Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN HASIL DISKUSI

GENETIKA POPULASI
Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Genetika
“Dosen Pengampu : Dewi Murni, M. Si.”

DISUSUN OLEH :
Karina Agustin Makdalena 2224180059
Herliana Yulianti 2224180058
Lita Eviranti 2224180064
Dhian Widya Astuti 2224180047
Rahma Diani Apriliana Putri 2224180045
Alif Rizki Febriyanto 2224180072
KELAS : 4A

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2020
A. Pelaksanaan Diskusi
Hari/Tanggal : Selasa, 28 April 2020
Pukul : 08:34 - 11:56.
Tempat : Room chat WhatsApp.
Materi Diskusi : Genetika Populasi

B. Sesi Diskusi
a. Pertanyaan
1. Apa saja konsep-konsep penting dalam genetika populasi ?
2. Uraikan beberapa asumsi dari hukum Hardy-Weinberg!
3. Temukan arti dari beberapa istilah berikut! Lokus, alel, fenotip,
genotip, mutasi, seleksi, populasi, perkawinan asortatif, inbreeding,
aliran gen, variasi geografis, variasi populasi, tekanan selektif, genetic
drift. 

b. Jawaban
1. Genetika populasi adalah salah satu cabang ilmu genetika yang
mempelajari variasi genetik dalam suatu populasi. Cabang ilmu
genetika ini banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang, khususnya
kesehatan, pemuliaan, dan konservasi. Genetika populasi mengenali
arti penting dari sifat kuantitatif, karena cara menentukan penyebaran
alel tersebut dilakukan secara matematis. Salah satu saja frekuensi dari
suatu gen diketahui dapat digunakan untuk memprediksi frekuensi gen
yang lain. Hal tersebut dapat diaplikasikan dalam mendiagnosa
penyakit genetik. Suatu populasi dikatakan seimbang apabila frekuensi
gen dan frekuensi genetik berada dalam keadaan tetap dari setiap
generasi (Suryo, 2011).
2. Hukum Hardy-Weinberg menyatakan bahwa frekuensi alel (variasi
pada sebuah gen) pada sebuah populasi yang cukup besar akan tetap
konstan jika gaya dorong yang terdapat pada populasi tersebut
hanyalah penataan ulang alel secara acak selama pembentukan sperma
atau sel telur dan kombinasi acak alel sel kelamin ini selama
pembuahan. Populasi seperti ini dikatakan sebagai dalam
kesetimbangan Hardy-Weinberg dan tidak berevolusi.
Suatu populasi dikatakan memenuhi Hukum keseimbangan Hardy-
Weinberg, apabila terjadinya kawin acak diantara individu-individu
anggotanya. Artinya, tiap individu memiliki peluang yang sama untuk
bertemu dengan individu lain, baik dengan genotip yang sama maupun
berbeda dengannya. Melalui sistem kawin acak ini, frekuensi alel akan
senantiasa konstan dari generasi ke generasi.
Di samping kawin acak, ada persyaratan lain yang harus dipenuhi bagi
berlakunya hukum keseimbangan Hardy-Weinberg, yaitu tidak terjadi
migrasi, mutasi, dan seleksi. Penting untuk dimengerti bahwa di luar
laboratorium, satu atau lebih pengaruh ini akan selalu ada. Oleh karena
itu, kesetimbangan Hardy-Weinberg sangatlah tidak mungkin terjadi di
alam. Keseimbangan genetik adalah suatu keadaan ideal yang dapat
dijadikan sebagai garis dasar untuk mengukur perubahan genetik
(Cintamulya, 2013).
Hukum Hardy-Weinberg memberikan standar ideal untuk para ahli
genetika untuk membandingkan populasi yang sebenarnya dan
mendeteksi perubahan evolusi. Dua hal utama dalam hukum Hardy-
Weinberg, yaitu:
1) Jika tidak ada gangguan maka frekuensi alel yang berbeda dalam
populasi akan cenderung tetap/tidak berubah sepanjang waktu.
2) Dengan tidak adanya faktor pengganggu, maka frekuensi genotipe
juga tidak akan berubah setelah generasi I.
Hukum ini dapat dilihat misalnya pada populasi siput yang dapat
melakukan fertilisasi sendiri secara acak (langkah 1). Siput-siput ini
memiliki sebagian gen-gen dominan untuk warna cangkang, misalnya
biru, kuning, atau hijau. Dengan menganalisis perubahan frekuensi dari
gen warna ini dengan persamaan Hardy-Weinberg maka kita akan
dapat menentukan apakah populasi siput tersebut berkembang.
Hardy-Weinberg mengemukakan rumus untuk menghitung frekuensi
alel dan genotip dalam populasi. Jika di dalam populasi terdapat dua
alel pada lokus tunggal, alel dominan D dan alel resesif d, jika
frekuensi alel dominan dilambangkan dengan p, dan frekuensi alel
resesif dilambangkan dengan q maka p + q = 1.
Pada reproduksi seksual, frekuensi setiap macam gamet sama dengan
frekuensi alel dalam populasi. Jika gamet berpasangan secara acak,
maka peluang frekuensi homozigot DD = p2, peluang frekuensi
homozigot dd =q2, dan peluang heterozigot Dd = 2pq, maka p2 + 2pq
+ q2=1.

3. Carilah arti dari beberapa istilah berikut:


a. Lokus adalah gen-gen terdapat dalam kromosom (Mustami, 2013).

b. Alel : Setiap gen memiliki pasangan pada homolognya. Pasangan


gen tersebut dinamakan alel (Mustami, 2013).

c. Fenotipe adalah suatu karakteristik (baik struktural, biokimiawi,


fisiologis, dan perilaku) yang dapat diamati dari suatu organisme
yang diatur oleh genotipe dan lingkungan serta interaksi keduanya.
Dalam tingkatan ini, contoh fenotipe misalnya warna mata, berat
badan, atau ketahanan terhadap suatu penyakit tertentu (Mustami,
2013).

d. Genotipe : Setiap individu disomik selalu memiliki sepasang alel,


yang berkaitan dengan suatu sifat yang khas, masing-masing
berasal dari tetuanya. Status dari pasangan alel ini dinamakan
genotipe(Mustami, 2013).

e. Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik (DNA


maupun RNA), baik pada taraf urutan gen (disebut mutasi titik)
maupun pada taraf kromosom (Mustami, 2013).

f. Seleksi dapat diartikan sebagai suatu proses yang mengakibatkan


genotype tertentu menghasilkan jumlah keturunan yang berbeda
( Warmadewi, 2015).
g. Populasi adalah sekumpulan individu dengan ciri-ciri sama (satu
spesies yang sama) yang hidup dalam tempat dan waktu yang
sama.

h. Perkawinan asortatif adalah pola perkawinan dan bentuk seleksi


seksual di mana individu dengan pasangan fenotipe yang sama satu
sama lain lebih sering daripada yang diharapkan dalam pola
perkawinan acak.

i. Inbreeding atau silang dalam adalah perkawinan di antara individu-


individu yang secara genetik memiliki hubungan kekerabatan.

j. Aliran gen atau gene flow merupakan pertukaran gen antar


populasi, yang biasanya merupakan spesies yang sama.

k. Variasi geografis adalah Variasi geografis berarti perbedaan


genetik dalam populasi dari lokasi yang berbeda.

l. Variasi populasi merupakan keragaman indvidu dalam suatu


populasi. Terdapat variasi diantara individu-individu di dalam
suatu populasi. Hal tersebut menunjukkan adanya perubahan
genetis.

m. Tekanan selektif adalah suatu faktor yang mengurangi keberhasilan


reproduksi di dalam suatu populasi.

n. Genetic drift adalah lepasnya frekuensi alela secara kebetulan.


Peristiwa ini sangat berarti pada populasi yang sangat kecil.
Kenyataannya 1 dari 2 alela mempunyai peluang untuk lepas
adalah kira-kira 0, 8%.

C. Daftar pustaka
Cintamulya, Imas. (2013). Analisis Variasi Genetik Varian Jati Arboretum dengan
Penanda Mikrosatelit. Jurnal Pendidikan Sains. 1 (2) : 45-53.
Mustami, M. K. (2013). Genetika. Makassar : Universitas Islam Negeri Alauddin.
Suryo. (2011). Genetika Strata 1. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.
Warmadewi, dkk. (2015). Bahan Ajar : Ilmu pemuliaan ternak. Denpasar :
Universitas Udayana.