Anda di halaman 1dari 6

HAND OUT

Mata Pelajaran : Produktif


Tingkat/semester : X/Genap
Standar Kompetensi : Dasar Desain
Kompetensi Dasar : 3.6 Menganalisis bahan sesuai desain
4.6 Memilih bahan sesuai dengan desain

MEMILIH BAHAN SESUAI DESAIN BUSANA

A. Memilih Bahan Utama Sesuai Desain


Bahan utama busana adalah bahan tekstil berupa kain yang menjadi bahan pokok dalam
pembuatan busana. Untuk dapat memilih bahan yang tepat sesuai dengan yang diharapkan,
kita harus memperhatikan faktor – faktor sebagai berikut :
1. Disesuaikan dengan desain
Menganalisa desain atau model busana secara cermat (jenis pakaian, kesempatan, siapa
pemakainya,tubuh pemakai dll)
2. Memilih bahan yang sesuai dengan pemakai
Agar tidak keliru dalam memilih bahan yang dipilih disesuaikan dengan pemakai,
seperti jenis bahan, tekstur bahan, corak bahan.
Pengaruh jenis bahan terhadap pemakai :
a. Bahan yang tebal dan kaku membuat pemakainya terlihat lebih gemuk karena jatuh
bahan pada badan juga kaku.
b. Bahan yang lembut dan melangsai membuat pemakainya kelihatan lebih langsing
karena jatuh pakaian pada badan mengikuti bentuk tubuh. 
c. Bahan yang mengkilap atau berkilau juga dapat memberi efek pemakai terlihat lebih
gemuk, maka bahan ini cocok dipakai oleh orang yang bertubuh sedang atau kurus.
Pengaruh corak bahan terhadap pemakai :
a. Corak bahan yang besar-besar sebaiknya dihindari untuk orang yang bertubuh
gemuk. Untuk orang yang bertubuh gemuk sebaiknya memilih bahan yang bercorak
tidak terlalu besar dan warna-warna yang tidak terlalu cerah. Sesuai dengan
psikologi warna,warna yang terang bersifat melebarkan dan warna yang gelap dapat
mengecilkan. 
b. Corak yang kecil-kecil, hindari pemakaiannya bagi orang yang kurus. Pemakai yang
bertubuh kurus dapat menggunakan bahan yang bercorak tidak terlalu kecil atau
sedang dan memakai warna yang lebih cerah. 
c. Corak garis diagonal, dapat digunakan untuk menutupi kekurangan bentuk tubuh
seseorang yang berpinggul kecil, dan sebaiknya dihindari untuk sesorang yang
berpinggul besar. 
d. Corak garis vertikal sangat tepat untuk orang yang bertubuh pendek/gemuk pendek,
karena akan memberi kesan lebih tinggi.
e. Corak garis horizontal lebih sesuai untuk orang yang bertubuh tinggi/kurus tinggi
agar kelihatan lebih berisi.
Warna bahan merupakan hal yang sangat penting diperhatikan.
a. Warna gelap atau redup hendaknya dihindari bagi orang yang berkulit gelap karena
dapat memberi kesan pemakainya bertambah hitam/gelap. 
b. Pemakaian warna yangagak lembut dan terang seperti warna-warna pastel
sangatcocok karena dapat memberikan efek lebih terang pada wajahdan kulit. 
c. Sedangkan bagi pemakai yang berkulit kuninglangsat atau putih, hindari pemakaian
bahan dengan warna-warna yang lembut dan terlalu terang karena efeknya
wajahterlihat lebih pucat.
3. Memilih bahan yang sesuai dengan kesempatan
a. Busana Rumah
Busana yang pantas dipakai di rumah. Busana rumah mempunyai kesan sportif, bahan
sederhana, bentuk dan model tidak terlalu rumit dan warna tidak menyolok.
b. Busana kerja
Dengan tuntutan kenyamanan dan keleluasaan beraktivitas, maka setelan atasan
dengan celana panjang bisa menjadi pilihan. Selain modis dan trendi, celana panjang
aman membungkus tungkai kaki hingga mata kaki. Para pengguna busana kerja pun
dapat lebih aktif bergerak sehingga dapat lebih produktif.
c. Busana Olahraga
Setiap olahraga memiliki seragam tersendiri (khusus). Bahan yang digunakan, pilihlah
bahan rajutan supaya mudah bergerak, warna bahan cerah dan kontras. Demikian juga
dengan pelengkap pakaiannya, harus disesuaikan dengan suasana olahraga yang akan
dilakukan.
d. Busana Rekreasi
Adalah busana yang dikenakan pada kesempatan santai atau bertamasya. Dalam
desain busana rekreasi, pilihlah bahan yang enak untuk dipakai bergerak, warna bahan
dan modelnya dapat dibuat secara bervariasi disesuaikan dengan waktu dan
kesempatan.
e. Busana Pesta
Adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta. Sebelum menentukan pilihan
model busana pesta, sebaiknya pelajari dahulu hal – hal yang berhubungan dengan
segala sesuatu yang berkaitan dengan pesta tersebut, seperti :
 Siapa yang mengundang pesta?
 Kapan dilaksanakan, siang atau malam ?
 Dimana pelaksanaan resepsinya ?
f. Busana Berkabung
Dalam menghadiri penghormatan terakhir untuk seseorang atau kematian, sebaiknya
pilihlah warna yang tidak mencolok atau warna – warna gelap, seperti abu-abu, putih,
biru dan hijau tua atau motif yang tidak terlalu meriah. Demikian juga dengan
modelnya, pilihlah yang sederhana, sopan dan bersih.

B. Macam – Macam Bahan Ditinjau Dari Teksturnya


Tekstur adalah sifat permukaan dari suatu benda yang dapat dilihat dan dirasakan. Sifat –
sifat permukaan tersebut antara lain : kaku, lembut, kasar, halus, tebal, tipis dan tembus
terang (transparan).
Macam macam bahan ditinjau dari teksturnya :
a. Tembus terang
 Chiffon
 Organdi
 Georgete
 Voille
b. Berkilau
 Sutera
 Satin
 Beledu
 Lame
c. Kaku
 Organdi
 Tafeta
d. Tebal
 Wool
 Courduroy
 Drill
e. Berbulu
 Kain handuk
 Flanel
 Beledu
f. Broukat
 Dasar tulle
 Vitrage ditumpangi dengan motif
 Permukaan rata dengan tulle
g. Aplikasi
 Dasar tulle/vitrage, ditumpangi dengan motif sehingga bagian motif menjadi lebih
timbul
h. Bahan bermotif
 Berkotak
 Berbintik/polkadot
 Berbunga
 Bergaris
C. Teknik Penyelesaian Tekstur
1. Bahan tembus terang
a) Siluet digambar dengan pensil, penyelesaian kulit
b) Furing diselesaikan dan ditunggu sampai kering (campurannya sangat encer)
c) Kerjakan bahan tembus terangnya, sambil furing diulang kembali
d) Menebalkan garis – garis desain dengan warna yang lebih tua.
2. Bahan berkilau
a. Sutera
1) Setelah pewarnaan kulit, gambar busana diberi warna seluruhnya, tunggu
setengah kering
2) Untuk menunjukkan kilaunya, diberi warna putih encer pada tempat – tempat
tertentu
b. Satin
1) Setelah pewarnaan kulit, gambar busana diberi warna seluruhnya, tunggu
setengah kering
2) Untuk menunjukkan kilaunya, diberi warna putih agak kental pada tempat –
tempat tertentu
c. Beledu
1) Setelah pewarnaan kulit, gambar busana diberi warna tebal seluruhnya, tunggu
sampai kering
2) Untuk menunjukkan kilaunya, diberi warna putih kental pada tempat – tempat
tertentu.
d. Lame
1) Diberi warna dasar yang tipis saja, seperti bahan tembus terang
2) Beri corak dengan menggunakan tinta atau spidol emas atau perak
3) Kesan dari bahan lame tipis dan lemas
3. Bahan berbulu
a. Wool
1) Setelah pewarnaan kulit, gambar busana diberi warna secara keseluruhan tunggu
sampai kering
2) Untuk memberi kesan wool, pada permukaan busana yang telah diberi warna
diberi titik titik halus dengan warna yang lebih tua dari warna busana
menggunakan kuas kering
b. Kain berbulu
1) Setelah pewarnaan kulit, gambar busana diberi warna secara keseluruhan, tunggu
sampai kering
2) Untuk memberi kesan bulu, pada permukaan busana yang telah diberi warna
sampai diluar siluet diberi titik – titik halus dengan warna yang sama dengan
busananya menggunakan kuas kering
3) Bahan berbulu ini biasanya terletak pada tepi garis leher, tepi rok dan tepi lengan.
4. Bahan broukat
a) Selesaikan warna dasarnya (bedakan antara berfuring dan tidak berfuring)
b) Setelah kering membuat motif di atas permukaan bahan dengan warna yang lebih tua
c) Motif tidak melampaui siluet
d) Pada bagian – bagian tertentu diberi rajahan dengan garis tipis – tipis, agar kelihatan
bahwa bahan tersebut ada lubang- lubangnya
5. Bahan aplikasi
a) Selesaikan warna dasarnya (bedakan antara berfuring dan tidak berfuring)
b) Sesudah kering kemudian membuat motifnya dengan warna yang lebih tua
c) Motif dapat keluar dari siluet, karena hanya tempelan, jadi garis motifnya bisa
ditonjolkan keluar.
d) Diberi tanda rajahan pada tempat – tempat tertentu, dengan garis tipis untuk
menunjukkan bahwa bahan tersebut berlubang – lubang.
6. Bahan bermotif
a) Diberi warna dasar (sedang/tebal)
b) Setelah kering ditumpangi dengan motif
c) Membuat motif dengan menyesuaikan ukuran asli pada bahan