Anda di halaman 1dari 53

KONJUNGTIVITIS

Dr. Junaedi Sirajuddin , Sp.M


Bag. Mata FKUH
ANATOMI DAN FISIOLOGI
n Konjungtiva palpebra, konjungtiva bulbi,
forniks
n Terdiri dari : - epitel (superf, basal)
- stroma (adenoid, fibrosa)
- gld. Lakrimal asesori
n Vaskularisasi : a.siliar ant, a. palpebra
n Pemb. Limf, antibodi (Ig)
Gbr. Anatomi Konj.
KET. GBR :
1. Forniks sup & inf
2. Konj.tarsal sup & inf
3. Kripte Henle
4. Kel. Krause
5. Kel. Wolfring
6. Kel lakrimal
7. Kel. Manz
8. Tarsus sup
PENYEBAB KONJUNGTIVITIS
n BAKTERI : gonokok, pneumokok,
H.influenza (KW), stafilokok, difteri
n VIRUS : Adenovirus tipe 3, 7, 8, 19.
Herpes simpleks, Enterovirus tipe 70
n KLAMIDIA : K. trachomatis,
K.oculogenitalis
n ALERGI (Imunologi) : K.vernal, K.atopik,
K.flikten
JENIS KONJUNGTIVITS (KLINIK)

1. K.kataral : akut, kronik


2. K.purulent : GO, non GO
3. K. meembranous : difteri, non difteri
4. K. folikel
5. K. flikten
6. K. vernal
7. K. trakoma
GEJALA KONJUNGTIVITIS
n SUBYEKTIF : seperti ada benda asing,
berpasir, pedih, panas, gatal, kadang
kabur, lengket waktu pagi
n OBYEKTIF : hiperemia (injeksi
konjungtival), lakrimasi, sekret (eksudat),
kemosis, folikel, membran, flikten,
hipertofi papil, adenopati
DD Inj.konjungtiva - Inj perikornea
INJ. KONJUNGTIVA INJ. PERIKORNEA

n Kausa Iritasi,konjungtivitis Keratitis, iridosiklitis,


glaukoma
n Lokasi Forniks ke limbus makin Limbus ke forniks
kecil makin kecil
n Warna Merah terang Merah padam

n Pemb. darah Bergerak dg konjungtiva Tidak bergerak

n Adrenalin Menghilang Menetap

n Sekret Sekret (+) Lakrimasi (+)

n Sakit Sedikit Nyeri


Inj. Konjungtiva Inj. Perikornea
PERBEDAAN JENIS-JENIS KONJUNGTIVITIS

VIRUS BAKTERI ALERGI

n GATAL Minimal Minimal Berat

n HIPEREMI Menyeluruh Menyeluruh Menyeluruh

n LAKRIMASI ++ + +

n EKSUDAT Minimal Banyak (muko- Minimal


(SEKRET) (serous, purulen/purulen) (benang)
mukous)
n ADENOPATI + Jarang -

n SEL-SEL Monosit PMN Eosinofil


TERAPI KONJUNGTIVITIS
n Tergantung kausa
n Hindari faktor iritasi, peny. sistemik
n Sulfasetamide
n Antibiotik tetes/salep tergantung jenis
konjungtivitis
KONJUNGTIVITIS KATARAL
A. KONJUNGTIVITIS KATARAL AKUT
n Bersifat epidemi
n Hiperemi konjungtiva menyeluruh → “pink
eye”
n Sekret mukopurulen
n Penyebab pneumokok (iklim sedang),
H.aegyptus (panas)
n Kadang disertai perdarahan subkonjungtiva
Konjungtivitis kataral akut
B. KONJUNGTIVITIS KATARAL KRONIS
n Penyebab : S. aureus, M.lacunata
n Konjungtivitis angular
n Ada hub dgn dermatitis
n Sekret keabu-abuan seperti busa
Konjungtivitis kronis
KONJUNGTIVITS PURULEN
n Kausa : GO dan non GO
n Pada bayi : Oftalmia neonatorum
n Orang dewasa : - masa inkubasi 1-3 hr
- perjln peny 3 std.
1. Stad infiltrat : 2 hr
2. Stad sekresi purulen : 2-3 mgg
3. Stad konvalesen/pembengkakan papiler :
2-3 mgg
1. Stad infiltrat : 2 hr
n Edem, hiperemi palpebra yg berat shg
sukar dibuka
n Kemosis konjungtiva yg berat, pseudo
membran
n Sekret serous, mukous, kdg2 dgn sdkt
darah
n Sakit pd mata menyebar sampai alis
2. Stad. Sekresi purulen : 2-3 mgg
n Edem, kemosis berkurang
n Sekret purulen yg banyak sekali

3. Stad. Konvalesen/pembengkakan papiler :


2-3 mgg
n Gejala konjungtivitis kronis
n Penebalan dan hiperemi konjungtiva tu
konjungtiva palpebra
KOMPLIKASI KONJUNGTIVITIS PURULEN GO:
1. Ulkus kornea penyebab
2. Panoftalmitis kebutaan !
OFTALMIA NEONATORUM
n Infeksi terjadi melalui jalan lahir ibu dg
servisitis GO
n Gejala sama pada orang dewasa
n Bilateral
n Terapi lebih cepat, prognosis lebih baik
n Masa inkubasi 1 – 5 hari
n DD : Inclusion blenorrhoe o/k trachoma
oculogenital (masa inkubasi 1-7 hari)
Oftalmia neonatorum
TERAPI KONJUNGTIVITIS GO
1. Isolasi untuk mencegah penularan
2. Antibiotik lokal dan sistemik
AB sistemik pd dewasa : Cefriaxone IM
1 g/hr selama 5 hr + irigasi saline atau
Penisilin G 10 juta IU/IV/hr selama 5 hr +
irigasi
AB sistemik pd neonatus : Cefotaxime 25
mg/kgBB tiap 8-12 jam selama 7 hr atau
Penisilin G 100.000 IU/kgBB/hr dibagi dl 4
dosis selama 7 hr + irigasi saline
n Sebagai tambahan terapi dpt diberikan
suplemen tetrasiklin oral 4 x 500 mg/ hr
selama 1 mgg atau doksisiklin 100 mg
2 x /hr selama 1 mgg.
n AB lokal : Basitrasin EO tiap 2 jam selama
2 hr seterusnya 5x/hr sampai terjadi
penyembuhan
KONJUNGTIVITIS MEMBRAN
n Terdapat membran pada permukaan
konjungtiva
n True membran menembus : melewati epitel
konj, jika dilepas → berdarah
n Pseudomembran : mudah dilepaskan tanpa
disertai perdarahan
n True membran : pd konjungtivitis difteri, kausa
basil Klebs-Loeffler
n Pseudomembran : konjungtivitis GO, Streptokok,
Pneumokok, trauma kimia, kombustio (termal)
Konjungtivitis membran
KONJUNGTIVITIS FOLIKULER
n Konjungtivitis folikuler akut yg
disebabkan oleh virus terdapat pada :
1. DEMAM FARINGO-KONJUNGTIVITIS
- Demam, faringitis, konjungtivitis
bilateral
- Keratitis superficial → lakrimasi
- Adenopati preaurikuler
- Kausa Adenovirus tipe 3
Konjungtivitis folikuler
2. KERATOKONJUNGTIVITIS EPIDEMI
- Epidemi, bilateral
- Keratitis superficial
- Sensitif kornea normal
- Sering perdarahan subkonjungtiva
- Kausa Adenovirus tipe 8, 19
- Penularan : kontak penderita, Tonometer
Keratokonjungtivitis epidemi
3. KONJUNGTIVITIS HERPES SIMPLEKS
- Pada anak-anak, unilateral
- Sekret mukoid, fotofobi ringan
- Keratitis herpes simpleks epitelial
4. KONJUNGTIVITIS HEMORAGIK AKUT
- Epidemi – pandemi (1969, waktu
Apollo)
- Kausa Enterovirus tipe 70
- Inkubasi 8-48 jam, berlangsung 5-7 hr
- Folikel, keratitis superf dan/disertai
adenopati
- Penularan langsung dan tak langsung
KONJUNGTIVITIS FLIKTEN
n Termasuk reaksi hipersensitif lambat thd
tuberkuloprotein
n Lesi kecil, menonjol, keras, diiringi daerah
hiperemi
n Lokasi : - Konj → konjungtivits flikten
- Limbus → keratokonj flikten
- Kornea → keratitis flikten
- Konj, kornea, limbus → oftalmia
fliktenularis
n DD : Pseudoflikten, disebabkan o/ prot.
Stafilokok
n Terapi : Kortikosteroid topikal
n Gizi buruk dan sanitasi yg jelek merup
faktor predisposisi
n Lebih sering ditemukan pd anak-anak
KONJUNGTIVITS VERNAL
n Termasuk reaksi hipersensitif musiman
n Laki-laki > wanita, usia pubertas
n Ada hub dg sensitivitas thd tepung sari
rumput – rumput → iklim panas
KELUHAN :
n Gatal, kadang-kadang panas, lakrimasi
menjadi buruk pd cuaca panas dan
berkurang pd cuaca dingin
Konjungtivitis vernal
n GEJALA :
Ada 3 bentuk : palpebral, limbal dan
iritatif
Bentuk Palpebral :
n Papil halus pd konj. palpebra inf
n Konj palp sup tdp papil raksasa spt
susunan batu bata, poligonal, puncak sdkt
rata – “ Cobble stone”
n Diantara papil tdp sekret bentuk benang
Konjungtivitis vernal
Bentuk Limbal
n Papil-papil kecil sekitar limbus
n Bintik keputih-putihan di limbus (bintik Tranta)
mengandung banyak eosinofil
n Mikropannus yg tdk sempurna → kerato-
konjungtivits vernal

Bentuk Iritatif
n Bentuk antara limbal dg palpebral
n Gatal, Cobble stone yg tdk khas
n Papil kecil-kecil pd limbus
Terapi Konjungtivitis vernal
n Pengobatan jangka pendek dgn steroid
topikal dan sistemik
n Kromoglikat
n Vasokonstriktor
n Kompres dingin
TRAKOMA
n Keratokonjungtivits folikuler kronis
n Kausa : Chlamydia trachomatis
n Penularan aktif pd stadium awal melalui
tangan, handuk, lalat
n Predisposisi : pd pemukiman kumuh dan
padat penduduk, kebersihan kurang →
masy. miskin
KLASIFIKASI TRAKOMA
I. Mac Callan : Berdasarkan pd gbran
kerusakan konjungtiva, dibagi dlm 4 std :
1. Stadium Insidious : folikel imatur kecil-kecil pd
konj palp sup, jar parut
2. Stadium akut (trakoma nyata) : tdp hipertrofi
papil & folikel yg masak pd palp sup
3. Stadium sikatriks : sikatriks konj, btk garis-garis
putih halus disertai folikel & hipertrofi
4. Stadium penyembuhan : trakoma inaktif,
folikel, sikatriks meluas tanpa peradangan
Klasifikasi Menurut WHO
1. Trakoma Inflamasi-Folikuler (TF) : tdp 5 atau
lebih folikel pd konj palp sup
2. Trakoma Inflamasi – Intense (TI) : inflamasi &
penebalan konj palp sup > separuh
3. Trakoma Sikatriks (TS) : sikatriks pd konj palp
sup
4. Trakoma Trikiasis (TT) : tdp 1 atau > bulu
mata mengalami trikiasis
5. Kekeruhan kornea (CO) : kornea keruh
menutupi bag atas pupil
Trakoma Sikatriks Kekeruhan kornea
n Gejala :
Fotofobi, lakrimasi, blefarospasme, merasa
panas, benda asing, sakit, gangguan visus,
sekret

n Diagnosis
Ditegakkan apabila tdp keratitis epitel pd bag
sup kornea, pannus, folikel limbus sup, sisa
folikel yg mencekung yg disebut “Herbet’s
peripheral pits”
Gejala patognomonis trakoma ad folikel pd
limbus dan “Herbert’s pits”
n Komplikasi dan gejala sisa
1. Trikiasis & entropion palpebra sup
2. Entropion palp inf ok hipertrofi konj
3. Simblefaron : obliterasi pd forniks
4. Kekeruhan kornea akibat pannus, ulkus
kornea
5. Stafiloma kornea
6. Xerosis konjungtiva kornea
n TERAPI
Lokal : Salep / tetes mata sulfonamide,
tetrasiklin, eritromisin 4 x/hr selama
6 mgg
Oral : Tetrasiklin 1-1,5 gr/hr dlm 4 dosis
selama 3-4 mgg atau
Doksisiklin 100 mg 2x/hr selama
3 mgg atau
Eritromisin 1 gr/hr dlm 4 dosis
selama 3-4 mgg
n PROGNOSIS
Trakoma adalah peny infeksi kronis
memerlukan terapi lama. Prognosis baik
apabila terapi dimulai sejak awal
nTERIMA KASIH
PTERIGIUM
n Pertumbuhan bentuk sayap pada konjungtiva
bulbi (Wing shaped growth)
n Ada hub dg sinar UV, dryness, inflamasi,
eksposur thd angin, debu dan faktor-faktor
lainnya.
n Hampir selalu didahului oleh pinguekula
n Terjadi degenerasi elastoid kolagen
n Jar fibrovaskuler yg bertumbuh dr konj ke
kornea, merusak jar kornea sampai
membr.bowman
n Dianjurkan eksisi jika visus terganggu
n Residif : 40%
Pterigium

Pterigium rekuren
Pinguekula