional atau tingkat kelulusan (pendekatan
output). Sedangkan menurut jurnal pembading tulisan Abdul Hamid, seorang guru
professional memiliki sikap khas yaitu adil, memiliki kewibawaan, berpengetahuan luas,
memiliki kepercayaan pada muridnya, bersikap baik pada masyarakat, guru dan siswa.
5. Menurut jurnal yang direview tulisan Jari Lavonen, terdapat beberapa perbedaan antara
guru professional dan guru tidak professional, yaitu antara konten (materi pelajaran)
pengetahuan, pengetahuan konten pedagogi dan pengetahuan kurikuler. Guru
profesional mencetak lebih tinggi di tiga domain: instruksi, penilaian siswa dan
pengelolaan kelas. Mereka juga mengakui bahwa guru profesional cenderung untuk
meminta tingkat yang lebih tinggi (misalnya, analisis) pertanyaan disbanding dengan
guru yang tidak professional, selain itu faktor-faktor etika, politik, ekonomi dan sosial
yang mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah termasuk dalam konsep
pengetahuan kontekstual. Sedangkan menurut jurnal pembanding, perbedaan guru
professional dan tidak professional terletak pada sikap, kompetensi dan tingkahlaku,
misalnya guru professional menganggap kerja dan tugas adalah ibadah dan amanah,
sedangkan guru tidak professional menganggap kerja dan tugas adalah beban, guru
professional akan menjaga lingkungan kerjanya tetap rapih dan teratur, sedangkan guru
tidak professional tidak memperhatikan lingkungan kerjanya, den guru profesonal tidak
akan membiarkan adanya kesalahan selama proses pengajaran serta bekerja secara

8
terarah, sedangkan guru tidak professional akan mengabaikan kasalahannya dan bahkan
terkadang menyembunyikan kasalahn tersebut.

B. Kelebihan dan Kekurangan


1. Kelebihan
a. Kelebihan jurnal dari aspek isi yaitu jurnal utama selain menerangkan mengenai guru
professional juga menerangkan mengenai kompetensi seorang guru, baik kompetensi
dasar seperti kompetensi pendadogik dan juga menjelaskan mengenai basis – basis
yang diperlukan untuk menjadi seorang guru yang professional. Selain itu, jurnal utama
juga menjelaskan mengenai proses – proses dan pendidikan untuk menjadi seorang
guru professional walaupun dalam ruang lingkup Finlandia.
b. Dari aspek bahasa jurnal utama menjelaskan secara terperinci setiap pembahasan,
sehingga lebih mudah memahami maksud dari penulis dalam menyampaikan
pembahasan dalam jurnal. Walau dengan pokok yang sulit namun manjadi lebih mudah
setelah membaca penjelasan yang telah dibuat serinci mungkin.

2. Kekurangan
a. Kekurangan dilihat dari aspek isi yaitu bagian pendahuluan, jurnal utama lebih
menekankan dan lebih banyak menjelaskan mengenai pengakuan dunia terhadap sistem
pendidikan yang menjadi pokok bahasan.
b. Dari segi kelengkapan ada satu bahasan yang tidak disajikan penulis dalam jurnal
utama walaupun pada bagian sebelumnya sudah sedikit disinggung yaitu mengenai
sikap seorang guru terhadap peraturan, siswa, masyarakat, organisasi dan teman
seprofesi.

9
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari jurnal utama dan pembanding yaitu guru merupakan seseorang yang sangat
penting, karena guru bertanggung jawab dalam proses penilaian peserta didik yang
merupakan titik balik dalam pembentukan masa depan dan guru juga memiliki tanggunng
jawab dalam proses pengembangan kurikulum.
Guru merupakan jabatan professional dimana sikap dan tingkahlakunya tercermin
sebagai seseorang yang kompeten, ahli, berkualitas dan efektif. Profesionalisme seorang guru
tidak hanya diurur dari segi keaktifannya saja, namun juga dari segi berinteraksi dengan
peserta didik, orang tua, masyarakat serta warga sekolah juga menjadi tolak ukur tingkat
profesionalisme seorang guru.
Guru professional memiliki basis kompetensi yang diperhitungkan, antara lain (i) Basis
pengetahuan guru profesional (pendekatan input), (ii) Proses atau interaksi yang terjadi di
kelas antara guru dan siswa (pendekatan proses) atau (iii ) Hasil dari proses belajar mengajar
seperti siswa pembelajaran hasil diukur dengan tes nasional atau tingkat kelulusan
(pendekatan output).
Antara seorang guru yang professional dengan guru yang ridak professional memiliki
perbedaan yang sangat signifikan baik dari kompetensi, cara mengajar, sikap, bahkan
tigkahlakunya. Hal ini dilihat dimana seorang guru yang professional akan selalu seius dan
bersungguh – sungguh dalam membagikan pengetahuan yang dimilikinya, namun guru yang
tidak professional akan sebaliknya, selain itu guru professional akan lebih dituntut
berkembang daripada guru yang tidak professional.

B. Rekomendasi
Setelah dilakukan review, dapat ditarik kesimpulan bahwa jurnal yang direview layak
dijadikan bahan bacaan, acuan pembelajaran dan juga referensi dalam pengerjaan sesuatu.
Hal ini dikarenakan isi dari jurnal yang sudah lengkap, serta penjelasan yang terperinci
menjadikan jurnal ini layak untuk bahan pembelajaran.

10
DAFTAR PUSTAKA

Hamid, A. (2017). Guru Profesional. Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan , 274-
285.

Lavonen, J. (2016). Educating Professional Teachers Through The Master's Level Teacher
Educating Programme In Finland. Jurnal Bordon , 51-64.

11