Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

DENTAL ASSISTAN’S
Chair Side Assistans’s in Amalgam Filling Class I & II

Dosen Pengampu : drg. Endah Aryanti EN, MDSc

Disusun Oleh :

Nama : Elvira Priska Damayanti


NIM : P1337425218022
Semester :4

DIV – KEPERAWATAN GIGI


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN
SEMARANG
2020
A. LATAR BELAKANG

Chairside Assistans’s adalah membantu operator dalam melakukan SOP.


Chairside Assistans’s melakukan berbagai tugas penting di ruang dokter gigi dan
membantu dokter gigi selama pemeriksaan dan perawatan gigi. Bersamaan dengan
itu, Assistant juga memenuhi tugas administrasi seperti penjadwalan janji,
menjaga catatan, dan kebersihan ruang perawatan untk memberikan perawatan
pasien dengan kualitas tinggi. Assistant harus memiliki ketrampilan komunikasi
dan interpersonal yang kuat untuk membangun hubungan yang kaut dengan dokter
gigi serta memberikan instruksi perawatan gigi yang tepat kepada pasien.
Dental amalgam adalah salah satu jenis bahan tumpat yang sering digunakan
dalam praktek kedokteran gigi dan telah digunakan lebih dari 150 tahun.
Keunggulan dari bahan tumpatan amalgam sendiri adalah mudah dimanipulasi,
murah, teknik pengerjaannya cenderung tidak sensitive, tahan lama, selain itu
kekuatannya mempu mendukung struktur gigi yang lemah untuk Manahan beban
oklusal. Namun dental amalgam itu tidak memiliki sifat adhesive, oleh karena itu
diperlukan hasil preparasi tepi yang ideal, bersudut 90° - 100°, kedalaman
preparasi yang cukup (ketebalan minimal tumpatan amalgam untuk mendapatkan
kekuatan kekuatan kompresi yang adekuat berkisar dari 0,75 – 2 mm), dan untuk
mendapatkan retensi mekanik yang kuat diperlukan pembuatan preparasi
undercut. Hal ini dapat menyebabkan banyaknya struktur gigi yang harus diambil
pada saat preparsi, sehingga dapat melemahkan struktur gigi, menyebabkan
farktur pada tepi tumpatan dan memungkinkan terjadinya kebocoran mikro

B. TUJUAN PRAKTIKUM

1. Mahasiswa mampu menjelaskan persiapan alat dan bahan pada tindakan CSA
in Amalgam Filling Treatment
2. Mahasiswa mampu menjelaskan prosedur dan aplikasi CSA in Amalgam
Filling Treatment
3. Mahasiswa mampu melakukan smulasi perawatan amalgam kelas I dan kelas
II di dental chair

C. PEMBAHASAN

A. Alat dan Bahan


a. Alat
1) Alat diagnostic (piset, kaca mulut, sonde, dan excavator)
2) Mortar pestle
3) Mixing slab
4) Cement spatel
5) Cement stopper
6) Amalgam stopper
7) Amalgam carver
8) Burnisher
9) Alat poles
10) Handpiece (low)
11) Mata bur
12) Plastis filling instrument

b. Bahan
1) Powder : alloy (Ag, Sn, Cu, Zinc)
2) Liquid : Hg (air raksa)
3) Zinc phosphate cement
4) GIC
5) Cotton roll
6) Cotton pellet
7) Alcohol
8) Dentin conditioner
9) Kain mulin
10) Cocoa butter
11) Aquadest

D. PROSEDUR PRAKTIKUM
 Amalgam Kelas I

SOP CSA & FOTO


 Persiapan Alat dan Bahan Chair Side Assistant Penambalan Amalgam Kelas I
1. Assisten melakukan persiapan alat dan bahan
a. Alat
1. OD Set (pinset, kaca mulut,
excavator, sonde)
2. Amalgam stopper
3. Amalgam carver
4. Burnisher
5. Mortar dan pestle
6. Amalgam pistol
b. Bahan
1. Powder : alloy (Ag, Sn, Cu, 2. Assiten memanggil pasien dan memeprsilahkan duduk di
Zinc) dental chair
2. Liguid : Hg (air raksa)
3. Alcohol
4. Aquadest
5. Bahan semen dasar (zinc
phospsat cement)
6. Cotton roll
7. Cotton pellet
8. Kain mulin

 Persiapan Petugas
a. Masker
b. Handschoen
 Perispan Pasien 3. Assisten memasang celemek pada pasien dan melakukan
b. aCelemek inform concent sebelum tindakan dilakukan
b. b Mengatur posisi pasien
senyaman mungkin

 Prosedur penambalan Amalgam Kelas I


a. Melakukan identifikasi kasus
dengan indikasi penumpatan
amalgam 1 – 2 bidang
b. Melakukan komunikasi teraupetik
untuk penumpatan amalgam 1 – 2
bidang
c. Melakukan preparasi gigi yang 4. Assisten memanggil operator dan memberitahu bahwa
bersangkutan berbentuk boks pasien sudah siap
d. Memblokir are kerja dari saliva
e. Melakukan desinfeksi kavita
f. Memasang matrix pada tumpatan 2
bidang
g. Memanipulasi semen dasar dengan
konsistensi seperti pasta
h. Meletakkan semen dasar pada dasar
kavita secara merata setinggi
dentino enamel junction
i. Memanipulasi
5. Assisten membantu menyalakan lampu dental chair
j. Meletakkan amalgam pada kavitas
selapis demi selapis dengan
kondesasi yang baik
k. Membentuk tumpatan amalgam
sesuai dengan anatomis gigi
l. Mengecek peninggian
m. Menghaluskan permukaan
tumpatan
n. Memebrikan instruksi setelah
setelah penumpatan amalgam
o. Memoles tumpatan amalgam 6. Assisten memberikan kaca mulut dan sonde kepada
operator dan operator menerimanya

7. Operator malakukan identifikasi pada gigi yang akan di


perparasi

8. Assisten memberikan handpiece yang sudah terpasang bur


dan operator menerimanya

9. Operator melakukan preparasi kavitas lalu mengembalikan


handpiece

10. Asisten memebrikan cotton roll kepada operator, operator


melakukan isolasi, operator mengembalikan pinset kepada
pasien

11. Assisten meberikan piset dan cotton pellet yang sudah


dibasahi dengan aquadest lalu operaor melakukan
sterilisasi

12. Assisten memberikan cotton pellet operator melakukan


pengeringan kavitas

13. Assisten memanipulasi bahan sementasi sampai konsistensi


demppul, lalu memberikan hasil manipulasi dengan sonde
(kavitas kecil), plastis filling instrument (kavitas besar)

14. Operator melakukan sementasi lalu mengembalikan sonde


ke asisten

15. Assienten memanipulasi bahan tupatan amalgam yaitu


bahan alloy amalgam Hg sampai konsistensi halus,
mengkilat melekat pada mortar, lalu dituangkan pada kain
mulin dan diperas menggunakan pinset

16. Assisten memebrikan hasil manipulasi dengan amalgam


stopper (RB) amalgam carver (RA) dan operator menerima

17. Operator melakukan aplikasi bahan tumpatan sedikit demi


sedikit sambil ditekan – tekan. Operator mengembalikan
amalgam stopper ke assisten

18. Assisten memebrikan amalgam carver ke operator.


Operator membentuka tumpatan agar seperti anatomi
semula. Operator menegmbalikan amalgam carver ke
asisten
19. Assisten memberikan burnisher kepada operator. Operator
melakukan penghalusan tumpatan samapai mengkilat lalu
mengembalikannya ke asisten

20. Assisten melekapaskan cotton roll dan mengisntruksikan


pasien untuk oklusi dengan articulating papper, apabila
masih mengganjal kurangi dengan burnisher

21. Assisten mematikan lampu dental chair, lalu menurunkan


dental chair

22. Assisten melepaskan celemek


23. Assisten membuka jalan keluar

 Amalgam Kelas II

SOP CSA & FOTO


 Persiapan Alat dan Bahan Chair Side Assistant Penambalan Amalgam Kelas I
a. Alat 1. Assisten melakukan persiapan alat dan bahan
1. OD Set (pinset, kaca mulut,
excavator, sonde)
2. Amalgam stopper
3. Amalgam carver
4. Burnisher
5. Mortar dan pestle
6. Amalgam pistol
b. Bahan
1. Powder : alloy (Ag, Sn, Cu,
Zinc)
2. Liguid : Hg (air raksa)
3. Alcohol 2. Assiten memanggil pasien dan mempersilahkan duduk di
4. Aquadest dental chair
5. Bahan semen dasar (zinc
phospsat cement)
6. Cotton roll
7. Cotton pellet
8. Kain mulin

 Persiapan Petugas
a. Masker
b. Handschoen
 Perispan Pasien
a. Celemek
b. Mengatur posisi pasien senyaman
mungkin 3. Assisten memasang celemek pada pasien dan melakukan
inform concent sebelum tindakan dilakukan
 Prosedur penambalan Amalgam Kelas I
a. Melakukan identifikasi kasus
dengan indikasi penumpatan
amalgam 1 – 2 bidang
b. Melakukan komunikasi teraupetik
untuk penumpatan amalgam 1 – 2
bidang
c. Melakukan preparasi gigi yang
bersangkutan berbentuk boks
d. Memblokir area kerja dari saliva
e. Melakukan desinfeksi kavita 4. Assisten memanggil operator dan memberitahu bahwa
f. Memasang matrix pada tumpatan 2 pasien sudah siap
bidang
g. Memanipulasi semen dasar dengan
konsistensi seperti pasta
h. Meletakkan semen dasar pada dasar
kavita secara merata setinggi
dentino enamel junction
i. Memanipulasi amalgam dengan
hasil bila di mulling ada krepitasi
j. Membentuk tumpatan amalgam
sesuai dengan anatomis gigi
5. Assisten membantu menyalakan lampu dental chair
k. Mengecek peninggian gigitan
l. Menghaluskan permukaan
tumpatan
m. Memberikan instruksi setelah
setelah penumpatan amalgam
n. Memoles tumpatan amalgam

6. Assisten memberikan kaca mulut dan sonde kepada


operator dan operator menerimanya

7. Operator malakukan identifikasi pada gigi yang akan di


perparasi

8. Assisten memberikan handpiece yang sudah terpasang bur


dan operator menerimanya

9. Operator melakukan preparasi kavitas lalu mengembalikan


handpiece

10. Asisten memberikan cotton roll kepada operator, operator


melakukan isolasi, operator mengembalikan pinset kepada
pasien

11. Assisten meberikan piset dan cotton pellet yang sudah


dibasahi dengan aquadest lalu operaor melakukan
sterilisasi

12. Assisten memberikan cotton pellet operator melakukan


pengeringan kavitas

13. Assisten membantu memasang matrix pada tumpatan 2


bidang

14. Assisten memanipulasi bahan sementasi sampai konsistensi


demppul, lalu memberikan hasil manipulasi dengan sonde
(kavitas kecil), plastis filling instrument (kavitas besar)
15. Operator melakukan sementasi lalu mengembalikan sonde
ke asisten

16. Assienten memanipulasi bahan tupatan amalgam yaitu


bahan alloy amalgam Hg sampai konsistensi halus,
mengkilat melekat pada mortar, lalu dituangkan pada kain
mulin dan diperas menggunakan pinset

17. Assisten memebrikan hasil manipulasi dengan amalgam


stopper (RB) amalgam carver (RA) dan operator menerima

18. Operator melakukan aplikasi bahan tumpatan sedikit demi


sedikit sambil ditekan – tekan. Operator mengembalikan
amalgam stopper ke assisten

19. Assisten memebrikan amalgam carver ke operator.


Operator membentuka tumpatan agar seperti anatomi
semula. Operator menegmbalikan amalgam carver ke
asisten

20. Assisten memberikan burnisher kepada operator. Operator


melakukan penghalusan tumpatan samapai mengkilat lalu
mengembalikannya ke asisten

21. Assisten melekapaskan cotton roll dan mengisntruksikan


pasien untuk oklusi dengan articulating papper, apabila
masih mengganjal kurangi dengan burnisher
22. Assisten mematikan lampu dental chair, lalu menurunkan
dental chair

23. Assisten melepaskan celemek dari pasien

24. Assisten melakukan post komfer setelah tindakan yaitu


menginstruksikan tidak untuk menguyah selama kurang
lebih 2 jam dan mengisntruksikan untuk datang kembali
untuk dilakukan polishing

25. Assisten mempersilahkan pasien untuk turun dari dental


chair
E. KESIMPULAN

Chair Side Assistant adalah bagian yang sangat penting dari kedokteran gigi.
Assisten membantu dokter gigi selama prosedur membantu meningkatkan
produktivitas. Dokter gigi dapat menyelesaikan prosedur lebih cepat dengan
bantuan assisten, pasien lebih nyaman karena mambutuhkan waktu yang singkat,
serta efisien untuk dental office
Indikasi klinis untuk restorasi amalgam direct adalah untuk restorasi amalgam
kelas I dan kelas II terutama pada gigi yang membutuhkan fungsi oklusi yang
berat dan memanjang hingga permukaan akar. Kelebihan amalgam antara lain,
amalgam merupakan bahan restorasi yang paling kuat.

Semarang, 30 Maret 2020

Dosen Pembimbing Mahasiswa

drg. Endah Aryati EN, MDSc Elvira Priska D.