Anda di halaman 1dari 26

UJI TUNTAS DARI SEGI HUKUM (LEGAL

DUE DILIGENCE) DAN PENDAPAT HUKUM


(LEGAL OPINION)

Sampurno Budisetianto
(FHP- 2019)
Uji Tuntas Dari Segi Hukum (Legal Due Diligence) dan
Pendapat Hukum (Legal Opinion) diatur dalam

1. Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat


(”UU Advokat”)
2. Keputusan Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal
(HKHPM) No. Kep.02/HKHPM/VIII/2018 tanggal 8
Agustus 2018 Tentang Standar Profesi
Advokat
1. Advokat, adalah orang yang berprofesi memberi jasa
hukum, baik di dalam maupun di luar Pengadilan yang
memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan
Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat
(pasal 1 butir 1 UU Advokat)
2. Berdasarkan UU Advokat, pihak yang berwenang
membuat dan menandatangani Pendapat Hukum
(Legal Opinion) adalah Advokat
Penggunaan Uji Tuntas Dari Segi Hukum (Legal Due
Diligence) dan Pendapat Hukum (Legal Opinion)

Penggunaan Uji Tuntas Dari Segi Hukum (Legal Due


Diligence) dan Pendapat Hukum (Legal Opinion), secara
umum digunakan oleh klien atau pihak berkepentingan
lainnya untuk melakukan Analisa guna kepentingan
penyelesaian sengketa di Pengadilan atau lembaga
administratif lainnya (Litigasi) serta untuk kepentingan
pelaksanaan dan penyelesaian transaksi (Korporasi)
Penggunaan dalam bidang Litigasi
• Perdata

- Membantu klien menyiapkan dan/atau menghadapi (termasuk strategi) Gugatan Perdata

- Membantu klien menyiapkan upaya Banding, Kasasi, Perlawanan dan Peninjauan Kembali

- Membantu klien dalam pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum yang
tetap (eksekusi)

- Membantu klien menyelesaikan sengketa di luar Pengadilan

• Pidana

- Membantu klien menyiapkan dan/atau menghadapi (termasuk strategi) pendampingan dan pembelaan atas
kasus pidana, sejak tahap pemeriksaan awal di Kepolisian/Penyidik sampai dengan di Pengadilan

- Membantu klien menyiapkan upaya Banding, Kasasi dan Peninjauan Kembali

- Membantu klien dalam pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum yang
tetap (eksekusi)
Penggunaan dalam bidang Korporasi
• Membantu klien dalam merencanakan dan pelaksanaan transaksi korporasi
• Membantu klien dalam rangka transaksi Pasar Modal
• Membantu klien dalam pembuatan dan/atau mereview draft perjanjian
• Membantu klien dalam rangka pengamanan, perolehan dan pengelolaan
aset
• Membantu klien dalam rangka restrukturisasi hukum dan/atau hutang
dan/atau keuangan
• Membantu klien dalam rangka penanaman modal asing/dalam negeri
• Membantu klien dalam pemenuhan ketentuan perundangan yang berlaku
Tujuan Penggunaan Khusus
Secara Khusus Legal Due Diligence dan Legal Opinion
digunakan untuk tujuan:
• Forensik
• Rekonstruksi (mereka ulang kejadian)
• Posisi Kasus (mengungkap posisi kasus)
• Investigasi (penyidikan kasus tertentu)
Hubungan Legal Due Diligence dengan
Legal Opinion
• LegalDue Diligence merupakan proses/produk awal pembuatan
Legal Opinion
• LegalOpinion baru dapat diberikan setelah pelaksanaan Legal
Due Diligence
• Legal
Opinion adalah intisari atau produk akhir dari hasil Legal
Due Diligence
Uji Tuntas Dari Segi Hukum (Legal Due
Diligence)

Adalah kegiatan pemeriksaan secara seksama dari segi


hukum yang dilakukan oleh Konsultan Hukum terhadap
suatu perusahaan atau obyek transaksi sesuai dengan
tujuan transaksi, untuk memperoleh informasi atau fakta
material yang dapat menggambarkan kondisi suatu
perusahaan atau obyek transaksi.
Pendapat Hukum (Legal Opinion)

Pendapat hukum adalah pendapat yang diberikan oleh konsultan hukum


(Advokat) mengenai keadaan, transaksi dan/atau hubungan hukum tenentu,
yang memberi kepada pihak yang menerima pendapat hukum tersebut
wawasan atas konsekuensi hukum dan/atau risiko-risiko hukum yang terkait
dengan keadaan, transaksi dan/atau hubungan hukum yang menjadi objek
pendapat hukum dimaksud.
Pendapat Hukum berbentuk
- Tertulis
- Lisan
Prinsip dasar dalam pelaksanaan Legal
Due Diligence

Untuk dapat dipakai sebagai alat bantu Analisa,


Legal Due Diligence harus memenuhi prinsip-
prinsip:
• Keterbukaan (disclosure)
• Materialitas
Prinsip Keterbukaan
Adalah pedoman umum yang mensyaratkan Emiten,
Perusahaan Publik, dan Pihak Iain untuk
menginformasikan kepada masyarakat dalam waktu
yang tepat seluruh Informasi Material mengenai
usahanya atau efeknya yang dapat berpengaruh
terhadap keputusan pemodal terhadap Efek dimaksud
dan atau harga dari Efek tersebut sebagaimana diatur
dalam peraturan perundang-undangan.
Informasi atau Fakta Material

Adalah informasi atau fakta penting dan relevan


mengenai peristiwa, kejadian, atau fakta yang dapat
mempengaruhi harga Efek pada Bursa Efek dan atau
keputusan pemodal, calon pemodal, atau Pihak lain yang
berkepentingan atas informasi atau fakta tersebut.
Jenis dan tujuan dilaksanakannya Legal
Due Diligence
• GeneralLegal Due Diligence, yaitu Uji Tuntas Dari Segi
Hukum yang dilaksanakan untuk tujuan umum yaitu
mencari kebenaran formil
• Investigative
Legal Due Dilgence, yaitu Uji Tuntas Dari
Segi Hukum yang dilaksanakan untuk tujuan
khususyaitu mencari kebenaran materiil
Investigative Legal Due Diligence
Bertujuan untuk menyelidiki adanya:
• ketidakpatuhan perusahaan dalam melaksanakan transaksi
terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan;
• pengelabuan hukum atas transaksi yang dilakukan perusahaan;
dan/atau
• dugaan tindak pidana dalam transaksi yang dilakukan
perusahaan.
Bentuk Pelaksanaan Legal Due Diligence
Legal Due Diligence dilaksanakan atau dibuat dalam 2 bentuk :
• Legal Due Diligence secara penuh
Dilakukan untuk transaksi dan/atau permasalahan hukum yang
kompleks dan beresiko tinggi
• Legal Due Diligence secara terbatas
Dilakukan untuk transaksi yang bersifat rutin dan/atau
penanganan penyelesaian sengketa
Tanggung Jawab
• Advokat bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Legal Due Diligence
dan Legal Opinion
• Legal Opinion (Pendapat Hukum) tidak mengikat Klien atau pihak
berkepentingan lainnya
• Advokat tidak dapat dimintakan tanggung jawab sehubungan dengan
kerugian yang timbul sebagai akibat dari pelaksanaan Legal Opinion
(Pendapat Hukum), kecuali kerugian tersebut sebagai akibat dari tidak
benarnya isi Pendapat Dari Segi Hukum
• Pengambil Keputusan bertanggung jawab atas resiko dan/atau kerugian
yang timbul dari pelaksanaan Legal Opinion (Pendapat Hukum)
Metode pembuatan Legal Due Diligence
dan Legal Opinion
Metode pembuatan Legal Due Diligence dan Legal Opinion,
dilakukan dalam 3 tahap kerja, yaitu :
• Tahap pertama, pengumpulan data dan/atau informasi
• Tahap kedua, Analisa data dan/atau informasi
• Tahap ketiga, penyajian hasil Analisa
Tahap pengumpulan data dan/atau informasi

Tahap pengumpulan data dan/atau informasi (telusuran dokumentasi), dilakukan


untuk mendapatkan bahan-bahan pembuatan Legal Opinion.
Data dan/atau informasi yang dikumpulkan selanjutnya dilakukan
• Pemilahan data dan/atau informasi berdasarkan prinsip material
• Uji validitas atas data/dan atau informasi
Data dan/atau informasi yang dikumpulkan adalah semua data-data yang terkait
dengan permasalahan hukum yang akan dibuat Legal Opinion dan umumnya dalam
bentuk data sekunder.
Uji validitas dilakukan untuk menguji keabsahan dan/atau kebenaran data secara
formil
Tahap analisa data/dan atau informasi

Tahap Analisa data dan/atau informasi (telusuran hukum),


dilakukan terhadap data dan/atau informasi dikaitkan dengan
sumber-sumber hukum yang terkait dengan permasalahan
hukum atau transaksi
Tahap penyajian hasil analisa
Tahap penyajian hasil Analisa atas data/dan informasi yang
dikaitkan dengan permasalahan hukum atau tujuan transaksi
adalah hasil akhir dari proses pelaksanaan Legal Due Diligence
atau biasa kita sebut dengan istilah Legal Opinion (Pendapat
Hukum)
Untuk melindungi pembuat Legal Opinion (Pendapat Hukum),
umumnya penyajian memuat pembatasan-pembatasan dan
asumsi-asumsi
Contoh Asumsi Dan Pembatasan pada Legal Due
Diligence Report (Laporan Uji Tuntas Dari Segi Hukum)
Setelah memeriksa dokumen-dokumen yang diserahkan kepada kami serta mempelajari ketentuan-ketentuan
hukum yang berlaku di Indonesia, maka dapat kami sampaikan Laporan Uji Tuntas dari Segi Hukum (Legal Due
Diligence Report) dengan pembatasan dan asumsi-asumsi sebagai berikut:
• Laporan Uji Tuntas Dari Segi Hukum (Legal Due Diligence) ini diberikan dalam kerangka hukum Indonesia, dan
karenanya kami tidak melakukan pemeriksaan dari segi hukum yang berlaku di jurisdiksi-jurisdiksi lain.
Pemeriksaan dari segi hukum atas perusahaan-perusahaan di luar Indonesia dimana Perseroan mempunyai
penyertaan baik secara langsung maupun tidak langsung, dilakukan oleh Konsultan Hukum yang berwenang dari
negara-negara dimana perusahaan-perusahaan tersebut didirikan dan/atau berkedudukan hukum serta telah
dibuat sesuai dengan ketentuan hukum dan standar profesi yang berlaku di negara lain tersebut
• Tandatangan atas semua dokumen asli yang diberikan atau ditunjukkan kepada kami, serta semua dokumen-
dokumen yang diberikan kepada kami dalam bentuk fotokopi atau salinan adalah sesuai dengan aslinya.
• Semua pihak lain yang mengadakan perjanjian dan/atau menandatangani perjanjian dengan Perseroan adalah
pihak yang mempunyai hak dan wewenang penuh untuk mewakili pihaknya sesuai dengan hukum dan peraturan
yang berlaku di Indonesia dan pejabat yang mengeluarkan izin, persetujuan, penerimaan laporan dan/atau
pendaftaran mempunyai kewenangan dan kekuasaan penuh untuk melakukan tindakan tersebut dan semua
dokumen tersebut adalah sah berdasarkan hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
• Dokumen-dokumen, pernyataan-pernyataan dan keterangan-keterangan yang diberikan kepada kami untuk
tujuan uji tuntas dari segi hukum (Legal Due Diligence) ini telah diberikan seluruhnya, lengkap dan sesuai dengan
keadaan yang sebenarnya serta tidak mengalami perubahan sampai dengan tanggal dibuatnya Laporan Uji
Tuntas Dari Segi Hukum ini.
Contoh Asumsi Dan Pembatasan pada
Legal Opinion (Pendapat Hukum)
Pendapat Dari Segi Hukum ini kami sampaikan dengan pembatasan dan asumsi-asumsi sebagai
berikut :
• Bahwa Pendapat Dari Segi Hukum ini diberikan dalam kerangka hukum Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
• Kami mengasumsikan bahwa tandatangan atas semua dokumen asli yang diberikan atau
ditunjukkan kepada kami, serta semua dokumen-dokumen yang diberikan kepada kami dalam
bentuk fotokopi atau salinan adalah sesuai dengan aslinya.
• Kami mengasumsikan bahwa semua pihak yang mengadakan perjanjian dan/atau menandatangani
perjanjian adalah pihak yang mempunyai hak dan wewenang penuh untuk mewakili pihaknya sesuai
dengan hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia dan pejabat yang mengeluarkan izin,
persetujuan, penerimaan laporan dan/atau pendaftaran mempunyai kewenangan dan kekuasaan
penuh untuk melakukan tindakan tersebut dan semua dokumen tersebut adalah sah berdasarkan
hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
• Kami mengasumsikan bahwa dokumen-dokumen, pernyataan-pernyataan dan keterangan-
keterangan yang diberikan kepada kami telah lengkap, sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan
tidak mengalami perubahan sampai dengan tanggal dibuatnya Pendapat Dari Segi Hukum ini.
KERANGKA PENYAJIAN LEGAL DUE DILIGENCE REPORT (LAPORAN UJI TUNTAS DARI SEGI HUKUM)

I. PENDAHULUAN
I.1. PENUNJUKAN/PENUGASAN
I.2. PERMASALAHAN HUKUM ATAU TUJUAN TRANSAKSI
I.3. ASUMSI DAN PEMBATASAN

II. ANGGARAN DASAR


II.1. ANGGARAN DASAR DAN PERUBAHANNYA
II.2. KEGIATAN USAHA PERSEROAN
II.3. STRUKTUR PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM
II.4. SUSUNAN PENGURUS
II.5. KETENTUAN MENGENAI PENGURUSAN PERSEROAN
II.6. KETENTUAN MENGENAI RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM

III. KETERANGAN MENGENAI PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM


III.1. ANGGARAN DASAR PERTAMA DAN TERAKHIR
III.2. PERIJINAN POKOK
III.3. SUSUNAN PENGURUS

IV. PERIJINAN
IV.1. PERIJINAN POKOK
IV.2. PERIJINAN LAINNYA

V. ASET PERSEROAN
V.1. PENYERTAAN DI ANAK PERUSAHAAN BERBENTUK BADAN HUKUM
V.2. BARANG TIDAK BERGERAK
V.3. BARANG BERGERAK
V.4. ASURANSI
V.5. HAK MILIK INTELEKTUAL

VI. PERJANJIAN DENGAN PIHAK KETIGA


VI.1. PERJANJIAN YANG TERKAIT DENGAN KEGIATAN USAHA
VI.2. PERJANJIAN KREDIT
VI.3. PERJANJIAN LAINNYA

VII. PERKARA YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN


VII.1. PERKARA YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN
VII.2. SURAT KETERANGAN DARI PENGADILAN/LEMBAGA ADMINISTRATIF
VII.3. SURAT PERNYATAAN PERSEROAN
KERANGKA PENYAJIAN LEGAL OPINION (PENDAPAT DARI SEGI HUKUM)

- Pendahuluan dan penugasan

- Pokok Permasalahan

- Informasi Material Yang Terkait

- Uraian Dokumen-Dokumen Penting Yang Relevan

- Asumsi Dan Pembatasan

- Dasar Ketentuan Hukum

- Uraian Fakta-Fakta Yang Terkait

- Analisa Dan Pertimbangan Hukum

- Pendapat Hukum

- Saran
Terima Kasih