Anda di halaman 1dari 25

MATA KULIAH : MASAILUL FIQHIYAH

DOSEN PENGAMPU :SYAHRIKAL, S.Pd.,M.Pd

Homoseksual/Liwath, Lesbian dan onani atau masturbasi

Disusun untuk memenuhi syarat mengikuti mata kuliah Masailul Fiqhiyah

WARSUKNI 034.01.01.2017

ROSMIATI 012.01.01.2017

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM VI

STAI YAPIS TAKALAR

2020
KATA PENGANTAR

Segala puji serta syukur pada Allah ‫ﷻ‬ yang telah memberikan

kekuatan cinta hingga seluruh makhluknya bisa merasakan indahnya

kebersamaan. Juga kepada rasulullah ‫ﷺ‬ kita curahkan

Salawat dan salam semoga kita mendapatkan syafaatnya di yaumil akhir nanti.

Kita bisa belajar dari sejarah beliau yang memberikan pengetahuan yang luar

biasa untuk setiap insan yang punya mimpi untuk berkarya.

Kali ini penulis menyempatkan menyajikan sebuah tulisan yang cukup

ringkas sebagai kewajiban menunaikan perintah dari dosen pengampu mata kuliah

MASAILUL FIQHIYAH dengan judul makalah “Homoseksual/Liwath, Lesbian

dan onani atau masturbasi.” yang didalamnya dijelaskan.Semoga penulisan ini

bisa memberikan pencerahan pola pikir kita ke arah yang lebih positif lagi.

Aamiin ya rabb. Jazakallah Khairan

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................i

DAFTAR ISI............................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang..............................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................2
C. Tujuan Makalah............................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

A. Homoseksual/Liwath ....................................................................3
B. Lesbian .........................................................................................7
C. onani atau masturbasi .................................................................10

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ................................................................................14
B. Saran ..........................................................................................15

Daftar Pustaka

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Jika kita telaah sejarah peradaban manusia, sebenarnya fenomena


penyimpangan seksual sudah muncul jauh sebelum masa Nabi Muhammad
‫ﷺ‬, tepatnya pada masa Nabi Luth yang diutus untuk kaum
Sadoum. Hampir semua kitab tafsir mengabadikan kisah tersebut ketika
menyingkap kandungan ayat-ayat yang berkaitan dengan kisah nabi Luth.

Allah berfirman: “Dan Luth ketika berkata kepada kaumnya:


mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) yang belum pernah
dilakukan oleh seorangpun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi
laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini
kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan:
“Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang
yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan
pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang
tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu);
maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa
itu.” [QS Al-A’raf:80-84].

Allah menggambarkan Adzab yang menimpa kaum nabi


Luth : “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu
yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan
batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh
Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang
zalim” [Hud : 82-83]

1
Pada makalah ini membahas tentang Homoseksual/Liwath, Lesbian
dan onani atau masturbasi.

B. Rumusan Masalah

1. Jelaskan tentang Homoseksual/Liwath


2. Jelaskan tentang Lesbian
3. Jelaskan tentang onani atau masturbasi

C. Tujuan

1. Agar mahasiswa mampu memahami Homoseksual dan Lesbian serta


onani atau masturbasi
2. Agar mahasiswa mengetahui bagaimana islam memandang Homoseksual
dan Lesbian serta onani atau masturbasi
3. Agar mahasiswa mengetahui hukum Homoseksual dan Lesbian serta
onani atau masturbasi

2
3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Homoseksual/Liwath
1. Pengertian Homoseksual

Homo seksual (Liwath) adalah hubungan antara sesama jenis


(laki-laki dengan laki-laki),  Perbuatan ini merupakan salah satu
penyelewengan seksual, karena menyalahi sunnah Allah, dan menyalahi
fitrah makhluk ciptaanNya. Pada penggunaan mutakhir, kata
sifat homoseks digunakan untuk hubungan intim dan atau hubungan
sexual diantara orang-orang berjenis kelamin yang sama, yang bisa
jadi  mengidentifikasi diri merek sebagai gay.

Homoseks ala kaum Gay, akhir-akhir ini semakin banyak terjadi


di Indonesia. Dan perbutan  ini merupakan perbuatan asusila yang sangat
terkutuk dan menunjukkan pelakunya seorang yang mengalami
penyimpangan psikologis dan tidak normal.

Homoseksual merupakan dosa besar dalam Islam. Karena


bertentangan dengan norma agama, norma susila dan juga menyalahi
fitrah manusia. Allah menjadikan manusia terdiri dari pria dan wanita
agar dapat berpasang-pasangan sebagai suami istri untuk mendapatkan
keturunan yang sah dan untuk memperoleh ketenangan dan kasih
sayang, sebagaimana tersebut dalam surat An-Nahl ayat 72: ”Allah

4
menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan
menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu,
dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka
beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?"

Menurut Dr. Muhammad Rashfi dalam kitab Al-Islam wa al-Thib,


sebagaimana dikutip oleh Sayyid Sabiq, bahwa Islam melarang keras
homosex, karena mempunyai dampak negatif terhadap kehidupan pribadi
dan masyarakat, antara lain:

a) Tidak tertarik kepada lawan jenis. Akibatnya jika si homo itu


menikah dengan wanita, maka istrinya akan merana karena ia tidak
dapat melaksanakan tugas sebagai suami, sehingga pasangannya
hidup tanpa ketenangan dan kasih sayang, dan tidak akan dapat
mempunyai keturunan
b) Kelainan jiwanya akibat mencintai sesama jenis, akan membuat
jiwanya tidak stabil, dan timbul tingkah laku yang aneh-aneh.
Misalnya jika ia seorang homo, akan bergaya seperti wanita dalam
berpakaian dan berhias. Dan jika ia seorang lesbian maka ia akan
bertingkah dan berpakaian seperti laki-laki.
c) Gangguan syaraf otak yang dapat melemahkan daya fikir, kemauan
dan semangat.
d) Terkena penyakit AIDS, yang menyebabkan penderitanya
kehilangan daya tahan tubuh. Penyakit ini belum ditemukan obatnya.

2. Homoseksual menurut pandangan islam

Dalam pandangan islam perbuatan homoseksual merupakan


perbuatan tak terpuji dan ini  telah terjadi jauh sebelum Allah mengutus
Rasulullah sebagai rahmat bagi sekalian alam, yaitu kurang lebih empat
belas abad yang lalu Allah mengutus nabi Luth A.S kepada kaumnya
untuk mengajak mereka kejalan yang benar dan agar mereka

5
meninggalkan perbuatan homoseksual ini. Tetapi mereka menolak
sehingga Allah memusnahkan mereka dari muka bumi. Kisah nabi Luth
A.S ini bisa kita temukan di beberapa surat didalam al-Qur’an maupun
hadits.

Berdasarkan firman Allah Ta’ala tentang kaumnya Nabi Luth


‘alaihi assalam (artinya):

ِ َ‫َولُوطا ً إِ ْذ قَا َل لِقَوْ ِم ِه إِنَّ ُك ْم لَتَأْتُونَ ْالف‬


َ‫اح َشةَ َما َسبَقَ ُكم بِهَا ِم ْن أَ َح ٍد ِّمنَ ْال َعالَ ِمين‬

“Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya:


“Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji
yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum
kamu” (Al Ankabut 28)

Rasulallah Saw bersabda :

”‫ ْالفَا ِع َل َو ْال َم ْفعُوْ َل بِ ِه‬ ‫“ َم ْن َو َج ْدتُ ُموْ هُ يَ ْع َم ُل َع َم َل قَوْ َم لُوْ ٍط فَا ْقتُلُوْ ا‬

“Siapa saja di antara kalian mendapati seseorang yang melakukan


perbuatan kaum Luth maka bunuhlah pelakunya
beserta pasangannya.“

6
Setelah kaum nabi Luth A.S musnah dari muka bumi berabad-
abad yang lalu, pada saat ini muncul generasi penerus mereka yang secara
mati-matian memperjuangkan praktek homoseksual. Amerika dan Eropa
berdiri di barisan terdepan, maka tidak heran jika perkawinan ala
homoseksual menjadi perkawinan yang sah yang di akui oleh Negara
dibeberapa Negara Eropa dan Amerika. Kita patut prihatin, tetapi yang
lebih memprihatinkan adalah sikap beberapa cendekiawan muslim yang
malah ikut-ikutan membelah praktek ini. Entah itu merupakan keyakian
mereka atau memang pengaruh faham liberalisme barat yang sekarang ini
sedang menggrogoti umat islam. Hal ini tentu menarik perhatian kita
untuk membahas pandangan agama islam terhadap homoseksual.

3. Hukum Homoseksual

Perbuatan homoseksual hukumnya adalah haram dipandang dari


segi apapun, ini termasuk dosa besar karena perbuatannya sangat
menjijikan dan yang paling mengerikan adalah adzab dan laknat yang
akan Allah berikan bagi para pelakunya.

Ada beberapa pendapat ulama-ulama fiqh mengenai hukuman bagi


pelaku homoseksual. Diantara pendapat para ulama tersebut adalah:

a) Fuqoha Madzhaf Hambali: Mereka sepakat bahwa hukuman bagi pelaku


homoseksual sama persis dengan hukuman bagi pelaku perzinahan. Yang
sudah menikah di rajam dan yang belum menikah dicambuk 100 kali dan
diasingkan selama setahun. Adapun dalil yang mereka pergunakan
adalah Qiyas. Karena defenisi Homoseksual (Liwath) menurut mereka
adalah menyetubuhi sesuatu yang telah diharamkan oleh Allah. Maka
mereka menyimpulkan bahwa hukuman bagi pelakunya adalah sama
persis dengan hukuman bagi pelaku perzinahan. Tetapi qiyas yang mereka
lakukan adalahqiyas ma’a al-fariq (mengqiyaskan sesuatu yang berbeda)
karena liwath (homoseksual) jauh lebih mejijikkan dari pada perzinahan.

7
Al-Imam Asy-Syafi’i berkata,

َ ْ‫” َوبِهَ َذا نَأْ ُخ ُذ بِ َرجْ ِم َم ْن يَ ْع َم ُل هَ َذا ْال َع َم َل ُمح‬


َ ْ‫صنًا َكانَ أَوْ َغي َْر ُمح‬
“ ‫ص ٍن‬

“Maka dengan (dalil) ini, kami menghukum orang yang


melakukan perbuatan gay dengan rajam, baik ia seorang
yang sudah menikah maupun belum.“

b) Syekh ibnu Taymiyah mengatakan bahwa seluruh sahabat Rasulullah


SAW sepakat bahwa hukuman bagi pelaku homoseksual adalah hukuman
mati. Karena virus ini kalau saja tersebar dimasyarakat maka ia akan
menghancukan masyarakat tersebut.

Hanya saja para sahabat berbeda pendapat tentang cara


ekskusinya. Sebagian sahabat mengatakan bahwa kedua-duanya harus
dibakar hidup-hidup, sehingga menjadi pelajaran bagi yang lain.
Pendapat ini diriwayatkan dari khalifah pertama Abu Bakar As-
Shiddiq.

َ ‫يُحْ َر‬ ‫ أَ َرى أَ ْن‬،‫ َوقَ ْد َعلِ ْمتُ ْم َما فَ َع َل هللاُ بِهَا‬،‫” َما فَ َع َل هَ َذا إِالَّ أُ َّمةٌ َوا ِح َدةٌ ِمنَ األُ َم ِم‬
ِ َّ‫ق بِالن‬
“ ‫ار‬

“Tidaklah ada satu umat pun dari umat-umat (terdahulu)


yang melakukan perbuataan ini, kecuali hanya satu umat (yaitu kaum
Luth) dan sungguh kalian telah mengetahui apa
yang Allah Subhaanahu wa ta’ala perbuat atas mereka, aku
berpendapat agar ia dibakar dengan api.”

8
Sahabat yang lain berpendapat bahwa keduanya dibawa
kepuncak yang tertinggi di negeri itu kemudian diterjunkan dari atas
dan dihujani dengan batu. Karena dengan demikianlah kaum nabi Luth
A.S dihukum oleh Allah .

Abdullah bin Abbas berkata,             

“ ‫ ثُ َّم يُتَّبَ ُع بِ ْال ِح َجا َر ِة‬،‫ فَيُرْ َمى اللُّوْ ِط ُّي ِم ْنهُ ُمنَ ِّكبًا‬،‫” يُ ْنظَ ُر إِلَى أَ ْعلَى بِنَا ٍء فِي ْالقَرْ يَ ِة‬

“Ia (pelaku gay) dinaikkan ke atas bangunan yang paling tinggi


di satu kampung, kemudian dilemparkan darinya dengan
posisi pundak di bawah, lalu dilempari dengan bebatuan.”

B. Lesbian
a) Pengertian Lesbian

Pada awalnya istilah lesbian lebih dikenal dengan menggesekkan


kemaluan dan tidak memasukkannya (mahsyur, 1990). Namun, dalam
perkembangannya istilah lesbian kini lebih dikenal sebagai hubungan
seksual sesama perempuan. Atau dapat juga disebut sebagai kebalikan
dari istilah homoseksual. Dalam bahasa arab istilah lesbian dikenal

9
dengan nama As-sahaq dan pelakunya dikenal dengan sebutan As-saahiq.
Biasanya istilah As-sahaq sering dikenal dengan perkataan ‫المراة ثاثى المراة‬
(perempuan yang selalu menggumpuli perempuan lainnya).

Sebab-sebab  lesbian :

Sebab-sebab orang yang melakukan  lesbian sangat bervariatif.


baik karena pengaruh dari luar maupun pengaruh dari dalam dirinya
sendiri, antara lain adalah :

1. Cacat pembawaan yang kemudian didorong oleh pengaruh


lingkungan. Sejak lahir sudah memiliki pembawaan yang mengarah
kepada prilaku lesbian. Pembawaan ini akan cepat berkembang
apabila didorong oleh pengaruh lingkungan dan pergaulan.
2. Salah asuh dan salah didik semasa kecil, hal ini juga dapat dipicu
karena pengalaman masa kecil yang buruk sehingga menimbulkan
traumatik. Sehingga dapat menimbulkan kecenderungan untuk
melakukan lesbian.
3. Moerthiko berpendapat, bahwa  lesbian terjadi disebabkan karena
pengalaman-pengalaman di masa lampau tentang seks yang
membekas pada pikiran bawah sadarnya.
4. Dr. Cario mengemukakan, bahwa menurutnya lesbian adalah suatu
gejala kekacauan saraf, yang berasal karena ada hubungan dengan
orang-orang yang berpenyakit saraf. 

b) Lesbian menurut pandangan islam

Menurut  pandangan islam lesbian merupakan perbuatan yang


bertentangan dengan agama, norma susila, dan bertentangan pula dengan

10
sunatullah dan fitrah manusia. Karena itu, Islam melarangnya secara
keras. Oleh karenanya Rasulullah Salallahu alaihi wasallam telah
memberikan peringatan kepada umatnya agar menjauhi perbuatan ini. Hal
itu sebagaimana yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah, bahwa
Rasulullah Salallahu alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya yang
paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth”.(HR.
Ibnu Majah : 2563).

Dalam hadist yang lain, Ibnu Abbas meriwayatkan, bahwa


Rasulullah saw bersabda : “Allah melaknat siapa saja yang melakukan
perbuatan kaum Luth, (beliau mengulanginya sebanyak tiga kali)”. (HR
Nasa’i. No. 7337).

Berdasarkan hal tersebut di atas, para ulama telah sepakat bahwa


praktek lesbi adalah haram secara mutlak, dan tidak ada khilaf diantara
mereka dalam masalah ini, bahkan perbuatan ini disebut sebagai zina
perempuan(‫)زنَى النِّ َس™ا ِء‬.
ِ Hal itu berdasarkan sabda Nabi Salallahu alaihi
wasallam::

ِ ‫ت ْال َمرْ أَةُ ْال َمرْ أَةَ فَهُ َما زَ انِيَت‬


“ ‫َان‬ ِ َ‫إِ َذا أَت‬ ”

“Apabila seorang wanita mendatangi (menyetubuhi) seorang


wanita maka keduanya berzina” (Ibn Qayyim, Al-Jawab Al-Kafi, Dar Al-
Ma’rifah,1997, hlm.177)

Menyimpulkan hadis tersebut, Ibn Hajar menggolongkan


perbuatan lesbian ini sebagai bentuk penyimpangan fitrah manusia, dan 
pelakunya termasuk dalam  kategori pelaku  dosa-dosa besar yang
mewajibkan baginya untuk segera bertaubat kepada Allah.

11
c) Hukum Lesbian

Perbuatan Lesbian hukumnya adalah haram mutlak karena ia


bentuk dari zina. para ulama telah sepakat bahwa hukuman bagi
pelaku sihaq (lesbi) adalah ta’zir, dimana pemerintah yang memiliki
wewenang untuk menentukan hukuman yang paling tepat, sehingga bisa
memberikan efek jera bagi pelaku perbuatan haram ini. Ibn Qayyim
berkata dalam Al-Jawab Al-Kafisebagaimana berikut :

‫الزنَا ْال َعا ُم‬


ِّ ‫ق َعلَيِ ِه َما ا ْس ُم‬ ْ ُ‫ َوإِ ْن أ‬،‫َولَ ِك ْن الَ يَ ِجبُ ْال َح ُّد بِ َذلِكَ لِ َعد َِم ا ِإل ْيالَج‬
َ ِ ‫طل‬ ِ

“Akan tetapi, tidaklah wajib padanya (yaitu dalam perbuatan lesbi)


hukuman (bunuh) karena tidak adanya ilajj (solusi/obat, yaitu jima’)
walaupun disematkan kepada keduanya (yakni homo dan lesbi) nama zina
secara umum” (Ibn Qayyim, Al-Jawab Al-Kaf, hlm.177). Ibn Qudamah
dalam Al-Mughni menyatakan bahwa lesbi termasuk kategori zina, meski
hukumannya berbeda. Ia mengatakan :

“Apabila dua perempuan saling bergesekan (lesbi), maka


keduanya adalah berzina yang dilaknat, karena telah diriwayatkan dari
Nabi saw, bahwa beliau bersabda :” jika perempuan mendatangi
perempuan, maka keduanya adalah berzina”. Keduanya tidak dihadd,
karena tidak adanya ilajj yaitu jimak. Maka hal itu serupa dengan
mubasyaroh ( ٌ‫اش™ َرة‬
َ َ‫ – ) ُمب‬bersentuhan – tanpa farji dan keduanya harus
dita’zir”( Ibn Qudamah,Al-Mughni, Vol.10, hlm.162).

12
Jadi, hukuman bagi lesbi adalah ta’zir. Hukuman ta’zir tidak
sampai membunuh pelakunya, tidak sebagaimana rajam bagi pezina laki-
laki dan perempuan. Meski begitu, bukan berarti ini dosa sepele. Karena
lesrbi juga perbuatan keji. Ia bentuk dari zina yang dilaknat oleh Allah. Ia
disamakan dengan liwath – zina yang pernah dilakukan kaum nabi Luth.
Lesbi dan liwath adalah perbuatan keji, yang bisa mengundang adzab
Allah.

Apabila hukuman  ta’zir tersebut tidak terlaksana di dunia, maka


hukuman tersebut akan dilaksanakan di akhirat. Dalam hal ini Allah
berfirman :

ُّ ‫َولَ َع َذابُ اآل ِخ َر ِة أَ َش‬


‫ق‬

Dan sesungguhnya azab akhirat adalah lebih keras.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 34).

C. onani atau masturbasi


1. Pengertian onani atau masturbasi

Mengenal Istilah “‫”االستمناء‬Dalam bahasa Arab dikenal istilah “


‫”االستمناء‬, yaitu memaksa keluarnya mani. Atau secara istilah didefinisikan, “
‫ ”االستمناء‬adalah mengeluarkan mani dengan cara selain jima’
(bersenggama/coitus) dan cara ini dinilai haram seperti mengeluarkan mani
tersebut dengan tangan secara paksa disertai syahwat, atau bisa pula “‫”االستمناء‬
dilakukan antara pasutri dengan tangan pasangannya dan cara ini dinilai boleh
(tidak haram).

Dalam kitab I’anatuth Tholibin (2:255) disebutkan makna “‫”االستمناء‬


adalah mengeluarkan mani dengan cara selain jima’ (senggama), baik
dilakukan dengan cara yang haram melalui tangan, atau dengan cara yang

13
mubah melalui tangan pasangannya.Istilah “‫ ”االستمناء‬di sini sama dengan
onani atau masturbasi.

2. Bahaya Onani dari Sisi Kesehatan

Bahaya Onani dari Sisi Kesehatan

a) Ejakulasi dini atau terlalu cepat selesai ketika melakukan hubungan seks
yang sebenarnya. Ketika melakukan onani, biasanya orang cenderung
melakukannya secara terburu-buru dengan harapan dapat segera mencapai
orgasme. Cara onani yang terburu-buru ini akan membiasakan sistem
syaraf untuk melakukan seks secara cepat ketika sedang bercinta. Dan
hasilnya adalah ejakulasi dini.
b) Gairah seks yang lemah ketika sudah berumah tangga. Keinginan untuk
melakukan hubungan seks kadang sangat rendah karena sudah terbiasa
melakukan onani ketika masih muda.
c) Orang-orang zaman dulu menyebut onani yang berlebihan akan
menyebabkan kebodohan karena selalu membayangkan hal-hal porno dan
orientasi pikiran selalu negatif.
d) Badan jadi kurus dan lemah. Karena pikiran selalu negatif dan berpikir
yang porno-porno membuat banyak energi yang terkuras. Hal ini
menyebabkan badan menjadi kurus kering.
e) Sulit menikmati hubungan seks yang sebenarnya bersama wanita. Karena
sejak remaja sudah terbiasa merasakan seks secara manual atau onani.
Penis yang terbiasa dengan tekanan tertentu dari tangan menjadi tidak
responsif terhadap rangsangan dari vagina.
f) Perasaan bersalah karena terlalu sering onani menimbulkan rasa minder
dan tidak percaya diri di lingkungan sosial.
g) Bagi wanita muda yang senang masturbasi atau onani bisa merobek
lapisan hymen keperawanannya.
h) Mengalami impotensi atau gagal ereksi ketika berhubungan. Orang yang
melakukan onani sudah terbiasa menciptakan rangsangan yang bersifat

14
mental berupa khayalan-khayalan, hal tersebut membuat penis tidak
terbiasa dengan rangsangan fisik ketika berhubungan seks yang
sebenarnya.
i) Jadi sering melamun dan pikiran selalu negatif membuat adaptasi sosial
menjadi terbatas.

3. Solusi dari Onani

Para ulama memberi nasehat bagi orang yang sudah kecandu onani,
hendaklah ia perbanyak do’a, rajin menundukkan pandangan dari melihat
yang haram, dan rajin berolahraga untuk menurunkan syahwatnya. Namun
jika ia dihadapkan pada dua jalan yaitu berzina ataukah onani, maka
hendaklah ia memilih mudhorot yang lebih ringan yaitu onani, sambil
diyakini bahwa perbuatan tersebut adalah suatu dosa sehingga ia patut
bertaubat, memperbanyak istighfar dan do’a.

Solusi yang bisa dirinci:

a) Banyak berdo’a dan bertaubat kepada Allah, untuk berhenti dari onani
selamanya.
b) Harus memiliki tekad, kemauan, dan motivasi yang kuat dari diri sendiri.
c) Bergaullah dengan orang-orang yang alim, cerdas, sholeh, beriman,
bertakwa. Hindarilah lingkungan pergaulan yang membawa Anda menuju
“lembah maksiat” atau “dunia hitam” atau bergaul dengan orang yang hobi
onani. Teman karib yang baik sangat berpengaruh pada seseorang ibarat
seseorang yang berteman dengan penjual minyak wangi. Kalau tidak
diberi gratis, kita bisa dapat bau harumnya secara cuma-cuma.
d) Sibukkan diri dengan beribadah terutama banyak melakukan puasa sunnah
karena puasa akan mudah mengekang syahwat. Sibukkan diri pula dengan
menjaga shalat berjamaah, shalat malam, berzikir, dan membaca Alquran
serta melakukan hal bermanfaat seperti olahraga.

15
e) Jika Anda “hobi beronani”, berhati-hatilah atau waspadalah dengan kanker
prostat! Sebab, hasil riset yang dilakukan oleh Universitas Nottingham
Inggris, menyatakan bahwa pria berusia antara 20-30 tahun yang “gemar
beronani” memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker prostat. Juga,
Sebanyak 34% atau 146 dari 431 orang yang terkena kanker prostat sering
melakukan onani mulai usia 20 tahun. Sekadar tambahan, kanker prostat
adalah penyakit kanker yang berkembang di kelenjar prostat, disebabkan
karena sel prostat bermutasi dan mulai berkembang di luar kendali.
f) Hindari melihat tontonan, tayangan, gambar, video, yang “syur”, “aduhai”,
atau porno, baik di internet, televisi, VCD, DVD, dsb. Hindari juga
“bacaan dewasa”, “kisah panas”, atau “bumbu-bumbu seksual”.
g) Sadarilah bahwa onani hanya akan menghabiskan energi dan waktu Anda
yang sebenarnya dapat Anda gunakan untuk melakukan hal-hal lainnya
yang bermanfaat.

4. Hhukum Onani/Masturbasi hukumnya

Onani/Masturbasi hukumnya haram dikarenakan merupakan istimta’ (meraih


kesenangan/kenikmatan) dengan cara yang tidak Allah subhanahu wa ta’ala
halalkan. Allah tidak membolehkan istimta’ dan penyaluran kenikmatan seksual
kecuali pada istri atau budak wanita.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman.

َ‫ت أَ ْي َمانُهُ ْم فَإِنَّهُ ْم َغ ْي ُر َملُو ِمين‬


ْ ‫َوالَّ ِذينَ هُ ْم لِفُرُو ِج ِه ْم َحافِظُونَ إِاَّل َعلَى أَ ْز َوا ِج ِه ْم أوْ َما َملَ َك‬

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka


atau budak yang mereka miliki.” (QS. Al-Mu’minun 5-6)

Jadi, istimta’ apapun yang dilakukan bukan pada istri atau budak perempuan,
maka tergolong bentuk kezaliman yang haram. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
telah memberi petunjuk kepada para pemuda agar menikah untuk menghilangkan
keliaran dan pengaruh negatif syahwat. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda yang artinya, “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah
mampu menikah, maka hendaklah dia menikah karena nikah itu lebih

16
menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Sedang barangsiapa yang
belum mampu maka hendaknya dia berpuasa karena puasa itu akan menjadi
tameng baginya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

BAB III

PENUTUP

A.   Kesimpulan

17
·        Homo seksual (Liwath) adalah hubungan antara sesama jenis (laki-laki
dengan laki-laki), Perbuatan ini merupakan salah satu penyelewengan
seksual, karena menyalahi sunnah Allah, dan menyalahi fitrah makhluk
ciptaanNya. Homoseksual merupakan dosa besar dalam Islam dan
hukumnya haram. Karena bertentangan dengan norma agama, norma
susila dan juga menyalahi fitrah manusia. Syekh ibnu Taymiyah
mengatakan bahwa seluruh sahabat Rasulullah SAW sepakat bahwa
hukuman bagi pelaku homoseksual adalah hukuman mati, sebagaimana
azab yang diberikan Allah terhadap kaum nabi luth.

·          lesbian lebih dikenal dengan menggesekkan kemaluan dan tidak


memasukkannya (mahsyur, 1990). Namun, dalam perkembangannya
istilah lesbian kini lebih dikenal sebagai hubungan seksual sesama
perempuan. para ulama telah sepakat bahwa praktek lesbi adalah haram
secara mutlak, dan tidak ada khilaf diantara mereka dalam masalah ini,
bahkan perbuatan ini disebut sebagai zina perempuan. hukuman bagi
pelaku sihaq (lesbi) adalah ta’zir, dimana pemerintah yang memiliki
wewenang untuk menentukan hukuman yang paling tepat, sehingga bisa
memberikan efek jera bagi pelaku perbuatan haram ini.

Onani adalah adalah mengeluarkan mani dengan cara selain jima’


(senggama), baik dilakukan dengan cara yang haram melalui tangan, atau
dengan cara yang mubah melalui tangan pasangannya.Istilah “‫ ”االستمناء‬di
sini sama dengan onani atau masturbasi.

18
B.   Saran dan Kritik

a. Homoseksual, Lesbian, dan onani merupakan perbuatan yang tak terpuji


maka dari itu hendaknya para pemuda lebih mendekatkan diri kepada Allah
Subhanahu wa ta’ala , dan menjaga diri dari pergaualan bebas.
b. Seharusnya Pemerintah lebih memberikan perhatian khusus pada kasus
homoseksual dan lesbian ini dengan penyuluhan yang diselipkan dikurikulum
pendidikan.

19
20
DAFTAR PUSTAKA

Al Baghdadi, Abdurrahman, 1998, Emansipasi Adakah Dalam Islam, Gema Insani


Press, Jakarta

Hasan, M. Ali, 1995, Masail Fiqhiyah Al Haditsah Pada Masalah-Masalah


Kontemporer Hukum Islam, RajaGrafindo Persada, Jakarta

Mahjuddin, 1990, Masailul Fiqhiyah Berbagai Kasus Yang Yang Dihadapi Hukum
Islam Masa Kini, Kalam Mulia, Jakarta

Uman, Cholil, 1994, Agama Menjawab Tentang Berbagai Masalah Abad Modern,
Ampel Suci, Surabaya

Zallum, Abdul Qadim, 1998, Beberapa Problem Kontemporer Dalam Pandangan


Islam : Kloning, Transplantasi Organ, Abortus, Bayi Tabung, Penggunaan Organ
Tubuh Buatan, Definisi Hidup dan Mati, Al-Izzah, Bangil

Zuhdi, Masjfuk, 1993, Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam, Haji Masagung,
Jakarta

http://fdj-indrakurniawan.blogspot.com
https://rumaysho.com/2052-hukum-onani-masturbasi.html
https://konsultasisyariah.com/331-onani-belum-menikah.html

https://www.scribd.com/document/338827485/Makalah-Homoseksual-Lesbian-
Dalam-Islam

21
22