Anda di halaman 1dari 3

Saat ini media cetak sangatlah tersebar luas mulai dari kalangan anak kecil

sampai orang tua.Seperti yang kita tau bahwa dalam media cetak bahasa yang
digunakan adalah bahasa baku yang baik dan benar. Luasnya wilayah pemakaian bahasa
Indonesia dan keanekaragaman penuturnya serta cepatnya perkembangan masyarakat
telah mendorong berkembangnya berbagai ragam bahasa Indonesia dewasa ini.
Kenyataan bahwa bahasa Indonesia digunakan oleh kelompok-kelompok masyarakat
penutur yang berbeda latar belakangnya baik dari segi geografis maupun dari segi sosial
menyebabkan munculnya berbagai ragam kedaerahan (ragam regional) dan sejumlah
ragam

Pembakuan atau penstandaran bahasa adalah pemilihan acuan yang dianggap


paling wajar dan paling baik dalam pemakaian bahasa.Masalah kewajaran terkait
dengan berbagai aspek. Dalam berbahasa, misalnya,aspek ini meliputi
situasi,tempat,mitra bicara,alat,status penuturnya,waktu,dan lain-lain.Aspek-aspek
tersebut disebut juga dengan istilah konteks.Konteks itulah yang menuntut adanya
variasi bahasa. Dalam pemakaiannya, variasi bahasa berhubungan dengan masalah
fungsi bahasa sebagai alat komunikasi sosial. Berdasarkan fungsinya itu,maka bahasa
tidak menunjukkan adanya satu acuan yang dipergunakan untuk berkomunikasi dalam
segala fungsinya. Setiap acuan cenderung dipergunakan sesuai konteks yang
mempengaruhinya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Departemen Pendidikan Nasional, 1995: 57),
pengertian artikel adalah karya tulis lengkap di majalah, surat kabar, dan sebagainya.
Kebakuan bahasa yang digunakan akan mempengaruhi kualitas sebuah berita yang
disajikan dalam artikel. Menurut Anggarani, dkk. (2006: 1), penulisan kalimat yang
digunakan dalam bahasa tulis harus berupa ragam tulis baku. Kalimat ragam tulis baku
hendaknya berupa kalimat efektif, yaitu kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai
dengan kaidah, dan enak dibaca. Menurut Kurniawan (2012: 46), kalimat efektif adalah
kalimat yang mengungkapkan gagasan penulisnya sedemikian rupa, sehingga pembaca
memahami gagasan yang sama.
Pada kenyataannya, masih banyak artikel di media massa yang belum memenuhi
standar kebakuan bahasa Indonesia akibat norma bahasa Indonesia yang sudah bersifat
majemuk. Alwi, dkk. (1988: 12) menjelaskan, bahwa dewasa ini ada dua perangkat
norma bahasa yang bertumpang tindih. Yang satu berupa norma yang dikodifikasi
dalam bentuk buku tata bahasa sekolah dan yang diajarkan kepada para siswanya. Yang
lain ialah norma berdasarkan adat pemakaian (usage) yang belum dikodifikasi secara
resmi yang antara lain dipakai oleh kalangan media massa.

Penggunaan bahasa pada media massa, tak sedikit membawa pengaruh pula pada
pembacanya. Kesalahan pemakaian bahasa di media massa biasanya diikuti oleh
masyarakat yang kurang memperhatikan kebakuan bahasa. Pada akhirnya kesalahan
tersebut dianggap hal biasa dan lebih banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Kesalahan yang terdapat pada artikel dalam surat kabar salah satunya pada struktur
kalimat. Menurut Sarwoko (2007: 8), masyarakat mencontoh penggunaan kalimat dari
media massa yang agak kurang bertanggungjawab. Dengan begitu banyak sekali orang
yang membuat kalimat tanpa subjek, memulai kalimat dengan kata depan, terbawanya
struktur bahasa lisan dalam bahasa tulis.

Salah satu media cetak yang paling produktif menggunakan bahasa Indonesia
ragam tulis ialah surat kabar. Informasi yang disampaikan melalui surat kabar itu
sasarannya adalah pembaca dari semua lapisan masyarakat. Oleh karena itu, perlu
diperhatikan penggunaan dan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar pada
media itu. Bahasa Indonesia yang bai adalah bahasa Indonesia yang sesuai dengan
situasi dan kondisi pemakaiannya, sedangkan bahasa Indonesia yang benar ialah bahasa
Indonesia yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.
Adapun permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana
kesalahan-kesalahan dalam bidang morfolog.Dibandingkan dengan ragam lisan,
pemakain ragam tulis harus lebih cermat.
Analisis contoh artikel dibawah

1.Kata gabung “pengan-iyaan” kurang tepat

2.Penulisan polda meteo harusnya metro

Itulah beberapa kata yang tidak baku dalam artikel dibawah ini.Untuk media
cetak seperti koran harusnya menggunakan kata baku yang sempurna.