Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH  ILMU KESEJAHTERAAN KELUARGA

MANAJEMEN SUMBER DAYA KELUARGA

DOSEN PENGAMPU :
Dra. Rostamailis., M.Pd

DISUSUN OLEH :
SHAFITRI AISYAH
19078155

UNIVERSITAS NEGERI PADANG


FAKULTAS PARIWISATA DAN PERHOTELAN
TATA RIAS DAN KECANTIKAN
2020
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Saya
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah tentang “Manajemen
Sumber Daya Keluarga”.
Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata saya berharap semoga makalah tentang“ Manajemen Sumber Daya Keluarga”
ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Duri, 17 April 2020

Penulis
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................…………….i
DAFTAR ISI..........................................................................................……………ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang………………………………………………………………..1
B. Rumusan Masalah………………………………………………….................1
C. Tujuan Masalah………………………………………………………….........1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian manajemen sumber daya keluarga………………………...............2
B. Pendekatan ekonomi pembangunan…………………………………………...2
C. Pendekatan sumber daya manusia…………………………………………......2
D. Pendekatan growth plus strategy………………………....................................4

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan……………………………………………………………………6
B. Saran…………………………………………………………………………..6
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………..........7
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keluarga meru pakan suatu hal yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan.
Dimana keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam memulai kehidupan
dan berinteraksi antar anggotanya. Keluarga adalah institusi terkecil dari suatu
masyarakat yang memiliki struktur sosial dan sistem tersendiri dan yang merupakan
sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah yang masih mempunyai hubungan
kekerabatan atau hubungan darah karena perkawinan, kelahiran, adopsi dan lain
sebagainya.
B. Rumusan Masalah
Berikut permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut.
1. Apa pengertian Manajemen sumber daya keluarga?
2. Apa pendekatan ekonomi pembangunan?
3. Apa pendekatan sumber daya manusia?
4. Apa pendekatan Growth Plus Strategy?
C. Tujuan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuannya sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui pengertian manajemen sumber daya keluarga
2. Untuk mengetahui pendekatan ekonomi pembangunan
3. Untuk mengetahui pendekatan sumber daya manusia
4. Untuk mengetahui pendekatan growth plus strategy
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen Sumber Daya Keluarga


Manajemen adalah perencanaan dan pelaksanaan penggunaan sumberdayauntuk mencapai
keinginan atau tujuan. Sedangkan manajemen Sumber Daya Keluargaadalah penggunaan
sumber daya keluarga dalam usaha atau proses mencapai suatutujuan yang dianggap
penting oleh keluarga.
Sumber daya adalah alat atau bahan yang tersedia dan diketahui potensinya untuk
memenuhi keinginan. Terdapat 3 asumsi dasar mempelajari Sumber Daya Keluarga yaitu:
1. SDK tidak hanya terdapat didalam keluarga sendiri tetapi juga terdapat diberbagai
lingkungan sekitar keluarga.
2. Kondisi dari sumber daya merupakan elemen dari sistem yang dapatmendorong atau
menghambat pencapaian tujuan keluarga.
3. Perubahan salah satu sumber daya akan berpengaruh pada sumber dayalainnya dalam
sistem keluarga

Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Sumber daya keluarga terdapat empat faktor yang
mempengaruhi manajemen sumber daya keluarga yaitu:

a) Kompleksitas kehidupan keluarga. Kehidupan keluarga yang sangat


kompleks memerlukan gaya manajemen yang berbeda daripada keluarga yang
memiliki masalah tidak terlalu kompleks.
b) Stabilitas/ketidakstabilan keluarga. Keluarga yang stabil cenderung dapat
melakukan manajemen sumber daya keluarga dengan lebih baik karena semua
anggota keluarga dapat difokuskan untuk melakukan kegiatan untuk mencapai
tujuan.
c) Peran dan Perubahan Keluarga. Manajemen sumber daya keluarga juga
dipengaruhi oleh peran masing-masing anggota keluarga di masyarakat dan juga oleh
perubahan dalam keluarga, misalnya adanya keluarga yang meninggal atau baru lahir.
d) Teknologi. Dengan teknologi yang sudah semakin canggih, keluarga dapat
melakukan manajemen sumber dayanya dengan lebih terarah.

B. Pendekatan ekonomi
1. Pendekatan Ekonomi dalam pembangunan
Pembangunan nasional:

Pembangunan nasional suatu proses dinamis menuju keadaan sosial ekonomi yang lebih
baik/modern jelas merupakan gejala sosial yang berdimensi banyak dan dapat di dekati
dari berbagai bidang ilmu pengetahuan . Orientasi pengamatan pada masalah
pembangunan telah mendorong perkembangan ilmu pengetahuan di bidang pembangunan
secara lebih pesat. Dan tampak pula makin kaya pengetahuan manusia mengenai sejarah
pembangunan bangsa akan semakin tajam pemahaman mengenai masalah pembangunan.

Sehingga Untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan pembangunan biasanya digunakan


pertumbuhan produksi dan tingkat pendapatan per kapita anggota keluarga. Untuk
mencapai tingkat pertumbuhan pendapatan per kapita tertentu diperlukan laju
pertumbuhan ekonomi tertentu. Untuk mencapai laju pertumbuhan ekonomi yang telah
ditetapkan, para ahli ekonomi memperkirakan tingkat investasi tertentu. Jika tingkat
investasi berada di bawah tingkat investasi yang telah ditetapkan maka kemungkinan
besar pertumbuhan ekonomi tidak bisa tercapai. Pendekatan ekonomi merupakan
pendekatan yang paling erat hubungannya dengan pemahaman meningkatnya perhatian
semakin banyak orang pada manajemen sumber daya manusia. Karena sumber daya
manusia sering dipandang sebagai salah satu faktor produksi dalam usaha menghasilkan
barang atau jasa oleh satuan-satuan ekonomi.

C. Pendekatan sumber daya manusia


Dalam setiap kegiatan atau aktivitas organisasi dari waktu ke waktu selalu timbul
masalah-masalah. Untuk mengatasi masalah–masalah yang timbul ada beberapa
pendekatan sesuai dengan periodenya. Maksudnya pendekatan yang lebih akhir
menunjukkan lebih baru ditinjau dari segi waktunya. Namun sampai sekarang pun masih
ada pimpinan perusahaan yang menggunakan pendekatan lama dalam mengatasi
permasalahan. Di bawah ini dikemukakan tiga pendekatan: Pendekatan Mekanis,
Pendekatan Paternalisme, dan, Pendekatan Sistem Sosial.
1. Pendekatan Mekanis (klasik)
Perkembangan di bidang Industri dengan penggunaan mesin–mesin dan alat–alat
elektronika membawa kemajuan yang sangat pesat dalam efisiensi kerja.
Dalam pendekatan mekanis, apabila ada permasalahan yang berhubungan dengan tenaga
kerja, maka unsur manusia dalam organisasi disamakan dengan faktor produksi lain,
sehingga pimpinan perusahaan cenderung menekan pekerja dengan upah yang minim
sehingga biaya produksi rendah. Pandangan pendekatan ini menunjukkan sikap bahwa
tenaga kerja harus dikelompokkan sebagai modal yang merupakan faktor produksi.
Dengan hal ini maka di usahakan untuk memperoleh tenaga kerja yang murah namun
bisa di manfaatkan semaksimal mungkin dan memperoleh hasil yang lebih besar untuk
kepentingan pemberi kerja. Pendekatan ini cukup dominan di negara–negara industri
barat sampai dengan tahun 1920 – an.
2. Pendekatan Paternalisme (Paternalistik)
Dengan adanya perkembangan pemikiran dari para pekerja yang semakin maju dari para
pekerja, yang menunjukkan mereka dapat melepaskan diri dari ketergantungan
manajemen atau pimpinan perusahaan mengimbangkan dengan kebaikan untuk para
pekerja.
Paternalisme merupakan suatu konsep yang menganggap manajemen sebagai pelindung
terhadap karyawan, berbagai usaha telah dilakukan oleh pimpinan perusahaan supaya
para pekerja tidak mencari bantuan dari pihak lain. Pendekatan ini mulai hilang pada
waktu periode tahun 1930–an.
3. Pendekatan Sistem Sosial (Human Relation)
Manajemen Sumber Daya Manusia atau personalia merupakan proses yang kompleks.
Dengan kekomplekan kegiatan manajemen Sumber Daya Manusia, maka pimpinan
perusahaan mulai mengarah pada pendekatan yang lain yaitu pendidikan sistem sosial
yang merupakan suatu pendekatan yang dalam pemecahan masalah selalu
memperhitungkan faktor – faktor lingkungan. Setiap ada permasalahan, maka diusahakan
dipecahkan dengan sebaik mungkin dengan resiko yang paling kecil, baik bagi pihak
tenaga kerja maupun pemberi kerja.

D. Pendekatan Growth-Plus Strategy


1. Model penciptaan surplus
surplus tenaga kerja memang dapat ditangani melalui dua strategi. Pertama, strategi
menciptakan kesempatan kerja berupah tetap. Kedua, strategi menciptakan peluang
kewirausahaan. Sayangnya strategi pembangunan ekonomi padat penduduk dalam
kerangka konvensional hanya memfokuskan pada strategi yang pertama, yaitu berupaya
dengan berbagai cara untuk menciptakan kesempatan kerja berupah tetap bagi tenaga
kerja secepat-cepatnya dan sebanyakbanyaknya. Strategi ini membutuhkan para kapitalis
untuk berinvestasi memperluas lapangan pekerjaan. Para kapitalis ini cenderung memakai
surplus sumber daya manusia untuk dipekerjakan bukan untuk dilibatkan dalam aktivitas
kewirausahaan. Strategi konvensional ini cenderug mengabaikan strategi penciptaan
peluang kewirausahaan sebagai solusi problem ekonomi surplus tenaga kerja .
Memberikan peluang wirausaha kepada mereka bukan berarti menyediakan pabrik besar
atau toko besar untuk dikelola. Memberikan peluang kewirausahaan berarti memberikan
kesempatan kepada mereka untuk melakukan usaha yang dapat mereka kelola sendiri.
Misalnya membuka peluang atau menfasilitasi mereka yang memiliki ketrampilan dasar
entah sebagai tukang kayu, penjahit, tukang bangunan, tukang bikin makanan kecil dan
sebagainya untuk mendirikan unit manufaktur kecil yang mempekerjakan beberapa orang
saja yang mungkin anggota keluarga mereka sendiri. Kesuksesan usaha bukan milik
mereka yang berpendidikan tinggi saja, tidak jarang ada orang yang buta huruf dan tidak
berpendidikan sukses menjalankan usaha kecil-usaha kecil dengan penghasilan yang
tidak kalah dari gaji tetap pegawai atau karyawan.
Strategi membuka peluang kewirausahaan bagi surplus sumber daya manusia
memerlukan beberapa prasyarat sebagai berikut:
a. Ketersediaan modal yang diperlukan oleh surplus tenaga kerja dalam memulai usaha
mandiri.
b. Adanya sistem yang dapat menjamin pembagian risiko yang adil antara pemilik modal
dan pengusaha.
c. Adanya sistem penjaminan sosial yang dapat menopang dan membimbing kehidupan
pelaku usahahingga mereka meraih kesuksesan berwiraswasta.

2. Model penyerapan tenaga kerja


Penyerapan tenaga kerja merupakan penduduk yang mampu bekerja dalam usia kerja (15-
64 tahun) yang terdiri dari orang yang mencari kerja, punya pekerjaan namun sementara
tidak bekerja atau menganggur. (Kuncoro, 2012, Indrayati, dkk, 2010, Putra, 2012).
penyerapan tenaga kerja yang dilakukan merupakan jumlah tenaga kerja yang diserap
dalam usaha tertentu. Namun kemampuan penyerapan akan berbeda satu unit usaha dengan
usaha lainnya karena kemampuan unit usaha yang berbeda-beda. (Indayati, 2010 dkk).
erluasan penyerapan tenaga kerja diperlukan untuk mengimbangi laju pertumbuhan
penduduk usia muda yang masuk pasar tenaga kerja. Ketidakseimbangan antara
pertumbuhan angkatan kerja dan penciptaan lapangan kerja akan menyebabkan tingginya
angka pengangguran. Kemudian, meningkatnya angka pengangguran akan mengakibatkan
pemborosan sumber daya dan potensi angkatan kerja yang ada, meningkatnya beban
masyarakat, merupakan sumber utama kemiskinan dan mendorong terjadinya peningkatan
keresahan sosial, serta menghambat pembangunan ekonomi dalam jangka panjang
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Manajemen adalah perencanaan dan pelaksanaan penggunaan sumberdayauntuk


mencapai keinginan atau tujuan. Sedangkan manajemen Sumber Daya Keluargaadalah
penggunaan sumber daya keluarga dalam usaha atau proses mencapai suatutujuan yang
dianggap penting oleh keluarga. Sumber daya adalah alat atau bahan yang tersedia dan
diketahui potensinya untuk memenuhi keinginan.

Keluarga meru pakan suatu hal yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan.
Dimana keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam memulai kehidupan
dan berinteraksi antar anggotanya. Keluarga adalah institusi terkecil dari suatu
masyarakat yang memiliki struktur sosial dan sistem tersendiri dan yang merupakan
sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah yang masih mempunyai hubungan
kekerabatan atau hubungan darah karena perkawinan, kelahiran, adopsi dan lain
sebagainya.

B. Saran

Penulis dalam menyusun makalah ini pastilah belum sempurna, maka dari itu penulis
berharap teman-teman dan pembaca sudi memberikan saran dan kritik untuk kebaikan
makalah selanjutnya
DAFTAR PUSTAKA
file:///C:/Users/Win7/Downloads/STRATEGI_PEMBANGUNAN_EKONOMI_YANG_ISLAMI_MENURUT_F.p
df

http://repository.unpas.ac.id/32697/5/BAB%20II.pdf

http://eprints.ums.ac.id/59690/14/BAB%201.pdf

https://www.researchgate.net/publication/265194235_MANAJEMEN_SUMBER_DAYA_KELUARGA

Anda mungkin juga menyukai