Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH INSTRUMENTASI II

SAFETY CABINET (LEMARI ASAM)

Disusun Oleh :

Khamaril Wardani P07134219021

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN


BANJARMASIN
JURUSAN SARJANA TERAPAN TEKNOLOGI LABORATORIUM
MEDIS
TAHUN 2019/202

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan karunianya sehingga kami dapat meyelesaikan makalah yang
berjudul “MAKALAH INSTRUMENTASI II SAFETY CABINET (LEMARI
ASAM)” dengan lancar.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, Saya sangat mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun dari berbagai kalangan guna menyempurnakan
pembuatan makalah di waktu yang akan datang.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini dapat
bermanfaat.

Banjarbaru, 25 April 2020

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... i

DAFTAR ISI ......................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1

A. Latar belakang................................................................................................ 1

B. Tujuan ........................................................................................................... 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA....................................................................... 2

A. Pengertian...................................................................................................... 2

B. Fungsi lemari asam ....................................................................................... 3

C. Prinsip kerja lemari asam............................................................................... 4

D. Cara kerja lemari asam .................................................................................. 4

E. Fitur dan desain lemari asan.......................................................................... 5

F. Cara pembersihan dan perawatan lemari asam.............................................. 6

BAB III PENUTUP ........................................................................................... 7

A. Kesimpulan.................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 8

1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Berkembangnnya ilmu pengetahuan, maka semakin tinggi pula rasa


ingin tahu seseorang terhadap apa yang terdapat di alam sampai pada
mikrooorganisme yang tak dapat di lihat dengan mata telanjang/berukuran
kecil. Dari hal inilah muncul ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang
mikroorganisme tersebut yang disebut dengan mikrobiologi. Para peniliti
mulai mencari tahu akan apa yang terkandunng pada mikroorganisme
tersebut. Dalam bidang penelitian mikroorganisme ini, tentunya menggunakan
teknik atau cara- cara khusus untuk mempelajarinya serta untuk bekerja pada
skala laboratorium untuk meneliti mikroorganisme ini baik sifat dan
karakteristiknya, tentu diperlukan pula pengenalan akan alat-alat laboratorium
mikrobiologi serta teknik / cara penggunaan alat-alat yang berhubungan
dengan penelitian tersebut. Hal ini dilakukan untuk memudahkan
berlangsungkan suatu penelitian. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum
mikrobiologi juga harus dalam keadaan steril atau bebas dari kuman serta
bakteri, virus dan jamur. Dan untuk mensterilkannya diperlukan pula
pengetahuan tentang cara- cara / teknik sterilisasi. Hal ini dilakukan karena
alat- alat yang digunakan pada laboratorium mikrobiologi memiliki teknik
sterilisasi yang berbeda . Berdasarkan hal tersebut diatas, maka dilakukanlah
percobaan untuk mengetahui teknik pengenalan, penyiapan dan penggunaan
serta fungsi dan prinsip kerja setiap alat laboratorium mikrobiologi. Selain itu
pula untuk mengetahui teknik sterilisasi dari alat-alat tersebut. Keselamatan
kerja juga menjadi faktor utama dalam laboratorium, terutama pada

2
laboratorium yang mengandung senyawa-senyawa kimia berbahaya dan
mikroorganisme yang dapat menginfeksi penyakit berbahaya. Setiap individu
memiliki kewajiban untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman sesuai
dengan kemampuan terbaik mereka. Pedoman keamanan Biologi (Biosafety)
dibuat untuk menginformasikan cara kerja yang spesifik dalam penanganan
mikroorganisme patogen di labolatorium dan juga mempersiapkan petunjuk
praktis bagi pembuatan kode praktek kerja yang dibutuhkan di setiap
laboratorium.

B. Tujuan
Utuk mengetahui dan memahami tentang lemari asam, fungsi lemari asam,
prinsip lemari asam, cara kerja lemari asam, dan cara pembersihan lemari
asam.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian
Lemari asam adalah alat laboratorium yang dirancang untuk melakukan
percobaan menggunakan zat kimiatertentu dalam sebuah penelitian tentang
reaksi kimia. Bahan kimia di laboratorium merupakan zat yang berbahaya jika
langsung terkena anggota tubuh. Oleh karenanya lemari asam di desain
dengan ventilasi khusus yang dapat meredam reaksi kimia berupa gas atau
lainnya agar tidak menyebar ke udara dan membahayakan lingkungan.

1
B. Fungsi Lemari Asam

Fungsi lemari asam ialah untuk menghindarkan atau menjauhkan atau


membuang segala jenis uap berbahaya, baik dalam bentuk cairan seperti asam
sulfat, maupun padatan NaOH. Jadi sebetulnya uap berbahaya dari reagen-
reagen tersebut tidak langsung di buang, namun dilewatkan ke filter tertentu
yang berguna untuk menetralisir bahan berbahaya bagi lingkungan. Adapun
bentuk dari filter tersebut tersimpan dalam scrubber. Filter dalam lemari asam
biasanya ada dua jenis yakni :

 Organik
 Non Organik

Dalam kasus tertentu jumlah lemari asam di laboratorium memiliki jumlah


yang lebih dari satu, hal ini dimaksudkan untuk memisahkan untuk material
organik maupun material kimia lainnya. Pertanyaannya, apakah mungkin jika
kedua filter tersebut digabungkan dalam satu scrubber? Mungkin saja, namun
customisasi seperti ini bukanlah hal yang lumrah dilakukan.

Beberapa jenis asam, reagen atau bahan berbahaya lainnya yang mungkin
ideal untuk disimpan di lemari asam adalah :

 Aqua Regia
 Soda Api
 Asam Flourida
 Sarin
 Asam Nitrat, dan lainnya.

2
C. Prinsip kerja lemari asam
Pertama, udara dihisap dari depan pintu lemari asam. Setelah itu,
dikeluarkan oleh blower hisap. Kemudian menuju keluar dari gudang atau
bahan penyaring. Lemari asam ini pada bagian depannya bisa dibuka. Oleh
karena itu, udara yang ada dalam ruang proses lemari asam berpotensi akan
bercampur dengan udara di ruangan laboratorium. Agar bisa menghindari hal-
hal yang demikian itu, maka aliran udara yang baik merupakan titik kunci dari
sebuah peralatan laboratorium berupa lemari asam ini. Lemari asam memiliki
desain dan prinsip kerja yang difokuskan untuk menghindari bahaya dari
terjadinya percampuran udara di lemari asam dengan yang ada di ruang
laboratorium itusendiri.

C. Cara kerja lemari asam

Pada umumnya lemari asam hanya digunakan oleh para laboran atau
expert laboratorium, mereka menggunakan furniture yang satu ini pada proses
mencampur atau menuangkan reagen-reagen berbahaya, yang mungkin saja
memiliki efek berbahaya bagi tubuh manusia. Adapun cara menggunakan
lemari asam yang umum dilakukan oleh para laboran sebagai berikut :

1. Nyalakan switch fan atau blower beberapa menit sebelum memulai bekerja
dengan furniture yang satu ini. Hal ini dimaksudkan untuk membuang sisa-sisa uap
yang mungkin saja masih tertinggal pada proses sebelumnya.
2. Nyalakan switch lampu penerang dan buka sliding window sesuai dengan
kebutuhan, biasanya sliding window dibuka sekitar 50 hingga 30 centimeter agar
cukup ketika memasukan botol reagena atau alat gelas lainnya.
3. Setelah reagen dan alat gelas lainnya ada di dalam lemari asam, turunkan
kembali sliding window hingga menutupi daerah wajah, leher dan bahu. Hal ini
dilakukan untuk mengantisipasi uap keluar dan terhirup oleh user atau bahkan terkena
percikan bahan kimia berbahaya.

3
4. Lakukan dengan sangat hati-hati setiap proses pekerjaan. Jika pada kasus
tertentu anda harus meninggalkan lemari asam sementara ada banyak reagen yang
masih perlu dikerjakan, maka turunkan kembali sliding window, sisakan terbuka
sekitar 5 hingga 10 centimeter. Hal ini dilakukan agar uap tetap terhirup fan dan
lemari asam tidak bersifat kedap udara.
5. Setelah menggunakan lemari asam, pastikan anda meninggalkan lemari asam
dalam keadan bersih dan kering. Jika sebelumnya anda ber-experiment dengan zat
berbahaya pastikan anda membilas lemari asam dengan air mengalir dan
mengeringkannya dengan kain bersih. Hal ini dimaksudkan agar lemari asam dalam
keadan bersih selalu, menghindari resiko pada pemakaian selanjutnya dan menjaga
ketahanan lemari asam agar tetap awet.
6. Terakhir, pastikan anda mematikan switch fan dan lampu penerang pada
lemari asam setelah selesai menggunakan.

D. Fitur dan desain lemari asam

1. Bahan lemari asam (rangka dan body)


Lemari asam lebih banyak dibuat dengan bahan kayu, yang kemudian
sejak tahun 70-80an, secara perlahan lemari asam dengan bahan pelat
yang dilapisi bubuk epoxy sudah banyak digunakan. Kemudian, pada
tahun 90-an, muncul lagi bahan phenolic resin (merupakan plastic
laminasi dan serat kayu) yang tahan kimia dan panas api. Lemari asam
secara umum terbagi atas 5 ukuran lebar (panjang ke samping) yaitu,
1000mm, 1200mm, 1500mm, 1800mm, dan 2000mm. kedalaman
(depth) bervariasi mulai dari 700mm-900mm, dan ukuran tinggi mulai
dari 1900mm-2700mm. bagian depan adalah pintu yang bias ditarik
kebawah dank e atas (sash window), dengan kaca, sehingga petugas
laboratorium dapat melihat kedalam ruang operasi lemari asam.

2. Fitur pengaturan pada lemari asam


a. Control blowe hisap
b. Control lampu penerangan
c. Sinyal peringatan aliran udara rendah
d. Sinyal peringatan pembuka pintu depan terlalu tinggi
e. keran air
f. keran gas

4
3. lapisan dalam lemari asam
a. fiberglass reinforced polyester (FRP)
b. epoxy resin
c. square corner stainless steel
d. coved corner stailess steel for radio chem applications
e. phenolic resin
f. cement board
g. HPL (high pressure laminate)

4. Counter top (meja kerja) lemari asam


a. Phenolic resin
b. Epoxy resin
c. Stainless steel Sus 316

E. Cara pembersihan dan perawatan lemari asam


Cara pembersihan dan perawatan membersihkan lemari asamada dua.
Yang pertama, jika yang terkena merupakan zat asam maka gunakanlah
larutan penetral natrium karbonat (Na2CO3) yang bersifat basa yang akan
menyatu dengan ion OH-saat dilarutkan dengan air.Yang kedua, jika yang
terkena merupakan zat basa maka gunakanlah larutan penetral ammonium
klorida (NH4Cl). Larutan yang demikian merupakan kristal putih garam yang
akan larut dalam air. Kemudian larutkan dengan air lalu segera bersihkan
dengan menggunakan kain lap.

5
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Lemari asam adalah alat laboratorium yang dirancang untuk melakukan
percobaan menggunakan zat kimiatertentu dalam sebuah penelitian tentang
reaksi kimia. Bahan kimia di laboratorium merupakan zat yang berbahaya jika
langsung terkena anggota tubuh.

6
DAFTAR PUSTAKA

https://andarupm.co.id/lemari-asam-yang-sesuai/

http://teknikkimia.usu.ac.id/images/PDF/LABORATORIUM/PIK/4.-
SOP-LABORATORIUM-PIK-fix.pdf

http://jasakalibrasi.net/bio-safety-cabinet-thermo-scientific-1300-series/
http://www.lemariasam-fumehood.com/2016/05/pengertian-biosafety-cabinet-
dan-cara.html