Anda di halaman 1dari 14

PROPOSAL MINI RISET

“Video Pembelajaran tentang Sistem Endokrin pada Aves”

Diajukan untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Nilai Mata Kuliah Struktur Hewan

Disusun Oleh :

KELOMPOK 6

Nama Mahasiswa : 1. Adelia Putri Effendi (4192441005)

2. Maria Gregoryance Purba (4192441012)

3. Rizky Arsya Putri Harahap (4191141006)

4. Safira Try Puspita (4191141001)

5. Metyo Markus Edryan Sitanggang (4193341004)

Kelas : Pendidikan Biologi A 2019

Mata Kuliah : Struktur Hewan

Dosen Pengampu :
Dra. Meida Nugrahalia, M.Sc.

PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada ALLAH SWT. yang telah melimpahkan rahmatnya
berupa kesehatan, kecerdasan, kesempatan, dan sebagainya sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas mini riset yang berjudul “Video Pembelajaran tentang Sistem Endokrin
pada Aves”.
Mini riset ini ditulis guna memenuhi tugas Mata Kuliah Struktur Hewan sesuai dengan
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Sejak awal persiapan hingga akhir
penyelesaian dari mini riset ini, kami mendapat banyak dorongan, semangat, serta bantuan dari
berbagai pihak. Pada kesempatan kali ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan mini riset ini.
Dalam penyusunan mini riset ini penulis menyadari sepenuhnya bahwa mini riset ini
masih jauh dari kesempurnaan sebab pengetahuan dan pengalaman yang kami miliki masih
terbatas, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai
pihak semoga kedepannya penulisan ini semakin baik.
Akhir kata, semoga mini riset ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi
pembaca pada umumnya.

Medan, April 2020

Kelompok 6

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ i


DAFTAR ISI ...................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... iii
A. Latar Belakang Masalah ........................................................................................... iii
B. Tujuan ...................................................................................................................... iv
C. Manfaat .................................................................................................................... iv
D. Hipotesis .................................................................................................................. iv
BAB II TEORI SINGKAT................................................................................................. 1
A. Pengertian Sistem Endokrin ...................................................................................... 1
B. Kelenjar Endokrin Secara Umum.............................................................................. 1
C. Sistem Kerja Hormon pada Aves .............................................................................. 3
D. Kelenjar Endokrin pada Aves ................................................................................... 4
BAB III METODE ............................................................................................................. 7
A. Alat .......................................................................................................................... 7
B. Bahan ....................................................................................................................... 7
C. Langkah-Langkah ..................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 9

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem endokrin dapat dijumpai pada semua golongan hewan, baik vertebrata
maupun invertebrata. Sistem endokrin (hormon) dari sistem saraf secara bersama lebih
dikenal sebagai super sistem neuroendokrin yang bekerja sama secara kooperatif untuk
menyelenggarakan fungsi kendali dan koordinasi pada tubuh hewan. Pada umumnya,
sistem endokrin bekerja untuk mengendalikan berbagai fungsi fisiologi tubuh, antara
lain aktivitas metabolisme, pertumbuhan, reproduksi, regulasi osmotik, dan regulasi
ionik. Hormon adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin
(kelenjar buntu). Hormon berfungsi mengatur pertumbuhan, reproduksi, tingkah laku,
keseimbangan dan metabolisme. Hormon masuk ke dalam peredaran darah menuju
organ target. Jumlah yang dibutuhkan sedikit namun mempunyai kemampuan kerja
yang besar dan lama pengaruhnya karena hormon mempengaruhi kerja organ dan sel.
Hormon terdiri dari 2 jenis berdasarkan struktur kimiawinya yaitu hormon yang terbuat
dari peptida (hormon peptida) dan hormon yang terbuat dari kolesterol (hormon
steroid). Perbedaan saraf dan hormon adalah saraf bekerja cepat dan pengaruhnya cepat
hilang. Sedangkan hormon bekerja lambat dan pengaruhnya lama.
Endokrin menyatakan organ tanpa saluran (pembuluh) yang sekresinya
(hormon) diserap secara langsung ke aliran darah daripada dimasukkan ke sistem
pembuluh sebelum ke peredaran darah. Kelenjar endokrin terdiri atas glandulae
pituitaria atau hypophysa terletak didasar otak pada ujung infundibulum, glandulae
thyroidea yang terletak di bawah pena jugularis dekat cabang arteri subclavia dan arteri
carotis. Kelenjar endokrin atau kelenjar buntu, merupakan suatu kelenjar yang tidak
memiliki saluran pelepasan (ductless) untuk mengeluarkan hasil sekresi/
penggetahannya ke luar dari tubuh kelenjar. Sekret/getah yang diproduksi oleh kelenjar
yang demikian ini disebut hormon. Karena tidak memiliki saluran pelepasan maka
hormon ini langsung merembes ke peredaran darah, lymphe atau cairan tubuh dari
organ sampai ke organ target/sasaran. dalam hal ini hanya jaringan tertentu saja yang
mampu memberikan tanggapan/respons terhadap hormon-honnon yang tertentu pula.
Sistem endokrin terdiri dari kelenjarkelenjar endokrin;Kelenjar endokrin merupakan
sekelompok susunan sel yang mempunyai susunan mikroskopis sangat sederhana.
Kelompok ini terdiri dari deretan sel-sel, lempengan atau gumpa.

iii
B. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan proposal ini yaitu :
1. Mengetahui Pengertian Sistem Endokrin
2. Mengetahui Kelenjar Endokrin Secara Umum
3. Mengetahui Sistem Kerja Hormon pada Aves
4. Mengetahui Kelenjar Endokrin pada Aves
5. Mengetahui Video Pembelajaran tentang Sistem Endokrin pada Aves

C. Manfaat
Ada beberapa manfaat dalam pembuatan proposal ini yaitu :
1. Dapat Mengetahui Pengertian Sistem Endokrin
2. Dapat Mengetahui Kelenjar Endokrin Secara Umum
3. Dapat Mengetahui Sistem Kerja Hormon pada Aves
4. Dapat Mengetahui Kelenjar Endokrin pada Aves
5. Dapat Mengetahui Video Pembelajaran tentang Sistem Endokrin pada Aves

D. Hipotesis
Hipotesis dalam mini riset ini adalah bahwa media pembelajaran berbasis video ini
dapat mempengaruhi aktivitas belajar siswa dan lebih dapat menambah pemahaman
belajar siswa mengenai sistem endokrin pada aves. Ada beberapa aktivitas siswa yang
memperhatikan materi menggunakan media video pembelajaran dengan baik dan ada
beberapa siswa yang tidak mau mendengar atau tidak memperhatikan video
pembelajaran dengan baik dikarenakan siswa belum terbiasa menggunakan video
pembelajaran.

iv
BAB II
TEORI SINGKAT
A. Pengertian Sistem Endokrin
Sistem Endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang
menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk
memengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan" dan
dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan
menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan. Sistem endokrin tidak
memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan kelenjar-
kelenjar lain dalam saluran gastroinstestin. Kelenjar endokrin merupakan kelenjar yang
tidak mempunyai saluran, yang menyalurkan sekresi hormonnya langsung ke dalam
darah. Hormon tersebut memberikan efeknya ke organ atau jaringan target. Beberapa
hormon seperti insulin dan tiroksin mempunyai banyak organ target. Hormon lain
seperti kalsitonin dan beberapa hormone kelenjar hipofisis, hanya memiliki satu atau
beberapa organ target. Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf,
mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja
untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling
berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya, medulla
adrenal dan kelenjar hipofise posterior yangmempunyai asal dari saraf (neural). Jika
keduanya dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian
diambil alih oleh sistem saraf. Bila sistem endokrin umunya bekerja melalui hormone,
maka system saraf bekerja melalui neurotransmitter yang dihasilkan oleh ujung-ujung
saraf (Manurung, 2017).
Sistem Endokrin disebut juga kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang tidak
mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya. Sekret dari kelenjar
endokrin dinamakan hormon. Hormon berperan penting untuk mengatur berbagai
aktivitas dalam tubuh hewan, antara lain aktivitas pertumbuhan, reproduksi,
osmoregulasi, pencernaan, dan integrasi serta koordinasi tubuh. Dasar dari sistem
endokrin adalah hormon dan kelenjar (glandula), sebagai senyawa kimia perantara,
hormon akan memberikan informasi dan instruksi dari sel satu ke sel lainnya. Banyak
hormon yang berbeda-beda masuk ke aliran darah, tetapi masing-masing tipe hormon
tersebut bekerja dan memberikan pengaruhnya hanya untuk sel tertentu (Isnaeni, 2006).

B. Kelenjar Endokrin Secara Umum

1
Secara umum kelenjar endokrin terdiri dari :
 Kelenjar hipofise atau pituitary (hypophysisor pituitary glanrl)

Terletak di dalam rongga kepala dekat dasar otak. Kelenjar ini mempunyai fungsi untuk
mengatur pertumbuhan dan perkembangan manusia. Hipotalamus ini mengeluarkan
releasing hormon yang mempunyai fungsi untuk merangsang kelenjar hipofisis yang
berguna bagi tubuh manusia.

 Kelenjar Tiroid (thyroid glanrl) atau kelenjar gondok

Terletak di leher bagian depan. Kelenjar Tiroid ini berbentuk seperti H dan
menghasilkan hormon tiroksin.

 Kelenjar paratiroid (parathyroidglanrl)

Merupakan 4 kelenjar pada bagian belakang kelenjar tiroid dan termasuk kelenjar
endokrin terkecil yang ada dalam tubuh manusia. Kelenjar ini mempunyai fungsi untuk
menghasilkan parathyroid hormone (PTH).

 Kelenjar Adrenal/Suprarenal/Anak Ginjal

Kelenjar ini terletak di bagian atas setiap ginjal. Setiap kelenjar tersebut tersusun atas
dua bagian, yaitu korteks dan juga medula. fungsi korteks pada ginjal untuk
menghasilkan hormon jenis kortikoid, sedangkan fungsi medula pada ginjal untuk
menghasilkan hormon jenis adrenalin.

 Kelenjar Pankreas

Kelenjar ini terdapat dalam pulau – pulau Langerhans . Kelenjar ini terdiri atas dua
tipe, yaitu alpa dan juga beta. Adapun fungsi dari kelenjar jenis ini adalah untuk
menghasilkan atau memproduksi hormon glucagon dan juga hormon insulin. Tanpa
adanya insulin, keseimbangan metabolisme menjadi terganggu.

 Kelenjar Kelamin (Gonad)

Sesuai dengan namanya, kelenjar gonad merupakan kelenjar yang mempunyai fungsi
untuk menghasilkan kelenjar hormon kelamin. Untuk wanita, gonad ini terletak pada

2
bagian ovarium, sedangkan pada pria gonad ini terletak pada bagian testis. Jika terjadi
gangguan pada bagian kelenjar ini, maka rangsangan yang ada menjadi ikut terganggu

 Kelenjar Pineal

Terletak pada tengah – tengah otak dan menghasilkan hormon timosin yang berfungsi
untuk mengatur ritme biologis, misalnya saja pada saat tidur. Pada saat malam hari,
konsentrasi melantonin akan tinggi sehingga membuat seseorang akan mengantuk
sehingga tidur. Sedangkan pada siang hari, konsentrasi melantonin ini akan rendah
sehingga membuat seseorang menjadi terjaga. Oleh karena itulah fungsi hormon ini
sangatlah berperan penting bagi aktivitas manusia sehari – hari.

 Kelenjar Timus

Merupakan kelenjar yang terletak di bagian atas rongga dada. Kelenjar ini mempunyai
fungsi untuk menghasilkan hormone timosi yang berfungsi untuk pematangan limfosit
T. Adapun limfosit T ini merupakan sejenis sel darah putih yang berperan dalam
membantu menjaga sistem kekebalan tubuh (imunitas) (Aida, 2016).

C. Sistem Kerja Hormon Pada Aves

Kelenjar endokrin terdiri atas glandulae pituitaria atau hypophysa terletak


didasar otak pada ujung infundibulum, glandulae thyroidea yang terletak di bawah pena
jugularis dekat cabang arteri subclavia dan arteri carotis. Glandulae pancreaticus
menghasilkan hormon insulin. Glandulae sub renalis atau glandula andrenalis terletak
pada permukaan ventral dan Ren, Glandulae sexualis menghasilkan hormon yang
mempengaruhi tanda kelamin sekunder terutama terletak pada warna bulu. Pusat
rangsangan syaraf yang mempengaruhi kerja hormon pada unggas terdapat pada
hypothalamus. Rangsangan syaraf dari luar akan ditransformasikan menuju
hypothalamus sehingga hypothalamus akan mensekresikan hormon releasing factor
(HRS). HRS yang dihasilkan hypothalamus akan mengatur regulasi hormon yang
dihasilkan oleh pituitary pars anterior/PPA (anterior pars pituitary). PPA memproduksi
hormon yang sifatnya mengatur kerja dari beberapa kelenjar endokrin. Beberapa
hormon yang disekresikan PPA antara lain Thyroid stimulating hormone (TSH),
Adrenocorticotrophic hormone (ACTH), dan ada dua jenis Gonadotrophic hormone

3
(GTH) yang masing – masing berefek pada aktivitas kelenjar tiroid, kelenjar adrenal,
dan kelenjar kelamin dan juga menghasilkan Growth hormone (GH) yang mengatur
pertumbuhan tubuh ungags. Beberapa kelenjar tersebut akan terangsang untuk
menghasilkan hormone tertentu yang mempunyai fungsi tertentu (Nesheim, 1979).

D. Kelenjar Endokrin Pada Aves

1. Kelenjar Pineal

Merupakan kelenjar yang kecil, bulat dan terletak di belakang hemisphaerium


cerebri. Hormon yang dihasilkan belum jelas fungsinya.

2. Kelenjar Pituitary

Kelenjar ini berbentuk seperti ginjal dan terletak pada basis otak. Terdiri dari dua
bagian yaitu PPA (anterior pars pituitary) dan PPP (posterior pars pituitary).
Adapun hormon yang dihasilkan adalah :

 PPA (Anterior Pasr Pituitary)

- FSH (Follicle stimulating hormone), berfungsi untuk menstimulasi


perkembangan Follikel (calon telur) dalam ovarium.

- LH (Luteinizing hormone), berfungsi pada saat proses ovulasi.

- LTH (Luteotropic hormone), berfungsi pada saat proses mengeram.

- TH (Thyrotropic hormone), berfungsi untuk menstimulasi kelenjar


tiroid.

- ATH (Adrenotropic hormone), berfungsi untuk menstimulasi kelenjar


adrenal.

- GPH (Growth Promoting hormone), berfungsi sebagai stimulasi proses


pertumbuhan bulu.

 PPP (Posterior Pars Pituitary)

4
- Oksitosin/Pitosin, berfungsi untuk pengaturan proses peneluran.

- Vasopresin/Pitesin, berfungsi sebagai kontraksi saluran darah.

3. Kelenjar Tiroid

Kelenjar ini berbentuk bulat kecil, berwarna coklat muda, jumlahnya ada dua buah
dan terletak dekat dengan vena jugularis pada batas leher. hormon yang dihailkan
adalah Thyroxin. Hormon ini berfungsi untuk pertumbuhan dan pigmentasi bulu
dan kecepatan metabolism tubuh.

4. Kelenjar Paratiroid

Kelenjar ini kecil dan terletak dekat dengan kelenjar thyroid. Hormon yang
dihasilkan yaitu parathormon. Fungsinya adalah untuk mengatur metabolise
Calsium dan Phosfor serta untuk mengatur deposisi kalsium pada tulang dan
kerabang telur.

5. Kelenjar Adrenal atau suprarenalis

Merupakan bangunan bulat dan kecil, berwarna kekuning – kuningan yang terletak
di bagian dorsal rongga tubuh tepatnya di depan ginjal. Hormon yang dihasilkan
adalah hormone adrenalin dan cortin. Hormon Adrenalin berfungsi mengatur
tekanan darah dan mempengaruhi aktifitas dari kelenjar sex. Hormon cortin
berfungsi sebagai fasilator konversi protein menjadi karbohidrat.

6. Kelenjar Pankreas

Kelenjar ini terdapat dalam pulau – pulau Langerhans. Hormon yang dihasilkan
adalah hormon insulin. Hormon ini berfungsi untuk metabolism KH (pengeluaran
energi dan cadangan energi) serta mengatur metabolism karbohidrat.

7. Kelenjar Gonad

Merupakan kelenjar yang mempunyai fungsi untuk menghasilkan kelenjar hormon


kelamin. Untuk wanita, gonad ini terletak pada bagian ovarium, sedangkan pada
pria gonad ini terletak pada bagian testis. Testis menghasilkan hormon yang

5
bertanggung jawab atas perbedaan sifat antara jantan dan betina. Kelenjar testis
menghasilkan hormon endrogen dan testosteron. Hormon endrogen berfungsi
untuk perkembangan karakter sekunder produksi sperma (spermatogenesis) dan
tingkah laku reproduksi. Sedangkan hormon testosteron berfungsi untuk
menstimulir pertumbuhan pial, bulu (bulu leher , ekor, dan punggung) dan
meningkatkan sel – sel darah merah pada ayam jantan sehingga lebih banyak dari
pada ayam betina serta berfungsi untuk memperlancar proses metabolisme menjadi
lebih cepat (Aida, 2016).

6
BAB III
METODE
Dalam mini riset kami ini, kami akan membuat suatu video pembelajaran dengan teknik media
audio visual untuk mempermudah memahami materi tentang “ Sistem Endokrin Pada Aves”
seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya. Adapun metode yang akan kami gunakan antara
lain:
A. Alat
- Spidol
- Pulpen
- Pensil
- Gunting
- Lem

B. Bahan
- Karton
- Kardus bekas
- Literatur/gambar

C. Langkah – Langkah
1. Menyiapkan skenario atau rancangan awal, dimana pada tahap ini setiap
anggota kelompok kami menyiapkan naskah atau materi – materi sesuai dengan
pembagian materi yang telah kami diskusikan sebelumnya yang nantinya akan
dijelaskan dalam video pembelajaran.
2. Menyiapkan ilustrasi pendukung yang berhubungan dengan materi yang akan
dijelaskan pada video pembelajaran. Pada tahan ini kami menyiapkan gambar –
gambar yang nantinya akan ditampilkan pada video. Hal ini bertujuan agar
video pembelajaran yang dibuat tidak mononton dan tidak membosankan serta
agar nantinya video pembelajaran yang kami buat lebih mudah untuk dipahami.
3. Menyiapkan music atau sound effect agar nantinya video pembelajaran yang
kami buat lebih menarik.
4. Melakukan rekaman setiap anggota kelompok pada saat menjelaskan, yang
dimulai dari penjelasan pengertian dan fungsi sistem endokrin pada aves,
kelenjar-kelenjar endokrin pada aves beserta letaknya serta menjelaskan cara

7
kerja sistem endokrin pada aves, disertai dengan menunjukkan gambar-gambar
atau literatur.
5. Menggabungkan atau mengedit rekaman video dari setiap anggota kelompok
menjadi satu video pembelajaran, kemudian kami menambahkan music atau
sound effect pendukung agar video pembelajaran kami lebih menarik.
6. Di awal video kami akan memperkenalkan anggota kelompok kami terlebih
dahulu, setelah itu masuk pada video setiap materi pembelajarannya.
7. Untuk membuat video lebih menarik lagi, kami menambahkan animasi-animasi
pendukung yang berhubungan dengan materi video pembelajaran kami yaitu
mengenai “ Sistem Endokrin Pada Aves”.

8
DAFTAR PUSTAKA

1. Aida. 2016. Sistem Endokrin Pada Aves. https://www.slideshare.net/aidah2811/sistem-


endokrin-pada-aves. Diakses pada 10 Mei 2016.

2. Isnaeni, Wiwi. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta : Kanisius

3. Nesheim. 1979. Pedoman Pemeliharaan Ayam Ras Petelur. Yogyakarta : Kanisius.

4. Manurung, Nixson. 2017. Sistem Endokrin. Yogyakarta: Deepublish