Anda di halaman 1dari 13

TUGAS OBGYN

GANGGUAN PADA KEHAMILAN SECARA UMUM

Disusun Oleh :
Melinda Anastasya Irene Bella (20160811014006)

Dosen Pengampu :
dr. Jefferson Nelson Munthe, Sp.OG (K),
M.Kes

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS CENDERAWASIH
2020

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Kehamilan adalah suatu fenomena fisiologis yang dimulai dengan pembuahan dan
diakhiri dengan proses persalinan (Mansjoer, 2001). Selama masa kehamilan, ibu dan
janin adalah unit fungsi yang tak terpisahkan. Selama kehamilan normal, saluran
cerna dan organ-organ penunjangnya mengalami perubahan, baik secara anatomis
maupun fungsional, yang dapat mengubah secara bermakna kriteria untuk diagnosis
dan terapi untuk beberapa penyakit.
Jika seorang wanita mengidap penyakit bawaan atau penyakit tertentu yang cukup
serius, harus waspada dan berhati-hati dalam menghadapi kehamilan. Dengan
perawatan dan pengobatan yang teratur, umumnya kehamilan dapat berjalan dengan
lancar. Walaupun demikian, risiko munculnya sesuatu yang tidak diinginkan dapat
saja terjadi. Beberapa penyakit perlu mendapat perhatian khusus jika diidap oleh
wanita hamil.

BAB II
TINJAUAN TEORI

A. PENYAKIT JANTUNG
Kehamilan dan penyakit jantung akan saling mempengaruhi pada individu yang
bersangkutan. Kehamilan akan memberatkan penyakit jantung. Sebaliknya, penyakit
jantung akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembanganjanin dalam kandungan,
lain halnya pada kehamilan dengan jantung yang normal. Tubuh dapat menyesuaikan
diri terhadap perubahan sistem jantung dan pembuluh darah. Jika seorang wanita
hamil mengidap penyakit jantung akan terjadi perubahan-perubahan berikut:
1. Meningkatnya volume jantung, yang dimulai sejak kehamilan 8 minggu dan
mencapai puncaknya pada kehamilan 32 minggu, lain menetap. Kondisi ini bertujuan
untuk mencukupi kebutuhan tubuh ibu dan janin yang dikandungnya.
2. Jantung dan diafragma (sekat rongga dada) terdorong ke atas karena pembesaran
rahim.
Dengan demikian. cukup jelas bahwa kehamilan dapat memperberat penyakit jantung.
Kemungkinan timbulnya payah jantung (dekompensasi cordis) pun dapat terjadi.
Keluhan-keluhan yang sering muncul adalah:
· Cepat merasa lelah
· Jantung berdebar-debar
· Sesak napas, kadang-kadang disertai kebiruan di sekitar mulut (sionosis)
· Bengkak pada tungkai atau terasa berat pada kehamilan muda.
Klasifikasi penyakit jantung dalam kehamilan :
Ø Kelas I
o Tanpa pembatasan kegiatan fisik
o Tanpa gejala penyakit jantung pada kegiatan biasa
Ø Kelas II
o Sedikit pembatasan kegiatan fisik
o Saat istirahat tidak ada keluhan
o Pada kegiatan fisik biasa timbul gejala isufisiensi jantung seperti: kelelahan,
jantung berdebar (palpitasi cordis), sesak nafas atau angina pectoris
Ø Kelas III
o Banyak pembatasan dalam kegiatan fisik
o Saat istirahat tidak ada keluhan
o Pada aktifitas fisik ringan sudah menimbulkan gejala-gejala insufisiensi jantung
Ø Kelas IV
· Tidak mampu melakukan aktivitas fisik apapun

Komplikasi :
Komplikasi pada ibu dapat terjadi : gagal jantung kongestif, edema paru, kematian,
abortus.
Komplikasi pada janin dapat terjadi : prematuritas, BBLR, hipoksia, gawat janin,
APGAR score rendah, pertumbuhan janin terhambat.
Penatalaksanaan :
Sebaiknya dilakukan dalam kerjasama dengan ahli penyakit dalam atau ahli jantung.
Secara garis besar penatalksanaan mencakup mengurangi beban kerja jantung dengan
tirah baring, menurunkan preload dengan deuretik, meningkatkan kontraktilitas
jantung dengan digitalis, dan menurunkan after load dengan vasodilator.
Penatalaksanaan dilakukan berdasarkan klasifikasinya yaitu :
Ø Kelas I :
· Tidak memerlukan pengobatan tambahan
Ø Kelas II :
· Umumnya tidak memerlukan pengobatan tambahan, hanya harus menghindari
aktifitas yang berlebihan, terutama pada UK 28-32 minggu. Pasien dirawat bila
keadaan memburuk.Kedua kelas ini dapat meneruskan kehamilan sampai cukup bulan
dan melahirkan pervaginam, namun harus diawasi dengan ketat. Pasien harus tidur
malam cukup 8-10 jam, istirahat baring minimal setengah jam setelah makan,
membatasi masuknya cairan (75 mll/jam) diet tinggi protein, rendah garam dan
membatasi kegiatan. Lakukan ANC dua minggu sekali dan seminggu sekali setelah 36
minggu. Rawat pasien di RS sejak 1 minggun sebelum waktu kelahiran.
Ø Kelas III :
· Dirawat di RS selam hamil terutama pada UK 28 minggu dapat diberikan
diuretic
Ø Kelas IV :
· Harus dirawat di RS. Kedua kelas ini tidak boleh hamil karena resiko terlalu
berat. Pertimbangkan abortus terapeutik pada kehamilan kurang dari 12 minggu. Jika
kehamilan dipertahankan pasien harus terus berbaring selama hamil dan nifas. Bila
terjadi gagal jantung mutlak harus dirawat dan berbaring terus sampai anak lahir.
Dengan tirah baring, digitalis, dan diuretic biasanya gejala gagal jantung akan cepat
hilang.

B. PENYAKIT DIABETES MELLITUS

Diabetes mellitus pada kehamilan adalah intoleransi karbohidrat ringan (toleransi


glukosa terganggu) maupun berat (DM), terjadi atau diketahui pertama kali saat
kehamilan berlangsung. Definisi ini mencakup pasien yang sudah mengidap DM
(tetapi belum terdeteksi) yang baru diketahui saat kehamilan ini dan yang benar-benar
menderita DM akibat hamil.
Dalam kehamilan terjadi perubahan metabolisme endokrin dan karbohidrat yang
menunjang pemasokan makanan bagi janin serta persiapan untuk menyusui. Glukosa
dapat berdifusi secara tetap melalui plasenta kepada janin sehingga kadarnya dalam
darah janin hampir menyerupai kadar darah ibu. Insulin ibu tidak dapat mencapai
janin sehingga kadar gula ibu yang mempengaruhi kadar pada janin. Pengendalian
kadar gula terutama dipengaruhi oleh insulin, disamping beberapa hormon lain :
estrogen, steroid dan plasenta laktogen. Akibat lambatnya resopsi makanan maka
terjadi hiperglikemi yang relatif lama dan ini menuntut kebutuhan insulin.

Diagnosis :
Deteksi dini sangat diperlukan agar penderita DM dapat dikelola sebaik-baiknya.
Terutama dilakukan pada ibu dengan factor resiko berupa beberapa kali keguguran,
riwayat pernah melahirkan anak mati tanpa sebab, riwayat melahirkan bayi dengan
cacat bawaan, melahirkan bayi lebih dari 4000 gr, riwayat PE dan
polyhidramnion.Juga terdapat riwayat ibu : umur ibu > 30 tahun, riwayat DM dalam
keluarga, riwayat DM pada kehamilan sebelumnya, obesitas, riwayat BBL > 4500 gr
dan infeksi saluran kemih berulang selama hamil.

Klasifikasi :

Ø Tidak tergantung insulin (TTI), Non Insulin Dependent diabetes mellitus (NIDDN)
yaitu kasus yang tidak memerlukan insulin dalam pengendalian kadar gula darah.
Ø Tergantung insulin (TI), Insulin dependent Diabetes Melitus yaitu kasus yan
memerlukan insulin dalam mengembalikan kadar gula darah.
Komplikasi :
Komplikasi maternal : infeksi saluran kemih, hydramnion, hipertensi kronik, PE,
kematian ibu.
Komplikasi fetal : abortus spontan, kelainan congenital, insufisiensi plasenta,
makrosomia, kematian intra uterin.
Komplikasi Neonatal : prematuritas, kematian intra uterin, kematian neonatal, trauma
lahir, hipoglikemia, hipomegnesemia, hipokalsemia, hiperbilirubinemia, syndroma
gawat nafas, polisitemia.
Penatalaksanaan :
Prinsipnya adalah mencapai sasaran normoglikemia, yaitu kadar glukosa darah puasa
< 105 mg/dl, 2 jam sesudah makan < 120 mg/dl, dan kadar HbA1c<6%. Selain itu
juga menjaga agar tidak ada episode hipoglikemia, tidak ada ketonuria, dan
pertumbuhan fetus normal. Pantau kadar glukosa darah minimal 2 kali seminggu dan
kadar Hb glikosila. Ajarka pasien memantau gula darah sendiri di rumah dan anjurkan
untuk kontrol 2-4 minggu sekali bahkan lebih sering lagi saat mendekati persalinan.
Obat hipoglikemik oral tidak dapat dipakai saat hamil dan menyusui mengingat efek
teratogenitas dan dikeluarkan melalui ASI, kenaikan BB pada trimester I diusahakan
sebesar 1-2,5 kg dan selanjutnya 0,5 kg /minggu, total kenaikan BB sekitar 10-12 kg.
Penatalaksanaan Obstetric :
Pantau ibu dan janin dengan mengukur TFU, mendengarkan DJJ, dan secara khusus
memakai USG dan KTG. Lakukan penilaian setiap akhir minggu sejak usia kehamilan
36 minggu. Adanya makrosomia pertumbuhan janin terhambat dan gawat janin
merupakan indikasi SC. Janin sehat dapat dilahirkan pada umur kehamilan cukup
waktu (40-42 minggu) dengan persalinan biasa.
Ibu hamil dengan DM tidak perlu dirawat bila keadaan diabetesnya terkendali baik,
namun harus selalu diperhatikan gerak janin (normalnya >20 kali/12 jam). Bila
diperlukan terminasi kehamilan, lakukan amniosentesis dahulu untuk memastikan
kematangan janin (bila UK <38 minggu). Kehamilan dengan DM yang berkomplikasi
harus dirawat sejak UK 34 minggu dan baisanya memerlukan insulin.

C. PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN

Pada umumnya penyakit paru-paru tidak mempengaruhi kehamilan, persalinan dan


nifas, walaupun kehamilan menyebabkan sedikit perubahan pada system pernapasan,
karena uterus yang membesar dapat mendorong diafragma dan paru-paru keatas serta
sisa-sisa udara dalam paru-paru kurang, namun penyakit tersebut tidak selalu
meenjadi lebih parah. Ada 3 jenis penyakit paru-paru yang perlu perhatian dalam
kehamilan yaitu TBC, asma bronchial, pneumonia, bronchitis dan influenza.

1. TUBERKULOSIS PARU-PARU
Diagnosa
Dalam anamneses Ibu mengatakan pernah berobat penyakit paru-paru
Keluhan dan gejala-gejala :
Batuk menahun, batuk darah, dan kurus kering.

Pemeriksaan fisis-diagnostik :
Pada paru-paru dijumpai adanya kelainan bunyi pernapasan.
Penanganan :
· Ibu hamil dengan proses aktif, hendaknya jangan dicampurkan dengan wanita
hamil lainnya.
· Pengobatan harus selalu bekerja sama dengan ahli paru-paru
· TBC paru-paru tidak merupakan indikasi abortus buatan dan terminasi
kehamilan
2. ASMA
Penyakit asma dan kehamilan kadang-kadang bertambah berat. Dalam batas
yang wajar asma tidak banyak pengaruhnya terhadap persalinan. Penyakit asma yang
berat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim
melalui gangguan pertukaran o2 dan co2.
3. PENYAKIT PNEUMONIA
Penyakit radang paru-paru pneumonia dapat terjadi dalam kehamilan , persalinan
atau nifas. Pneumonia saat kehamilan memberikan gejala panas badan tinggi,
gangguan pernapasan mengganggu pertukaran o2 dan co2 sehingga membahayakan
pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim sampai terjadi keguguran dan
persalinan premature.
4. BRONCHITIS DAN INFLUENZA
Bronchitis dan influenza pada kehamilan dijumpai ringan sehingga tidak
membahayakan jiwa ibu maupun janin. Dengan pengobatan biasa sebagian besar
sembuh sehingga kehamilan dapat berlangsungdengan baik.

D. PENYAKIT SISTEM PENCERNAAN

1. MULUT
· HipersalivasiPada saat meludah, air liur keluar lebih banyak dari biasa, sering
disertai mual dan muntah. Setelah trimester I, biasa akan hilang dengan sendirinya.
Tidak membahayakan kehamilan.
· Glugivitis dan epulis
Gusi lunak, membengkak, dan hiperemis. Karena gusi itu mudah berdarah terutama
sewaktu menggosok gigi.
· Karies gigi
Gigi yang rusak pada waktu hamil akan memburuk karena nafsu makan berkurang,
mual, dan muntah sehingga kalsium menjadi berkurang.

2. ESOFAGUS DAN LAMBUNG


· PirosusWanita mengeluh sakit dan pedih diulu hati atau nyeri dada. Hal ini
disebabkan regurgitasi isi lambung yang asam ke bagian bawah esofagus. Keluhan ini
akan menghilang secara berangsur-angsur dengan kehamilan yang bertambah tua.
· Esofagitis erosive
Wanita hamil dengan sering mual muntah sehingga terjadi erosi pada lambung.
Gejalanya pedih dan nyeri sewaktu menelan, pirosis dan kadang-kadang dengan
hematomesis.
· Varises esophagus
Varises esofagus dijumpai pada sirosis hepatitis dan pada kehamilan menjadilebih
berat bahkan bisa pecah dan terjadi pendarahan karena hipervolemia dan hipertensi
portal.
· GastritisKeluhan kehamilan muda sering disangka gastritis karena memang
gejalanya hampir sama yaitu nyeri ulu hati, mual, muntah, anoreksia, dan menjadi
kurus.
· ApendisitisWalaupun apendisitis akut dapat terjadi dalam kehamilan dan
gejalanya membinggungkan dengan gejala abdomen akut obstetric.
· Hemoroid (wasir)
Pemekaran pembuluh darah direktum tersebut haemoroid. Wasir yang sudah ada
dapat menjadi lebih besar karena kehamilan, pada waktu depekasi terasa nyeri dan
luka serta mengeluarkan darah

E. PENYAKIT SISTEM HEMATOLOGI

Dalam kehamilan, jumlah darah bertambah (hiperemia) karena itu terjadi


pengenceran darah, karena sel-sel darah tidak sebanding bertambahnya dengan
plasma darah.
Perbandingan pertambahan tersebut adalah :
· Plasma darah bertambah 30%
· Sel-sel darah bertambah 18%
· Hemoglobin bertambah 19%

1. ANEMIA
Penyebab anemia umumnya antara lain :
· Kurang gizi (malnutrisi)
· Kurang zat besi
· Malabsorpsi
· Kehilangan darah yang banyak, persalinan yang lalu, haid dan lain-lain.
· Penyakit-penyakit kronik: paru-paru, cacing usus, malaria dll
Pengaruh anemia terhadap kehamilan :
· Keguguran
· Partus prematurus
· Inesia uteri dan partus lama, ibu lemah
· Atonia uteri dan perdarahan
· Syok
· Dll

2. LEUKEMIA

Leukemia dalam kehamilan tidak begitu saling mempengaruhi. Namun pada


wanita leukemia, bila hamil harus memeriksakan diri secara teratur dan lebih sering
karena ancaman kehamilan dan jiwanya tetap ada. Terhadap hasil konsepsi dapat
terjadi abortus dan prematurus.
Pencegahan:
· Wanita yang leukemia apabila yang kronik sebaiknya jangan hamil
· Dianjurkan memakai kontrasepsi atau dilakukan tubektomi
3. HEMOSTATIS DAN KELAINAN PEMBEKUAN DARAH

Hemostatis adalah terhentinya aliran darah dari pembuluh darah yang terluka. Ada
3 faktor proses hemostatis
· Factor ekstra vascular yaitu factor jaringan seperti kulit, otot, subkutis, dan
jaringan lain.
· Factor vaskuler yaitu dinding pembuluh darah
· Factor intravaskuler yaitu zat yang terdapat dalam pembuluh darah trombosit,
fibrinogen, dan sebagainya.

F. PENYAKIT SISTEM PERKEMIHAN


Sistem perkemihan merupakan suatu sistem dimana terjadi proses penyaringan
darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan
menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak
dipergunakan lagi oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).
Infeksi saluran kemih adalah bila pada pemeriksaan urin, ditemukan bakteri yang
jumlahnya lebih dari 10.000 per ml. Urin yang diperiksa harus bersih, segar dan dari
aliran tengah atau diambil denagn fungsi suprasimpisis. Ditemukan bakteri yang
jumlahnya lebih dari 10.000 per ml disebut dengan istilah bakteriuria.
Macam-macam infeksi saluran kemih :
1) BAKTERI URIA TANPA GEJALA (ASIMPTOMATIK)

Frekuensi bakteriuria tanpa gejala kira-kira 2-10 %, dan dipengaruhi oleh paritas, ras,
sosioekonomi wanita hamil tersebut. Beberapa peneliti mendapatkan adanya
hubungan kejadian bakteriuria ini dengan peningkatan kejadian anemia dalam
kehamilan, persalinan premature, gangguan pertumbuhan janin, dan preeclampsia.
Oleh karena itu pada wanita hamil dengan bakteriuria harus diobati dengan seksama
sampai air kemih bebas dari bakteri yang dibuktikan dengan pemeriksaan beberapa
kali. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian sulfonamide, ampisilin, atau
nitrofurantoin.

2) BAKTERIURIA DENGAN GEJALA (SIMPTOMATIK)


· Sistitis
Sistitis adalah peradangan kandung kemih tanpa disertai radang bagian atas saluran
kemih. SIstitis ini sering dijumpai dalam kehamilan dan nifas, penyebab utama adalah
E. coli,dapat pula oleh kuman-kuman yang lain.
o Faktor predisposisi
Uretra wanita yang pendek, sistokel, adanya sisa air kemih yang tertinggal, disamping
penggunaan kateter yang sering dipakai dalam usaha mengeluarkan air kemih dalam
pemeriksaan ginekologik atau persalinan.
o Gejala-gejala
ü Kencing sakit terutama pada akhir berkemih
ü Meningkatnya frekuensi berkemih dan kadang-kadang disertai nyeri di bagian atas
simfisis
ü Perasaan ingin berkemih yang tidak dapat ditahan
ü Air kemih kadang-kadang tersa panas
ü Suhu badan mungkin normal atu meningkat
ü Nyeri di daerah suprasimfisis
o Pengobatan : Dapat diobati dengan sulfonamide, ampisilin, eritromisin.

· Pielonefritis akuta
Pielonefritis akuta merupakan salah satu komplikasi yang sering dijumpai dalam
kehamilan, dan frekuensinya kira-kira 2%, terutama pada kehamilan terakhir dan
permulaan masa nifas.Penyebab utam adalah E.coli, dan dapat pula oleh kuman-
kuman lain seperti stafilokokkus aureus, baasillis proteus, dan pseudomonas
aeruginosa.
o Gejala-gejala
ü Penyakit biasa timbul mendadak
ü Wanita yang sebelumnya merasa sakit sedikit pada kandung kemih
ü Tiba-tiba menggigil
ü Badan panas
ü Rasa nyeri dipunggung terutama sebealh kanan
ü Nafsu makan berkurang, mual, muntah-muntah, dan kadang-kadang diare
o Pengobatan
ü Penderita harus dirawat, istirahat berbaring, dan diberikan cukup cairan dan
antibiotika seperti ampisilin atau sulfonamide, sampai tes kepekaan kuman ada,
kamudian antibiotika disesuaikan dengan hasiltes kepekaan tersebut.

· Glomerulonefritis akuta
Glomerulonefritis akuta jarang dijumpai pada wanita hamil. Penyakit ini dapat timbul
setiap saat dalam kehamilan, dan pnderita nefritis dapat menjadi hamil.biasanya
disebakan oleh streptococcus beta -haemolyticus jenis A.glomerulonefritis akuta
mmpunyai pngaruh tidak baik terhadap hasil konsepsi,terutama yang d sertai tkanan
darah yang sangat tinggi dan insufisiensi ginjal ,dapat menyebabkan abortus.partus
prematururus dan kematian janin.
o Pengobatan
ü Istirahat baring sama dengan diluar kehamilan
ü Diet yang sempurna dan rendah garam,
ü Pengendalian hepertensi srta kesimbangan cairan dan elktrolit

· Glomeruloneferitis kronika
Ialah pnyakit yang sudah di derita oleh ibu hamil beberapa tahun sebelumnya karena
itu pada pemeriksaan khamilan pertama dapat dijumpai proteinuria,sedimen yang
tidak normal dan hepertensi.
o Gejala-gejala
ü Terdapat proteinuria
ü Kelainan sedimen dan hipertensi
ü Edema di muka
ü Anemia

· Sindroma nefrotik
Sindroma nefrotik dahulu di kenal dengan nama nefrosis ialah suatu kumpulan gejala
yang terdiri atas udem ,proteinuria (> dari 5 gram sehari),hipoalbuminemia dan
hiperkolestrolmia.penyakit-penyakit yang dapat menyertai sindroma nefrotik ialah
glomerulo-nefritis kronika (paling sering),lupus eritematosus, diabetes militus,
amiloidosis, sifilis dan thrombosis vena renalis.

· Gagal ginjal mendadak


Gagal ginjal mendadak dalam kehamilan adalah komplikasi yang sangat gawat dalam
kehamilan dan nifas,karena dapat menimbulkan kematian,atau kerusakan fungsi ginjal
yang tidak bisa sembuh lagi.pnderita yang mengalami gagal ginjal mendadak ini sring
di jumpai pada kehamilan muda 12-18 minggu,dan kehamilan yang telah cukup
bulan.
o Gejala-gejala
ü Sepsis
ü adanya tanda-tanda oliguri mendadak dan asothemia
ü pembekuan darah intra paskuler
o Pengobatan
ü Penderita di beri infus atau trnfusi darah
ü Di perhatikan kesembangan elektrolit dan cairan
ü Lakukan hemodialisis bila ada tanda-tanda.

· Ginjal polikistik
Polikistik merupakan kelainan bawaan (herditer).kehamilan umumnya tidak
mmpengaruhi perkembangan pembentukan Ginjal kista pada ginjal,begitu pula
sebaliknya.akan tetapi bila fungsi ginjal kurang baik ,maka kehamilan akan
memperberat atau merusak fungsinya .sebaliknya wanita yang telah mempunyai
klainan sebaiknya tidak hamil karena kemungkinan timbul komplikasi akibat
kehamilan yang sangat tinggi.

· Tuberklosis ginjal
Jarang di jumpai wanita hamil dengan tubrklosis ginjal ,walaupun dalam literatur di
sebutkan ada.kehamilan akan mmpengaruhi TBC ginjal trsebut bila tidak di
obati.TBC pada ginjal dapat hamil terus ,asal fungsi ginjalnya baik. Terapi TBC ginjal
sama dengan trapi TBC organ-organ lain. Untuk mmbuat diagnose TBC ginjal
diperlukan pemeriksaan laboratorium khusus.

· Kehamilan Pasca Nefrektomi


Pada pendrita yang mempunyai satu ginjal karna kelainan congenital atau pasca
nefrktomi, dapat atau boleh hamil sampai aterm asal fungsi ginjalnya normal. Perlu
pemeriksaan fungsi ginjal sebelum hamil dan selama kehamilan serta diawasi dengan
baik, karena kemungkinan timbulnya infeksi saluran kemih. Persalinan dapat
berlangsung pervaginam kecuali dalam keadaan-keadaan tertentu.

· Kehamilan Pasca Transplantasi Ginjal


Sampai akhir ini masih terdapat laporan tentang kehamilan sampai cukup bulan,
setelah wanita yang mengalami transplantasi ginjal. Proknosisnya cukup baik, bila
ginjal yang diimplantasikan tersebut berasal dari donor yang hidup. Namun bila ginjal
yang ditransplantasikan tersbut berasal dari ginjal donor yang telah meninggal
(kadaver), maka kemungkinan akan terjadi kerusakan atau fungsi ginjal akan
memburuk setelah 1 tahun, sehingga pada wanita tersebut harus dilakukan dialisis
terus menerus untuk mempertahankan kehidupannya.Wanita yang menginginkan
hamil setelah dapat transplantasi ginjal, haruslah diawasi ketat oleh Spesialis Obstetri
dan Spesialis Penyakit Ginjal.
Adapun kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang wanita yang telah mendapat
transplantasi ginjal, untuk diperbolehkan hamil antara lain sbb:
1. Kesehatan penderita dalam keadaan baik dalam waktu 1-2 tahun setelah
mendapat transplantasi ginjal.
2. tidak ada kontra indikasi obstetri untuk hamil
3. Tidak ada proteinuria
4. Tidak ada tanda-tanda penolakan graft
5. Fungsi ginjal harus baik ,dngan hasil pmeriksaan laboratorium didapat kadar
kreattinin darah antara0,8-2 mg/ml
6. Tidak ada tanda-tanda bendungan,yabg di buktikan dengan pemeriksaan
urogram
7. Tidak ada tanda-tanda hipertensi
8. Mendapat terapi
BAB III
KESIMPULAN

A. KESIMPULAN

Beberapa penyakit perlu mendapat perhatian khusus jika diidap oleh wanita hamil
antara lain :

1. Penyakit Jantung
Kehamilan dan penyakit jantung akan saling mempengaruhi pada individu yang
bersangkutan. Kehamilan akan memberatkan penyakit jantung. Sebaliknya, penyakit
jantung akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembanganjanin dalam kandungan,
lain halnya pada kehamilan dengan jantung yang normal. Tubuh dapat menyesuaikan
diri terhadap perubahan sistem jantung dan pembuluh darah. Jika seorang wanita
hamil mengidap penyakit jantung akan terjadi perubahan-perubahan berikut:
Ø Meningkatnya volume jantung, yang dimulai sejak kehamilan 8 minggu dan
mencapai puncaknya pada kehamilan 32 minggu, lain menetap. Kondisi ini bertujuan
untuk mencukupi kebutuhan tubuh ibu dan janin yang dikandungnya.
Ø Jantung dan diafragma (sekat rongga dada) terdorong ke atas karena pembesaran
rahim.
Dengan demikian. cukup jelas bahwa kehamilan dapat memperberat penyakit jantung.
Kemungkinan timbulnya payah jantung (dekompensasi cordis) pun dapat terjadi.
Keluhan-keluhan yang sering muncul adalah:
· Cepat merasa lelah
· Jantung berdebar-debar
· Sesak napas, kadang-kadang disertai kebiruan di sekitar mulut (sionosis)
· Bengkak pada tungkai atau terasa berat pada kehamilan muda.

2. Penyakit Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus pada kehamilan adalah intoleransi karbohidrat ringan (toleransi


glukosa terganggu) maupun berat (DM), terjadi atau diketahui pertama kali saat
kehamilan berlangsung. Definisi ini mencakup pasien yang sudah mengidap DM
(tetapi belum terdeteksi) yang baru diketahui saat kehamilan ini dan yang benar-benar
menderita DM akibat hamil.

3. Penyakit Pernafasan

Pada umumnya penyakit paru-paru tidak mempengaruhi kehamilan, persalinan


dan nifas, walaupun kehamilan menyebabkan sedikit perubahan pada system
pernapasan, karena uterus yang membesar dapat mendorong diafragma dan paru-paru
keatas serta sisa-sisa udara dalam paru-paru kurang, namun penyakit tersebut tidak
selalu meenjadi lebih parah. Ada 3 jenis penyakit paru-paru yang perlu perhatian
dalam kehamilan yaitu TBC, asma bronchial, pneumonia, bronchitis dan influenza.

4. Penyakit Pencernaan

Penyakit pencernaan pada wanita hamil dapat terjadi di mulut, esofagus dan
lambung. Penyakit yang diderita ibu hamil di mulut antara lain :
· Hipersalivasi
· Glugivitis dan epulis
· Karies gigi
Sedangkan penyakit yang diderita ibu hamil di esophagus dan lambung antara
lain :
· Pirosus
· Esofagitis erosive
· Varises esophagus
· Gastritis
· Apendisitis
· Hemoroid (wasir)

5. Penyakit Hematologi

Dalam kehamilan, jumlah darah bertambah (hiperemia) karena itu terjadi pengenceran
darah, karena sel-sel darah tidak sebanding bertambahnya dengan plasma darah.
Perbandingan pertambahan tersebut adalah :
· Plasma darah bertambah 30%
· Sel-sel darah bertambah 18%
· Hemoglobin bertambah 19%

Adapun penyakit hematologi yang dapat diderita oleh ibu hamil yaitu :
Ø ANEMIA
Penyebab anemia umumnya antara lain :
· Kurang gizi (malnutrisi)
· Kurang zat besi
· Malabsorpsi
· Kehilangan darah yang banyak, persalinan yang lalu, haid dan lain-lain.
· Penyakit-penyakit kronik: paru-paru, cacing usus, malaria dll
Pengaruh anemia terhadap kehamilan :
· Keguguran
· Partus prematurus
· Inesia uteri dan partus lama, ibu lemah
· Atonia uteri dan perdarahan
· Syok
· Dll
Ø LEUKEMIA

Leukemia dalam kehamilan tidak begitu saling mempengaruhi. Namun pada


wanita leukemia, bila hamil harus memeriksakan diri secara teratur dan lebih sering
karena ancaman kehamilan dan jiwanya tetap ada. Terhadap hasil konsepsi dapat
terjadi abortus dan prematurus.
Ø HEMOSTATIS DAN KELAINAN PEMBEKUAN DARAH

Hemostatis adalah terhentinya aliran darah dari pembuluh darah yang terluka. Ada
3 faktor proses hemostatis
· Factor ekstra vascular yaitu factor jaringan seperti kulit, otot, subkutis, dan
jaringan lain.
· Factor vaskuler yaitu dinding pembuluh darah
· Factor intravaskuler yaitu zat yang terdapat dalam pembuluh darah trombosit,
fibrinogen, dan sebagainya.

6. Penyakit Sistem Perkemihan

Sistem perkemihan merupakan suatu sistem dimana terjadi proses penyaringan


darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan
menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak
dipergunakan lagi oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).
Infeksi saluran kemih adalah bila pada pemeriksaan urin, ditemukan bakteri yang
jumlahnya lebih dari 10.000 per ml. Urin yang diperiksa harus bersih, segar dan dari
aliran tengah atau diambil denagn fungsi suprasimpisis. Ditemukan bakteri yang
jumlahnya lebih dari 10.000 per ml disebut dengan istilah bakteriuria.
Macam-macam infeksi saluran kemih :
Ø BAKTERI URIA TANPA GEJALA (ASIMPTOMATIK)
Ø BAKTERIURIA DENGAN GEJALA (SIMPTOMATIK)
· Sistitis
· Pielonefritis akuta
· Glomerulonefritis akuta
· Glomeruloneferitis kronika
· Sindroma nefrotik
· Gagal ginjal mendadak
· Ginjal polikistik
· Tuberklosis ginjal
· Kehamilan Pasca Nefrektomi
· Kehamilan Pasca Transplantasi Ginjal

DAFTAR PUSTAKA

http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2020/04/28/gangguan-sistem-
perkemihan-terhadap-ibu-hamil/
http://nyangko.wordpress.com/2020/04/28/penyakit-penyakit-yang-dapat-
mempengaruhi-kehamilan/
Rukiah, Ai Yeyeh S.Si.T, “ Asuhan Kebidanan IV (Patologi Kebidanan)”,
Jakarta: Trans Info Media, 2010.
Prawirohardjo, Sarwono, “Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatal “, Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,
2009