Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

“ Etika dan Norma bisnis”

DI SUSUN OLEH:
Hilda Hestika Fahroji 18.029

Dosen :
Syamsul Asmedi dRM,S.E.,M.M.,M.Ak

AKADEMI KEPERAWATAN ISLAMIC VILLAGE TANGERANG


Jl. Islamic Raya Kelapa Dua Tangerang 15810
Telepon/Fax : 021-5462852, Website : www.akperisvill.ac.id
Email : info@akpericvill.ac.id , akperislamicvillage@yahoo.com
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunianya semoga kita
dalam lindungan Allah. Sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah kami dengan baik dan
tepat waktu.
Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan yang berjudul “Etika
dan Norma bisnis”.
Kami sadar bahwa makalah ini sangat jauh dari kata sempurna setidaknya kami berjuang untuk
menyelesaikannya, terimakasih atas waktu dan perhatiannya

Tangerang,04 Maret 2020

Penulis

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………….. 2
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………. 3
BAB I : PENDAHULUAN …………………………………………………………………... 4
1.1 LATAR BELAKANG ............................................................................................. 4
1.2 RUMUSAN MASALAH ......................................................................................... 4
1.3 TUJUAN MASALAH .............................................................................................. 4
BAB II : PEMBAHASAN ………………………………………………………………….….. 5
2.1 Pengertian ............................................................................................................ 5
2.2 Kelompok stakeholder dalam usaha .................................................................... 6
2.3 Prinsip etika dan prilaku ...................................................................................... 7
2.4 Bentuk norma dan etika dalam usaha .................................................................. 9
BAB III : PENUTUP ………………………………………………………………………….. 10
3.1 Kesimpulan ................................................................................................................ 10
3.2 Saran ...........................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………. 11

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu di
mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang
menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.  Etika mencakup analisis dan penerapan
konsep seperti benar,salah,baik, buruk dan tanggung jawab.
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis , yang mencakup seluruh
aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam
suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan
dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang
saham, masyarakat.
Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis
dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-
kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk
manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari
dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa pengertian dari Etika dan Etika bisnis?
2. Apa yang dimaksud dengan stakeholder dalam usaha?
3. Apa saja prinsip etika dan perilaku dalam bisnis?
4. Bagaimana bentuk norma etika dalam bisnis?

1.3 TUJUAN MASALAH


1. Untuk mengetahui pengertian Etika dan Etika bisnis
2. Untuk mengetahui stakeholder dalam usaha
3. Untuk mengetahui prinsip etika dan perilaku dalam bisnis
4. Untuk mengetahui bentuk norma etika dalam bisnis

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
A. Etika
Istilah dan pengertian etika secara kebahasaan/etimologi, berasal dari bahasa
Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan
(custom). Biasanya etika berkaitan erat dengan perkataan moral yang berasal dari
bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga
adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik
(kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih
kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan,
yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan
etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.
Menurut Bertens ada dua pengertian etika: sebagai praktis dan sebagai refleksi.
Sebagai praktis, etika berarti nilai- nilai dan norma- norma moral yang baik yang
dipraktikkan atau justru tidak dipraktikkan, walaupun seharusnya dipraktikkan.
Etika sebagai praktis sama artinya dengan moral atau moralitas yaitu apa yang
harus dilakukan, tidak boleh dilakukan, pantas dilakukan, dan sebgainya. Etika
sebagai refleksi adalah pemikiran moral.

B. Etika bisnis
Etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang
mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan
juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis
secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada
kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang
mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga
masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma
dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan
sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

5
2.2 Kelompok stakeholder dalam usaha

A. Pengertian Skateholder
Stakeholder adalah bagian penting dari sebuah organisasi yang memiliki
peran secara aktif maupun pasif untuk mengembangkan tujuannya. Stakeholder
dapat dijumpai dimanapun, terutama dalam kegiatan bisnis sehingga setiap
perusahaan tidak lepas dari keberadaan tokoh penting tersebut.
Menurut Biset, pengertian stakeholder adalah orang/ individu atau
kelompok masyarakat yang memiliki kepentingan atau perhatian pada
permasalahan tertentu.
Stakeholder dalam bisnis atau perusahaan meliputi pemegang saham,
karyawan, staff, pegawai, suplier, distributor maupun konsumen. Bahkan, saingan
perusahaan juga dapat disebut sebagai stakeholder karena akan mempengaruhi
kestabilan perusahaan.

B. Klasifikasi Stakeholder
Secara umum, Stakeholder dapat dikelompokkan berdasarkan kekuatan, posisi,
dan pengaruhnya. Adapun klasifikasi stakeholder adalah sebagai berikut:
1. Stakeholder utama (Primer)
Stakeholder primer ini berhubungan langsung dengan pembuatan
kebijakan, program, dan proyek. Mereka merupakan penentu utama dalam
kegiatan pengambilan keputusan.
Beberapa contoh stakeholder primer yaitu:
 Masyarakat dan tokoh masyarakat, masyarakat adalah mereka
yang akan terkena dampak dan mendapat manfaat dari suatu
kebijakan, proyek, dan program. Sedangkan tokoh masyarakat
adalah anggota masyarakat yang dianggap dapat menjadi aspirasi
masyarakat.
 Manajer publik, lembaga publik yang punya tanggungjawab
dalam mengambil keputusan dan implementasinya.
2. Stakeholder pendukung (Sekunder)
Stakeholder sekunder adalah pihak yang tidak berkaitan langsung terhadap
suatu kebijakan, program, dan proyek. Namun stakeholder sekunder punya
keprihatinan dan kepedulian sehingga ikut menyuarakan pendapat yang
bisa mempengaruhi sikap stakeholder utama dan keputusan legal
pemerintah.

6
Beberapa contoh stakeholder sekunder yaitu:

 Lembaga pemerintah yang berhubungan dengan permasalahan,


namun tidak punya wewenang langsung dalam mengambil
keputusan
 Lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat yang bergerak di
bidang yang berhubungan dengan dampak, rencana, atau manfaat
yang akan muncul
 Perguruan Tinggi, yaitu kelompok akademis yang berpengaruh
dalam proses pengambilan keputusan pemerintah.
3. Stakeholder kunci
Stakeholder kunci adalah unsur eksekutif berdasarkan levelnya (legislatif
dan instansi) yang punya wewenang secara legal untuk mengambil
keputusan. Contohnya, stakeholder kunci suatu proyek di daerah
kabupaten:
 Pemerintah Kabupaten
 DPR Kabupaten
 Dinas yang membawahi langsung proyek yang
bersangkutan

2.3 Prinsip etika dan prilaku


Pada dasarnya, setiap pelaksanaan bisnis seyogyanya harus menyelaraskan proses
bisnis tersebut dengan etika bisnis yang telah disepakati secara umum dalam lingkungan
tersebut. Sebenarnya terdapat beberapa prinsip etika bisnis yang dapat dijadikan pedoman
bagi setiap bentuk usaha.
Sonny Keraf (1998) menjelaskan bahwa prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut :

1. Prinsip Otonomi yaitu sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil


keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang
dianggapnya baik untuk dilakukan.
2. Prinsip Kejujuran terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa
ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan
berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam
pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam
penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding.
Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
3. Prinsip Keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama
sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai criteria yang rasional obyektif,
serta dapat dipertanggung jawabkan.

7
4. Prinsip Saling Menguntungkan (Mutual Benefit Principle) ; menuntut
agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua
pihak.
5. Prinsip Integritas Moral ; terutama dihayati sebagai tuntutan internal
dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis
dengan tetap menjaga nama baik pimpinan atau orang-orangnya maupun
perusahaannya.
Selain itu juga ada beberapa nilai – nilai etika bisnis yang dinilai
oleh Adiwarman Karim, Presiden Direktur Karim Business Consulting,
seharusnya jangan dilanggar, yaitu :
 Kejujuran:Banyak orang beranggapan bisnis merupakan
kegiatan tipumenipu demi mendapat keuntungan. Ini jelas
keliru. Sesungguhnya kejujuran merupakan salah satu
kunci keberhasilan berbisnis. Bahkan, termasuk unsur
penting untuk bertahan di tengah persaingan bisnis.
 Keadilan: Perlakukan setiap orang sesuai haknya.
Misalnya, berikan upah kepada karyawan sesuai standar
serta jangan pelit memberi bonus saat perusahaan
mendapatkan keuntungan lebih. Terapkan juga keadilan
saat menentukan harga, misalnya dengan tidak mengambil
untung yang merugikan konsumen.
 Rendah Hati: Jangan lakukan bisnis dengan kesombongan.
Misalnya, dalam mempromosikan produk dengan cara
berlebihan, apalagi sampai menjatuhkan produk bersaing,
entah melalui gambar maupun tulisan. Pada akhirnya,
konsumen memiliki kemampuan untuk melakukan
penilaian atas kredibilitas sebuah poduk/jasa. Apalagi, tidak
sedikit masyarakat yang percaya bahwa sesuatu yang
terlihat atau terdengar terlalu sempurna, pada kenyataannya
justru sering kali terbukti buruk.
 Simpatik: Kelola emosi. Tampilkan wajah ramah dan
simpatik. Bukan hanya di depan klien atau konsumen anda,
tetapi juga di hadapan orangorang yang mendukung bisnis
anda, seperti karyawan, sekretaris dan lainlain.
 Kecerdasan: Diperlukan kecerdasan atau kepandaian
untuk menjalankan strategi bisnis sesuai dengan ketentuan-
ketentuan yang berlaku, sehingga menghasilkan
keuntungan yang memadai. Dengan kecerdasan pula
seorang pebisnis mampu mewaspadai dan menghindari

8
berbagai macam bentuk kejahatan non-etis yang mungkin
dilancarkan oleh lawan-lawan bisnisnya.

2.4 Bentuk norma etika dalam usaha


Norma merupakan hasil buatan manusia sebagai makhluk sosial. Pada awalnya,
aturan ini dibentuk secara tidak sengaja. Lama-kelamaan norma-norma itu disusun atau
dibentuk secara sadar. Norma dalam masyarakat berisis tata tertib, aturan, dan petunjuk
standar perilaku yang pantas atau wajar.
Pengertian norma menurut John J. Macionis (1997) adalah segala aturan dan
harapan masyarakat yang memandu segala perilaku angota masyarakat. 
1. Norma Khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan khusus
atau kehidupan khusus. Contoh aturan olah raga, aturan pendidikan, lebih
khusus aturan sebuah sekolah.
2. Norma Umum adalah norma yang lebih bersifat umum dan sampai pada
tingkat tertentu boleh dikatakan lebih bersifat universal atau dipahami atau
dijadikan landasan menentukan perbuatan yang baik atau buruk oleh
banyak orang di dunia.
Norma umum ini terbagi menjadi 3 yaitu:
1) Norma Sopan santun atau Norma Etiket, yaitu adalah norma yang
mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-
hari. Etika tidak sama dengan Etiket. Etiket hanya menyangkut
perilaku lahiriah yang menyangkut sopan santun atau tata karma
2) Norma Hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara
tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi
keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan
bermasyarakat. Norma hukum ini mencerminkan  harapan,
keinginan dan keyakinan seluruh anggota masyarakat tersebut
tentang bagaimana hidup bermasyarakat yang baik dan bagaimana
masyarakat tersebut harus diatur secara baik
3) Norma Moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia
sebagai manusia. Norma moral ini menyangkut aturan tentang baik

9
buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia
dilihat sebagai manusia.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan.
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup
seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat.
Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku
karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat
dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

3.2 Saran
Sebagai mahasiswa yang sudah mengetahui dan memahami keilmuan tentang
etika bisnis hendaknya kelak dikemudian hari ketika merintis dan menjalankan
suatu bisnis dapat menerapkan konsep etika bisnis yang sesungguhnya untuk
menunjang nilai lebih dari keilmuan yang diperoleh dan dapat mengamalkan
secara langsung keilmuan yang dimiliki.
Untuk para pelaku bisnis seharusnya dapat lebih bijak dalam menjalankan
bisnisnya dengan menerapkan etika bisnis yang baik dan benar agar tidak
merugikan pihak lain hanya dikarenakan ketamakan diri yang mengejar
keuntungan tanpa memperhatikan baik buruknya keputusan yang di ambil dalam
menyikapi suatu permasalahan yang ada dalam bisnisnya.

10
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/23212148/PENGERTIAN_ETIKA_MORAL_NILAI_DAN_NORMA diunduh pada


tanggal 04 Maret 2020 jam 14.25 WIB

https://www.academia.edu/32895327/MAKALAH_ETIKA_BISNIS diunduh pada tanggal 04 Maret 2020


jam 14.42 WIB

https://www.maxmanroe.com/vid/organisasi/pengertian-stakeholder.html diunduh pada tanggal 04


Maret 2020 jam 14.56 WIB

11